fbpx
LOGO

Selain Ampuh Turunkan Berat Badan, Ini Manfaat Lain Biji Chia

August 12, 2020
IMG

Biji chia merupakan biji kecil berwarna hitam yang berasal dari tanaman Chia (Salvia hispanica). Biji chia sangat mudah dicerna dan memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, termasuk serat, protein, mangan dan kalsium, bersama dengan banyak antioksidan, serta asam lemak omega-3.

 

Biji chia sering dimasukkan ke dalam menu diet karena diklaim ampuh membantu menurunkan berat badan.

 

Selain itu, manfaat kesehatan antara lain menjaga kesehatan kulit, mengurangi tanda-tanda penuaan, mendukung jantung dan sistem pencernaan, dan membangun tulang yang lebih kuat.

 

 

Manfaat Biji Chia untuk Kesehatan Tubuh

 

1. Melindungi Kesehatan Jantung

Biji chia kaya akan kandungan antioksidan, serat, dan lemak sehat yang bermanfaat bagi kesehatan jantung, seperti mengurangi peradangan dan mencegah terjadinya berbagai faktor risiko penyakit jantung.  

 

Kandungan asam lemak omega-3 atau asam α-linoleat (ALA) dalam biji chia berperan dalam melindungi jantung dengan menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol, serta mengurangi peradangan.

 

Sementara itu, serat yang ditemukan dalam biji chia dapat membantu mengelola kadar kolesterol dan menjaga pembuluh darah arteri tetap bersih untuk meminimalkan risiko penyakit jantung koroner. 

 

Pada sebuah penelitian yang dilaksanakan kepada 20 orang pasien presenil dengan diabetes tipe 2, kombinasi pemberian biji chia sebesar 33-41 gram per hari dengan pengobatan diabetes umum terbukti dapat menurunkan tekanan darah sistolik hingga 10 mmHg.

 

Selain itu, biji chia juga secara signifikan menurunkan CRP (C-reactive protein) yang menjadi penanda peradangan pada jantung dan pembuluh darah serta meningkatkan kandungan ALA dan lemak tak jenuh dalam plasma darah partisipan dibandingkan dengan kelompok penerima plasebo.

 

Biji chia menjadi sumber serat yang amat direkomendasikan untuk menjaga kesehatan jantung pada kondisi diabetes tipe 2 yang terkontrol dengan baik (1). 

 

2. Melawan Pertumbuhan Kanker

Biji chia atau chia seed mengandung asam lemak omega-3 yang juga disebut asam α-linolenat (ALA). Namun, ALA perlu diubah menjadi bentuk aktif, seperti EPA (asam eikosapentanoat), sebelum tubuh dapat menggunakannya.

 

Penelitian uji coba pada manusia menunjukkan bahwa biji chia dengan dosis 25 gram per hari yang dikonsumsi langsung oleh wanita postmenopause selama 7 minggu berturut-turut, secara signifikan meningkatkan kadar ALA dalam darah hingga 138% dan EPA hingga 39% (2).

 

EPA bersama kombinasi nutrisi seimbang lain amat dibutuhkan bagi penderita kanker untuk meredam terjadinya badai sitokin (sejenis racun yang dilepaskan oleh sel kanker) sehingga dapat meningkatkan nafsu makan, menjaga imunitas, dan membantu pasien kanker mempertahankan berat badan tetap dalam batas normal (3).

 

Pada sebuah studi in-vitro yang diterbitkan dalam Journal of Molecular Biokimia juga diketahui bahwa ALA yang berasal dari biji chia membantu membatasi pertumbuhan sel kanker payudara dan kanker serviks (leher rahim).

 

ALA juga menyebabkan apoptosis atau kematian sel-sel kanker, tanpa merusak sel sehat dan normal dalam tubuh. Penemuan ini juga membuat biji chia berpotensi menjadi sumber makanan sehat penangkal kanker (4).

 

3. Menyeimbangkan Gula Darah

Memiliki kadar gula darah sehat dan seimbang sangat penting untuk kesehatan optimal. Biji chia kaya akan kandungan ALA dan serat, yang menjadikan biji chia dapat membantu menjaga kadar gula darah normal untuk melawan diabetes dan resistensi insulin.

 

Pada percobaan tikus dengan gangguan kolesterol dan diabetes tipe 2, bahwa menambahkan biji chia ke dalam diet tinggi gula (kandungan sukrosa hingga 62.5%) pada tikus selama 3 minggu mampu mencegah terjadinya penumpukan lemak viseral serta menjaga homeostasis atau keseimbangan gula darah dan kadar lemak tikus dengan baik (5).

 

Adapun pemberian hingga 3 bulan dapat menurunkan terjadinya resistensi insulin dan meningkatkan kontrol gula darah (6).

 

Sementara itu, penelitian pada manusia menunjukkan bahwa menambahkan biji chia utuh atau bubuk dengan dosis 7 – 14 gram dan diberikan bersama dengan roti tawar putih mengurangi terjadinya respon glikemik yang dapat menyebabkan terjadinya lonjakan dengan ditandai dengan penurunan gula darah 2 jam setelah makan.

 

Hal ini membuktikan bahwa biji chia secara signifikan menurunkan respon gula darah dengan lebih baik dibandingkan dengan kelompok penerima plasebo (7, 8).

 

4. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Pada satu ons biji chia (sekitar 28 gram) terkandung 11 gram serat, yang dapat memenuhi 44% dari RDI (Recommended Daily Intake) atau total kebutuhan serat harian bagi pria dan wanita. Asupan serat yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan kesehatan usus dan menjaga frekuensi buang air besar.

 

Biji chia juga terkenal berperan sebagai prebiotik atau makanan bagi bakteri baik dalam saluran pencernaan sehingga meningkatkan imunitas dan menurunkan risiko terjadinya berbagai penyakit (9, 10).

 

Biji chia memiliki kapasitas penyerapan air yang luar biasa, sehingga dapat meningkatkan volume makanan dalam saluran pencernaan yang mengarah pada peningkatan rasa kenyang dan penurunan rasa lapar. Terlebih lagi, jenis serat pada biji chia merupakan jenis serat yang tidak larut, dan telah dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes, peningkatan volume feses, dan mencegah terjadinya sembelit atau konstipasi (11, 12, 13).

 

5. Menjaga Kesehatan Kulit 

Biji chia memiliki kandungan total antioksidan dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan sumber makanan berserat lainnya. Dalam sebuah penelitian, biji chia terbukti mampu menghentikan aktivitas radikal bebas yang dapat merusak kulit dan menyebabkan penuaan hingga 70% (14). 

 

Pemberian minyak biji chia dengan konsentrasi sebesar 4%  juga dapat mengatasi berbagai gejala gatal, ketidaknyamanan, serta meningkatkan kelembapan kulit pasien pruritus (kulit gatal, kering, dan bersisik akibat komplikasi gagal ginjal) sejak 2 minggu pemakaian (15). 

 

6. Menjaga Performa dan Energi Saat Berolahraga

Biji chia ternyata memiliki kemampuan dalam mejaga performa dan energi saat berolahraga, sehingga sangat umum digunakan oleh para atlet untuk menggantikan asupan karbohidrat. Rutin mengonsumsi ekstrak biji chia sebelum mengikuti kompetisi terbukti mampu meningkatkan penyimpanan glikogen dalam otot partisipan hingga >90 menit.

 

Efektivitas ini setara dengan penggunaan minuman berenergi gatorade. Mengonsumsi biji chia juga mencegah asupan gula berlebihan yang dapat menimbulkan efek negatif (16). 

 

 

 

Sumber Makanan

 

Biji chia merupakan biji dari tanaman Salvia hispanica

 

 

Dosis Pemakaian

 

Menjaga kesehatan secara umum dan motilitas usus: Konsumsi 25 gram biji chia sekali sehari dan baik dikonsumsi bersama dengan makanan.

 

Kesehatan kulit dan pruritus: Oleskan minyak atau lotion biji chia (konsentrasi 4%) secara langsung pada kulit. Manfaatnya dapat dirasakan pada penggunaan 8 minggu berturut-turut.

 

 

Efek Samping

 

 

Biji chia kaya akan serat, sehingga konsumsi dalam dosis tinggi dan jangka panjang dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada perut.

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil dan menyusui

 

Kadar trigliserida tinggi: Lebih direkomendasikan mengonsumsi jenis biji chia varietas Salba

 

Kanker prostat: Kandungan ALA yang tinggi dapat berisiko tinggi meningkatkan kanker prostat. Hindari konsumsi biji chia jika Anda memiliki riwayat kanker prostat

 

 

Referensi

Patel, Kamal. (2013). Salvia hispanica. Examine. Diakses pada 12 Juli 2019.

Bjarnadottir, Adda. (2019). Chia seeds 101: Nutrition facts and health benefits. Healthline. Diakses pada 12 Juli 2019.

Link, Rachael. (2019). Chia seeds benefits: The omega-3, protein-packed superfood. Dr Axe. Diakses  pada 12 Juli 2019.

WebMD. (2018). Chia. WebMD. Diakses pada 12 Juli 2019.

Vuksan V, Whitham D, Sievenpiper JL, et al. Supplementation of conventional therapy with the novel grain Salba (Salvia hispanica L.) improves major and emerging cardiovascular risk factors in type 2 diabetes: results of a randomized controlled trial. Diabetes Care. (2007). 

Jin F, Nieman DC, Sha W, Xie G, Qiu Y, Jia W. Supplementation of milled chia seeds increases plasma ALA and EPA in postmenopausal women. Plant Foods Hum Nutr. (2012). 

Ayerza R Jr, Coates W. Effect of dietary alpha-linolenic fatty acid derived from chia when fed as ground seed, whole seed and oil on lipid content and fatty acid composition of rat plasma. Ann Nutr Metab. (2007).

Dehspande R, Mansara P, Suryavanshi S, Kaul-Ghanekal R. Alpha-linolenic acid regulates the growth of breast and cervical cancer cell lines through regulation of NO release and induction of lipid peroxidation. Journal of Molecular Biochemistry. (2012). 

Chicco AG, D’Alessandro ME, Hein GJ, Oliva ME, Lombardo YB. Dietary chia seed (Salvia hispanica L.) rich in alpha-linolenic acid improves adiposity and normalises hypertriacylglycerolaemia and insulin resistance in dyslipaemic rats. Br J Nutr. (2009). 

Oliva ME, Ferreira MR, Chicco A, Lombardo YB. Dietary salba (Salvia hispanica L) seed rich in α-linolenic acid improves adipose tissue dysfunction and the altered skeletal muscle glucose and lipid metabolism in dyslipidemic insulin-resistant rats. Prostaglandins Leukot Essent Fatty Acids. (2013). 

Ho H, Lee AS, Jovanovski E, Jenkins AL, Desouza R, Vuksan V. Effect of whole and ground Salba seeds (Salvia Hispanica L.) on postprandial glycemia in healthy volunteers: A randomized controlled, dose-response trial. Eur J Clin Nutr. (2013).

Vuksan V, Jenkins AL, Dias AG, et al. Reduction in postprandial glucose excursion and prolongation of satiety: Possible explanation of the long-term effects of whole grain Salba (Salvia Hispanica L.). Eur J Clin Nutr. (2010).

Yang Y, Zhao LG, Wu QJ, Ma X, Xiang YB. Association between dietary fiber and lower risk of all-cause mortality: A meta-analysis of cohort studies. Am J Epidemiol. (2015).

Kim Y, Je Y. Dietary fiber intake and total mortality: A meta-analysis of prospective cohort studies. Am J Epidemiol. (2014).

de Munter JS, Hu FB, Spiegelman D, Franz M, van Dam RM. Whole grain, bran, and germ intake and risk of type 2 diabetes: A prospective cohort study and systematic review. PLoS Med. (2007). 

Weickert MO, Pfeiffer AF. Metabolic effects of dietary fiber consumption and prevention of diabetes. J Nutr. (2008). 

Slavin J. Fiber and prebiotics: Mechanisms and health benefits. Nutrients. (2013). 

Martínez-Cruz O, Paredes-López O. Phytochemical profile and nutraceutical potential of chia seeds (Salvia hispanica L.) by ultra high performance liquid chromatography. J Chromatogr A. (2014).

Jeong SK, Park HJ, Park BD, Kim IH. Effectiveness of topical chia seed oil on pruritus of end-stage renal disease (ESRD) patients and healthy volunteers. Ann Dermatol. (2010). 

Illian TG, Casey JC, Bishop PA. Omega 3 Chia seed loading as a means of carbohydrate loading. J Strength Cond Res. (2011). 


Tags: , , , , ,