fbpx
LOGO

Zeaxanthin, Karotenoid yang Baik untuk Kesehatan Mata

July 28, 2020
IMG

Zeaxanthin adalah karotenoid yang banyak ditemukan di alam. Zeaxanthin merupakan pigmen yang umumnya ditemukan dalam sayuran berwarna hijau gelap seperti kangkung, kale, bayam, brokoli dan dapat juga ditemukan pada wortel atau kuning telur. Bersama dengan lutein, zeaxanthin digunakan untuk menjaga kesehatan mata.  

 

 

Manfaat

 

1. Menjaga Kesehatan Kulit

Efek antioksidan yang terkandung didalamnya menjadikan zeaxanthin mampu menjaga kesehatan kulit dan melindunginya dari bahaya sinar ultraviolet (UV).

 

Sebuah penelitian pada tikus selama dua minggu menunjukkan bahwa tikus yang menerima diet lutein dan zeaxanthin mengalami lebih sedikit peradangan kulit yang diinduksi oleh sinar UVB dibandingkan dengan tikus yang hanya menerima 0,04% dari kedua karotenoid tersebut (1, 2).

 

Penelitian lain yang melibatkan 46 orang dengan kulit kering ringan sampai sedang menemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi suplemen lutein dosis 10 mg dan 2 mg zeaxanthin mengalami peningkatan warna kulit yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya mengonsumsi plasebo (3).

 

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa kombinasi tersebut dapat melindungi sel-sel kulit dari penuaan dini dan tumor yang diinduksi oleh UVB (4).

 

2. Menjaga Kesehatan Mata

Zeaxanthin adalah pelindung mata yang kuat, terlebih jika dikombinasikan dengan lutein. Keduanya terakumulasi di retina, khususnya pada makula. Zeaxantin dan lutein berfungsi sebagai tabir surya yang melindungi mata dengan menyerap energi cahaya berlebih, melindungi dari sinar biru atau blue light, dan melindungi dari radikal bebas (5, 6).

 

Mengonsumsi zeaxanthin dan lutein dapat menjaga kesehatan mata secara keseluruhan, terutama melindung dari faktor risiko berbagai penyakit mata seperti uveitis atau peradangan lapisan mata, degenarasi makula akibat usia, hingga katarak (7, 8, 9).

 

3. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Zeaxanthin merupakan antioksidan kuat yang melindungi dari radikal bebas serta membantu mendaur ulang glutathione yang merupakan antioksidan kunci dalam tubuh. Selain itu, sifat antioksidannya dapat mengurangi efek oksidasi kolesterol jahat (LDL) sehingga mampu mencegah pembentukan arterosklerosis dini.

 

Penelitian terhadap 573 partisipan menunjukkan bahwa kadar karotenoid (zeaxanthin, lutein, dan cryptoxanthin) dalam plasma yang tinggi mambu menurunkan pembentukan plak arterosklerosis yang dapat memicu penyakit jantung (10, 11). 

 

 

 

Sumber Makanan

 

Zeaxanthin dapat ditemukan pada:

Sayuran hijau gelap, seperti kangkung, bayam, dan brokoli

Kuning telur

Jagung

Paprika merah

Buah jeruk

Buah melon 

Buah kiwi

Buah anggur

Buah persik

Buah kesemek

 

 

Dosis Pemakaian

 

Jumlah zeaxanthin dan lutein yang dibutuhkan tubuh mungkin bergantung pada jumlah stres yang ditanggungnya, contohnya perokok membutuhkan lebih banyak karotenoid tersebut.

 

Saat ini belum ada rekomendasi dosis secara pasti, diperkirakan orang-orang mengonsumsinya dengan dosis 1-3 mg zeaxanthin dan lutein per hari.

 

Untuk mengurangi risiko degenerasi makula terkait usia (AMD) dan meningkatkan warna kulit, Anda dapat mengonsumsi 2 mg zeaxanthin dan 10 mg lutein per hari.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Minyak zaitun, minyak kelapa, mentega: Membantu meningkatkan penyerapan zeaxanthin.

 

 

Defisiensi

 

Kadar zeaxanthin dan lutein yang rendah di mata berkaitan dengan degenerasi makula terkait usia (AMD) dan katarak.

 

 

Efek Samping

 

Suplementasi zeaxanthin berlebih dapat menyebabkan:

Kulit menguning (tidak berbahaya)

• Pembentukan kristal di mata

 

 

Referensi

Patel, Kamal. (2017). Zeaxanthin. Examine. Diakses pada 23 Juli 2019.

O’Brien, Sharon. (2018). Lutein and zeaxanthin: Benefits, dosage and food sources. Healthline. Diakses pada 23 Juli 2019. 

Roberts RL, Green J, Lewis B. Lutein and zeaxanthin in eye and skin health. Clin Dermatol. (2009). 

González S, Astner S, An W, Goukassian D, Pathak MA. Dietary lutein/zeaxanthin decreases ultraviolet B-induced epidermal hyperproliferation and acute inflammation in hairless mice. J Invest Dermatol. (2003). 

Juturu V, Bowman JP, Deshpande J. Overall skin tone and skin-lightening-improving effects with oral supplementation of lutein and zeaxanthin isomers: a double-blind, placebo-controlled clinical trial. Clin Cosmet Investig Dermatol. (2016). 

Astner S, Wu A, Chen J, et al. Dietary lutein/zeaxanthin partially reduces photoaging and photocarcinogenesis in chronically UVB-irradiated Skh-1 hairless mice. Skin Pharmacol Physiol. (2007). 

Eisenhauer B, Natoli S, Liew G, Flood VM. Lutein and zeaxanthin-food sources, bioavailability and dietary variety in age-related macular degeneration protection. Nutrients. (2017).

Roberts JE, Dennison J. The photobiology of lutein and zeaxanthin in the eye.J Ophthalmol. (2015). 

Yang SF, Roberts JE, Liu QH, Pang J, Sarna T. Zeaxanthin and lutein in the management of eye diseases. J Ophthalmol. (2016). 

Ma L, Dou HL, Wu YQ, et al. Lutein and zeaxanthin intake and the risk of age-related macular degeneration: A systematic review and meta-analysis. Br J Nutr. (2012). 

Delcourt C, Carrière I, Delage M, Barberger-Gateau P, Schalch W; POLA Study Group. Plasma lutein and zeaxanthin and other carotenoids as modifiable risk factors for age-related maculopathy and cataract: The POLA Study. Invest Ophthalmol Vis Sci. (2006). 

Dwyer JH, Paul-Labrador MJ, Fan J, Shircore AM, Merz CN, Dwyer KM. Progression of carotid intima-media thickness and plasma antioxidants: The Los Angeles atherosclerosis study. Arterioscler Thromb Vasc Biol. (2004). 

Kim JE, Leite JO, DeOgburn R, Smyth JA, Clark RM, Fernandez ML. A lutein-enriched diet prevents cholesterol accumulation and decreases oxidized LDL and inflammatory cytokines in the aorta of guinea pigs [published correction appears in J Nutr. 2013 Jun;143(6):934]. J Nutr. (2011). 


Tags: , , ,