fbpx
LOGO

Mengenal Manfaat N-Asetil L-Tirosin (NALT/NAT) Sebagai Nootropik

November 2, 2020
IMG

N-Asetil L-Tirosin (NALT) adalah bentuk asam amino L-Tirosin yang tersedia secara alami pada berbagai sumber makanan.

 

Di dalam tubuh manusia, otak menggunakan L-Tirosin dalam proses dekarboksilasi L-DOPA untuk menghasilkan dopamin, norepinefrin, dan epinefrin sebagai neurotransmiter atau senyawa organik penting yang membawa sinyal antar neuron di otak.

 

Dopamin terlibat dengan peningkatan libido, pembentukan daya ingat, fokus, konsentrasi yang berorientasi pada tujuan, peningkatan suasana hati, dan memiliki sifat anti-depresi.

 

Sementara norepinefrin membantu dengan meningkatkan kewaspadaan, memori kerja, fokus, dan fungsi eksekutif (kemampuan otak berpikir kritis).

 

NALT merupakan salah satu obat nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tidak menghasilkan efek samping yang signifikan. 

 

Sebagai contoh, susu mengandung NALT yang menyebabkan suasana hati lebih baik dan mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah (problem solving) dalam waktu yang bersamaan. Efek yang sama bahkan dapat diperoleh melalui suplementasi NALT tanpa perlu mengonsumsi susu.

 

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

NALT merangsang produksi hormon tiroid T3 (triiodothyronine) dan T4 (thyroxine) yang sangat penting dalam menjaga kesehatan fisik dan kognitif secara keseluruhan. N-Acetyl L-Tyrosine dapat menjadi nootropik yang sangat efektif untuk meningkatkan fungsi kognitif, dan sangat membantu dalam menjaga kinerja kognitif ketika seseorang dalam kondisi stres yang akut

 

 

Manfaat

 

1. Meningkatkan memori

NALT diketahui mampu meningkatkan memori dan kognisi bahkan dalam kondisi stres akut.

 

Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Bedfordshire di Inggris menguji efek L-Tirosin pada kinerja kognitif 8 orang pemain sepak bola dan meminta para partisipan menyelesaikan tes kinerja simulasi sepakbola selama 90 menit di sebuah ruangan yang diatur pada suhu normal 25.

 

Sebelum berolahraga, partisipan yang masuk dalam kelompok intervensi diberikan L-Tirosin dan kelompok kontrol diberikan plasebo. Kinerja kognitif diukur sebelum berolahraga, di masa paruh waktu (masa ketika L-Tirosin mencapai konsentrasi paling tinggi setelah dikonsumsi), setelah masa paruh waktu habis, dan setelah berolahraga.

 

Kinerja kognitif yang diukur adalah kinerja dalam mengerjakan tugas ganda dan tingkat kewaspadaan partisipan.

 

Hasil temuan menemukan bahwa kewaspadaan kognitif dan waktu reaksi di antara para pemain sepak bola meningkat secara signifikan setelah pemberian L-Tirosin, terutama selama kondisi stres akibat berolahraga (1).

 

2. Meningkatkan aktivitas neurotransmiter

Ketika dikonsumsi, NALT berubah menjadi L-Tirosin dan kemudian diubah menjadi hormon dopamin. Dopamin adalah sejenin neurotransmiter yang diproduksi untuk mengontrol gerakan tubuh, berperan penting untuk pembentukan daya ingat, perhatian, dan pemecahan masalah.

 

Dopamin yang tidak digunakan kemudian diubah menjadi neurotransmiter norepinefrin (noradrenalin) dan epinefrin (adrenalin). Norepinefrin diperlukan dalam menciptakan fokus, emosi, pengaturan tidur-bangun, pembentukan mimpi, dan proses belajar.

 

Epinefrin mendorong tubuh untuk bereaksi terhadap keadaan berbahaya, situasi darurat, dan dalam situasi atau lingkungan yang penuh tekanan.

 

Dalam sebuah penelitian di Belanda ditemukan bahwa penggunaan L-Tirosin dapat meningkatkan proses kognitif dan meningkatkan skor IQ karena memaksimalkan cadangan katekolamin yang berperan untuk merespon stres fisik ataupun emosional (2).

 

3. Membantu mengobati ADHD

ADHD adalah gangguan fokus, hiperaktivitas, dan impulsifitas yang terjadi pada anak-anak dan cenderung menetap hingga anak dewasa. Sebuah penelitian informal yang diterbitkan pada 1980-an menetapkan bahwa L-Tirosin menghasilkan penyembuhan jangka pendek dari gejala ADHD. 

 

Sedangkan studi lain yang diterbitkan dalam Neuropsychiatric Disease and Treatment pada tahun 2011 menemukan bahwa L-Tirosin sebagai prekursor dopamin dan serotonin memiliki efektivitas yang serupa dengan penggunaan Strattera dan Ritalin (obat konvensional ADHD) (3).

 

4. Menurunkan tekanan darah tinggi akibat stres

Sebuah studi di Amsterdam menunjukkan bahwa pemberian L-Tirosin terhadap 16 orang dewasa muda sehat mampu menurunkan tekanan darah sekitar 15 menit setelah konsumsi dan menormalkan tekanan darah dalam waktu 1 jam setelah dikonsumsi.

 

Tekanan darah diukur sebagai bentuk respon tubuh setelah diberikan stres akut berupa sumber bising yang mencapai 90 dB. Penggunaan L-Tirosin dan NALT juga dapat mengurangi efek negatif  stres jika dikonsumsi sebelum peristiwa yang menyebabkan stres (4).

 

5. Meningkatkan fleksibilitas kognitif

Fleksibilitas kognitif merupakan suatu kondisi dimana seseorang dapat menyesuaikan pemikiran mereka dengan cepat untuk beradaptasi dengan situasi dan rangsangan baru. Tingkat fleksibilitas kognitif yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan kecerdasan cair (fluid intelligence), kemampuan membaca dan pemahaman yang superior, serta kondisi otak yang lebih sehat.

 

Penelitian pada tahun 2015 mendukung klaim bahwa L-Tirosin dan NALT dapat mempromosikan fleksibilitas kognitif. Dalam uji coba ini, terbukti bahwa kelompok yang menerima L-Tirosin menunjukkan peningkatan fleksibilitas kognitif dibandingkan dengan kelompok penerima plasebo.

 

Para peneliti juga menyimpulkan  bahwa L-Tirosin dapat memfasilitasi fleksibilitas kognitif dengan mekanisme pengisian ulang sumber daya kognitif (5).

 

 

 

Sumber makanan

 

NALT terkandung pada beberapa makanan diantaranya:

Susu dan produk olahan susu

Daging

Ikan

Telur

Kacang-kacangan

Gandum

 

 

Dosis yang disarankan

 

Dosis yang direkomendasikan untuk manfaat nootropik adalah 350 – 500 mg NALT dikonsumsi sebanyak dua kali sehari.

 

 

Interaksi sinergi

 

Dapat dikombinasikan dengan obat-obatan ADHD/ADD (Ritalin atau Adderall). Kombinasi keduanya dapat meningkatkan efektivitas stimulan yang digunakan untuk meningkatkan penyerapan dopamin di otak.

 

 

Efek samping

 

Konsumsi suplemen dapat mengakibatkan efek samping seperti sakit kepala migrain dan kelelahan.

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil atau menyusui

Hipertiroid

Penyakit grave

 

Hindari mengombinasikan NALT dengan obat-obatan MAO inhibitor (MAOI) seperti Selegiline, Azilect, Marplan atau Nardil, Levodopa (obat Parkinson), dan hormon tiroid.

 

 

Referensi:

Tomen D. (2017). N-acetyl l-tyrosine. Nootropics Expert. Diakses pada 13 September 2019.

WebMD. (2018). Tyrosin. WebMD. Diakses pada 13 September 2019.

Coull NA, Watkins SL, Aldous JW, Warren LK, Chrismas BC, Dascombe B, Mauger AR, Abt G, Taylor L. Effect of tyrosine ingestion on cognitive and physical performance utilising an intermittent soccer performance test (iSPT) in a warm environment. Eur J Appl Physiol. (2015). 

Colzato LS, Jongkees BJ, Sellaro R, Hommel B. Working memory reloaded: tyrosine repletes updating in the N-back task. Front Behav Neurosci. (2013).

Hinz M, Stein A, Neff R, Weinberg R, Uncini T. Treatment of attention deficit hyperactivity disorder with monoamine amino acid precursors and organic cation transporter assay interpretation. Neuropsychiatr Dis Treat. (2011). 

Deijen JB, Orlebeke JF. Effect of tyrosine on cognitive function and blood pressure under stress. Brain Res Bull. (1994). 

Steenbergen L, Sellaro R, Hommel B, Colzato LS. Tyrosine promotes cognitive flexibility: evidence from proactive vs. reactive control during task switching performance. Neuropsychologia. (2015). 


Tags: ,