fbpx
LOGO

Mengenal AMPK dan Perannya dalam Tubuh

November 2, 2020
IMG

AMPK atau adenosin monofosfat protein kinase yang berperan dalam keseimbangan energi diproduksi di sejumlah jaringan, termasuk hati, otak, sel-sel lemak dan otot pada seluruh makhluk hidup. 

 

AMPK dapat mendeteksi tingkat energi (jumlah molekul ATP) dalam sel dan membantu mengatur respons ketika jumlah ATP terlalu rendah atau tinggi. Ketika diaktifkan di jaringan tertentu, AMPK merangsang metabolisme, meningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kinerja otot.

 

 

Manfaat aktivasi AMPK

 

Berikut ini beberapa manfaat dari aktivasi AMPK:

 

1. Meningkatkan metabolisme

APMK dalam hipotalamus berfungsi untuk meningkatkan nafsu makan, meningkatkan produksi dan penyerapan glukosa, mengurangi produksi panas, dan menurunkan pengeluaran energi (1).

 

2. Memproduksi dan memetabolisme gula

AMPK berfungsi untuk menghambat penyimpanan glukosa (sintesis glikogen), meningkatkan produksi glukosa untuk bahan bakar energi, dan penggunaan glukosa dalam otot (2).

 

3. Membakar lemak dan mengatur produksi protein 

AMPK menghambat produksi asam lemak, kolesterol, protein, dan trigliserida. Sebaliknya, ia merangsang pemecahan dan pembakaran lemak yang ada untuk energi. Adapun fungsi AMPK dalam menghambat produksi protein berlebih untuk menghasilkan sel yang jauh lebih hemat energi (2).

 

4. Bertindak sebagai antioksidan

AMPK memiliki peran penting sebagai antioksidan saat terjadi stres oksidatif. Aktivasi AMPK berdampak pada peningkatan produksi beberapa protein antioksidan, seperti NRF2, superoksida dismutase dan uncoupling protein 2 (UCP2) (2).

 

5. Membantu pengiriman oksigen

AMPK sangat penting untuk mengontrol vasokonstriksi paru saat hipoksia dan meregulasi ventilasi-perfusi di paru-paru serta dapat membantu suplai oksigen ke janin dengan cara memodulasi aliran darah utero-plasenta (3).

 

6. Meningkatkan aliran darah

AMPK berperan penting dalam meningkatkan aliran darah melalui vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) dengan merangsang pelepasan nitrat oksida dalam pembuluh darah (4).

 

7. Membantu mengurangi peradangan

AMPK memiliki efek anti-inflamasi yang kuat, dengan secara tidak langsung menghambat NFkB yang merupakan penyebab utama peradangan. Namun disisi lain, peradangan dapat mengurangi AMPK.

 

8. Meningkatkan sensitivitas insulin 

Aktivasi AMPK dikatakan mampu meningkatkan sensitivitas insulin. Penelitian pada hewan coba tikus menunjukkan bahwa tikus yang kekurangan AMPK mengalami gangguan toleransi glukosa (2, 5).

 

Pada manusia, Metformin, aktivator AMPK, adalah obat antidiabetik yang paling sering diresepkan untuk pasien diabetes tipe-2.

 

 

Selain yang telah disebutkan diatas, AMPK juga berkaitan dengan penyakit neurodegeneratif dan kanker, namun perannya cukup rumit. AMPK dapat berkontribusi sekaligus memiliki sifat protektif pada penyakit neurodegeneratif (6, 7).

 

Adapun perannya dalam kanker cukup rumit. Aktivasi AMPK mampu melindungi dari kerusakan DNA akibat stres oksidatif serta bersifat anti-kanker.

 

Namun, ketika tumor telah terbentuk, sel tumor dapat membajak AMPK dalam mempromosikan pengambilan glukosa atau energi sel. Oleh sebab itu, aktivasi AMPK hanya bermanfaat dalam mencegah kanker, bukan untuk mengobati (2, 8).

 

Disamping kedua hal tersebut, dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk mengetahui manfaat dan efeknya pada manusia.

 

 

Cara meningkatkan aktivitas AMPK

 

Meningkatkan aktivitas AMPK dapat dilakukan dengan rutin berolahraga serta menjalani diet seimbang. Kedua hal ini merupakan kunci utama menjaga keseimbangan hormon yang berdampak pada peningkatan AMPK. Selain itu, makan berlebih dapat menghambat aktivitas AMPK.

 

Anda juga disarankan untuk mengurangi peradangan (inflamasi) dalam tubuh, karena berpotensi mengurangi aktivitas AMPK. Konsumsi sitokin antiinflamasi untuk mengaktifkan AMPK, karena AMPK yang terhambat berkontribusi terhadap resistensi insulin.

 

Anda juga dapat mengonsumsi suplemen seperti quercetin, berberin, kurkumin, dan EGCG. Namun pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya. 

 

 

Referensi

Novkovic B. (2019). Ampk: Metabolism & insulin + ways to activate. Self Hacked. Diakses pada 22 Oktober 2019. 

Huynh MK, Kinyua AW, Yang DJ, Kim KW. Hypothalamic ampk as a regulator of energy homeostasis. Neural Plast. (2016).

Jeon SM. Regulation and function of AMPK in physiology and diseases. Exp Mol Med. (2016).

Evans AM, Mahmoud AD, Moral-Sanz J, Hartmann S. The emerging role of AMPK in the regulation of breathing and oxygen supply. Biochem J. (2016).

García-Prieto CF, Gil-Ortega M, Aránguez I, Ortiz-Besoain M, Somoza B, Fernández-Alfonso MS. Vascular AMPK as an attractive target in the treatment of vascular complications of obesity. Vascul Pharmacol. (2015). 

Rana S, Blowers EC, Natarajan A. Small molecule adenosine 5′-monophosphate activated protein kinase (AMPK) modulators and human diseases. J Med Chem. (2015). B

urkewitz K, Zhang Y, Mair WB. AMPK at the nexus of energetics and aging. Cell Metab. (2014).

Shirwany NA, Zou MH. Ampk: A cellular metabolic and redox sensor. a minireview. Front Biosci (Landmark Ed). (2014). 

Wu CL, Qiang L, Han W, Ming M, Viollet B, He YY. Role of ampk in uvb-induced dna damage repair and growth control. Oncogene. (2013). 


Tags: