fbpx
LOGO

Waspada! Inilah Tanda Tubuhmu Kekurangan Cairan

August 11, 2020
IMG

Tubuh manusia mengandung 60% air yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi tubuh seperti sistem pencernaan, pernafasan, dan fungsi dasar tubuh lainnya. Kurangnya volume air pada pembuluh daran dan sel tubuh akan menyebabkan tubuh tidak dapat bekerja dengan baik. Hal ini disebut dehidrasi atau hipovolemia.

 

Pada dasarnya, manusia dapat kehilangan air dengan cepat yang disebabkan karena berkeringat terlalu banyak pada hari yang panas atau karena berolahraga. Tubuh juga dapat kehilangan air karena terlalu banyak buang air kecil, demam, muntah, atau diare.

 

Orang yang mengalami dehidrasi harus segera mencukupi kebutuhan cairan. Tapi terkadang, beberapa orang bahkan lupa atau tidak meminum air, seperti pekerja kantoran yang sibuk sehingga lupa minum air, merasa tidak haus, atau sedang tidak ingin meminum air karena alasan kesehatan (seperti sakit tenggorokan, lidah pahit, atau sakit perut).

 

 

Gejala Dehidrasi

 

Dehidrasi dapat dibagi menjadi dehidrasi ringan, sedang, dan berat, tergantung pada seberapa banyak cairan yang hilang dari tubuh. Untungnya, terdapat tanda awal tubuh mengalami dehidrasi.

 

Berikut ini gejala dehidrasi yang harus diperhatikan:

 

1. Dehidrasi ringan atau sedang

Gejala dehidrasi ringan atau sedang dapat berupa:

Rasa haus meningkat

Mulut kering atau lengket

Volume buang air kecil sedikit

Urin berwarna kuning gelap

Kulit kering atau dingin

Sakit kepala

Kram otot

 

2. Dehidrasi berat

Gejala dehidrasi berat dapat berupa:

Jarang buang air kecil atau urin berwarna kuning pekat atau gelap

Kulit sangat kering

Merasa pusing

Detak jantung yang cepat

Napas cepat

Mata cekung atau cowong

Kantuk, kurang energi, kebingungan atau mudah marah

Pingsan

 

3. Dehidrasi pada anak bayi dan anak kecil

Terdapat perbedaan gejala pada orang dewasa dan anak kecil. Adapun gejala dehidrasi pada anak kecil dapat berupa:

Mulut dan lidah kering

Tidak mengeluarkan air matas saat menangis

Popok kering selama 3 jam

• Mata dan pipi cekung, terdapat titik lunak di atas tengkorak (ubun-ubun)

Kantuk, kurang energi, atau mudah marah/menangis

 

Dokter mungkin juga mencatat kurangnya elastisitas pada kulit (kulit membutuhkan waktu lama untuk bangkit setelah dicubit), yang dikenal sebagai berkurangnya turgor kulit. Kurangnya volume air secara langsung mempengaruhi tekanan darah dan denyut jantung, sehingga diagnosis akan dibuat setelah dokter melakukan serangkaian tes dan pengecekan dasar, serta tes darah dan urin. 

 

 

 

Mereka yang Berisiko Terkena Dehidrasi

 

Semua orang berisiko terkena dehidrasi. Tapi dalam beberapa kondisi terdapat kelompok yang sangat berisiko terkena dehidrasi, diantaranya adalah:

 

1. Orang tua

Seiring bertambahnya usia, total air dalam tubuh semakin berkurang. Mereka juga sering merasa tidak haus, dan memiliki masalah kesehatan lain termasuk penyakit ginjal kronis, yang dapat memengaruhi kemampuan tubuh memproduksi urin.

 

2. Ibu hamil 

Minum banyak air dan cairan adalah bagian penting dari kehamilan yang sehat. Selama kehamilan, Anda membutuhkan lebih banyak air karena volume darah Anda menjadi lebih tinggi.

 

Mual dan muntah di pagi hari (hiperemesis) dapat menyebabkan atau memperburuk dehidrasi. Jumlah cairan ketuban yang rendah dapat terjadi karena berbagai alasan. Minum lebih banyak air dapat membantu. Dalam beberapa kasus, dehidrasi dapat memicu kontraksi dini. Maka dari itu, ibu hamil diwajibkan untuk minum 8 hingga 12 gelas air setiap hari.

 

3. Bayi

Bayi tidak dapat mengatakan kalau mereka merasa haus. Mereka juga memiliki tingkat metabolisme yang lebih tinggi daripada orang dewasa, sehingga mereka membutuhkan lebih banyak cairan.

 

4. Orang-orang yang aktif di luar dalam cuaca panas dan lembab

 

5. Orang dengan gangguan mekanisme haus seperti orang tua atau orang dengan cedera otak tertentu

 

6. Orang yang kehilangan cairan dalam volume besar melalui usus (karena diare atau melalui kolostomi)

 

7. Orang yang menggunakan obat yang menyebabkan kehilangan air atau obat-obat diuretik

 

 

Kesimpulan

 

Air sangat penting bagi tubuh. Kekurangan cairan dapat menimbulkan berbagai masalah dalam tubuh. Sehingga penting untuk memenuhi kebutuhan cairan serta memahami tanda-tanda tubuh mengalami dehidrasi.

 

 

Referensi

Dwyer, Karen. (2019). Here are the signs you’re really dehydrated and what to do about it. Science Alert. Diakses pada 25 Juli 2019.

Iftikhar, Noreen. (2018). How can you tell if you’re dehydrated?. Healthline. Diakses pada 25 Juli 2019.

Khatri, Minesh. (2019). What is dehydration? what causes it?. WebMD. Diakses pada 25 Juli 2019.