fbpx
LOGO

Quercetin, Senyawa Dibalik Manfaat Super Buah dan Sayur

August 7, 2020
IMG

Qurcetin adalah senyawa alami yang menjadikan berbagai buah, sayur, serta biji-bijian dijuluki superfood atau makanan super. Quercetin merupakan jenis bioflavonoid yang paling banyak diteliti.

 

Kandungan antioksidan dalam quercetin terbukti dapat membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan, termasuk meningkatkan kesehatan jantung, mengurangi peradangan dan gejala alergi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengatasi tekanan darah, serta mengatasi gejala yang berkaitan dengan gangguan autoimun seperti arthritis atau radang sendi

 

 

Manfaat

 

1. Menurunkan Peradangan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa quercetin dapat membantu mengurangi peradangan. Pada sebuah penelitian tingkat sel, quercetin terbukti mampu mengurangi tanda peradangan pada sel adiposit manusia yang mengidap obesitas dan diabetes, termasuk menurunkan molekul tumor necrosis factor alpha (TNFα) dan interleukin-6 (IL-6).

 

Bahkan ketika dikombinasikan dengan trans-resveratrol (polifenol dari ekstrak buah anggur) secara bersamaan menurunkan konsentrasi dan transkripsi protein yang mengganggu proses pengikatan gula darah oleh insulin dan mengakibatkan resistensi insulin (1, 2).

 

Penelitian lain selama 8 minggu melibatkan 50 orang wanita dengan rheumatoid arthritis atau radang sendi akibat gangguan autoimun. Peneliti mengamati bahwa partisipan yang mengonsumsi 500 mg quercetin setiap harinya mengalami penurunan kekakuan sendi, nyeri pagi hari, dan nyeri setelah aktivitas secara signifikan. Mereka juga mengalami penurunan penanda inflamasi yang lebih efektif, dibandingkan dengan kelompok penerima plasebo (3).

 

2. Membantu Meningkatkan Daya Tahan 

Mengonsumsi quercetin bersama dengan suplemen yang bertujuan meningkatkan performa atletik diyakini membantu meningkatkan kinerja dan daya tahan atletik. Para peneliti dari School of Applied Physiology di Georgia Institute of Technology menemukan bahwa suplementasi quercetin dengan dosis 1000 mg dapat mempertahankan kapasitas energi dan kinerja dalam jenis olahraga ketahanan dan aerobik (4).

 

Hal tersebut diduga karena adanya peningkatan aktivitas antioksidan, sehingga quercetin dapat meningkatkan kinerja fisik dengan meningkatkan kesehatan dan sirkulasi pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi kepada otot dan jaringan sendi.

 

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa mengonsumsi quercetin dapat membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan mencegah terhadap penyakit yang dapat terjadi ketika seseorang berlatih secara intens. Quercetin juga mencegah terjadinya kelelahan dan menurunkan risiko infeksi pernafasan, serta memperbaiki siklus tidur melalui aktivasi reseptor GABA (Gamma-Amynobutiric Acid)  di otak (5). 

 

3. Melindungi Kesehatan Hati

Sebuah penelitian dari Institut Pengembangan Tanaman Obat-obatan di Peking Union Medical College’s Chinese Academy of Medical Sciences menemukan bahwa quercetin memiliki efek perlindungan pada tikus yang mengalami cedera hati akut akibat overdosis alkohol.

 

Pada penelitian tersebut, pemberian quercetin selama 14 hari menunjukkan efek hepatoprotektif pada cedera hati yang disebabkan oleh alkohol dengan meningkatkan aktivitas enzim metabolisme etanol (gluthathion dan IL-10), meningkatkan aktivitas sistem antioksidan terhadap stres oksidatif, serta menurunkan ekspresi sitokin proinflamasi  (penanda peradangan) (6).

 

Penelitian lebih lanjut yang diterbitkan dalam Journal of Experimental and Therapeutic Medicine juga mengkonfirmasi efek positif quercetin pada tikus yang mengalami kerusakan hati akibat induksi alkohol. Pemberian quercetin terbukti menunjukkan peran proteksi dengan menekan ekspresi protein B-cell lymphoma sebagai sel pencetus kanker non-hodgkin paling ganas pada liver, serta meningkatkan transkripsi STAT 3 phosphorylation menjadi NF-kB (nuclear factor-kappaB) sebagai protein penguat sistem imun dalam menghadapi peradangan akibat toksisitas alkohol (7).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Beberapa sumber makanan yang kaya akan kandungan quercetin antara lain: 

Bawang merah 

Tomat

Kubis-kubisan, seperti brokoli, kol, dan kecambah

Sayuran hijau, seperti bayam dan kangkung

Apel

Anggur

Paprika

Biji cokelat

Minyak zaitun

Teh hitam dan hijau

Kacang / kacang polong

Ceri dan beri hitam (blueberry, bilberry, blackberry, dan lainnya)

Berbagai herbal termasuk sage, elderberry, St. John’s Wort, dan ginkgo biloba

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis tipikal berkisar antara 12.5 hingga 25 mg per Kg berat badan, atau setara dengan 1.136-2.273 mg per hari.

 

Sangat direkomendasikan untuk mengonsumsi quercetin bersama dengan bioflavonoid jenis lain untuk meningkatkan sinergisitas dan manfaat kesehatan bagi tubuh.

 

 

Interaksi Sinergi

 

• Suplemen flavonoid lainnya, seperti resveratrol, genistein, dan katekin: Ketika dikombinasikan secara bersamaan mampu meningkatkan aktivasi AMPK (Adenosin Monofosfat Protein Kinase) di dalam sel yang bertanggung jawab dalam peningkatan metabolisme lemak serta meningkatkan ketersediaan hayati (bakteri baik atau probiotik) dalam usus.

 

Teh hijau: Kombinasi bersama quercetin dapat meningkatkan daya serap katekin teh hijau ke dalam tubuh yang sangat bermanfaat bagi probiotik (sebagai makanan bagi bakteri baik dalam usus).

 

• Apigenin: Kombinasi dengan quercetin dapat menghambat transkripsi aromatase (enzim yang berperan dalam memproduksi estrogen) dan mencegah terjadinya kelebihan hormon pada pria yang sering menyebabkan gynecomastia (pembesaran payudara pria).

 

Yerba Mate: Kandungan saponin dalam yerba mate dapat bersinergi dengan quercetin menekan peradangan melalui jalur mediator nitrit oksida dan prostaglandin E2.

 

 

Efek Samping

 

Sakit kepala

Kesemutan

• Flushing (gejala memerah pada leher dan wajah akibat percepatan aliran darah kapiler dekar kulit)

Berkeringat

Mual

Muntah

Sulit bernapas

Nyeri di tempat penusukan (bila quercetin diberikan melalui injeksi atau intravena)

Kerusakan ginjal

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil dan menyusui

Gangguan ginjal

 

Hindari mengombinasikan quercetin dengan jenis obat-obatan antibiotik (quinolone), kemoterapi, obat pengencer darah, dan obat-obatan yang dimetabolisme oleh hati.

 

 

Referensi

Patel, Kamal. (2014). Quercetin. Examine. Diakses pada 10 Juli 2019.

Levy, Jillian. (2018). Quercetin: 8 proven benefits of this antioxidant (#1 is incredible). Dr Axe. Diakses pada 10 Juli 2019.

Raman, Ryan. (2019). What is quercetin? benefits, foods, dosage, and side effects. Healthline. Diakses pada 10 Juli 2019.

WebMD. (2018). Quercetin. WebMD. Diakses pada 10 Juli 2019.

Chuang CC, Martinez K, Xie G, et al. Quercetin is equally or more effective than resveratrol in attenuating tumor necrosis factor-{alpha}-mediated inflammation and insulin resistance in primary human adipocytes. Am J Clin Nutr. (2010). 

Leyva-López N, Gutierrez-Grijalva EP, Ambriz-Perez DL, Heredia JB. Flavonoids as cytokine modulators: A possible therapy for inflammation-related diseases. Int J Mol Sci. (2016).

Javadi F, Ahmadzadeh A, Eghtesadi S, et al. The effect of quercetin on inflammatory factors and clinical symptoms in women with rheumatoid arthritis: A double-blind, randomized controlled trial. J Am Coll Nutr. (2017). 

Kressler J, Millard-Stafford M, Warren GL. Quercetin and endurance exercise capacity: a systematic review and meta-analysis [published correction appears in Med Sci Sports Exerc. 2012 Mar;44(3):558-9]. Med Sci Sports Exerc. (2011). 

Kambe D, Kotani M, Yoshimoto M, Kaku S, Chaki S, Honda K. Effects of quercetin on the sleep-wake cycle in rats: Involvement of gamma-aminobutyric acid receptor type A in regulation of rapid eye movement sleep. Brain Res. (2010). 

Chen X. Protective effects of quercetin on liver injury induced by ethanol. Pharmacogn Mag. (2010). 

Zhu M, Zhou X, Zhao J. Quercetin prevents alcohol-induced liver injury through targeting of PI3K/Akt/nuclear factor-κB and STAT3 signaling pathway. Exp Ther Med. (2017).


Tags: , , , , , ,