fbpx
LOGO

Risiko Mengonsumsi Xanthan Gum dan Alternatif Penggantinya

August 31, 2020
IMG

Xanthan gum adalah zat tambahan makanan yang terbuat dari gula yang difermentasi oleh bakteri Xanthomonas campestris. Xanthan gum berupa serat larut dan biasanya digunakan untuk mengentalkan atau menstabilkan makanan. 

 

Satu sendok makan (12 gram) xanthan gum mempunyai komposisi  35 kalori, 8 gram karbohidrat, dan 8 gram serat. Selain ditambahkan ke dalam produk makanan, xanthan gum juga sering digunakan pada kosmetik, medis, dan produk industri.

 

Karena merupakan pengemulsi alami yang efektif, xanthan gum dianggap sebagai zat tambahan yang tidak berbahaya pada air asin, pengeboran, dan cairan rekah.

 

 

Manfaat Xanthan Gum

 

Beberapa penelitian terkait xanthan gum mengungkapkan bahwa mengonsumsi xanthan gum hanya dalam jumlah yang sedikit memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan.

 

Menurut penelitian yang ditebitkan pada tahun 2009 dalam jurnal International Immunopharmacology, pemberian xanthan gum secara oral pada tikus yang mempunyai tumor terbukti dapat memperlambat pertumbuhan tumor dan mempunyai efek anti tumor atau anti kanker (1).

 

Pengental berbasis xanthan gum juga ditemukan dapat membantu pasien disfagia untuk menelan. Disfagia adalah suatu kondisi di mana orang mengalami kesulitan menelan makanan atau cairan yang disertai dengan rasa nyeri disebabkan oleh beberapa kondisi seperti adanya sumbatan pada tenggorokan atau kerongkongan, gangguan otot, gangguan saraf serta kelainan bawaan (kongenital) (2).

 

Konsumsi xanthan gum dalam jumlah besar juga diketahui dapat menurunkan kadar gula darah dengan memperlambat proses mencerna dan mempercepat gula masuk ke dalam aliran darah (3). Manfaat kesehatan xanthan gum lainnya adalah menurunkan kolesterol dan berat badan (4, 5).

 

 

Apakah Xanthan Gum Aman?

 

Dalam komunitas ilmiah, xanthan gum aman dikonsumsi hingga 15 gram per hari. Menurut penelitian tahun 1973 yang diterbitkan dalam Toxicology and Applied Pharmacology yang menyebutkan  bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pertumbuhan, kelangsungan hidup, nilai hematologi, berat organ atau insiden tumor pada anjing yang diberi makan xanthan gum hingga 1,0 g / kg berat badan setiap hari selama dua tahun.

 

Akan tetapi, menurut artikel yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition, konsumsi xanthan gum dalam dosis 15gram per hari dapat meningkatkan pengeluaran feses, frekuensi buang air besar dan perut kembung. Sehingga, semakin banyak dosis xanthan gum, maka stimulasi pada perut akan semakin berlebihan.

 

Beberapa orang tidak boleh mengonsumsi xanthan gum seperti bayi prematur, orang dengan alergi ekstrem, orang dengan risiko kadar gula darah rendah dan pasien pra operasi.

 

 

5 Pilihan Pengganti Xanthan Gum

 

Xanthan gum dipasarkan sebagai alternatif nabati pengganti gluten sebagai bahan pengikat dalam memanggang. Ada beberapa pilihan alternatif pengganti xanthan gum yang dapat Anda coba, yaitu:

 

•  Psyllium Husk: Selain sebagai suplemen serat untuk diet, melarutkan serat psyllium dapat menjadi agar-agar dan menghasilkan efek lengket dalam air.

 

Biji Chia: Bekerja sangat mirip dengan psyllium. Ketika dicampurkan dengan air, maka biji chia akan membentuk zat seperti gel yang dapat meningkatkan struktur keseluruhan dari makanan yang dipanggang.

 

Biji Rami: Bubuk biji rami dapat bertindak sebagai zat pengikat yang efektif dan umum digunakan oleh tukang roti untuk menggantikan efek gluten lengket. 

 

Gelatin: Gelatin adalah alternatif pengental gluten dan xanthan yang luar biasa. Cukup tambahkan dengan air untuk menghasilkan campuran lengket yang sesuai dengan keinginan Anda.

 

Agar-agar: Cocok digunakan oleh pesertai diet vegan karena agar-agar disebut sebagai gelatin berbasis tanaman.

 

 

Referensi:

Edwards, Rebekah. (2019). What is xanthan gum? Is it healthy?. Dr Axe. Diakses pada 22 Agustus 2019.

Pullen, Caroline. (2017). Xanthan gum — is this food additive healthy or harmful?. Healthline. Diakses pada 22 Agustus 2019.

Takeuchi A, Kamiryou Y, Yamada H, et al. Oral administration of xanthan gum enhances antitumor activity through Toll-like receptor 4. Int Immunopharmacol. (2009). 

Rofes L, Arreola V, Mukherjee R, Swanson J, Clavé P. The effects of a xanthan gum-based thickener on the swallowing function of patients with dysphagia. Aliment Pharmacol Ther. (2014). 

Osilesi O, Trout DL, Glover EE, et al. Use of xanthan gum in dietary management of diabetes mellitus. Am J Clin Nutr. (1985).

Eastwood MA, Brydon WG, Anderson DM. The dietary effects of xanthan gum in man. Food Addit Contam. (1987).

Fabek H, Messerschmidt S, Brulport V, Goff HD. The effect of in vitro digestive processes on the viscosity of dietary fibres and their influence on glucose diffusion. Food Hydrocolloids. (2014).