fbpx
LOGO

Manfaat Pegagan: dari Kecantikan hingga Anti-Kanker

July 20, 2020
IMG

Pegagan (Centella asiatica) atau dikenal juga dengan Gotu kola merupakan tanaman yang biasa ditemukan di Cina, India, Indonesia, Sri Lanka, dan Afrika Selatan, dan umum digunakan sebagai ramuan obat pada pengobatan tradisional.

 

Batang dan daunnya sangat bermanfaat untuk mengobati beragam penyakit, mulai dari depresi hingga tukak lambung. Praktisi juga percaya, pegagan dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan fungsi otak, menyembuhkan masalah kulit, dan meningkatkan kesehatan hati dan ginjal.

 

Pegagan juga memiliki berbagai nutrisi dan senyawa kimia seperti berbagai vitamin B, vitamin C dan banyak fitonutrien seperti flavonoids, tanin dan polyfenol (1). Berbagai senyawa ini bersifat anti-inflamasi dan juga menurunkan tekanan darah dalam pembuluh darah. Tanaman ini juga meningkatkan produksi kolagen, yang penting untuk penyembuhan luka.

 

 

Manfaat 

 

1. Menjaga Kesehatan Kulit

Pegagan secara efektif meningkatkan aktivitas antioksidan pada tubuh, sehingga dikatakan mampu memperbaiki sel-sel kulit dan meningkatkan kesehatan kulit dengan menangkal radikal bebas berbahaya.

 

Berdasarkan ulasan penelitian yang dilakukan tahun 2013, pegagan dapat mengurangi stretch mark, yakni garis halus atau guratan pada tubuh yang muncul akibat peregangan berlebihan pada kulit. Kondisi tersebut sering terjadi pada orang dengan masalah kegemukan atau setelah melahirkan.

 

Terpenoid yang ditemukan dalam pegagan dipercaya berperan dalam meningkatkan produksi kolagen dalam tubuh dan membantu mencegah terbentuknya stretch mark baru, serta membantu menyembuhkan bekas luka yang ada (2).

 

Pegagan juga memiliki efek penyembuhan pada beberapa jenis luka, termasuk luka eksisi, luka infeksi, dan luka abrasi atau gores akibat benda tajam (3). Mengaplikasikan ekstrak pegagan pada luka tiga kali sehari selama 24 hari, terbukti meningkatkan produksi kolagen dan meregenerasi sel kulit baru lebih cepat.

 

Kolagen adalah jenis protein yang paling berlimpah dalam tubuh dan bertanggung jawab untuk perbaikan dan pembaruan kulit (4). 

 

2. Membantu Membunuh Sel Kanker

Karena aktivitas antioksidannya yang kuat, pegagan dapat membantu menetralkan radikal bebas penyebab kanker dan mencegah kerusakan sel-sel dalam tubuh.

 

Beberapa penelitian membuktikan bahwa suplementasi pegagan efektif dalam menghambat pertumbuhan kanker dan memicu kematian sel kanker (apoptosis) untuk beberapa jenis sel kanker, termasuk sel kanker payudara manusia (5, 6).

 

3. Meringankan Gejala Gangguan Mood, Depresi dan Kecemasan

Pegangan memiliki sifat anxiolytic dan anti-depresan, yang secara alami dapat menghambat kecemasan, membantu mengobati depresi, menenangkan saraf, dan bahkan bertindak sebagai obat penenang untuk meningkatkan kualitas tidur (6).

 

Sebuah penelitian melibatkan 33 peserta dengan gangguan kecemasan umum. Partisipan yang diberikan 500 miligram pegagan dua kali sehari selama 60 hari menunjukkan penurunan tingkat kecemasan, stres dan depresi (7, 8).

 

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology menghasilkan temuan serupa. Sebanyak 28 orang partisipan lansia diberikan suplemen ekstrak pegagan dengan perbandingan 250, 500, dan 750 miligram per hari selama 2 bulan berturut-turut. Setelah dilaksanakan evaluasi, kelompok yang menerima ekstrak pegagan dosis paling tinggi menunjukkan peningkatan suasana hati dan daya ingat (9).

 

Selain itu, beberapa penelitian pada hewan telah mengkonfirmasi efek anti-depresan dan menghilangkan kecemasan pada pegagan. Kandungan imipramin dan triterpen pada pegagan menurunkan masa imobilitas tikus serta memperbaiki ketidakseimbangan asam amino pada tikus yang diberika tes stres dengan berenang (10).

 

Penelitian yang lain juga dilaksanakan pada tikus, efek triterpen menurunkan penuruna signifikan pada kortikosteron plasma, meningkatkan produksi neurotransmiter monoamin yang berperan dalam menekan depresi (11).

 

 

4. Meningkatkan Memori

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Alzheimer’s Disease mengungkapkan bahwa ekstrak pegagan dapat meningkatkan memori dengan meningkatkan aktivitas jalur yang terkait dengan pembentukan memori jangka panjang (12).

 

Hasil yang sama diperlihatkan pada penelitian yang dilakukan pada tahun 2002, di mana terdapat peningkatan pembelajaran dan memori pada tikus yang diberi ekstrak pegagan (13). 

 

Penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2016 membandingkan efek ekstrak pegagan dan asam folat dalam meningkatkan fungsi kognitif setelah stroke. Partisipan dibagi menjadi tiga kelompok yang masing-masing menerima 1.000 miligram (mg) pegagan per hari, 750 mg pegagan setiap hari, dan 3 mg asam folat per hari.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun keduanya memiliki efek meningkatkan kognisi keseluruhan, dan ekstrak pegagan efektif dalam meningkatkan domain memori (14).

 

5. Meningkatkan Sirkulasi Darah

Selain dengan berolahraga, suplementasi pegagan juga dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah secara alami. Sebuah penelitian melibatkan 87 peserta dengan mikroangiopati hipertensi kronis (kerusakan pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi dalam jangka waktu lama). Partisipan diberikan pegagan dengan dosis 30 miligram atau 60 miligram dua kali sehari selama 60 hari.

 

Hasil penelitian menunjukkan kelompok yang menerima intervensi suplemen ekstrak pegagan secara signifikan mengalami perbaikan sirkulasi pembuluh darah dibandingkan dengan kelompok penerima plasebo. Pada penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa ekstrak pegagan sangat efektif dalam meningkatkan sirkulasi dan mengurangi gejala sirkulasi yang buruk akibat angiopati seperti pembengkakan dan nyeri (15).

 

Suplementasi ekstrak pegagan dengan dosis 60 miligram tiga kali per hari 3 hari sebelum dan beberapa hari setelah penerbangan juga dapat mengurangi ketidaknyamanan yang terjadi saat melakukan perjalanan panjang lebih dari 10 jam. Ekstrak pegagan efektif mengurangi masalah dengan retensi cairan, pembengkakan pergelangan kaki, dan sirkulasi yang terjadi akibat masa penerbangan yang lebih dari tiga jam (16).

 

6. Mencegah Gangguan Pencernaan

Pegagan terbukti dapat mencegah terjadinya gangguan pencernaan seperti nyeri, mual dan perdarahan akibat gastric ulcer atau tukak lambung. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pegagan dapat membantu mencegah dan mengobati penyakit ini dengan memperkuat dinding usus dan mencegah kerusakan akibat radikal bebas (17).

 

Studi hewan lain menemukan bahwa senyawa aktif pegagan mampu memperkecil ukuran tukak lambung setelah tiga hari konsumsi. Tukak atau ulkus lambung adalah luka yang muncul pada dinding lambung akibat peradangan dan infeksi yang biasanya disebabkan oleh bakteri H. Pylori atau peningkatan asam lambung (18).

 

Ekstrak pegagan akan lebih efektif mencegah dan mengobati tukak lambung bila dikombinasikan dengan manajemen tukak lambung lain seperti menurunkan tingkat stres, membatasi konsumsi alkohol, dan menghindari makanan yang mengiritasi perut. 

 

7. Mengurangi Peradangan

Pegagan dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dalam tubuh sehingga efeknya membantu mengurangi peradangan dan membantu dalam perawatan beberapa gangguan peradangan (19).

 

Sebuah penelitian pada hewan yang dilakukan pada tahun 2008, menyatakan bahwa senyawa aktif kolagen yang terkandung dalam pegagan mampu mengurangi beberapa penanda peradangan dan mengurangi keparahan artritis atau radang sendi pada tikus, pegagan juga efektif mencegah erosi pada jaringan tulang dan kartilago (20).

 

 

Sumber Makanan

 

Batang dan daun tanaman pegagan

 

 

Dosis Pemakaian

 

• Meningkatkan memori: Konsumsi pegagan hingga 750 mg per hari selama 14 hari.

 

• Meningkatkan sirkulasi darah dan mencegah varises: Konsumsi 60 hingga 100 mg ekstrak pegagan 3 kali sehari selama seminggu, sebelum dan sesudah melakukan penerbangan. Anda juga dapat memijat area yang terkena dengan krim topikal yang mengandung 1% ekstrak pegagan.

 

Pastikan kulit anda tidak iritasi terhadap krim pegagan dengan cara mengoleskan sedikit di lengan dalam, jika kulit tidak mengalami iritasi dan kemerahan hingga 24 jam maka krim pegagan aman dipakai di area tubuh manapun. 

 

• Anti-depresan: Konsumsi 500 mg pegagan dua kali sehari hingga 14 hari. Anda dapat mengonsumsi hingga 2.000 mg per hari selama masa depresi berat.

 

• Mengurangi kecemasan dan stres: Konsumsi 500 mg ekstrak pegagan dua kali sehari hingga 14 hari sekaligus. Anda dapat mengonsumsi hingga 2.000 mg per hari dalam kasus-kasus kecemasan ekstrem.

 

• Mengatasi insomnia: Konsumsi 300 hingga 680 mg ekstrak pegagan 3 kali per hari hingga 14 hari.

 

 

Kontraindikasi

 

Anak dibawah usia 18 tahun

Hamil dan menyusui

Masalah hati atau hepatitis

Pasien pra operasi/bedah

Riwayat kanker kulit

 

Hindari mengkombinasikan pegagan dengan obat-obatan sedatif atau penenang (anti depresan) kombinasi keduanya dapat menyebabkan kantuk berlebih. 

 

Hindari mengombinasikan pegagan dengan obat yang bersifat hepatotoksik atau merusak hati termasuk acetaminophen (Tylenol dan lain-lain), amiodarone (Cordarone), carbamazepine (Tegretol), isoniazid (INH), methotrexate (Rheumatrex), methyldopa (Aldomet), fluconazole (Diflucan), itraconazole (Sporanox), erythromycin (Erythrocin, Ilosone, yang lain), phenytoin (Dilantin), lovastvac (Meastramastram), simvastatin (Zocor), dan banyak lainnya. Mengkombinasikan keduanya dapat meningkatkan risiko kerusakan hati. 

 

 

Efek Samping

 

• Sakit kepala

• Mual

• Kantuk

• Pusing

• Iritasi kulit

 

 

Referensi:

Link, Rachael. (2017). Gotu kola may help boost memory & mood + more benefits. Dr Axe. Diakses pada 06 Juli 2019.

Cronkleton, Emily. (2017). Everything you need to know about gotu kola. Healthline. Diakses pada 06 Juli 2019.

WebMD. (2018). Gotu kola. WebMD. Diakses pada 06 Juli 2019. 

Link R. Top 20 vitamin c foods that can boost immunity and fight disease.  Dr Axe. Diakses pada 06 Juli 2019.

Bylka W, Znajdek-Awiżeń P, Studzińska-Sroka E, Brzezińska M. Centella asiatica in cosmetology. Postepy Dermatol Alergol. (2013).

Jin SG, Kim KS, et al. Mechanical properties and in vivo healing evaluation of a novel Centella asiatica-loaded hydrocolloid wound dressing. International Journal of Pharmaceutics. (2015). 

Sunilkumar, Parameshwaraiah S, Shivakumar HG. Evaluation of topical formulations of aqueous extract of centella asiatica on open wounds in rats. Indian J Exp Biol. (1998). 

Babykutty S, Padikkala J, Sathiadevan PP, et al. Apoptosis induction of Centella asiatica on human breast cancer cells. Afr J Tradit Complement Altern Med. (2008).

Bradwejn J, Zhou Y, Koszycki D, Shlik J. A double-blind, placebo-controlled study on the effects of Gotu Kola (Centella asiatica) on acoustic startle response in healthy subjects. J Clin Psychopharmacol. (2000). 

Jana U, Sur TK, Maity LN, Debnath PK, Bhattacharyya D. A clinical study on the management of generalized anxiety disorder with centella asiatica. Nepal Med Coll J. (2010). 

Lokanathan Y, Omar N, Ahmad Puzi NN, Saim A, Hj Idrus R. Recent Updates in neuroprotective and neuroregenerative potential of centella asiatica. Malays J Med Sci. (2016).

Wattanathorn J, Mator L, Muchimapura S, et al. Positive modulation of cognition and mood in the healthy elderly volunteer following the administration of centella asiatica. J Ethnopharmacol. (2008).

Chen Y, Han T, Qin L, Rui Y, Zheng H. Effect of total triterpenes from Centella asiatica on the depression behavior and concentration of amino acid in forced swimming mice. Zhong Yao Cai. (2003). 

Chen Y, Han T, Rui Y, Yin M, Qin L, Zheng H. Effects of total triterpenes of Centella asiatica on the corticosterone levels in serum and contents of monoamine in depression rat brain. Zhong Yao Cai. (2005). 

Xu Y, Cao Z, Khan I, Luo Y. Gotu kola (Centella Asiatica) extract enhances phosphorylation of cyclic AMP response element binding protein in neuroblastoma cells expressing amyloid beta peptide. J Alzheimers Dis. (2008). 

Veerendra Kumar MH, Gupta YK. Effect of different extracts of Centella asiatica on cognition and markers of oxidative stress in rats. J Ethnopharmacol. (2002).

Farhana KM, Malueka RG, Wibowo S, Gofir A. Effectiveness of gotu kola extract 750 mg and 1000 mg compared with folic acid 3 mg in improving vascular cognitive impairment after stroke. Evid Based Complement Alternat Med. (2016).

Cesarone MR, Incandela L, De Sanctis MT, et al. Flight microangiopathy in medium- to long-distance flights: prevention of edema and microcirculation alterations with total triterpenic fraction of Centella asiatica. Angiology. (2001). 

Cheng CL, Koo MW. Effects of Centella asiatica on ethanol induced gastric mucosal lesions in rats. Life Sci. (2000).

Shukla A, Rasik AM, Dhawan BN. Asiaticoside-induced elevation of antioxidant levels in healing wounds. Phytother Res. (1999). 

Liu M, Dai Y, Yao X, et al. Anti-rheumatoid arthritic effect of madecassoside on type II collagen-induced arthritis in mice. Int Immunopharmacol. (2008). 


Tags: , , ,