fbpx
LOGO

4 Tips Sederhana Meningkatkan Fokus Mental di Tempat Kerja

October 23, 2020
IMG

Tidak hanya kelelahan fisik, kelelahan mental juga dapat memengaruhi kinerja kerja serta mengganggu aktivitas Anda.

 

Pada tahun 2017, sebuah penelitian yang dilakukan di Belanda menemukan bahwa 16% karyawan perusahaan berusia 15-75 tahun mengalami kelelahan mental terkait pekerjaan beberapa kali per bulan, dan orang-orang antara 25 tahun dan 34 tahun melaporkan insiden terbanyak.

 

Tiga puluh persen karyawan mengatakan mereka merasa kehabisan tenaga pada akhir hari kerja, sementara 20% mengeluh merasa lelah di pagi hari ketika mereka mulai bekerja.

 

Anda mungkin tidak dapat membatasi diri dengan pekerjaan yang dapat menguras mental, namun Anda tetap dapat menyelesaikannya dengan menjaga pikiran tetap fokus dan tajam. 

 

 

Penyebab kelelahan mental

 

Menurut Dr. Jim Afremow seorang pelatih pola pikir untuk Olympians berpendapat bahwa faktor internal dan eksternal mempengaruhi keadaan mental seseorang. Contohnya memasang lampu yang lebih terang dan memainkan musik yang lebih cepat menunjukkan bagaimana lingkungan eksternal kita secara tidak sadar membentuk kondisi mental kita.

 

Menurutnya lingkungan kerja yang bergerak terlalu cepat dan rangsangan yang diterima terus-menerus dapat membuat mental kita menderita. Saat itulah kita harus bermain dengan mental batin kita untuk memperlambat segalanya kembali.

 

Sebaliknya, ketika kita merasa lesu, kita membutuhkan perangkat teknik yang dapat memberi energi sehingga kita dapat bekerja dengan baik bahkan ketika kondisinya tidak ideal.

 

 

Bagaimana cara untuk memperkuat fokus mental?

 

Mengonsumsi makanan dan suplemen tertentu serta dibarengi dengan praktik sehari-hari seperti meditasi, mengistirahatkan otak, dan kebiasaan tidur yang baik dapat mengubah kondisi mental Anda secara signifikan.

 

Hal tersebut membantu Anda menemukan tingkat ketajaman mental yang diperlukan agar menjadi lebih fokus dan produktif.

 

1. Lakukan diet rendah karbohidrat

Diet rendah karbohidrat atau diet ketogenik berkontribusi pada penurunan berat badan, meningkatkan pemikiran dan meningkatkan konsentrasi. Mengonsumsi makanan rendah karbohidrat dapat membantu menghindari lonjakan gula darah yang dapat menurunkan energi, mengaburkan dan merusak otak, serta menurunkan risiko demensia dan depresi.

 

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengikuti diet rendah karbohidrat menunjukkan peningkatan kinerja memori verbal, menghambat stres neuron, dan mengatur neurotransmitter untuk memastikan keseimbangan antara eksitasi dan penghambatan (1, 2).

 

2. Tidur berkualitas

Salah satu penelitian mengemukakan bahwa kurang tidur tidak hanya memperlambat kecepatan respons dan mengurangi kewaspadaan, perhatian, dan fokus, tetapi juga memengaruhi aspek-aspek yang lebih kreatif dan inovatif dari kognisi. Dengan kata lain, jika Anda tidak tidur nyenyak, otak tidak akan berfungsi dengan benar. 

 

Untuk mendapatkan tidur berkualitas, jauhkan seluruh perangkat elektronik dari Anda sebelum tidur, usahakan ruangan tetap gelap dengan suhu ruangan yang sejuk. Jika Anda belum bisa tidur, bacalah sebuah buku atau menulis jurnal keseharian (buku diary). Anda juga dapat mengkonsumsi suplemen yang mengandung magnesium.

 

Cobalah ikuti panduan tidur nyenyak berikut untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.

 

3. Mengistirahatkan otak

Mengistirahatkan otak seperti tampak tidak mungkin, karena saat tidur pun otak bekerja memproses memori yang telah didapatkan dalam sehari. Maksud dari mengistirahatkan otak disini adalah lakukanlah kegiatan santai, seperti berjalan-jalan di taman atau bercengkrama dengan teman. 

 

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa cahaya ultraviolet berasal dari sinar matahari mampu meningkatkan kewaspadaan dan kecepatan pemrosesan informasi. Responden yang terkena cahaya matahari selama 30 menit setelah belajar memiliki retensi memori yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok plasebo (3, 4).

 

Bagi yang bekerja di dalam ruangan, Anda bisa berjalan selama lima menit setiap jam saat Anda berada di tempat kerja. Hal ini meningkatkan suasana hati dan membantu mengatasi kelesuan.

 

Anda juga bisa keluar dari gedung kantor dan berjalan-jalan santai sebentar untuk menghirup udara.

 

4. Melakukan meditasi

Sebuah penelitian yang berlangsung selama tujuh tahun yang diterbitkan pada tahun 2018 menyimpulkan bahwa latihan meditasi dapat membantu mempromosikan peningkatan dalam rentang perhatian, serta mencegah penurunan mental yang berkaitan dengan usia (5).

 

Pada uji coba hewan menemukan bahwa pernapasan yang tenang berdampak pada sekelompok saraf yang secara langsung terkait dengan pusat-pusat gairah di otak. Semakin banyak kendali yang Anda miliki atas napas Anda, semakin banyak kontrol yang dimiliki atas pikiran Anda.

 

Meskipun penelitian ini dilakukan pada hewan, peneliti percaya bahwa daerah yang dikendalikan nafas yang sama ada pada manusia.

 

 

 

Makanan yang membantu fokus mental

 

Hal lain yang dapat membantu Anda fokus adalah mengonsumsi kafein atau L-theanine. Kafein dapat meningkatkan kewaspadaan dan fokus, sementara L-theanine membantu tubuh lebih bersantai ketika berhadapan dengan sesuatu yang membuat stres.

 

Jika keduanya dikombinasikan, efek menenangkan ini bisa membantu menyeimbangkan sifat stimulan kafein dan akan lebih efektif untuk mendukung kondisi mental yang lebih tajam (6, 7).

 

Anda juga bisa mencoba Huperzia serrata (club moss) dan akar valerian. Club moss mampu meningkatkan defisit kognitif dengan mengatur stres oksidatif dan mendukung faktor pertumbuhan saraf dan reseptor. Sementara akar valerian membantu kinerja dalam tes mental (8, 9).

 

Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Neuropsychopharmacology juga menyebutkan bahwa lemon balm dapat menguatkan otak dengan mempromosikan ketenangan dan daya ingat (10).

 

 

Referensi

White P. (2019). The best ways to improve mental acuity and sharpness. Onnit. Diakses pada 31 Oktober 2019.

Krikorian R, Shidler MD, Dangelo K, Couch SC, Benoit SC, Clegg DJ. Dietary ketosis enhances memory in mild cognitive impairment. Neurobiol Aging. (2012).

Fan S. (2013). The fat-fueled brain: unnatural or advantageous?. Scientific American. Diakses pada 31 Oktober 2019.

Lehrl S, Gerstmeyer K, Jacob J, et al. Blue light improves cognitive performance. J Neural Transm. (2007).

Alkozei A, Smith R, Dailey NS, Bajaj S, Killgore WDS. Acute exposure to blue wavelength light during memory consolidation improves verbal memory performance. PLoS One. (2017).

Zanesco AP, King BG, MacLean KA, et al. Cognitive aging and long-term maintenance of attentional improvements following meditation training. J Cogn Enhanc 2, 259–275 (2018).

Haskell CF, Kennedy DO, Milne AL, Wesnes KA, Scholey AB. The effects of L-theanine, caffeine and their combination on cognition and mood. Biol Psychol. (2008).

Owen GN, Parnell H, De Bruin EA, Rycroft JA. The combined effects of L-theanine and caffeine on cognitive performance and mood. Nutr Neurosci. (2008). 

Wang R, Yan H, Tang XC. Progress in studies of huperzine A, a natural cholinesterase inhibitor from Chinese herbal medicine. Acta Pharmacol Sin. (2006).

Samaei A, Nobahar M, Hydarinia-Naieni Z, et al. Effect of valerian on cognitive disorders and electroencephalography in hemodialysis patients: A randomized, cross over, double-blind clinical trial. BMC Nephrol. (2018). 

Kennedy DO, Wake G, Savelev S, Tildesley NT, Perry EK, Wesnes KA, Scholey AB. Modulation of mood and cognitive performance following acute administration of single doses of Melissa officinalis (Lemon balm) with human CNS nicotinic and muscarinic receptor-binding properties. Neuropsychopharmacology. (2003). 


Tags: ,