fbpx
LOGO

Mengintip Manfaat Nootropik DHA, Asam Lemak Omega-3

September 28, 2020
IMG

DHA atau docosahexaenoic acid adalah salah satu asam lemak omega-3. DHA membentuk sebagian besar materi kelabu otak yang juga merupakan komponen utama sinapsis otak. Sinaps adalah bagian dari sel otak yang mengirimkan sinyal listrik antar neuron.

 

DHA juga mengatur osilasi kalsium yang dibutuhkan dalam pelepasan neurotransmiter, menunjang fungsi mitokondria, aktivasi gen, stres oksidatif, serta sangat berperan dalam perkembangan dan pertumbuhan sel otak (BDNF – Brain Derived Neurotrophic Factor).

 

Selain mempengaruhi sistem pensinyalan, DHA juga dibutuhkan oleh otak untuk pembentukan memori, menunjang pembelajaran, fokus, dan perhatian. Senyawa ini membantu mengurangi dan bahkan memperbaiki kerusakan kognitif.

 

Diet kaya omega-3 membantu menyeimbangkan emosi dan meningkatkan suasana hati. 

 

 

Manfaat

 

1. Mencegah Demensia

Salah satu penelitian mengenai efek DHA terhadap demensia dan Alzheimer yang terkenal yakni Framingham Heart Study. Penelitian ini melibatkan 899 partisipan pria dan wanita lansia (rata-rata 76 tahun) dan riwayat kesehatan diikuti selama 9,1 tahun.

 

Partisipan mengikuti asupan DHA dan konsumsi ikan per minggunya. Hasilnya hanya terdapat 99 kasus baru demensia, termasuk 71 kasus Alzheimer dari keseluruhan subyek penelitian. Kesimpulan penelitian juga menunjukkan lansia dengan kadar DHA yang tinggi memiliki penurunan risiko demensia yang signifikan (47%) (1).

 

Penelitian lain dilaksanakan terhadap 815 penduduk dari berbagai negara tahun 1993 – 2000, terdapat 131 peserta yang positif mengalami Alzheimer di akhir penelitian.  Penelitian membuktikan bahwa konsumsi ikan yang kaya akan kandungan DHA sebanyak satu kali seminggu menurunkan risiko Alzheimer hingga 60% (2). 

 

2. Membantu Menstabilkan Emosi

Sebuah studi dilaksanakan terhadap 41 orang mahasiswa di Jepang dengan membandingkan konsumsi diet tinggi DHA (1,5 gram / hari) selama 3 bulan dengan plasebo untuk melihat efek terhadap respon agresivitas (perilaku menyakiti seseorang secara fisik dan verbal).

 

Respon agresivitas diukur sebanyak dua kali, yakni pada akhir liburan musim panas dan ditengah musim ujian. Para peneliti menemukan 27% insiden respon bermusuhan dalam kelompok plasebo, dan tanggapan bermusuhan yang meningkat menjadi 92% pada musim ujian.

 

Hal ini berbeda dengan kelompok penerima suplemen DHA yang secara signifikan menunjukkan penurunan rasa bermusuhan dan kemarahan (3). 

 

3. Memulihkan Neurotransmiter & Memori

Kekakuan membran akan terjadi seiring bertambahnya usia. Hal ini menyebabkan perubahan sinapsis yang mengakibatkan penurunan respon neurotranmiter dalam otak, dan berpotensi untuk merusak daya ingat dan proses berpikir lansia.

 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa DHA dapat mendukung kadar neurotransmiter yang sehat. Penambahan asam lemak omega-3 ke dalam pakan tikus tua selama 8 minggu menghasilkan peningkatan konsentrasi DHA pada otak, dan menurunkan terjadinya kerusakan memori akibat penambahan usia (4).

 

Pada penelitian yang melibatkan 485 subjek lansia dengan masalah memori, konsumsi 900 mg DHA per hari selama 24 minggu menhasilkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol (5).

 

4. Meningkatkan Perhatian & Pembelajaran

DHA memiliki efek pada jumlah produksi normal neurotransmiter serotonin, norepinefrin, asetilkolin, glutamat dan dopamin. Kondisi kekurangan DHA telah terbukti menurunkan kadar dopamin dan menghasilkan gangguan pada perhatian dan pembelajaran (4).

 

Pemberian 800 mg DHA setiap hari selama 4 bulan mampu meningkatkan skor kelancaran verbal, memori, dan pembelajaran pada wanita wanita berusia 60 – 80 tahun yang menerima DHA (6).

 

 

 

Sumber Makanan

 

DHA banyak ditemukan pada:

Ikan laut termasuk ikan teri dan krill (udang gerapu)

Sayuran seperti bayam, brokoli, kembang kol, kubis, kubis Brussel, rumput laut

Kacang kedelai termasuk produk turunannya seperti tahu

Kacang kenari

Biji rami

Suplemen minyak ikan

 

 

Dosis

 

Dosis konsumsi suplemen DHA yang disarankan adalah 1 gram per hari.

 

 

Defisiensi

 

Kadar asam lemak omega-3 yang rendah dapat menyebabkan ADD (Attention Deficit Disorder atau gangguan pemusatan perhatian), gangguan kecemasan, depresi, obesitas, bunuh diri, hingga meningkatkan risiko penyakit Alzheimer dan demensia.

 

 

Efek Samping

 

Suplementasi DHA dapat menyebabkan efek samping ringan seperti:

 

• Diare

• Sakit perut

• Sendawa berlebih

 

 

Jika Anda memilih mengonsumsi DHA dari suplemen minyak ikan, berhati-hatilah terhadap kandungan EPA karena mungkin akan menghasilkan reaksi alergi.

 

 

Kontradiksi

 

Kapsul minyak ikan umumnya mengandung DHA dan EPA. Kapsul dengan EPA tidak dianjurkan untuk bayi atau anak kecil, dan ibu hamil.

 

Berhati-hatilah dalam mengombinasikan minyak ikan dengan obat diabetes, obat pengencer darah, aspirin dan obat hipertensi.

 

 

Referensi:

Tomen D. (2016). Dha. Nootropics Expert. Diakses pada 09 September 2019.

Schaefer EJ, Bongard V, et al. Plasma phosphatidylcholine docosahexaenoic acid content and risk of dementia and alzheimer disease. Arch Neurol. (2006). 

Morris MC, Evans DA, et al. Consumption of fish and n-3 fatty acids and risk of incident Alzheimer disease. Arch Neurol. (2003).

Hamazaki T, Sawazaki S, et al. The effect of docosahexaenoic acid on aggression in young adults. J. Clin. Invest. (1996).

Delion S, Chalon S, Guilloteau D, Besnard JC, Durand G. Alpha-Linolenic acid dietary deficiency alters age-related changes of dopaminergic and serotoninergic neurotransmission in the rat frontal cortex. J Neurochem. (1996).

Yurko-Mauro K, McCarthy D, Rom D, Nelson EB, Ryan AS, Blackwell A, Salem N Jr, Stedman M; MIDAS Investigators. Beneficial effects of docosahexaenoic acid on cognition in age-related cognitive decline. Alzheimers Dement. (2010). 

Johnson EJ, McDonald K, Caldarella SM, Chung HY, Troen AM, Snodderly DM. Cognitive findings of an exploratory trial of docosahexaenoic acid and lutein supplementation in older women. Nutr Neurosci. (2008).


Tags: ,