fbpx
LOGO

Kaya Antioksidan, Ini Manfaat Lain Oregano

June 26, 2020
IMG

Origanum vulgare atau oregano adalah tanaman yang berasal dari keluarga mint (Labiatae) yang umum dikenal sebagai rempah-rempah atau penambah rasa pada masakan. Oregano sendiri telah dianggap sebagai komoditas tanaman berharga selama lebih dari 2.500 tahun sebagai tanaman obat keluarga, dan digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati pilek, gangguan pencernaan, dan sakit perut. 

 

Adapun kandungan minyak atsiri atau minyak esensial oregano memiliki berbagai sifat antimikroba serta berfungsi sebagai pengawet makanan yakni carvacrol dan thymol. Sedangkan dari daun oregano banyak terkandung berbagai senyawa antioksidan, seperti fenol, triterpen, asam rosmarinic, asam ursolat dan asam oleanolik.

 

 

Manfaat Oregano

 

1. Membantu Mengobati Masalah Pencernaan

Beberapa senyawa aktif yang ditemukan dalam Origanum vulgare dapat membantu mengatasi masalah pencernaan dengan cara merelaksasikan otot-otot saluran pencernaan serta membantu menyeimbangkan rasio bakteri baik dan jahat di dalam usus.

 

Salah satu senyawa tersebut adalah thymol, senyawa yang mirip dengan mentol, yang berfungsi untuk membantu mengendurkan jaringan lunak tenggorokan dan lambung sehingga dapat membantu mengurangi peningkatan asam lambung (GERD), nyeri ulu hati dan ketidaknyamanan setelah makan.

 

Karena sangat membantu dalam keseimbangan bakteri dalam saluran pencernaan, kandungan minyak atsiri dalam oregano juga populer sebagai herbal alami untuk mengobati kondisi infeksi bakteri pada usus kecil, infeksi candida (jamur pada area mulut dan tenggorokan), dan SIBO (Small Intestinal Bacterial Overgrowth) yakni masalah pencernaan umum yang menyebabkan gas, kembung dan intoleransi akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat (1).

 

2. Antibiotik dan Antibakteri Alami

Kandungan carvacrol dalam minyak oregano berperan sebagai antibiotik yang berfungsi untuk melindungi kesehatan. Carvacrol dalam oregano telah diteliti pada lebih dari 800 penelitian yang diterbitkam dalam PubMed mengenai manfaatnya untuk melawan berbagai jenis patogen berbahaya, parasit, virus, alergi, tumor, bahkan termasuk infeksi akibat ragi dan jamur serta candida.

 

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Medicinal Food pada tahun 2013 menyatakan bahwa minyak oregano merupakan zat antibakteri alami termurah dan termudah untuk mengatasi infeksi patogen (2). 

 

Beberapa penelitian lain juga menunjukkan bahwa minyak esensial oregano membantu menghambat pertumbuhan berlebihan dari bakteri Escherichia coli pada saluran pencernaan dan Pseudomonas aeruginosa sebagai penyebab penyakit pneumonia pada saluran pernapasan (3). Bahan aktif dalam oregano efektif dalam mengobati sakit gigi, hingga infeksi telinga yang disebabkan olehineksi patogen berbahaya (4).  Oregano juga diketahui efektif terhadap 23 spesies bakteri lainnya (5).

 

Pada kondisi infeksi parasit Blastocystis hominis yang menyebabkan distress pencernaan, suplementasi oregano sebesar 600 miligram selama 6 minggu berturut-turut terbukti menekan gejala ketidaknyamanan saluran pencernaan seperti mual, kembung, dan nyeri perut. Penelitian dilaksanakan kepada 11 orang partisipan yang terdiagnosa  positif terinfeksi parasit tersebut (6). 

 

3. Sebagai Antioksidan dan Anti-Inflamasi

Beberapa penelitian menyatakan bahwa oregano memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi (7, 8). Hal ini dikarenakan minyak atsiri oregano mengandung carvacrol dan thymol, dua jenis antioksidan yang dapat membantu mencegah kerusakan sel yang diakibatkan oleh radikal bebas (9).

 

Carvacrol juga terbukti memiliki sifat anti-inflamasi. Dalam sebuah penelitian menggunakan hewan coba tikus, carvacrol dapat mengurangi pembengkakan pada bagian kaki tikus hingga 57% (10). Sebuah studi lain juga menunjukkan bahwa campuran minyak esensial thyme dan oregano mampu mengurangi jumlah penanda inflamasi pada tikus dengan kondisi kolitis, atau peradangan pada usus (11).

 

4. Membantu Mengurangi Efek Samping Dari Obat-Obatan

Penggunaan obat-obatan jangka panjang seperti kemoterapi dan penggunaan suplemen zat besi berkepanjangan dikeatahui sering menimbulkan efek samping yang kurang menyenangkan. Minyak esensial oregano terbukti dapat membantu mengurangi efek samping dari penggunaan obat-obatan secara berkepanjangan tersebut. 

 

Sebuah penelitian dengan subyek tikus yang diterbitkan dalam International Journal of Clinical and Experimental Medicine menunjukkan bahwa kandungan fenol dalam minyak esensial oregano dapat membantu melindungi tikus dari toksisitas obat metotreksat (MTX). Obat ini merupakan jenis obat yang digunakan untuk mengobati berbagai penyakit seperti kanker dan rheumatoid arthritis dan diketahui memiliki efek samping yang berbahaya bagi tubuh (12).

 

Pada penggunaan suplemen zat besi yang biasa digunakan untuk mengatasi anemia, dapat memicu berbagai efek samping seperti diare, sembelit, mual dan muntah. Hal ini dapat terjadi karena pada penggunaan suplemen zat besi berkepanjangan dapat memicu pertumbuhan berlebihan dari bakteri dalam saluran pencernaan dan usus besar. Sebuah penelitian in vitro berhasil membuktikan bahwa senyawa carvacrol dalam minyak oregano efektif dalam menekan pertumbuhan bakteri Salmonella enterica serovar Typhimurium tanpa menggangu penyerapan zat besi oleh usus besar (13). 

 

5. Menyembuhkan Penyakit Kaki Atlet

Penyakit kaki atlet (athlete’s foot) adalah salah satu infeksi pada kulit bagian kaki yang disebabkan oleh infeksi jamur. Kondisi ini juga umum dikenal sebagai kutu air. Sebuah penelitian menemukan fakta bahwa kombinasi dari terapi panas, penggunaan garam serta minyak esensial memiliki efek penghambatan terhadap miselia T. rubrum dan konidia T. mentagrophytes, bakteri penyebab infeksi jamur pada Athlete’s Foot. Para peneliti menyimpulkan kombinasi tersebut efektif untuk mengobati tinea pedis atau jamur kaki (14). 

 

Sebuah penelitian melaksanakan pengujian aktivitas fungisida dari 11 jenis minyak esensial terhadap bakteri penyebab Athlete’s Foot, minyak oregano dikatakan merupakan ramuan yang paling efektif dan kuat dalam menyembuhkan infeksi jamur, kemudian diikuti oleh minyak thyme, kulit kayu manis, serai dan cengkeh (15).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Daun tanaman oregano

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis rekomendasi penggunaan minyak oregano untuk suplementasi oral adalah 600 mg per hari. 

 

Untuk membuat teh, rendam 15 gram daun oregano kering dalam 250 ml air selama lima hingga 10 menit hingga 24 jam (dapat dilakukan lebih lama untuk membuat rendaman herbal yang lebih kuat). 

 

2 hingga 4 tetes minyak esensial oregano juga dapat dioleskan langsung pada lokasi yang terinfeksi jamur, namun sangat penting untuk mencampur dengan minyak kelapa atau minyak jojoba untuk mengurangi reaksi iritasi. 

 

Minyak oregano juga dapat dikonsumsi langsung (2 – 4 tetes), sebaiknya dikonsumsi bersama dengan minyak zaitun untuk menghindari rasa terbakar pada kerongkongan. 

 

 

Interaksi Sinergi

 

Sayur dan buah: Kombinasi oregano dengan sayuran dan buah-buahan dalam masakan seperti salad dapat meningkatkan kadar antioksidan dan membantu meningkatkan kesehatan.

 

Minyak kelapa atau minyak jojoba: Mengkombinasikan kedua jenis minyak ini dengan minyak oregano dapat membantu mengurangi risiko iritasi pada kulit serta menjaga kesehatan kulit. Aplikasikan pada area kulit yang diinginkan.

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil atau menyusui: Oregano tidak aman diminum selama masa kehamilan atau menyusui. Ada kekhawatiran bahwa oregano dalam jumlah yang lebih besar dari jumlah makanan dapat menyebabkan keguguran. 

 

Penderita gangguan pendarahan: Oregano dapat meningkatkan risiko perdarahan pada orang dengan gangguan pendarahan.

 

Alergi: Oregano dapat menyebabkan reaksi pada orang yang alergi terhadap tanaman keluarga Lamiaceae, termasuk kemangi, hisop, lavender, marjoram, mint, dan sage.

 

Pasien diabetes: Oregano dapat menurunkan kadar gula darah. Penderita diabetes harus menggunakan oregano dengan hati-hati.

 

Pasien pra-operasi: Oregano dapat meningkatkan risiko pendarahan. Orang yang menggunakan oregano harus berhenti mengkonsumsi rempah ini 2 minggu sebelum operasi.

 

Bagi Anda yang sedang mengkonsumsi obat litium, disarankan untuk berhati-hati dalam suplementasi oregano karena dapat meningkatkan efek samping serius. Konsumsi keduanya memerlukan pengawasan dokter.

 

 

Efek Samping

 

Oregano aman digunakan bila digunakan dalam dosis yang sesuai, baik dikonsumsi secara oral maupun diaplikasikan ke kulit. Adapun efek samping ringan seperti sakit perut mungkin terjadi. Oregano juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada orang yang memiliki alergi terhadap tanaman dalam keluarga Lamiaceae.

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). Origanum vulgare.  Examine. Diakses dari pada 18 Juni 2019.

Axe, Josh. (2018). Oregano oil benefits for infections, fungus & even the common cold. Dr Axe. Diakses pada 18 Juni 2019.

Link, Rachael. (2017). 6 Science-based health benefits of oregano. Healthline. Diakses pada 18 Juni 2019.

WebMD. (2018). Oregano. WebMD. Diakses pada 18 Juni 2019.

Chedid V, Dhalla S, et al. Herbal therapy is equivalent to rifaximin for the treatment of small intestinal bacterial overgrowth. Glob Adv Health Med. (2014). 

Hersh AL, Kronman MP. Inappropriate antibiotic prescribing: Wind at our backs or flapping in the breeze?.  Pediatrics. (2017).

Sienkiewicz M, Wasiela M, Głowacka A. The antibacterial activity of oregano essential oil (origanum heracleoticum L.) against clinical strains of escherichia coli and pseudomonas aeruginosa. Med Dosw Mikrobiol. (2012).

Kristinsson KG, Magnusdottir AB, Petersen H, Hermansson A. Effective treatment of experimental acute otitis media by application of volatile fluids into the ear canal. J Infect Dis. (2005).

Saeed S, Tariq P. Antibacterial activity of oregano (Origanum vulgare Linn.) against gram positive bacteria. Pak J Pharm Sci. (2009).

Force M, Sparks WS, Ronzio RA. Inhibition of enteric parasites by emulsified oil of oregano in vivo. Phytother Res. (2000). O

lmedo R, Nepote V, Grosso NR. Antioxidant activity of fractions from oregano essential oils obtained by molecular distillation. Food Chem. (2014).

Lagouri V, Boskou D. Nutrient antioxidants in oregano. Int J Food Sci Nutr. (1996).

Terenina MB, Misharina TA, Krikunova NI, Alinkina ES, Fatkulina LD, Vorob’eva AK. Oregano essential oil as an inhibitor of higher fatty acid oxidation. Prikl Biokhim Mikrobiol. (2011).

Silva FV, Guimarães AG, Silva ER, et al. Anti-inflammatory and anti-ulcer activities of carvacrol, a monoterpene present in the essential oil of oregano. J Med Food. (2012).

Bukovská A, Čikoš S, et al. Effects of a combination of thyme and oregano essential oils on tnbs-induced colitis in mice. Mediators of Inflammation. (2007).

Türkcü G, Alabalık U, et al. Protective effects of carvacrol and pomegranate against methotrexate-induced intestinal damage in rats. Int J Clin Exp Med. (2015).

Kortman GAM, Roelofs RWHM, et al. Iron-induced virulence of salmonella enterica serovar typhimurium at the intestinal epithelial interface can be suppressed by carvacrol. Antimicrob Agents Cemother. (2014).

Inouye S, Uchida K, Nishiyama Y, Hasumi Y, Yamaguchi H, Abe S. Combined effect of heat, essential oils and salt on fungicidal activity against Trichophyton mentagrophytes in a foot bath. Nihon Ishinkin Gakkai Zasshi. (2007).


Tags: , , ,