fbpx
LOGO

4 Manfaat Agar-Agar untuk Kesehatan

October 28, 2020
IMG

Agar-agar berasal dari ganggang merah dan dapat ditemukan dalam bentuk bubuk, serpihan dan batangan. Ketika dimasak dalam cairan kemudian didiamkan, hasil akhirnya adalah makanan berbentuk gel yang seringkali dijadikan makanan penutup. Agar-agar juga dapat digunakan sebagai bahan pengental pada sup atau saus. 

 

Agar-agar adalah alternatif gelatin yang efektif. Gelatin memiliki kegunaan yang sama seperti agar-agar, namun terbuat dari rebusan tulang, kulit, dan jaringan hewan. Agar-agar merupakan pilihan tepat bagi mereka yang menjalani diet vegetarian atau vegan karena agar-agar terbuat dari nabati, serta sarat dengan manfaat gizi. 

 

Agar-agar mengandung rendah kalori, tinggi serat, mangan, magnesium, folat dan zat besi. Maka dari itu agar-agar dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan, membantu penurunan berat badan dan menjaga gula darah tetap stabil.

 

 

Manfaat agar-agar

 

1. Meningkatkan kesehatan pencernaan

Agar-agar merupakan sumber serat dan berfungsi sebagai pencahar alami. Meningkatkan asupan serat adalah salah satu cara paling efektif untuk mengurangi sembelit dan melancarkan buang air besar (1).

 

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa meningkatkan asupan serat dapat melindungi dari gangguan pencernaan, wasir, bisul perut, dan gejala refluks asam lambung (2).

 

2. Membantu menurunkan berat badan

Serat yang terkandung dalam agar-agar bergerak secara perlahan di usus sehingga meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi nafsu makan.

 

Dalam hal menurunkan berat badan, agar-agar terbukti efektif memperpanjang rasa kenyang (3). Selain itu, agar-agar juga efektif menurunkan berat badan pada pada 76 peserta obesitas dibandingkan dengan kelompok kontrol (4).

 

3. Menguatkan tulang dan mencegah anemia

Agar-agar mengandung kalsium dan mangan yang berfungsi untuk menjaga jaringan tulang dan gigi tetap kuat. Zat besi yang terkandung di dalamnya juga membantu meningkatkan produksi sel darah merah yang sehat dan mengurangi risiko anemia.

 

Satu ons agar-agar memasok 33 persen zat besi yang Anda butuhkan sepanjang hari (5, 6).

 

4. Dapat mengatur gula darah

Serat mampu memperlambat penyerapan gula dalam aliran darah, sehingga menjaga gula darah stabil dan mencegah peningkatan kadar gula darah secara tiba-tiba. Agar-agar dipercaya memiliki efek ini, namun hasil penelitiannya beragam.

 

Studi di Jepang yang meneliti efek agar-agar dan pektin pada pengosongan lambung tidak menemukan dampaknya pada kadar gula darah setelah makan.

 

Maka dari itu diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan seberapa besar manfaat agar-agar dalam mempertahankan gula darah normal dibandingkan dengan makanan kaya serat lainnya.

 

 

 

Efek samping & risiko 

 

Agar-agar merupakan hidangan sehat yang aman dikonsumsi, terutama bila dimasukkan pada menu diet. Namun kandungan seratnya dapat menyebabkan sakit perut dan diare.

 

Agar-agar juga mungkin menghasilkan reaksi, terutama pada orang yang alergi terhadap ganggang laut merah. Alergi yang dihasilkan berupa gatal, bengkak, atau mual.

 

Dalam proses pembuatannya, sangat penting menyeduh agar-agar dengan cukup air untuk menghindari bentuk seperti gelatin. Jika tidak dicampur dengan air yang tidak cukup, agar-agar akan sulit ditelan dan memperburuk penyumbatan usus.

 

Jika Anda memiliki disfagia atau penyumbatan usus, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi agar-agar.

 

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa jenis serat tertentu, termasuk agar-agar, dapat meningkatkan risiko pengembangan tumor di usus besar, namun penelitian mengenai hal ini masih terbatas.

 

Bagi Anda yang memiliki riwayat kanker usus besar, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mengosumsi agar-agar (7).

 

 

Referensi

Link R. (2018). Agar agar: The vegan gelatin substitute that promotes satiety & regularity. Dr Axe. Diakses pada 16 Oktober 2019.

Yang J, Wang HP, Zhou L, Xu CF. Effect of dietary fiber on constipation: a meta analysis. World J Gastroenterol. (2012). 

Otles S, Ozgoz S. Health effects of dietary fiber. Acta Sci Pol Technol Aliment. (2014). 

Sanaka M, Yamamoto T, Anjiki H, Nagasawa K, Kuyama Y. Effects of agar and pectin on gastric emptying and post-prandial glycaemic profiles in healthy human volunteers. Clin Exp Pharmacol Physiol. (2007).

Maeda H, Yamamoto R, Hirao K, Tochikubo O. Effects of agar (kanten) diet on obese patients with impaired glucose tolerance and type 2 diabetes. Diabetes Obes Metab. (2005).

Ross AC, Taylor CL, Yaktine AL, et al. Institute of medicine (US) committee to review dietary reference intakes for vitamin d and calcium. Washington (DC): National Academies Press (US); 2011. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK56060/. Diakses pada 16 Oktober 2019. 

Strause L, Saltman P. Role of manganese in bone metabolism. ACS Symposium Series. (1987).

Jacobs LR. Relationship between dietary fiber and cancer: metabolic, physiologic, and cellular mechanisms. Proc Soc Exp Biol Med. (1986). 


Tags: , ,