fbpx
LOGO

Manfaat Psyllium Husk, Sekam Ajaib dari India

August 6, 2020
IMG

Sekam atau bubuk psyllium (Psyllium Husk) merupakan sumber serat yang berasal dari biji tanaman semak yang disebut Plantago ovata atau ispaghula, dan umum ditemukan di India.

 

Herbal ini terkenal efektif sebagai pencahar yang lembut karena mudah dicerna, sifatnya menarik air masuk ke usus serta memperbaiki konsistensi feses, sehingga kotoran dari usus besar dapat dikeluarkan dengan lebih cepat dan efisien.

 

Selain itu, sekam psyllium diketahui memiliki efek positif pada kesehatan jantung dan kadar kolesterol. Penelitian juga menunjukkan bahwa serat sekam psyllium aman dikonsumsi, dapat ditoleransi dengan baik, serta meningkatkan kontrol glikemik (pengaturan atau manajemen gula darah) bagi penderita diabetes. 

 

 

Manfaat

 

1. Menjaga Kesehatan Jantung dan Tekanan Darah

Beberapa penelitian telah secara jelas menyatakan bahwa psyllium dapat menjadi alternatif terapi untuk orang dengan kadar kolesterol tinggi. Suplementasi psyllium secara efektif dapat menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat dengan sedikit efek samping. Senyawa dalam sekam psyllium dapat terikat pada asam empedu di dalam usus, bersama dengan enzim hati mengeluarkan kelebihan kolesterol melalui proses defekasi atau buang air besar (1, 2, 3).

 

Sejumlah penelitian lain juga telah menunjukkan bahwa kandungan serat dalam sekam psyllium dapat membantu menurunkan risiko seseorang terkena penyakit jantung, dengan menurunkan tekanan darah, meningkatkan kadar lipid, dan memperkuat otot jantung.

 

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Clinical Nutrition, psyllium memiliki efek meningkatkan gula darah dan mengurangi risiko penyakit jantung koroner ketika dikonsumsi dengan dosis 14 gram per hari selama 4 minggu berturut-turut terhadap 22 orang pasien lansia dengan diabetes tipe 2 (4). 

 

Sekam psyllium juga telah terbukti mencegah hipertensi atau tekanan darah tinggi, yang memiliki efek negatif langsung pada kesehatan jantung. Dalam uji klinis acak, suplementasi bubuk psyllium selama enam bulan dengan dosis 3,5 gram dua kali per hari dan dikonsumsi 20 menit sebelum makan pagi dan malam, secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita kelebihan berat badan yang memiliki penyakit penyerta berupa hipertensi atau tekanan darah tinggi (5).

 

2. Membantu Mengobati Diabetes

Para penderita diabetes harus menjaga keseimbangan insulin dan gula darah (glukosa) tetap dalam batas normal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa psyllium dapat membantu mengatasi kondisi ini dengan membantu menjaga keseimbangan glikemik yang sehat dalam tubuh.

 

Sebuah penelitian mengevaluasi efek serat dari biji sekam psyllium pada kadar lipid dan glukosa sebagai tambahan untuk diet dan terapi obat pada pasien dengan diabetes tipe 2. Hasil penelitian menemukan bahwa mengonsumsi sekam psyllium setiap hari dengan dosis 5,1 gram selama 8 minggu dapat secara signifikan menurunkan gula darah puasa dan HbA1c (penanda peradangan pada kondisi diabetes), meningkatkan rasio kolesterol baik (HDL – high density lipoprotein) dibandingkan kolesterol jahat (LDL – low density lipoprotein).

 

Penggunaan  bubuk phyllium juga diketahui tidak memiliki efek samping negatif, dan dapat ditoleransi dengan lebih baik dibandingkan dengan penggunaan metformin oral sebagai obat anti diabetik konvensional (6).

 

Studi lain memperoleh hasil yang serupa, yang menunjukkan efek menguntungkan terapi psyllium dalam kontrol metabolik para penderita diabetes tipe 2. Hal ini tentu dapat menjadi pilihan yang tepat untuk menjaga kadar gula darah tetap terkendali, serta menjadi alternatif pengobatan alami untuk mengatasi diabetes (4).

 

3. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Selain berperan sebagai pencahar, psyllium adalah prebiotik yakni makanan untuk probiotik (bakteri baik) dalam usus, sehingga bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan dan fungsi kekebalan tubuh.

 

Mengonsumsi sekam sangat membantu tubuh dalam melawan infeksi, mengurangi peradangan, dan memelihara kesehatan jaringan dan sel. Termasuk mengatasi konstipasi atau sembelit yang umum terjadi pada lansia. Kondisi sembelit kronis sangat umum terjadi terutama pada lansia berusia > 60 tahun, dan untuk mengatasi hal ini para peneliti merekomendasikan psyllium sebagai asupan serat tambahan untuk mengurangi gejala dan mengatasi sembelit.

 

Psyllium lebih direkomendasikan daripada pencahar konvensional yang berbahan dasar magnesium, karena berpotensi toksisitas atau meracuni tubuh ketika digunakan dalam jangka panjang (7).

 

Sekam psyllium juga memiliki kemampuan untuk melunakkan feses, merangsang usus untuk berkontraksi, dan membantu mempercepat perjalanan feses melalui saluran pencernaan. Kelebihan ini tentu sangat bermanfaat bagi penderita sembelit akut, dan efektif dalam mencegah terjadinya komplikasi sembelit, seperti wasir dan celah anal (luka robek pada anus yang terjadi ketika mengeluarkan feses yang terlalu keras atau besar) (8).

 

Hal yang perlu digaris bawahi adalah manfaat ini akan lebih efektif jika dibarengi dengan konsumsi cukup air.

 

 

Sumber Makanan

 

Seratnya banyak terkandung pada bagian biji tanaman psyllium (Plantago ovata)

 

 

Dosis Pemakaian

 

Suplemen psyllium tersedia dalam bentuk sekam ataupun bubuk

 

Dosis rendah yakni sebesar 5 gram bubuk psyllium dapat dicampur dengan 200 mL air putih dapat diminum setiap selesai makan (satu hingga tiga kali per hari) jika diperlukan.

 

Dosis tinggi hingga 30 gram diketahui aman bila dikonsumsi dengan air yang cukup (sekitar 500 mL atau lebih) dan tidak mengandung alkohol.

 

Untuk melancarkan BAB: Konsumsi dosis harian sebesar 15 gram, terbagi dalam tiga dosis masing-masing 5 gram.

 

 

Interaksi Sinergi

 

• Vitamin C: Pada penelitian dengan hewan coba, kombinasi psyllium dengan vitamin C dosis tinggi meningkatkan efek anti-obesitas dan menurunkan berat badan meski dalam jumlah sedikit (9). 

 

 

Efek Samping

 

Beberapa efek samping dari konsumsi sekam psyllium secara berlebihan antara lain:

Merasa kenyang

Kembung dan sering buang gas

Tersedak

Sakit perut

Kram perut

Diare

Mual 

Muntah

Reaksi alergi seperti kesulitan bernafas, gatal, ruam kulit, mual, dan pembengkakan, terutama di sekitar wajah dan tenggorokan.

 

 

Kontraindikasi

 

Penyempitan esofagus atau kondisi sulit menelan

Penyumbatan usus

Radang usus buntu / gejalanya

Asma atau sesak

Sindrom iritasi usus besar (IBS)

Alergi terhadap psyllium

 

 

Referensi

Patel, Kamal. (2013). Psyllium. Examine. Diakses pada 10 Juli 2019.

Price, Annie. (2019). Psyllium husk — relieves constipation & lowers cholesterol. Dr Axe. Diakses pada 10 Juli 2019.

Krans, Brian & Cherney, Kristeen. (2019). The health benefits of psyllium. Healthline. Diakses pada 10 Juli 2019.

WebMD. (2018). Psyllium husk fibre oral powder. WebMD. Diakses pada 10 Juli 2019. 

Anderson JW, Zettwoch N, et al. Cholesterol-lowering effects of psyllium hydrophilic mucilloid for hypercholesterolemic men. Arch Intern Med. (1988). 

Bell LP, Hectorne K, et al. Cholesterol-lowering effects of psyllium hydrophilic mucilloid adjunct therapy to a prudent diet for patients with mild to moderate hypercholesterolemia. JAMA. (1989). 

Pal S, Khossousi A, Binss C, Dhaliwal S, Ellis V. The effect of a fibre supplement compared to a healthy diet on body composition, lipids, glucose, insulin and other metabolic syndrome risk factors in overweight and obese individuals. British Journal of Nutrition. (2011). 

Sierra M, García JJ, Fernández N, Diez MJ, Calle AP. Therapeutic effects of psyllium in type 2 diabetic patients. European Journal of Clinical Nutrition. (2002). 

Cicero AFG, Derosa G, Manca M, Bove M, Borghi C, Gaddi AV. Different effect of psyllium and guar dietary supplementation on blood pressure control in hypertensive overweight patients: A six-month, randomized clinical trial. Clinical and Experimental Hypertension. (2007). 

Ziai SA, Larijani B, et al. Psyllium decreased serum glucose and glycosylated hemoglobin significantly in diabetic outpatients. Journal of Ethnopharmacology. (2005). 

Mounsey A, Raleigh M, Wilson A. Management of constipation in older adults. Am Fam Physician. (2015). 

McRorie JW, Daggy BP, Morel JG, Diersing PS, Miner PB, Robinson M. Psyllium is superior to docusate sodium for treatment of chronic constipation. Aliment Pharmacol Ther. (1998). 

Jun SC, Jung EY, Hong YH, et al. Anti-obesity effects of chitosan and psyllium husk with L-ascorbic acid in guinea pigs. Int J Vitam Nutr Res. (2012). 


Tags: , , , ,