fbpx
LOGO

St. John’s Wort, Si Kuning Tanah Eropa dengan Beragam Manfaat

September 8, 2020
IMG

St. John’s Wort atau Hypericum perforatum adalah tanaman herbal yang digunakan sebagai anti-inflamasi dan antidepresi selama lebih dari 2 ribu tahun.

 

Tanaman asli Eropa ini umumnya ditemukan di Amerika dan Kanada. Meski dianggap sebagai gulma di Australia, tapi  Australia menghasilkan 20 persen pasokan St. John’s Wort di dunia.

 

Selain memiliki sifat anti-inflamasi dan antidepresi, St. John’s wort menghasilkan lusinan zat aktif biologis. Dua senyawa utamanya, hiperisin dan hiperforin, diketahui memiliki aktivitas medis terbesar. Senyawa lain, termasuk flavonoid, quercetin dan kaempferol, juga memiliki aktivitas medis.

 

 

Manfaat

 

1. Memiliki sifat anti-kanker

Para peneliti telah menemukan bahwa St. John’s Wort dapat menghentikan pertumbuhan sel tumor dan mengobati sel kanker kulit non-melanoma dan melanoma.

 

Karena memiliki sifat anti-tumor, para peneliti menyarankan tanaman ini sebagai pengobatan yang efektif untuk melawan kanker.

 

Data dari penelitian tahun 2003 yang dilakukan di Spanyol menunjukkan bahwa hyperforin, turunan yang ditemukan di St. John’s Wort, berfungsi menghambat proses pembentukan dan pertumbuhan sel kanker (angiogenesis).

 

Hal inilah yang membuat St. John’s Wort berpotensi mencegah kanker, dan menjanjikan dalam pengobatan patologi terkait angiogenesis (1).

 

2. Sebagai antidepresan

Sifat antidepresan pada St. John’s Wort pertama kali ditemukan pada tahun 1994 dan terbukti dapat digunakan untuk mengatasi depresi ringan hingga berat. 

 

Dalam meta-analisis pada tahun 2017, St. John’s Wort diketahui memiliki efektivitas dan profil keamanan yang sebanding dengan antidepresan (SSRI) populer yang sering diresepkan dokter untuk mengobati depresi, seperti Prozac, Celexa dan Zoloft. 

 

St. John’s Wort bahkan memiliki efek yang lebih baik untuk mengatasi pasien depresi sedang dibandingkan dengan penggunaan SSRI. 

 

Dalam penelitian hewan, pemberian St. John’s Wort pada tikus yang depresi karena menghasilkan perlindungan dari efek samping stres yang dialami (2).

 

St. John’s Wort juga dapat meningkatkan mood pada orang dengan gangguan afektif musiman (SAD), sejenis depresi yang terjadi selama bulan-bulan musim dingin karena kurangnya sinar matahari.

 

SAD (Seasonal affective disorder) biasanya dirawat dengan terapi cahaya, dan ada beberapa bukti bahwa mengombinasikan St. John’s Wort dengan fototerapi dapat bersinergi untuk menangani kondisi tersebut.

 

3. Meringankan gejala PMS

Tanaman ini dipercaya dapat meringankan dan menyembuhkan gejala PMS (Premenstrual syndrome) secara alami, termasuk depresi, kelelahan kronis, dan ketidakseimbangan hormon. 

 

Pada penelitian yang dilakukan di Institute of Psychological Sciences di Inggris, pemberian tablet St. John’s Wort dosis 900 miligram per hari mampu meringangkan gejala fisik dan PMS pada wanita usia 18-45 tahun dengan siklus menstruasi teratur dan didiagnosis dengan PMS ringan.

 

Tetapi tidak ditemukan efek signifikan dalam mengobati suasana hati dan gejala PMS yang berhubungan dengan rasa sakit (3).

 

 

4. Sebagai anti-inflamasi dan dapat melawan iritasi kulit

St. John’s Wort memiliki sifat antibakteri dan juga dapat membantu melawan peradangan berlebih.

 

St. John’s Wort memliki efek penghambatan pada gen pro-inflamasi cyclooxygenase-2, interleukin-6 dan nitric-oxide synthase yang dapat diinduksi. Gen-gen ini memainkan peran penting dalam penyakit radang kronis.

 

Mengoleskan ekstrak St. John’s Wort mampu mengurangi gejala yang berhubungan dengan luka ringan dan iritasi kulit, eksim, luka bakar dan pengobatan alami untuk penyakit wasir (4, 5).

 

5. Dapat mendukung penghentian merokok

Sebuah tinjauan sistematis yang dilakukan di Kanada menemukan bahwa St. John’s Wort dapat mempromosikan penghentian merokok dengan mengurangi gejala putus tembakau (gejala yang timbul ketika seseorang berhenti merokok) dan mengurangi efek negatif melalui berbagai mekanisme.

 

Peneliti mengatakan bahwa ramuan ini mampu menghambat monoamine oksidase A dan B, dan terlibat dalam pembuatan kembali dopamin dan noradrenalin. Tindakan ini membantu mengurangi gejala yang terkait dengan penghentian merokok (6).

 

6. Memperbaiki gejala gangguan Obsesif Kompulsif (OCD)

Obsesif kompulsif adalah gangguan mental di mana seseorang melakukan rutinitas tertentu berulang kali dan tidak dapat mengendalikan pikiran atau kegiatan mereka.

 

St. John’s Wort dipercaya memiliki efek menjanjikan untuk kondisi tersebut. 

 

Pemberian tablet dosis 450 miligram dengan kandungan 0,3 persen St. John’s Wort dua kali sehari selama 12 minggu pada pasien OCD menghasilkan dampak positif.

 

Pada akhir evaluasi pemakaian, 5 dari 12 pasien mengalami peningkatan CGI (Clinical Global Impressions of Improvement Scale), enam pasien mengalami peningkatan minimal, dan satu pasien tidak mengalami perubahan (7).

 

7. Meningkatkan mood selama menopause

Meskipun sedang dalam pengujian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa St. John’s Wort dapat digunakan sebagai pengobatan alami untuk mengurangi gejala psikologis dan vegetatif menopause.

 

Pada penelitian yang diterbitkan dalam Advance in Therapy, pemberian tablet St. John’s Wort dosis 900 miligram tiga kali sehari selama 12 minggu terbukti meningkatkan gejala psikologis dan psikosomatik, kesejahteraan seksual, dan keluhan menopause berkurang atau hilang sepenuhnya pada 76 persen wanita berusia 43 hingga 65 tahun yang mengalami gejala pra dan pasca menopause (8).

 

 

Sumber 

 

St. John’s Wort atau Hypericum perforatum

 

 

Dosis Pemakaian

 

Biasanya, St. John’s Wort dikonsumsi dengan dosis 300-1800 mg tablet per hari atau ekstrak standar 250μg-1500μg. Tetapi, perbedaan dosis terjadi bergantung pada usia dan kondisi kesehatan.

 

Untuk Dewasa:

 

• Mengatasi depresi rendah hingga sedang: Ekstrak St. John’s Wort distandarisasi menjadi 0,3% kadar hiperisin dan digunakan pada dosis 300 mg 3 kali sehari, ekstrak St. John’s Wort terstandarisasi menjadi 0,2% hypericin dengan dosis 250 mg dua kali sehari, dan ekstrak St. John’s Wort dengan standarisasi hiperforin 5% telah digunakan pada dosis 300 mg 3 kali sehari.

 

• Mengatasi gejala menopause: Campurkan 20 tetes ekstrak St. John’s Wort yang mengandung 0,2 mg/mL hypericin pada segelas air dan konsumsi 3 kali sehari. Selain itu, St John’s Wort juga dapat dikonsumsi dengan dosis 300mg 3 kali sehari.

 

Mempercepat penyembuhan luka operasi caesar: Oleskan salep yang mengandung ekstrak St. John’s Wort 5%, tiga kali sehari mulai 24 jam setelah operasi caesar dan dilanjutkan selama 16 hari.

 

Untuk Anak-anak:

 

• Mengatasi depresi ringan hingga sedang: Konsumsi 150-300 mg St. John’s Wort 3 kali sehari selama 8 minggu pada anak-anak usia 6-17 tahun. 

 

Jangan tiba-tiba berhenti mengonsumsi St. John’s Wort karena dapat menyebabkan efek samping negatif. Jika Anda memutuskan untuk berhenti mengonsumsi St. John’s wort, kurangi dosis secara perlahan seiring waktu.

 

 

Efek Samping

 

Diare.

Sulit tidur.

Mimpi yang terasa nyata,

Sulit duduk diam.

Gugup.

Mudah marah.

Sakit perut.

Kelelahan. 

Mulut kering.

Pusing.

Sakit kepala.

Ruam kulit.

Peningkatan sensitivitas pada kulit.

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil dan menyusui.

Anak-anak.

Penderita Alzheimer.

Penggunaan anestesi.

Penderita ADHD (Attention deficit-hyperactivity disorder).

Penderita bipolar.

Depresi parah.

Infertil (kemandulan).

Pasien pra operasi.

Skizofrenia.

 

St. John’s Wort dapat berinteraksi dengan banyak obat-obatan. Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. 

 

Jangan kombinasikan St. John’s Wort dengan pil kontrasepsi, antikoagulan, alprazolam (Xanax), aminolevulinic acid, dan amitriptyline (Elavil). 

 

 

Referensi

Ruggeri, Christine. (2019). St. john’s wort uses: Relieve depression, pms and menopause symptoms. Dr Axe. Diakses pada 15 Agustus 2019.

Vitaviva. (2019). St. John’s wort outdoes antidepressants. Vitaviva. Diakses pada 15 Agustus 2019.

WebMD. (2018). St. John’s wort. WebMD. Diakses pada 14 Agustus 2019.

Martínez-Poveda B, Quesada AR, Medina MA. Hyperforin, a bio-active compound of St. John’s Wort, is a new inhibitor of angiogenesis targeting several key steps of the process. Int J Cancer. (2005). 

Butterweck V. Mechanism of action of St John’s wort in depression : what is known?. CNS Drugs. (2003). 

Canning S, Waterman M, Orsi N, Ayres J, Simpson N, Dye L. The efficacy of Hypericum perforatum (St John’s wort) for the treatment of premenstrual syndrome: A randomized, double-blind, placebo-controlled trial. CNS Drugs. (2010). 

Schempp CM, Windeck T, Hezel S, Simon JC. Topical treatment of atopic dermatitis with St. John’s wort cream–a randomized, placebo controlled, double blind half-side comparison. Phytomedicine. (2003). 

Yücel A, Kan Y, Yesilada E, Akın O. Effect of St.John’s wort (Hypericum perforatum) oily extract for the care and treatment of pressure sores; a case report. J Ethnopharmacol. (2017).

Hersi M, Traversy G, Thombs BD, et al. Effectiveness of stop smoking interventions among adults: Protocol for an overview of systematic reviews and an updated systematic review. Syst Rev. (2019).

Taylor LH, Kobak KA. An open-label trial of St. John’s Wort (Hypericum perforatum) in obsessive-compulsive disorder. J Clin Psychiatry. (2000). 

Grube B, Walper A, Wheatley D. St. John’s Wort extract: efficacy for menopausal symptoms of psychological origin. Adv Ther. (1999).


Tags: , , , ,