fbpx
LOGO

Manfaat Minyak Rosemary Sebagai Anti-Kanker yang Potensial

July 17, 2020
IMG

Rosemary (Rosmarinus officinalis) merupakan tanaman berbentuk duri yang dengan bunga berwarna ungu kebiruan dan termasuk dalam keluarga mint, yang juga termasuk herbal lavender, basil, myrtle dan sage. Tanaman asli Mediterania ini biasa dijadikan minyak esensial dengan mengekstrak daun dan bagian atas tanaman yang berbunga serta memiliki aroma menyegarkan seperti cemara.

 

Selain di ekstrak, daun Rosemary juga bisa digunakan secara langsung maupun dikeringkan sebagai bumbu berbagai hidangan. 

 

Rosemary memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dari konstituen kimia utamanya, termasuk karnosol, asam karnosat, asam ursolat, asam rosmarinik dan asam caffeic, dan terbukti mampu mengatasi berbagai masalah kesehatan, termasuk melawan kanker, menunjang fungsi hati, menekan stres, dan mencegah masalah kognitif.

 

 

Manfaat

 

1. Melawan Kanker

Rosemary juga dikenal sebagai anti-kanker dan anti-inflamasi. Salah satu komponen utamanya adalah karnosol sebagai anti-kanker dan hanya membunuh sel target tanpa merusak sel-sel lainnya (1).

 

Sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients pada 2016 mencatat bahwa ekstrak rosemary telah terbukti menunjukkan sifat anti-kanker secara in vitro untuk kanker usus besar, pankreas, payudara, prostat, ovarium, serviks, kandung kemih, hati, dan paru-paru (2).

 

2. Mencegah Rambut Rontok dan Meningkatkan Pertumbuhan Rambut

Minyak rosemary dapat memerangi jenis rambut rontok tertentu, termasuk kebotakan pada pria dan kerontokan yang parah. Penelitian yang diterbitkan pada tahun 2015 menguji perbandingan efektivitas antara minyak rosemary dan bentuk pengobatan konvensional yang umum (minoxidil 2%) pada rambut rontok akibat androgenetic alopecia (AGA).

 

Penelitian selama enam bulan tersebut menunjukkan kelompok rosemary dan minoxidil mengalami peningkatan jumlah rambut yang sama signifikan. Akan tetapi kelompok rosemary mengalami efeksampinggatal-gatal kulit kepala yang lebih sedikit dibandingkan dengan minoxidil (3).

 

Penelitian lain menunjukkan bahwa minyak rosemary dapat melawan kerontokan rambut parah atau alopecia areata, dan menunjukkan efektivitas lebih baik daripada minyak jojoba dan biji anggur dalam pertumbuhan pada kerontokan rambut (4, 5).

 

3. Mengurangi Stres

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa menghirup minyak rosemary dapat menurunkan denyut nadi sehingga menurunkan stres dan kecemasan, sehingga cocok digunakan sebelum melakukan tes atau ujian (6, 7).

 

Selain itu, individu yang menghirup minyak rosemary selama 5 menit membuat kadar hormon stres kortisol pada air liur 23% lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mencium senyawa non-aromatik (8). Peningkatan kadar kortisol dapat menekan sistem kekebalan tubuh, dan berkontribusi terhadap masalah kesehatan seperti insomnia dan perubahan suasana hati (9).

 

4. Meningkatkan Fungsi Otak

Pada zaman Yunani dan Romawi kuno, rosemary digunakan sebagai terapi untuk memperkuat ingatan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa menghirup minyak rosemary membantu mencegah kerusakan asetilkolin, zat kimia otak yang berperan dalam fungsi berpikir, konsentrasi, dan daya ingat (10, 11).

 

Penelitian lain menunjukkan bahwa menghirup rosemary dan minyak esensial lainnya dapat meningkatkan fungsi otak pada orang dewasa yang lebih tua dengan demensia, termasuk individu dengan Alzheimer.

 

Demensia merupakan sekelompok kondisi yang ditandai dengan penurunan fungsi otak, seperti hilangnya memori dan kemampuan menilai. Gejala demensia termasuk mudah lupa, keterampilan sosial yang terbatas, dan penuruna kemampuan berpikir sehingga mengganggu fungsi sehari-hari. Demensia menjadi penanda seseorang lansia lebih berisiko terhadap terjadinya penyakit Alzheimer (12).

 

Para peneliti University of Northumbria, Newcastle yakin bahwa efek menenangkan yang terkandung didalam rosemary menghasilkan peningkatan kinerja dan kualitas memori secara keseluruhan, selain juga memperbaiki memori sekunder. Rosemary membantu seseorang menjadi lebih waspada dan juga menghasilkan perasaan puas pada mereka yang menghirupnya (13)

 

5. Melindungi dan Meningkatkan Fungsi Hati

Rosemary digunakan secara tradisional karena kemampuannya membantu mengatasi keluhan gastrointestinal, serta pembersih dan penguat hati. Hal ini dikarenakan efek koleretik dan hepatoprotektifnya. Koloretik artinya mampu meningkatkan jumlah empedu yang dikeluarkan oleh hati, sementara hepatoprotektif berarti memiliki kemampuan untuk mencegah kerusakan pada hati (14).

 

Penelitian yang dilakukan terhadap hewan coba mengungkapkan bahwa ekstrak daun rosemary dan zaitun memberikan manfaat perlindungan hati pada subyek hewan dengan sirosis hati yang diinduksi secara kimia. Secara khusus, ekstrak rosemary mampu menghambat perubahan fungsional dan jaringan yang tidak diinginkan pada hati yang dihasilkan dari sirosis (15).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Tanaman rosemary terutama bagian daun dan bunganya

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis standar konsumsi oral asam rosmarinik aktif adalah 200-300 miligram per hari

 

Meningkatkan memori: Campurkan 3 tetes minyak rosemary dengan 1/2 sendok teh minyak kelapa dan oleskan di leher bagian atas atau difus selama 1 jam per hari.

 

Meningkatkan kesehatan prostat: Campurkan 2 tetes minyak rosemary dengan 1/2 sendok teh minyak pembawa dan gosokkan di bawah testis atau buah zakar.

 

Mengurangi nyeri: Campurkan 2 tetes minyak rosemary, 2 tetes minyak peppermint, dan 1 sendok teh minyak kelapa dan gosokkan pada otot dan sendi yang sakit untuk meningkatkan sirkulasi dan mengurangi peradangan.

 

Meningkatkan fungsi kandung kemih: Campurkan 3 tetes minyak rosemary dengan 1/4 sendok teh minyak kelapa dan olesi area perut tengah bawah dua kali sehari.

 

Neuropati dan neuralgia: Ambil 2 tetes minyak rosemary, 2 tetes minyak helichrysum, 2 tetes minyak cemara dan 1/2 sendok teh minyak pembawa dan gosokkan pada area yang terasa kebas atau nyeri.

 

Selalu encerkan minyak rosemary dengan minyak pembawa (biasanya minyak jojoba) untuk menghindari reaksi iritasi pada kulit. Hindari mengoleskan pada area sensitif seperti mata atau kulit yang terbuka. 

 

 

Interaksi Sinergi

 

Rosemary bekerja lebih baik jika dicampurkan dengan bahan di bawah ini:

Lavender

Kemenyan 

Kapulaga

• Clary sage 

• Cedarwood 

Serai

Geranium 

Kamomil 

Minyak peppermint

Zaitun

 

 

Kontraindikasi

 

Anak di bawah usia 6 tahun

 

Ibu hamil dan menyusui

 

Pasien dengan kondisi medis tertentu (termasuk epilepsi dan tekanan darah tinggi)

 

Alergi terhadap rosemary

 

Berhati-hati dengan penggunaan bersama obat-obat berjenis antikoagulan (pengencer darah), penghambat ACE (penurun tekanan darah tinggi), diuretik (obat-obatan mengeluarkan kelebihan air dalam tubuh), dan lithium (obat-obatan yang berfungsi untuk pengaturan mood). Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum menkonsumsi rosemary.

 

 

Efek Samping

 

Minyak rosemary dapat menyebabkan reaksi alergi.

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). Rosmaniric acid. Examine. Diakses pada 04 Juli 2019.

Axe, Josh. (2018). Rosemary oil uses and benefits for hair growth and more. Dr Axe. Diakses  pada 04 Juli 2019.

McCulloch, Marsha. (2018). 14 Benefits and uses of rosemary essential oil. Healthline. Diakses pada 04 Juli 2019. 

Johnson JJ. Carnosol: A promising anti-cancer and anti-inflammatory agent. Cancer Lett. (2011). 

Moore J, Yousef M, Tsiani E. Anticancer effects of rosemary (rosmarinus officinalis L.) extract and rosemary extract polyphenols. Nutrients. (2016). 

Panahi Y, Taghizadeh M, Marzony ET, Sahebkar A. Rosemary oil vs minoxidil 2% for the treatment of androgenetic alopecia: A randomized comparative trial. Skinmed. (2015). 

Harries MJ, Sun J, Paus R, King LE Jr. Management of alopecia areata. BMJ. (2010). 

Hay IC, Jamieson M, Ormerod AD. Randomized trial of aromatherapy. Successful treatment for alopecia areata. Arch Dermatol. (1998). 

McCaffrey R, Thomas DJ, Kinzelman AO. The effects of lavender and rosemary essential oils on test-taking anxiety among graduate nursing students. Holist Nurs Pract. (2009). 

Smith TW, Houston BK, Zurawski RM. Finger pulse volume as a measure of anxiety in response to evaluative threat. Psychophysiology. (1984). 

Atsumi T, Tonosaki K. Smelling lavender and rosemary increases free radical scavenging activity and decreases cortisol level in saliva. Psychiatry Res. (2007).

Kandhalu, P. Effects of cortisol on physical and psychological aspects of the body and effective ways by which one can reduce stress. Berkeley Scientific Journal. (2013). 

Moss M, Oliver L. Plasma 1,8-cineole correlates with cognitive performance following exposure to rosemary essential oil aroma. Ther Adv Psychopharmacol. (2012). 

Hasselmo ME. The role of acetylcholine in learning and memory. Curr Opin Neurobiol. (2006). 

Jimbo D, Kimura Y, Taniguchi M, Inoue M, Urakami K. Effect of aromatherapy on patients with Alzheimer’s disease. Psychogeriatrics. (2009). 

Moss M, Cook J, Wesnes K, Duckett P. Aromas of rosemary and lavender essential oils differentially affect cognition and mood in healthy adults. Int J Neurosci. (2003).

AI-Sereiti’ MR, Abu-Amerb KM, Sena P. Pharmacology of rosemary (Rosmarinus oificinalis Linn.) and its therapeutic potentials. Indian Journal of Experimental Biology. (1999).

Al-Attar AM, Shawush NA. Influence of olive and rosemary leaves extracts on chemically induced liver cirrhosis in male rats. Saudi J Biol Sci. (2015).


Tags: , ,