fbpx
LOGO

Penyebab dan Pemicu Migrain yang Umum Terjadi

August 23, 2020
IMG

Migrain adalah penyakit dengan gejala utama sakit kepala, sehingga banyak orang yang sulit membedakan antara sakit kepala biasa, sakit kepala sebelah (cluster headache), dan sakit kepala akibat olahraga (exercise headache). Selain sakit kepala, migrain juga ditandai dengan rasa nyeri parah seperti dihantam batu di belakang mata yang berlangsung secara konsisten dan intens.

 

Tak jarang sakit kepala migrain hanya dialami pada sebelah kepala, tetapi yang membedakan dengan sakit kepala lain adalah migrain disebabkan oleh gangguan neurologis turunan akibat ketahanan yang lebih rendah terhadap adanya rangsangan penyebab migrain. Penderita migrain juga biasanya mengalami mual, muntah, atau sensitivitas terhadap suara bising dan cahaya.

 

 

Penyebab Migrain

 

Penelitian menemukan tiga penyebab utama terjadinya sakit kepala migrain. Penyebab ini saling berhubungan dan berkontribusi terhadap penyebab lainnya.

 

Peradangan mempengaruhi tingkat endokrin dan neurotransmiter yang berakhir dengan memodulasi peradangan. Berbagai hormon yang terkait dalam proses terjadinya migrain juga dapat mempengaruhi peningkatan atau penurunan hormon lain. 

 

1. Peradangan atau Inflamasi

Peradangan merupakan respon kekebalan tubuh yang normal bila berhadapan dengan cedera. Namun tingkat peradangan kronis atau berkepanjangan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah migrain. 

 

Ketika terjadi respon inflamasi, saraf trigeminal (salah satu saraf wajah yang menjadi jalur utama rasa nyeri) akan memediasi rasa nyeri, melepaskan peptida terkait gen kalsitonin (CGRP-Calcitonin Gene Related Peptide).

 

Selama beberapa serangan migrain, ditemukan peningkatan konsentrasi CGRP pada saliva (air liur) dan plasma darah yang diambil dari vena jugularis eksternal, vena yang mengalirkan darah pada wajah dan kulit kepala. Pemberian suntikan alfa-CGRP secara intravena juga menyebabkan sakit kepala pada individu yang rentan terhadap migrain (1).

 

Penderita migrain juga diduga memiliki jaringan arteri yang tidak lengkap sehingga tidak dapat memasok cukup darah ke otak dibandingkan dengan orang sehat. Perbedaan struktural ini dapat menyebabkan sakit kepala migrain sering terjadi. 

 

2. Disregulasi Endokrin

Disregulasi atau ketidakseimbangan sistem endokrin mengarah kepada ketidakseimbangan beberapa hormon termasuk kortisol dan estrogen yang berperan dalam mengatur sistem vaskular atau pembuluh darah. Kedua hormon tersebut juga bertanggung jawab atas proses vasokonstriksi (penyempitan) dan vasodilatasi (pelebaran) pada pembuluh darah dalam proses sirkulasi darah dari ataupun menuju jantung.

 

Ketika pensinyalan hormon terlalu sedikit, terlalu banyak, atau dilakukan tidak pada waktunya, vasodilatasi atau vasokonstriksi akan terjadi secara berlebihan. Kondisi vasodilatasi berlebihan inilah yang kemudian dapat memicu timbulnya migrain.

 

Substansi P dan perseptor nyeri juga kemungkinan berperan dalam menimbulkan peradangan dalam sistem persarafan otak. Subtansi P dilepaskan bersama dengan glutamat, sehingga jika terlalu banyak glutamat yang diproduksi maka dapat menimbulkan pula peningkatan pada perseptor nyeri. Subtansi P juga menyebabkan peradangan neurogenik. 

 

3. Disregulasi Neurotransmiter

Glutamat, aspartat, serotonin, asetilkolin, dan GABA (gamma-Amino butyric Acid) merupakan neurotransmiter atau senyawa organik yang membawa sinyal antar neuron serta sangat berperan dalam proses vasodilatasi dan vasokonstriksi pada pembuluh darah. Glutamat dan GABA diketahui menyebabkan vasodilatasi, sementara kekurangan serotonin dan asetilkolin juga menyebabkan vasodilatasi.

 

 

Apa Pemicu Sakit Kepala Migrain?

 

Anda dapat terkena migrain jenis vasodilatasi jika:

 

• Berada pada kondisi lingkungan dengan suhu yang tinggi/kepanasan

 

Melakukan seks dan masturbasi 

 

Selama atau pasca berolahraga 

 

• Mengalami infeksi atau penyakit lainnya

 

• Mengalami luka

 

• Mengonsumsi berbagai makanan atau bahan kimia yang memicu alergi (gluten, kasein, dll)

 

Hipoglikemia/gula darah rendah

 

Tekanan darah rendah

 

• Terlalu banyak konsumsi MSG (Monosodium glutamate)

 

• Ketika terjadi hot flushes atau serangan panas pada wanita peri-menopause (dalam masa menopause), hal ini terkait dengan peran estrogen yang dapat menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah

 

• Pasca menstruasi (terutama ketika terjadi lonjakan estrogen pada 11-13 hari setelah menstruasi)

 

• Olahraga, cedera, dan intoleransi makanan juga dapat menyebabkan peradangan, yang mengarah pada vasodilatasi pembuluh darah sehingga dapat mengakibatkan migrain

 

 

 

Referensi :

Cohen, Joe. (2019). The 3 main biological causes of migraines (vascular). Self Hacked. Diakses pada 28 Agustus 2019.

Benoliel R, Wilensky A, Tal M, Eliav E. Application of a pro-inflammatory agent to the orbital portion of the rat infraorbital nerve induces changes indicative of ongoing trigeminal pain. Pain. (2002).