fbpx
LOGO

Manfaat Pregnenolone bagi Kesehatan Tubuh dan Kognitif

August 16, 2020
IMG

Pregnenolone merupakan hormon steroid yang berperan dalam produksi hormon steroid lainnya, termasuk progesteron, dehydroepiandrosterone (DHEA), dan estrogen. Zat ini ditemukan secara alami dalam tubuh juga diproduksi dalam bentuk suplemen (yang juga disebut suplemen DHE) untuk membantu menjaga daya ingat selama bertahun-tahun.

 

Pregnenolone dijuluki sebagai Master of Hormone atau ahlinya hormon. Steroid ini bertugas melindungi saraf, meningkatkan pembelajaran dan memori, serta meningkatkan kualitas tidur. Selain digunakan untuk mempertajam memori, suplemen pregnenolone juga diklaim dapat mengurangi stres, merangsang sistem kekebalan tubuh, mempromosikan detoksifikasi, mencegah penyakit jantung, dan memperlambat proses penuaan. 

 

 

Manfaat Pregnenolone

 

1. Membantu Mengurangi Depresi

Penurunan kadar DHE dan allopregnanolon telah dikaitkan dengan depresi (1), sehingga suplementasi pregnenolone dapat membantu mengurangi depresi. Menurut sebuah studi berbasis hewan yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences Amerika Serikat pada tahun 2012, pregnenolone dapat membantu menghilangkan depresi dengan mengobati kelainan dalam komponen sel-sel otak tertentu pada tikus.

 

Dalam penelitian lain, pregnenolone terbukti mampu mengurangi depresi pada pasien dengan gangguan bipolar, gangguan depresi berat, dan riwayat penyalahgunaan atau ketergantungan zat. Selain itu, pregnenolone dan allopregnanolone dapat menyeimbangkan suasana hati dan emosi (2, 3). 

 

2. Meningkatkan Fungsi Kognitif

Pregnenolone dan pregnenolone sulfat berperan dalam menstimulasi aktivitas neuronal, seperti meningkatkan pertumbuhan neuron, meningkatkan pemulihan neurologis, melindungi neuron terhadap toksisitas dan kematian sel, serta meningkatkan aktivitas otak dan melindungi terhadap kerusakan sel otak (4, 5).

 

Dalam penelitian pada hewan, pregnenolon dan pregnenolon sulfat juga terbukti dapat meningkatkan daya ingat dan mencegah amnesia yang diinduksi bahan kimia (6, 7).

 

3. Menstimulasi Tidur Pulas

Dalam sebuah penelitian pada hewan dan manusia, pregnenolone dan turunannya yaitu allopregnanolone mampu merangsang dan meningkatkan kualitas tidur (8, 9). Efek pregnolon sulfat tergantung pada dosis yang diberikan.

 

Dosis kecil sebanyak 5 mg mampu meningkatkan jumlah tidur tanpa ada modifikasi gelobang tidur dan kesadaran. Sedangkan pemberian pregnolon dosis tinggi sebesar 10 dan 20 mg mampu meningkatkan tidur dan gelombang tidur secara bersamaan (10). Tidur nyenyak sendiri bermanfaat untuk meningkatkan dan memperkuat ingatan. 

 

4. Membantu Mengobati Skizofrenia

Orang dengan skizofrenia memiliki kadar pregnenolone yang rendah di otak. Suplementasi pregnenolone berpotensi digunakan untuk meringankan dan mengobati gejala-gejala skizofrenia tertentu, seperti meningkatkan perhatian, kinerja verbal, dan memori kerja (11, 12).

 

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan dalam Neuroscience tahun 2011, bahwa pregnenolone memiliki dampak positif bagi pasien skizofrenia dengan mempengaruhi senyawa steroid di otak. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa hormon tersebut dapat membantu dalam pengobatan skizofrenia dengan meningkatkan kadar asam gamma-aminobutyric otak.

 

Penelitian sebelumnya yang diterbitkan pada tahun 2009 dalam Neuropsychopharmacology dengan melibatkan pasien skizofrenia dan skizoafektif berusia 18-65 tahun mengatakan bahwa pregnenolone secara signifikan mengurangi gejala negatif pada pasien dengan skizofrenia atau gangguan skizoafektif (13).

 

 

 

Sumber

 

Pregnenolone ditemukan secara alami dalam tubuh, juga tersedia dalam bentuk suplemen.

 

 

Dosis

 

Dosis yang tepat bergantung pada beberapa faktor seperti usia pengguna, status kesehatan, dan beberapa kondisi lainnya.

 

Saat ini belum ada informasi ilmiah yang cukup untuk menentukan kisaran dosis yang tepat. Namun perlu diperhatikan bahwa produk alami tidak selalu aman. Pastikan untuk mengikuti petunjuk yang relevan pada label produk dan konsultasikan dengan apoteker atau dokter Anda atau profesional kesehatan lainnya sebelum menggunakan.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Pregnenolone dapat dikombinasikan dengan inhibitor aromatase seperti asam ursolat dan resveratrol. Kombinasi tersebut membantu pregnenolone memproduksi lebih banyak progesteron, DHEA, dan testosteron.

 

 

Efek Samping

 

Insomnia

Kecemasan

Perubahan suasana hati

Sakit kepala

Irama jantung yang tidak teratur

Ruam kulit

Jerawat

Rambut rontok

Diare atau sembelit

Gelisah

Agitasi

Berkeringat

Tremor

Penurunan atau peningkatan nafsu makan

Nyeri otot

Kerusakan memori

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil atau menyusui

 

Orang dengan atau berisiko terhadap kondisi sensitif hormon, seperti kanker payudara, endometriosis, dan fibroid rahim

 

Berhati-hati dalam mengkombinasikan pregnenolone dengan:

Estrogen

Progestin

Testosteron

 

 

Referensi :

Novkovic, Biljana. (2019). Pregnenolone benefits + side effects, dosage, weight loss. Selfhacked. Diakses pada 26 Agustus 2019.

WebMD. (2018). Pregnenolone. WebMD. Diakses pada 26 Agustus 2019.

Wong, Cathy. (2019). The health benefits of pregnenolone. Verywell Mind. Diakses pada 26 Agustus 2019. 

Carta MG, Bhat KM, Preti A. GABAergic neuroactive steroids: a new frontier in bipolar disorders?. Behav Brain Funct. (2012). 

Osuji IJ, Vera-Bolaños E, Carmody TJ, Brown ES. Pregnenolone for cognition and mood in dual diagnosis patients. Psychiatry Res. (2010). 

Brown ES, Park J, Marx CE, et al. A randomized, double-blind, placebo-controlled trial of pregnenolone for bipolar depression. Neuropsychopharmacology. (2014).

Weng JH, Liang MR, Chen CH, et al. Pregnenolone activates CLIP-170 to promote microtubule growth and cell migration. Nat Chem Biol. (2013). 

Veiga S, Garcia-Segura LM, Azcoitia I. Neuroprotection by the steroids pregnenolone and dehydroepiandrosterone is mediated by the enzyme aromatase. J Neurobiol. (2003). 

Petit GH, Tobin C, Krishnan K, et al. Pregnenolone sulfate and its enantiomer: Differential modulation of memory in a spatial discrimination task using forebrain NMDA receptor deficient mice.Eur Neuropsychopharmacol. (2011). 

Mellon SH. Neurosteroid regulation of central nervous system development. Pharmacol Ther. (2007). 

Terán-Pérez G, Arana-Lechuga Y, Esqueda-León E, Santana-Miranda R, Rojas-Zamorano JÁ, Velázquez Moctezuma J. Steroid hormones and sleep regulation. Mini Rev Med Chem. (2012).

Steiger A, Trachsel L, Guldner J, et al. Neurosteroid pregnenolone induces sleep-EEG changes in man compatible with inverse agonistic GABAA-receptor modulation. Brain Res. (1993). 

Darbra S, George O, Bouyer JJ, Piazza PV, Le Moal M, Mayo W. Sleep-wake states and cortical synchronization control by pregnenolone sulfate into the pedunculopontine nucleus. J Neurosci Res. (2004).

Ritsner MS, Bawakny H, Kreinin A. Pregnenolone treatment reduces severity of negative symptoms in recent‐onset schizophrenia: An 8‐week, double‐blind, randomized add‐on two‐center trial. Psychiatry and Clinical Neurosciences. (2014). 

Marx CE, Bradford DW, Hamer RM, et al. Pregnenolone as a novel therapeutic candidate in schizophrenia: emerging preclinical and clinical evidence. Neuroscience. (2011). 

Marx CE, Keefe RS, Buchanan RW, et al. Proof-of-concept trial with the neurosteroid pregnenolone targeting cognitive and negative symptoms in schizophrenia. Neuropsychopharmacology. (2009). 


Tags: , , ,