fbpx
LOGO

Pilihan Pemanis Alami Pengganti Gula yang Patut Kamu Coba

July 27, 2020
IMG

Penggunaan pemanis buatan sebagai pengganti gula diliputi dengan berbagai pro dan kontra, terutama mengenai efeknya pada kesehatan. Sebagai pilihan lain, Anda dapat menggunakan pemanis alami.

 

Pemanis alami merupakan alternatif yang sehat dan lezat untuk mengganti gula rafinasi (gula mentah yang melalui proses pemurnian), sirup jagung fruktosa tinggi, dan pemanis buatan. Pemanis alami memiliki kandungan rendah kalori, berasal dari gula berjenis fruktosa serta memiliki rasa yang sangat manis.

 

Menurut sebuah penelitian dalam Journal of American Dietetic Association, menggunakan pemanis alami seperti gula hitam organik (molase blackstrap), sirup maple dan madu dapat meningkatkan asupan antioksidan dalam tubuh manusia, setara dengan antioksidan yang dihasilkan dari konsumsi buah dan kacang-kacangan (1).

 

 

Kegunaan Pemanis Alami

 

Pemanis alami dapat digunakan baik pada masakan rumah tangga maupun makanan olahan. Pemanis alami seringkali disebut sebagai gula tambahan karena dapat ditambahkan ke dalam suatu hidangan. 

 

Pemanis alami tampak lebih sehat daripada gula, tetapi kandungan vitamin dan mineral pada keduanya tidak jauh berbeda. Misalnya, madu dan gula memiliki kandungan nutrisi yang sama, dan tubuh akan memproses keduanya menjadi glukosa dan fruktosa.

 

Beberapa pemanis alami, seperti puree pisang dan pasta kurma, memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa, seperti menjaga kestabilan tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol dan menurunkan risiko penyakit jantung. Pemanis alami dari buah juga mengandung nutrisi yang dapat meningkatkan kesehatan ibu hamil dan janin (2).

 

 

Perbedaan Pemanis Alami Natural dan Artifisial (Buatan)

 

Pemanis pengganti dibedakan menjadi pemanis alami dan pemanis artifisial atau buatan. Pemanis alami berasal dari zat alami seperti buah dan rempah-rempahan, sedangkan pemanis buatan merupakan jenis pemanis yang bahan bakunya dihasilkan melalui proses kimiawi.

 

Pemanis buatan juga disebut sebagai pemanis intens karena memiliki rasa yang jauh lebih manis dibandingkan dengan gula. Contoh pemanis buatan yang umum dijumpai yaitu aspartam, sakarin, sukralosa, dan siklamat. 

 

 

Jenis-Jenis Pemanis Alami

 

Berikut adalah beberapa rekomendasi pemanis alami yang aman dan sehat untuk dikonsumsi:

 

 

 

Stevia

Stevia adalah pemanis alami yang diekstrak dari daun tanaman Stevia rebaudiana. Pemanis alami ini tidak mengandung kalori. Bahkan stevia dapat menurunkan gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin pada penderita diabetes. American Diabetes Association juga memasukkan stevia ke dalam daftar rekomendasi gula pengganti untuk penderita diabetes.

 

Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa stevia dapat menurunkan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi (tekanan darah tinggi), mengurangi oksidasi kolesterol jahat (LDL – Low Density Lipoprotein), sehingga juga menurunkan penumpukan plak di dalam pembuluh arteri. Disamping itu, stevia juga baik dikonsumsi ketika Anda sedang melakukan diet keto (diet rendah karbohidrat) (3, 4, 5).

 

Xylitol

Xylitol merupakan gula alkohol dengan rasa manis yang mirip dengan gula. Didalam xylitol terkandung 2,4 kalori per gram, atau sekitar dua pertiga dari nilai kalori gula secara umum. 

 

Beberapa penelitian menyatakan bahwa xylitol mampu menurunkan risiko gigi berlubang dan kerusakan gigi, serta tidak mempengaruhi kadar gula darah atau insulin. Hal inilah yang menyebabkan xylitol umum ditemui pada kandungan permen karet untuk mencegah gigi berlubang. Dalam penelitian pada model hewan, xylitol juga terbukti memiliki efek mencegah osteoporosis (6, 7, 8).

 

Adapun hal yang perlu diwaspadai adalah karena xylitol merupakan jenis gula alkohol, sehingga penggunaannya harus dibatasi. Konsumsi dalam dosis tinggi dapat menyebabkan peningkatan asam lambung dan akan menyebabkan kerusakan hati.

 

Jika Anda memiliki hewan peliharaan anjing, sebaiknya simpan xylitol di tempat yang aman. Xylitol dapat menjadi sangat beracun terutama jika tertelan oleh anjing (9).

 

Erythritol 

Erythritol adalah gula alkohol yang memiliki rasa sangat manis namun tetap rendah kalori (0,24 kalori per gram, atau sekitar 6% kalori dalam jumlah gula yang presentase rasa manisnya mencapai 70%). Pemanis alami ini dapat ditemukan dalam buah anggur, pir, semangka, dan makanan fermentasi seperti kecap.

 

Penelitian mengenai manfaat erythritol terhadap kesehatan masih terbatas, namun studi menunjukkan bahwa erythritol sangat aman untuk dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Konsumsi terlalu banyak erythritol dalam satu waktu dapat menimbulkan berbagai masalah pencernaan termasuk mual, borborygmi (suara perut yang dihasilkan akibat gas pada saluran pencernaan), dan nefrotoksisitas atau disfungsi ginjal akibat obat-obatan (10, 11, 12).

 

Sirup Yacon

Pemanis alami selanjutnya adalah sirup yacon, yakni pemanis yang berasal dari ekstrak tanaman yacon, yang dibudidayakan di daerah Andes, Amerika Selatan. Sirup yacon memiliki kandungan tinggi fruktooligosakarida yang merupakan sumber makanan bagi bakteri baik di dalam usus. Kadar serat yang tinggi pada sirup yacon juga terbukti dapat membantu melawan sembelit dan menurunkan berat badan (13, 14, 15). 

 

 

Selain empat jenis diatas, pemanis alami yang diakui Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) sebagai pengganti gula yang aman adalah madu, kurma, puree pisang, gula kelapa, gula hitam organik, sirup maple, sirup beras, dan balsamic glaze.

 

Jika saat ini Anda masih menggunakan gula meja (rafinasi) dalam masakan Anda, cobalah beralih pada pemanis berbahan dasar gula alami seperti madu dan tetap dalam jumlah konsumsi wajar. Pemanis alami tidak mengandung fruktosa dalam jumlah banyak, karena jenis gula fruktosa lebih cepat dimetabolisme oleh hati.

 

Meski demikian, Anda harus tetap berhati-hati jika menggunakan pemanis alami dalam jumlah besar karena tetap dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti gigi berlubang, peningkatan berat badan yang berlebih, peningkatan trigliserida darah, bahkan di dalam madu juga terkandung spora bakteri Botulism yang sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh bayi berusia di bawah 1 tahun.

 

Sejumlah kecil pemanis alami ini tidak berbahaya terutama jika saat ini Anda sedang menjalani program diet khusus. 

 

 

Referensi :

Gunnars, Kris. (2018). 4 Natural sweeteners that are good for your health. Healthline. Diakses pada 23 Agustus 2019.

Mayo Clinic. (2018). Artificial sweeteners and other sugar substitutes. Mayo Clinic. Diakses pada 23 Agustus 2019.

Axe, Josh. (2019). 11 Best sugar substitutes (the healthiest natural sweeteners). Dr Axe. Diakses pada 23 Agustus 2019. 

Phillips KM, Carlsen MH, Blomhoff R. Total antioxidant content of alternatives to refined sugar. J Am Diet Assoc. (2009). 

ChooseMyPlate. (2018). Nutrients and health benefit. US Department of Agriculture. Diakses pada 23 Agustus 2019.

Hsieh MH, Chan P, Sue YM, et al. Efficacy and tolerability of oral stevioside in patients with mild essential hypertension: A two-year, randomized, placebo-controlled study. Clinical Therapeutics. (2003).

Gregersen S, Jeppesen PB, Holst JJ, Hermansen K. Antihyperglycemic effects of stevioside in type 2 diabetic subjects. Metabolism. (2004). 

Geeraert B, Crombé F, Hulsmans M, Benhabilès N, Geuns JM, Holvoet P. Stevioside inhibits atherosclerosis by improving insulin signaling and antioxidant defense in obese insulin-resistant mice. Int J Obes (Lond). (2010). 

Maguire A, Rugg-Gunn AJ. Xylitol and caries prevention–is it a magic bullet?. Br Dent J. (2003). 

Salminen S, Salminen E, Marks V. The effects of xylitol on the secretion of insulin and gastric inhibitory polypeptide in man and rats. Diabetologia. (1982). 

Sato H, Ide Y, Nasu M, Numabe Y. The effects of oral xylitol administration on bone density in rat femur. Odontology. (2011). 

Dunayer EK, Gwaltney-Brant SM. Acute hepatic failure and coagulopathy associated with xylitol ingestion in eight dogs. J Am Vet Med Assoc. (2006). 

Noda K, Nakayama K, Oku T. Serum glucose and insulin levels and erythritol balance after oral administration of erythritol in healthy subjects. Eur J Clin Nutr. (1994). 

Lina BA, Bos-Kuijpers MH, Til HP, Bär A. Chronic toxicity and carcinogenicity study of erythritol in rats. Regul Toxicol Pharmacol. (1996).

Storey D, Lee A, Bornet F, Brouns F. Gastrointestinal tolerance of erythritol and xylitol ingested in a liquid. Eur J Clin Nutr. (2007). 

Genta S, Cabrera W, Habib N, et al. Yacon syrup: beneficial effects on obesity and insulin resistance in humans. Clin Nutr. (2009). 

Coussement PA. Inulin and oligofructose: Safe intakes and legal status. J Nutr. (1999).

Geyer M, Manrique L, Degen L, Beglinger C. Effect of yacon (Smallanthus sonchifolius) on Colonic transit time in healthy volunteers. Digestion. (2008). 


Tags: ,