fbpx
LOGO

Suplemen Nootropik yang Pas untuk Gamer Sejati

September 25, 2020
IMG

Bermain game (gaming) baik video game maupun game online merupakan sumber hiburan yang semakin populer di segala usia.

 

Pada tahun 2018 menurut perusahaan penyedia data analitik industri game dan e-sports, Newszoo, industri gaming di Indonesia meningkat sebesar 40 persen dengan total transaksi mencapai 15 triliun rupiah.

 

Data Newszoo juga menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-17 dari 50 negara di seluruh dunia, sedangkan puncak dipimpin oleh negara Cina.

 

Maraknya video game membuat para pemainnya bercita-cita menjadi pemain game (gamer) profesional atau bekerja di bidang game. Bagi kebanyakan orang, bermain game adalah hal yang menyenangkan yang dapat membantu meningkatkan beberapa aspek otak.

 

Beberapa penelitian membuktikan bahwa bermain video game mampu meningkatkan fungsi otak (seperti keterampilan visuospatial dan kontrol visuomotor), memori kerja, dan perhatian pada orang dewasa yang berusia 60 hingga 85 tahun (1, 2, 3, 4).

 

Di sisi lain, bermain game juga memiliki efek negatif. Sebagian kecil orang yang bermain video game menjadi kecanduan. Kasus kecanduan game telah menjadi cukup lazim sehingga American Psychiatric Association (APA) mempertimbangkan memasukkan Internet Gaming Disorder (IGD) atau gangguan game internet ke daftar resmi gangguan mental (5).

 

Kekhawatiran lain adalah bahwa beberapa video game memuat materi kekerasan sehingga anak-anak terpapar dengan kekerasan di usia muda. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jenis video game ini dapat membuat anak menjadi tidak sensitif terhadap kekerasan dan berisiko meniru adegan pada video game (6).

 

 

Nootropik dan Gaming

 

Bermain video game seringkali memerlukan sejumlah keterampilan fisik yang berbeda, seperti gerak refleks, koordinasi tangan dan mata, serta ketajaman visual. Kebanyakan video game juga membutuhkan keterampilan mental yang sama yang diperlukan untuk aktivitas sehari-hari seperti berpikir cepat, fokus, dan ingatan yang baik.

 

Sebagian orang mendapatkan kemampuan ini secara alami. Tapi sebagian yang lain mungkin membutuhkan usaha ekstra untuk mendapatkan kemampuan tersebut. 

 

Mengonsumsi suplemen nootropik terbukti meningkatkan fungsi otak, kinerja fisik dan mental. Nootropik dapat meningkatkan fokus dan motivasi, meningkatkan suasana hati dan memori, dan bahkan mengurangi kecemasan dan stres. Beberapa nootropik juga diklaim mampu meningkatkan refleks, dan koordinasi tangan-mata. 

 

Beberapa nootropik dianggap bermanfaat bagi mereka baik pemain game profesional maupun penikmat video game, yaitu:

 

1. Modafinil

Modafinil merupakan nootropik yang populer dikalangan gamers. Modafinil dapat meningkatkan daya ingat, meningkatkan kesadaran, dan meningkatkan motivasi.

 

Beberapa penelitian menunjukkan mengonsumsi suplemen modafinil dapat meningkatkan memori, meningkatkan kenikmatan kinerja tugas, meningkatkan produktivitas secara keseluruhan, meningkatkan fokus dan energi (7, 8, 9).

 

Nootropik ini sangat cocok untuk game yang membutuhkan kewaspadaan dan fokus yang berkelanjutan. Armodafinil merupakan keluarga modafinil dan lebih kuat, juga dapat menjadi pilihan terbaik untuk game yang membutuhkan fokus jangka panjang. 

 

 

 

2. Racetam

Racetam diketahui sudah digunakan sejak lama untuk manfaat nootropik. Phenylpiracetam adalah salah satu Racetam paling populer yang digunakan oleh gamer. Pengguna phenylpiracetam melaporkan terdapat berbagai manfaat termasuk peningkatan fokus dan peningkatan motivasi.

 

Suplementasi oleh orang dengan Sindrom Kelelahan Kronis atau Chronic Fatigue Syndrome (CFS) mampu meningkatkan daya ingat dan perhatian.

 

Jenis racetam popular lainnya yang digunakan para gamers yaitu aniracetam. Banyak pengguna melaporkan bahwa aniracetam dapat meningkatkan fokus sementara, dan pada saat yang sama mengurangi kecemasan. Meskipun efek kecemasan ini belum ada penelitian secara langsung pada manusia, namun penelitian yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa aniracetam mampu mengurangi kecemasan (10).

 

3. Kafein dan L- Theanine

Kombinasi dari kafein dan L- theanine dapat meningkatkan kemampuan bermain game dengan meningkatkan kewaspadaan dan fokus. L-theanine menghapus efek samping kecemasan yang ditimbulkan dari kafein (11).

 

Partisipan sehat yang mengonsumsi kombinasi kafein dan L- theanine juga memiliki waktu reaksi yang lebih cepat, akurasi kalimat yang lebih baik, memori kerja yang lebih cepat, serta peningkatan mood (12).

 

4. Kratom

Kratom biasanya tidak dianggap sebagai nootropik, namun kratom memiliki manfaat nootropik. Kratom digunakan oleh gamer untuk meningkatkan mood, fokus, dan motivasi. 

 

Kratom memiliki sifat merangsang, meningkatkan suasana hati, dan mengurangi kecemasan, sehingga sangat cocok digunakan untuk para gamers (13, 14).

 

 

Referensi:

Nootropics Zone. (2019). Nootropics for gaming. Nootropics Zone. Diakses pada 26 September 2019.

Yanuar Y. (2019). Industri gaming di indonesia tumbuh 40 persen. Tempo. Diakses pada 26 September 2019.

Cheong HY, Choo WL, Lim CW, Ting TT.  Video games and its economy impact in southeast asia country. International Journal of Advanced Scientific Research and Management. (2017). 

Momi D, Smeralda C, et al. Acute and long-lasting cortical thickness changes following intensive first-person action videogame practice. Behav Brain Res. (2018). 

Li L, Chen R, Chen J. Playing action video games improves visuomotor control. Psychol Sci. (2016). 

Moisala M, Salmela V, et al. Gaming is related to enhanced working memory performance and task-related cortical activity. Brain Res. (2017). 

Anguera JA, Boccanfuso J, et al. Video game training enhances cognitive control in older adults. Nature. (2013).

American Psychiatric Association. Diagnostic and statistical manual of mental disorders. 5th edition. Arlington, VA: American Psychiatric Publishing, Inc. (2013). 

Montag C, Weber B, Trautner P, Newport B, Markett S, Walter NT, Felten A, Reuter M. Does excessive play of violent first-person-shooter-video-games dampen brain activity in response to emotional stimuli?. Biol Psychol. (2012).

Müller U, Rowe JB, Rittman T, Lewis C, Robbins TW, Sahakian BJ. Effects of modafinil on non-verbal cognition, task enjoyment and creative thinking in healthy volunteers. Neuropharmacology. (2013).

Turner DC, Robbins TW, Clark L, Aron AR, Dowson J, Sahakian BJ. Cognitive enhancing effects of modafinil in healthy volunteers. Psychopharmacology (Berl). (2003). 

Müller U, Steffenhagen N, Regenthal R, Bublak P. Effects of modafinil on working memory processes in humans. Psychopharmacology (Berl). (2004). 

Nakamura K, Kurasawa M. Anxiolytic effects of aniracetam in three different mouse models of anxiety and the underlying mechanism. European Journal of Pharmacology. (2001).

Kahathuduwa CN, Dassanayake TL, Amarakoon AMT, Weerasinghe VS. Acute effects of theanine, caffeine and theanine-caffeine combination on attention. Nutr Neurosci. (2017). 

Haskell CF, Kennedy DO, Milne AL, Wesnes KA, Scholey AB. The effects of L-theanine, caffeine and their combination on cognition and mood. Biol Psychol. (2008).

Cinosi E, Martinotti G, Simonato P, et al. Following “the roots” of kratom (mitragyna speciosa): The evolution of an enhancer from a traditional use to increase work and productivity in southeast asia to a recreational psychoactive drug in western countries. Biomed Res Int. (2015). 

Hassan Z, Muzaimi M, et al. From kratom to mitragynine and its derivatives: physiological and behavioural effects related to use, abuse, and addiction. Neurosci Biobehav Rev. (2013 ). 


Tags: ,