fbpx
LOGO

Manfaat Vitamin B3 (Niasin) Sebagai Nootropik

September 17, 2020
IMG

Vitamin B3 (Niasin, asam nikotinat, asam 3-piridin-karboksilat) adalah salah satu dari delapan vitamin B.

 

Niasin merupakan salah satu obat nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tanpa menghasilkan efek samping yang signifikan.

 

Sebagai contoh, niasin yang terkandung di dalam ikan salmon menyebabkan suasana hati lebih baik dan mampu meningkatkan fungsi kognitif di waktu bersamaan. Efek yang sama bahkan lebih bisa didapat melalui suplementasi Niasin, tanpa mengkonsumsi ikan salmon. 

 

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

Niasin juga merupakan prekursor koenzim Nicotinamide Adenine Dinucleotide (NAD), dan Nicotinamide Adenine Dinucleotide Phosphate (NADP). NAD diperlukan untuk katalisis lemak, karbohidrat, protein dan alkohol, serta terlibat dalam pensinyalan sel dan perbaikan DNA.

 

NAD juga dikonversi menjadi Nikotinamida Adenosine Dinukleotida Hidrogen (NADH) yang merupakan pembawa elektron utama dalam transfer makanan dari makanan yang dikonsumsi menjadi energi. Energi ini disimpan sebagai adenosin trifosfat (ATP).

 

ATP menyediakan bahan bakar untuk mitokondria di setiap sel. Kekurangan NADH menyebabkan penipisan ATP, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian sel.

 

 

Manfaat

 

1. Menjaga kesehatan otak

Niasin memiliki sifat antioksidan yang membantu mencegah kerusakan sel otak akibat radikal bebas. Niasin berperan sebagai prekursor NAD & NADH serta memproduksi oksida nitrat yang berkaitan dengan peningkatan aliran darah ke otak, mencegah kabut otak, dan meningkatkan energi otak.

 

Niasin juga berperan penting dalam memediasi penuaan otak dan kerusakan jaringan, bahkan mengurangi kerusakan akibat stroke. Para peneliti di Massachusetts General Hospital di Boston menemukan bahwa kombinasi koenzim Q10 (CoQ10) dan niasin meningkatkan produksi energi mitokondria (1).

 

2. Meningkatkan fungsi kognitif

Niasin memengaruhi fungsi kognitif dengan merangsang produksi hormon dopamin, serotonin, dan norepinefrin (2). Sebagai prekursor NAD, niasin termasuk ke dalam proses perubahan dari NADH menjadi ATP. Dengan menyediakan sarana untuk sintesis ATP, niasin terlibat dalam kognisi, fokus, konsentrasi, memori, dan kecepatan pemrosesan. 

 

Niasin juga meningkatkan kadar Brain Derived Neurotrophic Factor (BDNF). Tingkat BDNF yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan kecerdasan, suasana hati, produktivitas, dan memori. Dalam beberapa penelitian, niasin meningkatkan plastisitas sinaptik dan pertumbuhan akson sebagai hasil dari BDNF yang dipulihkan, serta merangsang hormon pertumbuhan (3, 4).

 

3. Membantu mengobati depresi

Obat-obatan untuk mengobati depresi memiliki efek anti-inflamasi, termasuk menghambat enzim yang membatasi laju jalur kynurenine. Jalur metabolisme ini terlibat dalam produksi NAD dan NADH. 

 

Penghambatan jalur ini meningkatkan serotonin karena lebih banyak triptofan yang tersedia untuk sintesis serotonin. Kadar serotonin yang tinggi membantu mengatasi depresi.

 

Disisi lain, kadar triptofan akan lebih sedikit tersedia untuk sintesis niasin. Hal ini dapat menyebabkan depresi dan pada akhirnya manfaat dari antidepresan akan tidak bekerja secara efektif (5).

 

Maka dapat dikatakan bahwa kombinasi niasin dan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) akan lebih efektif untuk mengatasi depresi.

 

 

 

Sumber Alami

 

Niasin dapat ditemukan pada:

Daging sapi

• Daging ayam

Ikan tuna

Ikan salmon

Biji bunga matahari

Kacang hijau

Jamur

Kalkun

 

 

Dosis

 

Untuk meningkatkan daya ingat: 1.000mg niasin dengan dosis terbagi 3 kali sehari.

 

Mencegah atau mengobati kekurangan Vitamin B3 (niasin): 50 – 100 mg per hari.

 

Untuk mengobati pellagra (defisiensi niasin parah): 300 – 500 mg setiap hari.

 

Mengobati skizofrenia: Kombinasikan 3 gram niasin dan 3 gram asam askorbat (Vitamin C) setiap hari.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Niasin dapat dikombinasikan dengan antidepresan SSRI dan suplemen nootropik lainnya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

 

 

Efek Samping

 

Menurunkan tekanan darah

Meningkatkan kadar gula darah

Kemerahan

Gangguan pencernaan

Diare

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil atau menyusui

Anak-anak

Individu dengan tekanan darah rendah

 

 

Referensi:

Tomen D. (2017). Vitamin b3 (niacin). Nootropics Expert. Diakses pada 23 September 2019.

Mohan CP. (2017). Niacin (vitamin b3). WebMD. Diakses pada 23 September 2019.

Schulz JB, Henshaw DR, Matthews RT, Beal MF. Coenzyme Q10 and nicotinamide and a free radical spin trap protect against MPTP neurotoxicityExp Neurol. (1995).

Swerdlow RH. Is NADH effective in the treatment of Parkinson’s disease?. Drugs Aging. (1998).

Cui X, Chopp M, Zacharek A, et al. Niacin treatment of stroke increases synaptic plasticity and axon growth in rats. Stroke. (2010).

Quabbe HJ, Luyckx AS, L’age M, Schwarz C. Growth hormone, cortisol, and glucagon concentrations during plasma free fatty acid depression: Different effects of nicotinic acid and an adenosine derivative (BM 11.189). J Clin Endocrinol Metab. (1983).

Viljoen M, Swanepoel A, Bipath P. Antidepressants may lead to a decrease in niacin and NAD in patients with poor dietary intake. Med Hypotheses. (2015).


Tags: , , , , , ,