fbpx
LOGO

Manfaat Yodium (Iodine) Sebagai Nootropik

October 7, 2020
IMG

Yodium merupakan elemen penting yang digunakan oleh kelenjar tiroid untuk membentuk dan melepaskan hormon tiroid. Hormon tiroid mempengaruhi metabolisme pada hampir setiap sel dalam tubuh dan otak melalui pelepasan hormon tiroksin (T4) dan triiodothyronine (T3).

 

Hampir seluruh fungsi tubuh bergantung pada hormon tiroid, diantaranya perkembangan otak, detak jantung, fungsi paru-paru, fungsi darah, pertumbuhan tulang, produksi hormon steroid, termasuk pemecahan gula, lemak, protein, serta terlibat dalam pembentukan kekebalan tubuh.

 

Yodium merupakan salah satu obat nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tanpa menghasilkan efek samping yang signifikan. 

 

Sebagai contoh, lobster mengandung yodium yang menyebabkan suasana hati lebih baik dan mampu meningkatkan fungsi kognisi di waktu bersamaan. Efek yang sama bahkan lebih baik bisa didapatkan melalui suplementasi yodium, tanpa perlu mengonsumsi lobster.

 

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

Yodium juga dapat meningkatkan efektivitas nootropik lain jika dikombinasikan. Sayangnya, fungsi yodium sebagai peningkatan fungsi kognitif tidak banyak diperbincangkan dalam pembahasan mengenai berbagai jenis suplemen nootropik.

 

 

Manfaat

 

1. Melindungi sel saraf & meningkatkan imunitas tubuh

Yodium dapat menghilangkan logam berat dan kelompok senyawa halida seperti fluorida, klorin, dan bromin yang berbahaya jika kadarnya berlebihan dalam sistem tubuh. Hal ini membantu detoksifikasi secara menyeluruh terhadap paparan logam berat yang tersimpan di dalam tubuh (1).

 

Yodium juga bersifat antibakteri, antiparasit, antivirus, serta memiliki sifat anti-kanker. Yodium tersimpan di dalam kelenjar tiroid, tetapi mineral ini juga terdapat di sistem kelenjar termasuk kelenjar ludah dan keringat.

 

Selain itu, ovarium, payudara, pankreas, cairan tulang belakang otak, kulit, perut, prostat, dan otak juga mengandung yodium dalam konsentrasi tinggi.

 

2. Membantu meningkatkan kecerdasan

Studi menunjukkan bahwa kekurangan yodium dapat menyebabkan gangguan mental dan penurunan skor kecerdasan (IQ – Intelligence Quotient) sebanyak 10 hingga 15 poin. Efek kekurangan yodium yang parah pada saat hamil dapat menimbulkan goiter, dwarfisme, dan kretinisme.

 

Kretinisme adalah kondisi seorang anak yang lahir dengan kondisi cacat mental yang parah, memiliki perawakan kecil, dan lemah secara fisik

 

Pada sebuah artikel yang diterbitkan dalam New York Times, survei terhadap 5000 rumah tangga pada tahun 1996 di republik Soviet Lama menunjukkan bahwa 10 persen anak-anak mengalami stunting (kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kondisi kekurangan gizi yang berkepanjangan) dengan penyebab utama kekurangan yodium.

 

Menurut Dr. Gerald Burrow, mantan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Yale, Amerika Serikat menambahkan yodium ke dalam pasokan garam dapat membantu mencerdaskan seluruh populasi dunia (2).

 

Kekurangan yodium juga berdampak pada rendahnya kadar asetilkolin (Ach) yang mempengaruhi kognisi, memori, pembelajaran, daya ingat, dan suasana hati.

 

Tidak hanya itu saja, kekurangan yodium juga berdampak negatif pada keseimbangan neurotransmiter di otak, mengakibatkan depresi, kabut otak, kecemasan, masalah belajar, dan memori, serta meningkatkan risiko terhadap penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

 

3. Mencegah ADHD

ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan gangguan pemusatan perhatian disertai dengan perilaku hiperaktif dan impulsif. Kondisi ini termasuk ke dalam salah satu gangguan perkembangan saraf yang terjadi pada anak-anak dan menetap hingga dewasa.

 

Sebuah studi 10 tahun yang dilakukan di Italia menyelidiki perbandingan anak yang lahir dari daerah yang kekurangan yodium (area A) dan cukup yodium (area B).

 

Sebanyak 11 dari 16 anak yang lahir di area A didiagnosis ADHD, dan tidak ada satupun anak di area B yang terdiagnosis penyakit yang sama. Selain itu, rata-rata skor IQ total pada anak-anak di area A memiliki 20 poin lebih rendah dibandingkan dengan anak di area B.

 

Para peneliti menemukan bahwa prevalensi tersebut serupa dengan resistensi terhadap hormon tiroid. Penelitian juga menyimpulkan bahwa kekurangan yodium adalah kemungkinan utama penyebab ADHD karena penurunan kritis dalam hormon tiroid intraseluler T3 yang tersedia pada otak anak-anak yang sedang berkembang (3).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Yodium dapat ditemukan secara alami pada:

Makanan laut, seperti rumput laut, ikan air asin, tiram, kerang, dan lobster

Kacang-kacangan

• Susu dan produk turunan susu

Telur

Bayam

Sayuran yang ditanam pada tanah yang kaya akan yodium

 

 

Dosis Rekomendasi

 

Dosis yodium yang disarankan untuk orang dewasa yang sehat adalah 25 – 50 mg per hari. Adapun untuk menjaga dan mengoptimalkan fungsi kognisi, disarankan mengonsumsi minimal 50 mg yodium per hari.

 

Yodium larut dalam lemak dan harus dikonsumsi bersama makanan, terutama jika Anda memiliki perut yang sensitif. Suplemen pendukung seperti selenium, vitamin C, dan magnesium dapat dikonsumsi bersamaan dengan dosis yodium Anda.

 

Yodium harus dikonsumsi pada pagi hari karena dapat meningkatkan tingkat energi. Konsumsi pada malam hari akan menyebabkan masalah tidur.

 

Sangat direkomendasikan untuk mengawali konsumsi yodium dengan dosis rendah.

 

 

Interaksi Sinergi

 

• Selenium: 200 – 400 mcg per hari. Selenium diperlukan untuk produksi T3 dan mendukung proses detoksifikasi dalam tubuh.

 

• Vitamin C: 2.000 – 5.000 mg per hari membantu mendukung simpatisan tiroid yang mengangkut hormon tiroid ke seluruh tubuh termasuk melintasi sawar penghalang darah-otak. Kombinasi yodium dengan vitamin C juga membantu tubuh dalam melakukan detoksifikasi.

 

Magnesium: 400 mg per hari.

 

 

Defisiensi

 

Kekurangan yodium dapat menyebabkan kerusakan otak, salah satunya adalah cacat intelektual yang terjadi pada usia kanak-kanak.

 

Yodium juga mempengaruhi fungsi tiroid, dimana malfungsi tiroid akan mengakibatkan perkembangan kognisi yang buruk, kesulitan belajar, masalah dengan mengingat, depresi, kecemasan, dan pada akhirnya menyebabkan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

 

 

Efek Samping

 

Mengonsumsi suplemen yodium dalam dosis tinggi dapat mengakibatkan:

Pusing

Sakit perut

Diare

Kembung

Hidung berair

 

 

Kontraindikasi

 

Beberapa kondisi di bawah ini disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen yodium:

Pasien penyakit tiroid autoimun

Dermatitis herpetiformis

Gangguan tiroid, seperti hipotiroidisme, gondok, atau tumor tiroid

 

 

Referensi:

Tomen D. (2017). Iodine. Nootropics Expert. Diakses pada 11 September 2019.

WebMD. (2018).  Iodine. WebMD. Diakses pada 11 September 2019.

Vobecký M, Babický A, Lener J, Svandová E. Interaction of bromine with iodine in the rat thyroid gland at enhanced bromide intake. Biol Trace Elem Res. (1996). 

McNeil Jr, DG. (2006). In raising the world’s I.Q., the secret’s in the salt. The New York Times. Diakses pada 11 September 2019.

Vermiglio F, Lo Presti VP, et al. Attention deficit and hyperactivity disorders in the offspring of mothers exposed to mild-moderate iodine deficiency: A possible novel iodine deficiency disorder in developed countries. J Clin Endocrinol Metab. (2004).


Tags: , , ,