fbpx
LOGO

Sulbutiamine, Stimulan Atlet yang Kaya Khasiat

August 8, 2020
IMG

Sulbutiamine adalah molekul buatan yang menyerupai vitamin B1 (thiamine) yang terdiri dari dua molekul modifikasi thiamine yang diikat oleh kelompok belerang. Sulbutiamine bersifat larut minyak dan bersifat nootropik.

 

Molekul ini diyakini mampu meningkatkan kadar tiamin di otak dan tampaknya agak berguna dalam mengurangi kelelahan, sehingga sulbutiamine digunakan sebagai stimulan pada atlet.

 

 

Manfaat

 

1. Meningkatkan Energi

Penelitian tentang efektifitas pemberian sulbutiamine membuktikan bahwa salbutiamine mampu meningkatkan energi dan mengatasi kelelahan kronis asthenia maupun kelelahan kronis karena kerusakan otak dengan hasil yang lebih efektif jika dibandingkan kelompok plasebo dan piracetam (1, 2).

 

Dalam sebuah penelitian terhadap 1.772 pasien dengan infeksi dan kelelahan kronis, pemberian 2×200 mg sulbutiamine bersama dengan pengobatan anti-infeksi selama dua minggu dapat meningkatkan energi dan memperbaiki suasana hati pada 52% pasien (3).

 

Selain itu, pengobatan sulbutiamine 400 mg setiap hari selama 1 bulan juga sangat membantu mengatasi gejala depresi berat, kecemasan, dan kelelahan pada 75% pasien dalam studi 40 peserta (4).

 

2. Memperbaiki Suasana Hati

Kurangnya energi dapat berkontribusi pada suasana hati dan motivasi yang buruk. Tiamin telah terbukti dapat meningkatkan suasana hati, melawan depresi dan kecemasan, serta membantu tubuh menahan stres.

 

Sebuah penelitian dilakukan di University of Wales Swansea di Inggris melibatkan 120 wanita dewasa muda, untuk menguji efek tiamin terhadap mood, memori dan waktu reaksi. Partisipan dibagi menjadi kelompok kontrol yang menerima plasebo dan kelompok perlakuan yang menerima tiamin 50 mg selama dua bulan. 

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah 2 bulan suplementasi tiamin menjadikan pikiran lebih jernih, lebih tenang dan energik, waktu reaksi meningkat, serta suasana hati yang membaik (5).

 

3. Meningkatkan Memori

Ingatan yang buruk dikaitkan dengan rendahnya aktivitas kolin di otak. Kolin adalah prekursor neurotransmitter asetilkolin (ACh) yang berperan dalam pembentukan memori.

 

Sebuah penelitian menguji pemberian sulbutiamine selama 10 hari pada memori tikus. Hasil temuan menyatakan terdapat peningkatan aktivitas kolid di otak dan pembentukan memori. Penelitian pada hewan lain juga mendapatkan hasil yang sama, dimana sulbutiamine juga menjadikan kerja otak lebih baik serta meningkatkan retensi memori (6, 7).

 

Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa kombinasi salbutiamine dengan donepezil mampu meningkatkan daya ingat pada 26 pasien dengan penyakit Alzheimer (8).

 

 

 

Sumber 

 

Sulbutiamine

 

 

Dosis Pemakaian

 

Rekomendasi dosis sulbutiamine adalah 400 mg hingga 1.000 mg per hari. Dosis yang lebih tinggi harus dibagi dengan satu dosis di pagi hari, dan yang lainnya pada sore hari.

 

Disarankan untuk mulai dengan dosis rendah untuk mengetahui reaksi pada tubuh, dan memberi jeda saat memutuskan untuk mengonsumsi jangka panjang. Misalnya, konsumsi sulbutiamine selama 5 hari, lalu lanjutkan konsumsi 2 hari kemudian. 

 

Sulbutiamine larut dalam lemak, disarankan untuk mengombinasikannya dengan satu sendok makan extra virgin, kelapa dingin atau minyak zaitun untuk penyerapan yang lebih baik.

 

Jangan minum sulbutiamine menjelang malam hari atau sebelum tidur, karena akan menyebabkan sulit tidur atau insomnia.

 

 

Efek Samping

 

Ruam kulit

Perubahan mood yang mendadak

Insomnia

Mual

Sakit kepala

Kelelahan

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil dan menyusui

Bipolar

Jangan kombinasikan dengan obat-obatan untuk bipolar dan antidepresan

 

 

Referensi

Tomen, David. (2017). Sulbutiamine. Nootropics Expert. Diakses pada 22 Juli 2019.

Nootriment. (2014). Sulbutiamine effects & benefits – how does it work?. Nootriment. Diakses pada 22 Juli 2019. 

Nootriment. (2018). Sulbutiamine: Side effects, tolerance, & withdrawal concerns. Nootriment. Diakses pada 22 Juli 2019. 

Aleksic, Ana. (2019). 9 Sulbutiamine (arcalion) benefits + dosage, side effects. Self Hacked. Diakses pada 22 Juli 2019.

WebMD. (2018). Sulbutiamine. WebMD. Diakses pada 22 Juli 2019. 

Tiev KP, Cabane J, Imbert JC. Traitement de l’asthénie en période postinfectieuse: étude randomisée en double aveugle de deux doses de sulbutiamine (400-600 mg/j) versus placebo [Treatment of chronic postinfectious fatigue: randomized double-blind study of two doses of sulbutiamine (400-600 mg/day) versus placebo]. Rev Med Interne. (1999). 

Levin OS, Slizkova IuB. The use of enerion in the treatment of asthenic disorders in patients after mild cranio-cerebral trauma. Zh Nevrol Psikhiatr Im S S Korsakova. (2007). 

Shah SN; Sulbutiamine Study Group. Adjuvant role of vitamin B analogue (sulbutiamine) with anti-infective treatment in infection associated asthenia. J Assoc Physicians India. (2003). 

Veĭn AM, Fedotova AV, Gordeev SA. Primenenie éneriona pri psikhovegetativnom sindrome v sochetanii s vyrazhennoĭ astenieĭ [Use of enerion in psychovegetative syndrome with pronounced asthenia]. Zh Nevrol Psikhiatr Im S S Korsakova. (2003). 

Benton D, Griffiths R, Haller J. Thiamine supplementation mood and cognitive functioning. Psychopharmacology (Berl). (1997). 

Bizot JC, Herpin A, Pothion S, Pirot S, Trovero F, Ollat H. Chronic treatment with sulbutiamine improves memory in an object recognition task and reduces some amnesic effects of dizocilpine in a spatial delayed-non-match-to-sample task. Prog Neuropsychopharmacol Biol Psychiatry. (2005). 

Micheau J, Durkin TP, Destrade C, Rolland Y, Jaffard R. Chronic administration of sulbutiamine improves long term memory formation in mice: possible cholinergic mediation. Pharmacol Biochem Behav. (1985).


Tags: , , ,