fbpx
LOGO

Manfaat Nootropik Piracetam

September 15, 2020
IMG

Piracetam (2-oxo-1-pyrrolidine-acetamide, Nootropil) adalah jenis pertama dalam keluarga racetam dari senyawa nootropik. Piracetam pertama kali dikembangkan oleh ahli kimia Rumania, Dr. Corneliu E. Giurgea pada tahun 1964.

 

Senyawa ini merupakan turunan siklik dari GABA (Gamma-Aminobutyric Acid) tetapi tidak memengaruhi reseptor GABA di otak Anda. Sebagai gantinya, Piracetam memodulasi reseptor AMPA dan NMDA dan meningkatkan fungsi neurotransmitter acetylcholine (ACh). 

 

Piracetam merupakan salah satu obat nootropik yang larut dalam air. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tanpa menghasilkan efek samping yang signifikan. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

 

Cara Kerja Piracetam

 

Reseptor AMPA, NMDA dan asetilkolin berhubungan dengan pembelajaran dan memori. Ratusan penelitian telah menemukan bahwa Piracetam mampu secara signifikan meningkatkan pembelajaran dan memori. Efek ini akan lebih tampak bila dikombinasikan dengan suplemen kolin.

 

Piracetam juga meningkatkan aliran darah ke otak. Darah membantu menyalurkan oksigen dan glukosa yang dibutuhkan untuk metabolisme sel dan membantu membuang limbah seluler. Proses ini sangat penting untuk mengoptimalkan otak. 

 

 

Manfaat

 

1. Menjaga Kesehatan Otak

Piracetam digunakan di seluruh dunia untuk mengobati gangguan kognitif pada penuaan, cedera otak, demensia, dan penyakit Alzheimer. Piracetam meningkatkan produksi ATP (Adenosine triphosphate), membran mitokondria dan pertumbuhan neurit dalam neuron.

 

Piracetam juga memengaruhi aliran darah otak secara positif. Aliran darah otak sangat penting untuk kondisi otak yang sangat optimal. Darah memberikan oksigen dan glukosa yang dibutuhkan untuk metabolisme sel, dan membantu membuang limbah seluler (1). 

 

Sebuah penelitian menunjukkan piracetam mampu mengembalikan kerusakan sel dan membuat fungsi mitokondria kembali normal pada sel otak yang mengalami penuaan dan kerusakan oleh ROS (spesies oksigen reaktif), serta dengan sel-sel dengan gejala penyakit Alzheimer tahap awal.

 

Para peneliti menyimpulkan bahwa Piracetam mampu menjadi pengobatan pada pasien Alzheimer ringan (2).

 

2. Meningkatkan Fungsi Kognitif

Sebuah hasil meta-analisis 19 studi double-blind dengan partisipan demensia dan gangguan kognitif menunjukkan perbedaan antara partisipan yang menggunakan piracetam dengan plasebo. Hasil akhir analisis ini memberikan bukti kuat atas efektivitas piracetam untuk mengatasi gangguan kognitif dalam beragam kelompok (3).

 

Beberapa penelitian dan ulasan pengguna juga menunjukkan bahwa perbedaan dosis Piracetam memiliki perbedaan hasil. Pemberian piracetam dosis 1.600 mg 3 kali sehari menghasilna peningkatan kognisi pad pasien lansia. Sementara itu, tidak ada peningkatan kognisi pada partisipan yang menerima Piracetam 800 mg 3 kali sehari (4).

 

Piracetam juga meningkatkan kepadatan reseptor kolin di korteks frontal, yang merupakan area otak untuk kerja memori dan pengambilan keputusan (5, 6).

 

3. Meningkatkan Kinerja Mental dan Memori

Piracetam merupakan modulator dari reseptor glutamat. Glutamat merupakan neurotransmitter rangsang utama di otak. Piracetam memengaruhi glutamat dalam meningkatkan kinerja mental dan memori, termasuk kewaspadaan, fokus perhatian, serta proses pembelajaran (7).

 

 

 

Sumber 

 

Suplemen piracetam

 

 

Dosis

 

Dosis Piracetam yang disarankan adalah 1.600 mg, 3 kali sehari. Mulailah dengan dosis terendah lalu sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

 

Jika Anda mengombinasikannya dengan racetam lain, gunakan piracetam dengan dosis rendah.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Piracetam dapat dikombinasikan dengan kolin (Alpha GPC atau CDP-Choline) untuk meningkatkan efek nootropik dan menghindari efek samping sakit kepala.

 

 

Efek Samping

 

Sakit kepala

Kantuk

Insomnia

Gugup

Depresi

Hiperaktif

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil atau menyusui

Anak-anak

 

 

Referensi:

Tomen D. (2017). Piracetam. Nootropics Expert. Diakses pada 18 September 2019.

Cunha JP. (2018). Piracetam. RxList. Diakses pada 18 September 2019. 

Mosher D. (2012). How your brain cleans itself—mystery solved?. National Geographic. Diakses pada 18 September 2019. 

Stockburger C, Kurz C, Koch KA, Eckert SH, Leuner K, Müller WE. Improvement of mitochondrial function and dynamics by the metabolic enhancer piracetam. Biochem Soc Trans. (2013). 

Waegemans T, Wilsher CR, Danniau A, Ferris SH, Kurz A, Winblad B. Clinical efficacy of piracetam in cognitive impairment: a meta-analysis. Dement Geriatr Cogn Disord. (2002). 

Kretschmar JH, Kretschmar CH. Zur dosis-wirkungs-relation bei der behandlung mit piracetam [On the dose-effect relationship in the therapy with piracetam (author’s transl)]. Arzneimittelforschung. (1976). 

Pepeu G, Spignoli G. Nootropic drugs and brain cholinergic mechanisms. Prog Neuropsychopharmacol Biol Psychiatry. (1989). 

Pilch H, Müller WE. Piracetam elevates muscarinic cholinergic receptor density in the frontal cortex of aged but not of young mice. Psychopharmacology (Berl). (1988).


Tags: , , , ,