fbpx
LOGO

Rutin Senam Aerobik Mampu Memperpanjang Usia Hingga 10 Tahun Lebih Lama

August 26, 2020
IMG

Berolahraga memiliki banyak manfaat kesehatan pada tubuh, terlebih jika diseimbangkan dengan pola makan yang seimbang. Selain kesehatan fisik, berolahraga selama 90 menit setiap hari juga dapat meningkatkan kesehatan mental.

 

Akan tetapi, berolahraga melebihi ambang batas mampu memperburuk kesehatan mental dan menyebabkan melemahnya sistem kardiovaskular.

 

Sebuah penelitian dilakukan pada tahun 2017 untuk menyelidiki hubungan antara volume latihan dan terjadinya aterosklerosis koroner (penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lain pada dinding arteri) pada 284 atlet laki-laki.

 

Berdasarkan obsevasi didapatkan bahwa atlet yang lebih aktif melakukan latihan seumur hidupnya memiliki plak aterosklerosis yang lebih banyak. Namun, kelompok tersebut memiliki komposisi plak yang lebih jinak dengan sedikit plak campuran dan lebih sering dijumpai plak kalsifikasi (1).

 

Penelitian lain yang dipublikasikan di Journal of American Medical Association Network Open pada tahun 2018, menggali tentang hubungan latihan kardiorespiratory terhadap tingkat mortalitas jangka panjang pada orang dewasa (2).

 

Penelitian ini menggunakan desain retrospective cohort dengan populasi sebanyak 122.000 pasien. Peserta diklasifikasikan dalam lima kelompok kinerja latihan yaitu kinerja rendah, di bawah rata-rata, di atas rata-rata, tinggi, dan elit.

 

Para peserta pun diuji dengan tes stres saat treadmill. Pada saat uji stres, pasien diuji demografi (usia dan jenis kelamin), antropometri (tinggi badan, berat badan, dan indeks massa tubuh), obat-obatan, dan komorbiditas.

 

Hasil penelitian menemukan bahwa secara keseluruhan, latihan kardiorespirasi yang lebih tinggi berkorelasi langsung dengan penurunan risiko kematian atau mortalitas jangka panjang. 

 

Sebaliknya, latihan aerobik yang sangat tinggi dikaitkan dengan kelangsungan hidup lebih besar termasuk pada pasien yang lebih tua dan orang dengan hipertensi. Latihan kardiorespirasi memberikan manfaat terbanyak pada orang berusia 70 tahun ke atas. 

 

 

Latihan Aerobik Memperpanjang Usia

 

Kebugaran aerobik yang buruk merupakan prediktor kematian dini yang sama kuatnya dengan perilaku merokok, penyakit jantung, atau diabetes. 

 

Menurut Seamus P. Whelton, MD, MPH, asisten profesor kedokteran di Sekolah Kedokteran Johns Hopkins, tubuh yang bugar adalah prediktor risiko yang sangat kuat untuk masa hidup pada kelompok usia yang lebih tua, terlepas dari kondisi kesehatan lain seperti memiliki faktor risiko kardiovaskular atau tidak. 

 

Dokter menggunakan faktor risiko kardiovaskular untuk membantu memandu pengambilan keputusan tentang tindakan pencegahan dan pengobatan.

 

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa berhenti merokok dan mengendalikan tekanan darah, kolesterol, dan diabetes dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Namun, sebagian besar penelitian faktor risiko kardiovaskular berfokus pada orang paruh baya saja.

 

Pada penelitian ini, peneliti menganalisis catatan medis dari lebih dari 6.500 orang berusia 70 tahun dan lebih tua yang menjalani tes stres olahraga di pusat medis yang berafiliasi dengan Henry Ford Health Systems antara tahun 1991 dan 2009. Mereka menilai kebugaran berdasarkan kinerja pasien selama tes stres olahraga yang mengharuskan pasien untuk melakukan treadmill semampu mereka (3). 

 

Rata-rata, peserta berusia 75 tahun ketika mereka menjalani tes stres. Selama periode ini, para peneliti menemukan bahwa kebugaran aerobik yang lebih tinggi berkaitan dengan peningkatan kelangsungan hidup.

 

Individu dengan tubuh yang bugar dan fit memiliki kemungkinan hidup 10 tahun lebih lama. Adapun di antara orang dewasa berusia ≥70, tidak ada perbedaan dalam kelangsungan hidup antara pasien yang mempunyai 0 atau ≥3 faktor risiko CVD, tetapi latihan aerobik yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan kelangsungan hidup terlepas dari adanya faktor risiko CVD lain. 

 

Menurut Whelton, orang yang tidak berolahraga atau tidak bergerak kemungkinan akan mendapat manfaat dari memulai rutinitas latihan intensitas rendah hingga sedang, meskipun mereka harus berkonsultasi dengan dokter mereka terlebih dahulu.

 

 

 

Kesimpulan

 

Berolahraga selama 90 menit setiap hari dapat membuat tubuh menjadi lebih bugar dan meningkatkan kesehatan mental. Intensitas olahraga rendah hingga sedang memberikan banyak manfaat pada orang tua dengan usia 70 tahun keatas.

 

Olahraga aerobik atau latihan kebugaran dapat memperpanjang masa hidup mereka 10 tahun lebih lama, namun mereka disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

 

Referensi:

Whelton, S. P. (2019). Higher fitness level can determine longer lifespan after age 70. Science Daily. Diakses pada 05 Agustus 2019.

Sandoiu, Ana. (2018). Fitness and lifespan: Is too much exercise harmful?. Medical News Today. Diakses pada 05 Agustus 2019.

Aengevaeren VL, Mosterd A, et al. Relationship between lifelong exercise volume and coronary atherosclerosis in athletes. Circulation. (2017).

Mandsager K, Harb S, et al. Association of cardiorespiratory fitness with long-term mortality among adults undergoing exercise treadmill testing. JAMA Netw Open. (2018).

Whelton SP, McAuley P, et al. Fitness and 10-year risk of mortality among adults ≥70 years old at the extremes of cardiovascular disease risk factor burden: The fit project. Journal of The American College Cardiology. (2019).


Tags: