fbpx
LOGO

Mengenal Ritme Sirkadian, Jam Tubuh yang Mengatur Waktu Tidur

September 9, 2020
IMG

Apa Itu Ritme Sirkadian? – Pengantar Kronobiologi

 

Ritme sirkadian merupakan siklus 24 jam dalam biologi yang berasal dari bahasa latin, circa yang berarti sekitar atau kira-kira, dan diem atau dies yang berarti hari.

 

Sistem pengaturan waktu sirkadian adalah mekanisme ketepatan waktu intrinsik tubuh manusia, yang biasa disebut dengan jam biologis. Sistem ini mengendalikan proses biologis yang berkaitan dengan waktu beraktivitas dan waktu untuk beristirahat, sehingga ritme sirkadian sering disebut dengan siklus terang-gelap, tidur-bangun, dan makan-puasa.

 

Pada siang hari, sistem sirkadian berfungsi untuk meningkatkan kewaspadaan, mendukung aktivitas fisik, serta mengubah metabolisme dengan mendukung sinyal hormon (misalnya, peningkatan sinyal insulin dan penurunan leptin), jalur metabolisme yang mempromosikan penggunaan nutrisi (glukosa, asam lemak) untuk menghasilkan energi dan untuk mengisi cadangan energi (glikogen, trigliserida).

 

Sebaliknya, pada malam hari, sistem sirkadian mempromosikan aktivitas tidur dan menggeser metabolisme ke keadaan mobilisasi energi yang tersimpan dengan memilih sinyal hormon (misalnya, pengurangan sinyal insulin, peningkatan leptin), dan jalur metabolisme yang memecah cadangan energi yang tersimpan dan mempertahankan kadar glukosa darah.

 

Ilmu yang mempelajari proses-proses ini disebut Chronobiology. 

 

 

Bagaimana Cara Kerja Ritme Sirkadian?

 

Seluruh proses sirkadian diatur di jam pusat yang terletak di wilayah hipotalamus, disebut nukleus suprachiasmatic (SCN). Gen jam di SCN mengatur periode alami dari jam biologis manusia.

 

SCN menerima input dari neuron retina yang mengandung protein peka cahaya yang disebut melanopsin. Neuron-neuron ini disebut sel ganglion retina fotosensitif intrinsik (ipRGC) yang mendeteksi tingkat cahaya lingkungan dan mengatur ulang jam SCN untuk menyinkronkannya dengan siklus terang-gelap.

 

SCN kemudian memasukkan semua jam seluler ke siklus cahaya. Salah satu mekanisme utama sinkronisasi jam seluruh tubuh adalah melalui pensinyalan hormonal yang berkaitan dengan waktu. Hormon pensinyalan, seperti melatonin dan kortisol, membawa pesan jarak jauh melalui darah dan menjadi sistem komunikasi utama dalam biologi sirkadian.

 

Melatonin merupakan hormon utama dalam ritme sirkadian yang bekerja pada malam hari, sementara kortisol merupakan hormon yang bekerja saat matahari terbit yang dipicu oleh cahaya biru (terutama di pagi hari). 

 

 

Pentingnya Sistem Sirkadian bagi Tubuh

 

Dari penjelasan diatas, tentu dapat diketahui bahwa ritme sirkadian memiliki peran yang sangat penting dalam pengaturan tubuh. Irama sirkadian diatur oleh tingkat dan jenis cahaya. Tubuh diatur secara optimal untuk mengikuti pola lingkungan 24 jam, tetapi teknologi dan gaya hidup modern telah mengganggu pola tersebut.

 

Terganggunya ritme sirkadian berdampak negatif pada semua jenis proses biologis dan berkontribusi pada gangguan tidur, disfungsi metabolisme dan kardiovaskular, gangguan suasana hati, dan gangguan lain yang memengaruhi kesejahteraan.

 

Ketidakselarasan ritme melatonin dan kortisol dapat meningkatkan berbagai macam penyakit, yaitu risiko penyakit kardiometabolik, kanker, gangguan pencernaan, dan lainnya.

 

Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat mendukung ritme sirkadian Anda yaitu:

• Mengoptimalkan tidur malam.

• Menjauhi layar sebelum tidur.

• Menggunakan kacamata penghalang cahaya biru saat menggunakan perangkat elektronik di malam hari.

• Makan secara teratur pada jam yang sama setiap harinya.

• Jalan-jalan di pagi hari untuk mendapatkan sinar matahari yang cukup.

 

 

 

Kesimpulan

 

Ritme sirkadian atau sistem sirkadian mengatur fungsi biologis tubuh, termasuk mengatur jam untuk beraktivitas dan beristirahat. Ini dipicu oleh jenis dan tingkatan cahaya. Sayangnya, perubahan siklus aktivitas-istirahat seperti jam tidur yang terlewat malam dapat mengganggu sistem ini.

 

Untuk mengembalikan siklus seperti semula, lakukan beberapa kebiasaan sederhana seperti mengoptimalkan tidur malam, jauhi layar sebelum tidur atau gunakan kacamata penghalang cahaya biru di malam hari saat menonton TV atau menggunakan komputer, makan secara teratur pada jam yang sama setiap harinya, dan jalan-jalan di pagi hari untuk mendapatkan sinar matahari yang cukup.

 

 

Referensi

Adaes S. (2019). What is the circadian timing system? an introduction to chronobiology. Dr Axe. Diakses pada 15 Agustus 2019.


Tags: , ,