fbpx
LOGO

Pilihan Alternatif Tepung Bebas Gluten yang Wajib Dicoba

October 11, 2020
IMG

Tepung putih dan tepung terigu/gandum umum digunakan untuk membuat hidangan seperti kue, mi, roti, pasta, dan hidangan lainnya. Namun, penggunaannya dihindari bagi para peserta diet, terutama diet bebas gluten.

 

Kedua tepung tersebut mengandung gluten yang dapat memperparah kondisi alergi gluten, menyebabkan masalah pencernaan, serta beberapa efek samping kesehatan lainnya.

 

Tapi Anda tidak perlu khawatir karena terdapat beberapa tepung alami pengganti tepung putih dan terigu. Tepung ini tentunya bebas gluten dan memiliki manfaat unik serta nilai gizi.

 

1. Tepung beras merah

Beras merah memiliki kandungan yang lebih baik daripada beras putih, begitupula dalam hal tepung.

 

Menurut The World’s Healthiest Foods, proses penggilingan dan pemolesan lengkap beras merah menjadi beras putih menghancurkan 67% vitamin B3, 80% vitamin B1, 90% vitamin B6, setengah mangan, setengah fosfor, 60% besi , dan serat makanan dan asam lemak esensial pada beras (1).

 

2. Tepung tapioka

Tapioka biasanya digunakan sebagai zat pengental dalam beberapa resep hidangan. Meskipun tidak mengandung banyak nutrisi, tapioka merupakan pilihan rendah kalori dan bebas gula.

 

Seperempat cangkir tepung tapioka mengandung 100 kalori, 26 gram karbohidrat dan hampir tidak terdapat kandungan gula, lemak atau protein..

 

3. Tepung singkong (kasava)

Tepung singkong atau tepung kasava dibuat dengan cara memarut dan mengeringkan akar singkong (juga dikenal sebagai yuca).

 

Satu cangkir singkong mentah mengandung 71 % dari nilai vitamin C harian Anda, yang mampu membuat kulit menjadi sehat, melawan kerusakan akibat radikal bebas, serta meningkatkan kesehatan gigi dan gusi (2).

 

Tepung singkong juga rendah kalori, lemak, dan gula. Tepung singkong juga lebih baik daripada tepung tapioka, karena mengandung lebih banyak vitamin C dan kurang diproses secara keseluruhan.

 

4. Tepung oat

Tepung oat memiliki keunggulan yang lebih dari tepung gandum, mulai dari manfaat hingga kandungan nutrisinya. Selain itu, tepung oat lebih mudah dicerna dan bebas gluten.

 

Oat juga membantu menurunkan kolesterol, sumber serat, meningkatkan rasa kenyang, meningkatkan kekebalan tubuh dan banyak lagi (3).

 

5. Tepung kelapa

Tepung kelapa mengandung lemak sehat dan kaya serat, sehingga sangat cocok digunakan jika Anda sedang menjalani diet paleo atau vegan untuk membantu penurunan berat badan dengan cepat. 

 

Manfaat kesehatan tepung kelapa diantaranya mendukung proses metabolisme, menstabilkan kadar gula darah, menurunkan dampak glikemik keseluruhan dari makanan, menjaga kesehatan jantung, serta menurunkan kadar kolesterol (4).

 

6. Tepung buncis

Tepung buncis (tepung chikpea/ tepung gram/ tepung garbanzo/ besan) mengandung kadar serat yang tinggi untuk membantu pencernaan dan mendorong penurunan berat badan.

 

Rasio magnesium dan kalsiumnya yang ideal memberi energi pada vitamin B dan manfaat khusus untuk wanita hamil karena mengandung banyak folat (5).

 

 

 

Selain keenam jenis tadi, Anda juga dapat menggunakan tepung kecambah jagung, tepung almond, tepung amaranth, tepung sorgum, tepung soba, dan tepung teff. Untuk lebih esktremnya Anda bisa menggunakan tepung jangkrik.

 

Menggunakan tepung bebas gluten yang dijual bebas juga dapat dijadikan opsi lain. Namun, tepung tersebut tidak memiliki manfaat kesehatan sebanyak tepung bebas gluten yang telah disebutkan di atas.

 

Alasan lainnya karena tepung bebas gluten yang dijual bebas mengandung tepung kentang. Kentang merupakan sayuran nightshade yang memang bermanfaat, tapi bagi beberapa orang dapat bertindak seperti gandum atau susu dan memicu reaksi kebal. 

 

 

Referensi

Axe J. (2018). The best gluten-free flours. Dr Axe. Diakses pada 10 Oktober 2019.

WHFoods. (2019). Brown rice. WHFoods. Diakses pada 10 Oktober 2019.

Nutrition Data. (2018). Cassava, raw nutrition facts & calories. Nutrition Data. Diakses pada 10 Oktober 2019. 

Keenan JM, Pins JJ, Frazel C, Moran A, Turnquist L. Oat ingestion reduces systolic and diastolic blood pressure in patients with mild or borderline hypertension: A pilot trial. J Fam Pract. (2002).

Amarasiri WA, Dissanayake AS. Coconut fats. Ceylon Med J. (2006).

Manning F, Shirley AA, et al. Folate fortification for the prevention of birth defects: Case study. American Journal of Epidemiology. (2001).