fbpx
LOGO

Mengintip Manfaat Nikotin Sebagai Nootropik

November 16, 2020
IMG

Nikotin adalah alkaloid yang ditemukan pada daun tembakau dan ditemukan dalam jumlah kecil pada tanaman keluarga Solanaceae termasuk kentang, tomat dan terong. Nikotin telah digunakan sebagai nootropik pada manusia sejak ribuan tahun yang lalu. 

 

Nikotin merupakan salah satu obat nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tidak menghasilkan efek samping yang signifikan. 

 

Sebagai contoh, daun tembakau mengandung nikotin yang menyebabkan suasana hati lebih baik dan mampu meningkatkan perhatian di waktu bersamaan. Efek yang sama bahkan lebih dapat diperoleh melalui suplementasi nikotin, tanpa perlu menggunakan daun tembakau.

 

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

Nikotin bekerja terutama dengan meningkatkan reseptor nicotinic acetylcholine (nAChR) yang berada dalam otak. Peningkatan reseptor tersebut didapat dari penggunaan dosis rendah nikotin. Berbagai studi klinis membuktikan bahwa nikotin efektif dalam mengobati Parkinson, ADHD, Tourette, skizofrenia, dan gangguan neurologis lainnya.

 

Beberapa cara untuk mendapatkan manfaat nootropik dari nikotin secara sehat adalah dengan menggunakan koyo nikotin, mengonsumsi tablet hisap maupun permen nikotin. Senyawa nikotin dapat dengan cepat melewati sawar penghalang darah-otak yakni sekitar 20 detik terutama ketika dikonsumsi dalam bentuk permen nikotin.

 

Sangat tidak dianjurkan untuk merokok dengan daun tembakau karena banyak penelitian yang telah menunjukkan efek samping negatif dari rokok daun tembakau terhadap kesehatan tubuh

 

 

Manfaat

 

1. Meningkatkan memori

Studi metaanalisis yang dilakukan National Institute of Drug Abuse menemukan bahwa nikotin memiliki efek positif terhadap kinerja motorik halus, kewaspadaan, perhatian dan keakuratan, waktu respons, ingatan jangka pendek dan pembentukan memori (1).

 

Pada studi double-blind dengan subyek perokok aktif pasif, pemberian permen karet nikotin pada partisipan sebelum menyelesaikan tugas dapat meningkatkan memori atau daya ingat jangka pendek pada kedua kelompok partisipan (2).

 

2. Meningkatkan perhatian

Ketidakmampuan untuk fokus dapat menyebabkan berbagai masalah baik dalam hubungan, maupun pada pekerjaan. Nikotin telah terbukti meningkatkan perhatian pada perokok dan membantu mengurangi defisit perhatian pada penyakit Alzheimer, skizofrenia, dan orang dewasa dengan ADHD.

 

Penggunaan koyo dengan kandungan nikotin 7 mg setiap pagi selama 4 ½ jam efektif mengurangi jumlah kesalahan kelalaian selama pengujian dan mengurangi varians dalam respon terhadap stimulus yang digunakan sebagai ukuran perhatian.

 

Studi ini menunjukkan bahwa nikotin mengurangi defisit perhatian, dan bahkan meningkatkan perhatian pada orang dewasa yang tidak merokok (3).

 

3. Meningkatkan kecerdasan

Meski masih kontroversial, penggunaan rokok nikotin terbukti dapat meningkatkan kecerdasan. Dalam sebuah penelitian di Selandia Baru, partisipan yang menghisap nikotin sebelum menjalani tes IQ memperlihatkan skor IQ yang lebih tinggi daripada yang tidak. Karena itu peneliti menyimpulkan nikotin dapat meningkatkan kecerdasan (4).

 

Penelitian lain yang dilakukan oleh University of Colorado menemukan nikotin bekerja dengan cara meningkatkan efisiensi komunikasi saraf antara area otak yang terlibat dalam fungsi kognitif dan kecerdasan (5).

 

4. Membantu mengobati gejala ADHD

Defisit perhatian merupakan gejala yang sangat umum terjadi pada anak dengan ADHD. ADHD (Attention Deficit Hiperactivity Disorder) adalah sebuah gangguan hiperaktifitas dan ketidakmampuan anak untuk memusatkan perhatian yang dapat menetap hingga anak dewasa.

 

Beberapa penelitian telah berhasil menunjukkan manfaat nikotin dalam mengobati gejala ADHD, seperti masalah pada fokus, memori, dan perhatian. Pengobatan dengan Ritalin, Adderall atau stimulan lainnya sering memperbaiki kekurangan perhatian dan gangguan memori tersebut, tapi tidak efektif  untuk mengatasi depresi dan kecemasan.

 

Penggunaan koyo nikotin tidak hanya membantu mengurangi gejala kecemasan dan depresi karena ADHD, tapi juga membantu perokok dengan ADHD berhenti menggunakan produk tembakau sambil menjaga gejala ADHD mereka, termasuk meningkatkan kekuatan, dan meningkatkan waktu reaksi terhadap berbagai uji stimulus (6, 7).

 

Pada penelitian yang lain, nikotin memiliki efek yang lebih signifikan terhadap pengobatan ADHD dibandingkan dengan obat konvensional ADHD, Ritalin. Pemberian nikotin terhadap 40 orang pasien dewasa dengan ADHD terbukti meningkatkan kinerja otak, mengurangi kesalahan, mengurangi depresi, dan mengurangi keseluruhan gejala ADHD (8).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Daun tembakau merupakan sumber utama nikotin. Namun sejumlah kecil nikotin juga ditemukan pada kentang, terong, dan tomat.

 

 

Dosis

 

Dosis nikotin yang direkomendasikan sebagai nootropik adalah 1 – 2 mg. Jika ingin mengonsumsinya, mulailah dari dosis kecil yaitu sebesar 0,5 – 1 mg dalam bentuk permen mini.

 

Nikotin gum atau permen karet nikotin biasanya mengandung 2 – 4 mg per sediaan yang dapat dikonsumsi dalam 2 dosis terbagi. Kelemahan nikotin gum adalah mengandung aspartam atau pemanis buatan yang berbahaya bagi kesehatan. 

 

Koyo nikotin mengandung lebih banyak nikotin dibandingkan dengan permen nikotin maupun suplemen nikotin. Dapat digunakan sesuai kebutuhan. 

 

Hindari mengonsumsi nootropik nikotin terlalu sering untuk mencegah terjadinya kecanduan.

 

 

Efek Samping

 

Pusing

Sakit perut

Sakit kepala

Kecanduan

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil atau menyusui

Pasien tumor atau kanker

Infeksi usus karena bakteri H. Pylori

 

Hindari kombinasi nikotin dengan obat untuk tekanan darah tinggi (seperti labetalol dan prazosin), dan bronkodilator / dekongestan (seperti isoproterenol dan fenilefrin).

 

 

Referensi:

Tomen D. (2018). Nicotine. Nootropics Expert. Diakses pada 16 September 2019.

WebMD. (2018). Nicotine inhalation. WebMD. Diakses pada 16 September 2019.

Heishman SJ, Kleykamp BA, Singleton EG. Meta-analysis of the acute effects of nicotine and smoking on human performance. Psychopharmacology (Berl). (2010). 

Phillips S, Fox P. An investigation into the effects of nicotine gum on short-term memory. Psychopharmacology (Berl). (1998).

Levin ED, Conners CK, Silva D, Hinton SC, Meck WH, March J, Rose JE. Transdermal nicotine effects on attention. Psychopharmacology (Berl). (1998).

Stough C, Mangan G, Bates T, Pellett O. Smoking and raven iq. Psychopharmacology (Berl). (1994).

Wylie KP, Rojas DC, Tanabe J, Martin LF, Tregellas JR. Nicotine increases brain functional network efficiency. Neuroimage. (2012).

Cocores JA. Transdermal nicotine in adult ADHD with depression and anxiety. Prim Care Companion J Clin Psychiatry. (2008).

Levin ED, Conners CK, Sparrow E, Hinton SC, Erhardt D, Meck WH, Rose JE, March J. Nicotine effects on adults with attention-deficit/hyperactivity disorder. Psychopharmacology (Berl). (1996).

Levin ED, Conners CK, Silva D, Canu W, March J. Effects of chronic nicotine and methylphenidate in adults with attention deficit/hyperactivity disorder. Exp Clin Psychopharmacol. (2001).


Tags: , ,