fbpx
LOGO

Mengenal Fosfatidilkolin, Asam Lemak Bersifat Nootropik

September 25, 2020
IMG

Fosfatidilkolin atau Phosphatidylcholine (PC) adalah salah satu dari dua asam lemak yang membentuk lapisan luar membran yang masing-masingnya meliputi 70 triliun sel dalam tubuh manusia.

 

Fosfatidilkolin juga dikonversi dalam tubuh melalui proses yang disebut hidrolisis untuk membentuk asam lemak AA, oleat, linoleat, linolenat, dan DHA. Asam lemak berkontribusi pada pensinyalan di dalam dan di antara sel-sel otak untuk membentuk memori jangka panjang.

 

Fosfatidilkolin berfungsi sebagai nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tanpa menghasilkan efek samping yang signifikan. 

 

Sebagai contoh, fosfatidilkolin yang terkandung di dalam lesitin kedelai mampu memperkuat daya ingat dan menjaga kesehatan otak di waktu bersamaan. Efek yang sama bahkan lebih bisa didapat melalui suplementasi f osfatidilkolin, tanpa mengonsumsi lesitin kedelai. 

 

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

Fosfatidilkolin (PC) sangat penting bagi otak karena membantu dalam penyimpanan, pelepasan dan aktivitas neurotransmitter dan reseptornya. Karena produksi fosfatidilkolin menurun seiring bertambahnya usia, suplementasinya sangat penting untuk meningkatkan kognisi, fokus, dan daya ingat. 

 

 

Manfaat

 

1. Memperkuat daya ingat

Hidrolisis fosfatidilkolin (PC) secara tidak langsung terlibat dalam pembentukan memori jangka panjang. Para peneliti menentukan bahwa asam lemak ini sangat penting untuk pembelajaran dan daya ingat (1).

 

Uji coba hewan yang dilakukan di Jepang menemukan bahwa fosfatidilkolin dapat meningkatkan memori pada tikus demensia, meningkatkan kadar kolin serta konsentrasi kolin dan asetilkolin otak (2).

 

Penelitian pada partisipan sehat, pemberian fosfatidilkolin 25 gram memasok sekitar 3,75 gram kolin. Setelah dilakukan tes memori, kelompok PC memperlihatkan peningkatan signifikan pada memori setelah 90 menit, dan sedikit perbaikan setelah 60 menit tes berlangsung (3).

 

2. Menjaga kesehatan otak

Fosfatidilkolin adalah komponen utama membran sel otak yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan untuk kolin yang dibutuhkan untuk sintesis asetilkolin (ACh). ACh disintesis dari kolin yang berasal dari degradasi fosfatidilkolin.

 

Jika tidak ada cukup kolin yang tersedia, maka fungsi sel otak akan rusak. Hal ini akan menyebabkan kabut otak, penurunan ingatan dan pengambilan keputusan yang buruk. Pada akhirnya, mengarah pada penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan gangguan neuron motorik lainnya (4).

 

Penelitian di Tennessee menemukan bahwa fosfatidilkolin efektif mencegah kaskade apoptosis dan merupakan intervensi terapeutik pneumonia terbaik (5).

 

Selain itu, fosfatidilkolin juga berperan dalam meregenerasi sel atau memperbaiki sel yang rusak, dan meningkatkan fungsi dan efisiensi sel secara keseluruhan. Hal ini berkaitan dengan peningkatan fungsi kognitif, proses pembelajaran, memori, dan suasana hati yang lebih baik.

 

 

 

Sumber Makanan

 

Fosfatidilkolin dapat ditemukan pada:

Lesitin kedelai

Lesitin bunga matahari

Daging sapi

Tiram

Telur

Brokoli

Kecambah Brussel

 

 

Rekomendasi Dosis

 

Suplemen fosfatidilkolin tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, ekstrak cair dan bubuk.

 

Dosis fosfatidilkolin yang disarankan adalah 1.200 mg hingga 5 gram per hari. Bagilah total dosis harian Anda menjadi 2 atau 3 dosis yang sama untuk dosis dalam satu hari.

 

Untuk meningkatkan bioavailabilitas dan meningkatkan penyerapan, disarankan untuk mengonsumsi fosfatidilkolin 30 menit sebelum makan.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Fosfatidilkolin dapat dikombinasikan dengan obat nootropik dari keluarga racetam seperti Piracetam atau Aniracetam untuk meningkatkan kolin di otak. 

 

 

Efek Samping

 

Meskipun aman dikonsumsi, fosfatidilkolin bisa menyebabkan beberapa efek samping ringan seperti:

Berkeringat

Sakit perut

Diare

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu menyusui tidak disarankan mengonsumsi suplemen ini.

 

Selain itu, jangan mengombinasikan fosfatidilkolin dengan:

Obat antikolinergik

Inhibitor Acetylcholinesterase (AChE), termasuk donepezil (Aricept), tacrine (Cognex), rivastigmine (Exelon) dan Huperzine-A.

Obat yang digunakan untuk glaukoma, penyakit Alzheimer, dan kondisi lainnya (obat kolinergik).

 

 

Referensi:

Tomen D. (2018). Phosphatidylcholine (pc). Nootropics Expert. Diakses pada 18 September 2019.

WebMD. (2018). Phosphatidylcholine. WebMD. Diakses pada 18 September 2019.

Nagata T, Yaguchi T, Nishizaki T. DL- and PO-phosphatidylcholines as a promising learning and memory enhancer [published correction appears in Lipids Health Dis. 2015;14:115]. Lipids Health Dis. (2011).

Chung SY, Moriyama T, et al. Administration of phosphatidylcholine increases brain acetylcholine concentration and improves memory in mice with dementia. J Nutr. (1995). 

Ladd SL, Sommer SA, LaBerge S, Toscano W. Effect of phosphatidylcholine on explicit memory. Clin Neuropharmacol. (1993). 

Blusztajn JK, Liscovitch M, Richardson UI. Synthesis of acetylcholine from choline derived from phosphatidylcholine in a human neuronal cell line. Proc Natl Acad Sci U S A. (1987).

Zweigner J, Jackowski S, Smith SH, Van Der Merwe M, Weber JR, Tuomanen EI. Bacterial inhibition of phosphatidylcholine synthesis triggers apoptosis in the brain. J Exp Med. (2004). 


Tags: , ,