fbpx
LOGO

Mengenal Kacang Putih (White Kidney Bean) dan Manfaatnya yang Mengagumkan

July 28, 2020
IMG

Kacang putih adalah salah satu varietas Phaseolus vulgaris atau kacang buncis. Kacang putih memiliki kandungan protein (α-amylase blocker) yang menghambat pemecahan karbohidrat menjadi gula dan pencernaan pati. Kemampuan kacang putih memperlambat aktivitas α-amilase diyakini dapat mencegah tubuh mengubah kelebihan gula (glukosa) menjadi lemak. Jumlah pati yang dicerna usus pun berkurang, sementara kalorinya difermentasi oleh bakteri.

 

Berdasarkan mekanisme tersebut, kacang putih diklaim mampu menurunkan berat badan, mencegah obesitas dan secara langsung mengurangi lemak perut. Selain itu, ekstrak kacang putih dikatakan dapat melawan resistensi insulin, meningkatkan energi, meningkatkan kinerja atletik, meredakan gejala radang sendi, dan mengurangi risiko diabetes, penyakit jantung, dan kanker usus besar. 

 

 

Manfaat

 

1. Membantu Mencegah Kanker

Zat berupa pati yang tidak dicerna dalam tubuh dapat bertindak serupa dengan serat di usus besar dan dengan demikian membantu mencegah terjadinya kanker usus besar (1). Penelitian pada tikus yang diberikan makanan mengandung kacang terbukti memiliki resiko lebih rendah terkena kanker usus besar dibandingkan dengan tikus pada kelompok kontrol yang tidak diberi kacang (2).

 

Selain itu, penelitian lain yang diterbitkan dalam International Journal of Biological Macromolecules menemukan bahwa kandungan lektin pada kacang putih mampu mencegah perkembangan sel (anti-proliferasi) dan memicu kematian sel (apoptosis) kanker sehingga mampu melawan beberapa jenis kanker (3).

 

2. Membantu Menurunkan Berat Badan

Phaseolus vulgaris diketahui meningkatkan aktivitas α-amylase blocker yang menghambat pemecahan karbohidrat menjadi gula dan pencernaan pati.

 

Sebuah uji klinis yang diterbitkan dalam International Journal of Medical Sciences pada 2007 mengevaluasi efektivitas ekstrak kacang putih. Penelitian ini melibatkan 60 orang yang sedikit obesitas dan memiliki berat badan stabil setidaknya selama enam bulan terakhir. Partisipan dibagi dalam dua kelompok secara acak. Pada kelompok terapi diberikan ekstrak kacang putih dan pada kelompok kontrol diberikan plasebo selama 30 hari sebelum mengonsumsi diet tinggi karbohidrat. 

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang diberi ekstrak kacang putih mengalami penurunan berat badan, massa lemak, dan ukuran pinggang yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan kelompok kontrol. (4).

 

Penelitian double-blinded lain menunjukkan temuan yang sama. Sebanyak 60 peserta yang memiliki kelebihan berat badan sebanyak 5-15 kg. Sebelum penelitian dimulai, para peserta diminta untuk mempertahankan berat badan yang stabil selama enam bulan terakhir. Setelah itu, mereka diberikan satu tablet ekstrak aktif (terdiri dari 445 miligram ekstrak dan 0,5 miligram kromium pikolinat) atau plasebo setiap hari selama 30 hari berturut-turut sebelum mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat. 

 

Setelah 30 hari, kelompok aktif mengalami penurunan jaringan adiposa, BMI, berat badan dan massa lemak yang signifikan. Selain itu, lingkar pinggang, pinggul dan paha berkurang dengan tetap menjaga massa tubuh tanpa lemak. Pada kelompok aktif penurunan berat badan rata-rata sebanyak 6,45 pound dalam 30 hari, lebih banyak dibandingkan kelompok plasebo (5).

 

3. Mengontrol Glikemik dan Kadar Gula Darah

Ekstrak kacang putih memiliki manfaat kesehatan bagi penderita diabetes atau prediabetes untuk mengontrol gula darah lebih baik. Sebuah penelitian kecil yang dilakukan pada tahun 2009 melaporkan bahwa mengonsumsi Phaseolus vulgaris dengan dosis 3 gram dapat menurunkan 34% indeks glikemik (GI) pada makanan tinggi glikemik seperti roti tawar (6). 

 

Dalam dua percobaan lain, partisipan yang mengonsumsi ekstrak kacang putih merek spesifik (Phase 2 Starch Blocker), memiliki penyerapan karbohidrat pada makanan hanya sebanyak 1/3 hingga 2/3, serta mampu mengurangi kadar gula darah dan meningkatkan jumlah insulin setelah makan (7, 8).

 

 

 

Sumber 

 

Kacang putih varietas Phaseolus vulgaris

 

 

Dosis Pemakaian

 

Umumnya, konsumsi dibagi menjadi dua dosis, dengan satu sebelum makan siang dan yang lainnya sebelum makan malam. Sebagian besar produsen merekomendasikan antara 500 dan 850 mg per dosis, dengan dosis harian maksimum tidak lebih dari 2 g.

 

Untuk mengurangi penyerapan karbohidrat, Anda dapat mengonsumsi suplemen ekstrak kacang putih spesifik (Phase 2 Starch Blocker) dosis 800 mg, dan dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang mengandung karbohidrat.

 

 

Efek Samping

 

Mual

Kembung

Gas pada perut

Diare

 

 

Kontraindikasi

 

Anak-anak

Wanita hamil dan menyusui

Alergi terhadap kacang

Masalah pendarahan

 

Disarankan untuk tidak mengombinasikan suplemen kacang putih dengan:

Obat antidiabetes

Antikoagulan

Obat protein, seperti beberapa vaksin, interferon, hormon, dan enzim.

 

 

Referensi

Patel, Kamal. (2013). White kidney bean extract. Examine. Diakses pada 18 Juli 2019.

Wong, Cathy. (2019). Health benefits of white bean extract. Very Well Fit. Diakses pada 18 Juli 2019.

Tello, Carlos. (2019). Top 7 white kidney bean extract health benefits + side effects. Selfhacked. Diakses pada 18 Juli 2019. 

Crawford, Krystal. (2017). Kidney beans nutrition helps fight diabetes, heart disease & even some cancers. Dr Axe. Diakses pada 18 Juli 2019.

Arnarson, Atli. (2019). Kidney beans 101: Nutrition facts and health benefits. Healthline. Diakses pada 18 Juli 2019. 

Song Y, Liu M, Yang FG, Cui LH, Lu XY, Chen C. Dietary fibre and the risk of colorectal cancer: A case- control study. Asian Pac J Cancer Prev. (2015). 

Hangen L, Bennink MR. Consumption of black beans and navy beans (Phaseolus vulgaris) reduced azoxymethane-induced colon cancer in rats. Nutr Cancer. (2002). 

Chan YS, Xia L, Ng TB. White kidney bean lectin exerts anti-proliferative and apoptotic effects on cancer cells. Int J Biol Macromol. (2016). 

Celleno L, Tolaini MV, D’Amore A, Perricone NV, Preuss HG. A dietary supplement containing standardized Phaseolus vulgaris extract influences body composition of overweight men and women. Int J Med Sci. (2007). 

Barrett ML, Udani JK. A proprietary alpha-amylase inhibitor from white bean (Phaseolus vulgaris): A review of clinical studies on weight loss and glycemic control. Nutr J. (2011).

Udani JK, Singh BB, Barrett ML, Preuss HG. Lowering the glycemic index of white bread using a white bean extract. Nutrition Journal. (2009).

Vinson JA, Al-Kharrat H, Shuta D. Investigation of an amylase Inhibitor on human glucose absorption after starch consumption. The Open Nutraceuticals Journal. (2009). 

Layer P, Rizza RA, Zinsmeister AR, Carlson GL, DiMagno EP. Effect of a purified amylase inhibitor on carbohydrate tolerance in normal subjects and patients with diabetes mellitus. Mayo Clin Proc. (1986).


Tags: , , , ,