fbpx
LOGO

6 Manfaat Grapefruit, Ampuh Cegah Stroke dan Kanker

November 20, 2020
IMG

Grapefruit (Citrus x paradisi) atau jeruk bali merah / limau gedang adalah salah satu buah yang dikenal mengandung senyawa bioaktif yang cukup tinggi. Buah ini bukanlah anggur ataupun limau gedang, namun buah ini merupakan persilangan dari jeruk manis (C. sinesis) dengan jeruk bali (C. maxima).

 

Buah ini memiliki variasi warna mulai dari putih, kuning, merah, atau merah muda dan memiliki rasa asam hingga manis. Grapefruit memiliki kalori yang rendah, tetapi bernutrisi tinggi, mengandung berbagai phytochemical seperti likopen dan beta-karoten yang meningkatkan kesehatan serta limonoid seperti limonin dan flavonoid seperti naringenin. 

 

Limau gedang bermanfaat dalam kesehatan kulit, karena dapat membuat kulit menjadi bersih dan sehat, serta membantu menurunkan berbagai risiko penyakit. Mengkombinasikan kandungan limau gedang dengan polifenol juga akan secara efektif mengurangi massa lemak.

 

 

Manfaat

 

1. Mencegah kanker

American Institute for Cancer Research melakukan uji coba hewan untuk mengetahui efek grapefruit terhadap berbagai sel  kanker. Peneliti menemukan bahwa kandungan phytochemical dalam limau gedang, yakni naringenin dan limonin, menunjukkan kemampuan untuk menekan pertumbuhan sel kanker usus besar, mulut, kulit, paru-paru, payudara dan perut.

 

Studi lain juga menambahkan bahwa tidak hanya proliferasi dari sel kanker yang melambat, tetapi juga meningkatnya proses penghancuran sel-sel kanker.

 

Manfaat ini berasal dari mekanisme senyawa pada grapefruit dalam menurunkan peradangan dan meningkatkan enzim yang berperan untuk menonaktifkan karsinogen (zat penyebab kanker) (1).

 

2. Menjaga kesehatan kulit

Saat ini banyak sekali produk kosmetik yang menjadikan grapefruit atau jeruk limau gedang sebagai bahan aktif utama, karena mengandung banyak senyawa yang bermanfaat untuk kesehatan kulit.

 

Grapefruit mengandung vitamin C yang bertindak sebagai antioksidan untuk melindungi kulit, dan berperan penting dalam pembentukan kolagen, yakni senyawa kunci dalam menjaga kulit tampak awet muda dan bebas kerutan.

 

Beta-karoten pada jeruk bali merah efektif memperlambat penuaan sel-sel kulit dan telah dikenal mampu meningkatkan hiperpigmentasi. Senyawa likopen didalamnya juga diketahui mampu menjaga kulit dari risiko kerusakan dan mutasi yang disebabkan oleh paparan sinar matahari serta peradangan.

 

Tidak kalah pentingnya, grapefruit mengandung asam salisilat alami yang berfungsi untuk mencegah dan melawan jerawat serta membersihkan pori-pori (2).

 

3. Meningkatkan kekebalan tubuh

Grapefruit merupakan sumber vitamin C dan bioflavonoid yang memberikan efek ekstra pada kekebalan tubuh manusia. 

 

Sejumlah penelitian ilmiah  menunjukkan bahwa mencukupi kebutuhan vitamin C setiap hari dapat memaksimalkan fungsi kekebalan tubuh. Vitamin C meningkatkan fungsi antibodi untuk mengidentifikasi dan memusnahkan semua organisme, termasuk virus penyebab penyakit. 

 

Vitamin C juga telah terbukti mencegah kerusakan DNA akibat radikal bebas serta mencegah perkembangan karsinogen. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan vitamin C pada jeruk limau gedang bermanfaat untuk membantu mempercepat kesembuhan pasien pilek dan flu, terutama mereka yang tinggal di daerah dingin (3, 4, 5).

 

Selain itu, kandungan vitamin dan mineral lainnya seperti vitamin A, vitamin B6, zinc, iron, dan magnesium bekerja sama meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh, termasuk perlindungan terhadap infeksi, serta melindungi terhadap peradangan dan penyakit menular pada anak-anak maupun dewasa serta lansia (6, 7, 8).

 

4. Menurunkan berat badan

Banyak penelitian menemukan bahwa mengonsumsi grapefruit dapat menurunkan berat badan. Manfaat ini didapat dari nootkatone, senyawa organik yang berperan mengaktifkan enzim AMP-activated protein kinase (AMPK).

 

AMPK yang aktif akan mendorong proses produksi energi di dalam tubuh, sehingga membantu meningkatkan metabolisme dan mendorong penurunan berat badan. Umumnya, AMPK diaktifkan selama olahraga.

 

Uji coba hewan yang diterbitkan dalam American Journal of Physiology-Endocrinology and Metabolism menunjukkan bahwa asupan jangka panjang nootkatone secara signifikan mengurangi kenaikan berat badan akibat beberapa kondisi, termasuk konsumsi lemak berlebih, hiperglikemia (kadar gula darah tinggi), hiperinsulinemia (tingginya kadar insulin dalam darah), dan hiperleptinemia (berlebihnya kadar leptin dalam tubuh).

 

Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa suplementasi ekstrak jeruk bali merah efektif menekan rasa lapar dan menurunkan asupan kalori per hari, meningkatkan resistensi insulin, sekaligus meningkatkan kinerja fisik (9, 10, (11).

 

 

5. Menurunkan resiko stroke

Studi pada tahun 2012 oleh American Heart Association menemukan bahwa mengonsumsi jeruk terutama varietas grapefruit efektif menurunkan risiko stroke pada wanita.

 

Buah jeruk mengandung senyawa flavonoid yang tinggi yang berperan dalam mengurangi risiko stroke iskemik (kondisi penyumbatan aliran darah ke otak) hingga 19% dibandingkan kelompok wanita yang mengonsumsi sumber makanan dengan flavonoid dalam jumlah sedikit (12).

 

6. Mengurangi selulit

Selulit adalah kondisi permukaan kulit yang bergelombang dan tidak rata. Hal ini disebabkan oleh lemak dibawah kulit yang muncul ke permukaan kulit dan mendorong jaringan ikat sehingga membuat kulit tampak bergelombang.

 

Selulit sering terlihat di area dengan timbunan lemak seperti paha, pantat, perut, pinggul ataupun lengan. Semakin tua seseorang, maka semakin menurun fungsi jaringan ikat. Hal ini memperburuk kondisi selulit.

 

Menurut International Journal of Cosmetic Science, menghirup aroma ekstrak jeruk limau gedang dapat mengurangi selulit karena merangsang sistem saraf hingga 250%.

 

Sifat anti-inflamasi dan pembersih kulit yang signifikan di dalam jeruk limau gedang, termasuk enzim bromelain, efektif dalam memecah selulit (13). Mengombinasikannya dengan krim topikal yang mengandung kafein juga dilaporkan menghasilkan efek pelangsingan. 

 

 

Sumber Makanan

 

Ekstraknya diambil dari daging buah tanaman grapefruit atau jeruk bali merah / limau gedang (Citrus x paradisi). Sebagian besar tanaman ini dibudidayakan di negeri Cina.

 

 

Dosis Pemakaian

 

Jika mengonsumsi daging buahnya secara langsung, direkomendasikan untuk makan setengah porsi grapefruit 2 sampai 3 kali per hari.

 

Limau gedang juga dapat dikonsumsi sebagai salad, atau diblender menjadi smoothie dan jus.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Mengonsumsi limau gedang bersama dengan keju dapat menetralisir tingkat keasaman buah, sehingga menurunkan resiko pengikisan enamel gigi oleh buah ini.

 

Mengombinasikannya dengan krim topikal yang mengandung kafein juga dilaporkan menghasilkan efek pelangsingan. 

 

 

Kontraindikasi

 

Pemilik gigi sensitif diharapkan memerhatikan asupan grapefruit karena memiliki kandungan asam yang tinggi. Limau gedang juga memiliki kadar kalium yang cukup tinggi, sehingga tidak cocok dikonsumsi bagi pemilik riwayat gangguan kesehatan ginjal. 

 

Penderita kanker atau berisiko, terutama wanita dengan sensitif hormon harus menghindari konsumsi limau gedang yang berlebihan. 

 

Hindari mengonsumsi ekstrak jeruk limau gedang dengan kafein karena dapat meningkat kandungan asam sehingga mengakibatkan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau memperburuk gejala penyakit tersebut.

 

Beberapa obat juga memiliki interaksi negatif dengan grapefruit karena mengandung zat yang menghambat sitokrom P450, enzim yang digunakan tubuh untuk memetabolisme obat-obatan tertentu.

 

Adapun obat-obatan tersebut antara lain: 

Imunosupresan

Benzodiazepin

• Indinavir

• Carbamazepine

• Beberapa jenis statin

• Penghambat kalsium, dan lainnya.

 

Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan di atas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu terutama jika akan mengonsumsi grapefruit.

 

 

Efek Samping

 

Mengonsumsi grapefruit dalam jumlah banyak meningkatkan risiko erosi enamel gigi. Efek samping serius juga dapat terjadi jika dikombinasikan dengan obat lain.

 

 

Referensi:

Patel K. (2013). Grapefruit. Examine. Diakses pada 17 Juni 2019.

Price A. (2017).  Grapefruit benefits weight loss, glowing skin & more. Dr Axe. Diakses pada 17 Juni 2019.

Elliott B. (2017). 10 Science-based benefits of grapefruit. Healthline. Diakses pada 17 Juni 2019.

Ware M. (2017). Why is grapefruit so good for you?. Medical News Today. Diakses pada 17 Juni 2019.

Zablocki E. (2001). What could possibly be bad about grapefruit?. WebMD. Diakses pada 17 Juni 2019.

American Institute for Cancer Research. (2019). Grapefruit: Can help promote healthy weight.  American Institute for Cancer Research. Diakses pada 17 Juni 2019.

Rasmus T. (2014). The best of the zest: The citrus fruit offering serious skin benefits. Refinery. Diakses pada 17 Juni 2019.

Wintergerst ES, Maggini S, Hornig DH. Immune-enhancing role of vitamin C and zinc and effect on clinical conditions. Ann Nutr Metab. (2006).

Douglas RM, Hemilä H, Chalker E, Treacy B. Vitamin c for preventing and treating the common cold. Cochrane Database Syst Rev. (2007).

Mora JR, Iwata M, von Andrian UH. Vitamin effects on the immune system: Vitamins a and d take centre stage. Nat Rev Immunol. (2008). 

Semba RD. Vitamin A, immunity, and infection. Clin Infect Dis. (1994).

Rink L, Gabriel P. Zinc and the immune system. Proc Nutr Soc. (2000).

Slavin JL, Lloyd B. Health benefits of fruits and vegetables. Adv Nutr. (2012).

Fujioka K, Greenway F, Sheard J, Ying Y. The effects of grapefruit on weight and insulin resistance: Relationship to the metabolic syndrome. J Med Food. (2006). 

Murase T, Misawa K, Haramizu S, Minegishi Y, Hase T. Nootkatone, a characteristic constituent of grapefruit, stimulates energy metabolism and prevents diet-induced obesity by activating AMPK. Am J Physiol Endocrinol Metab. (2010).

Science Daily. (2012). Eating citrus fruit may lower women’s stroke risk. Science Daily. Diakses pada 17 Juni 2019. 

Rawlings AV. Cellulite and its treatment.  International Journal of Cosmetic Science. (2006).


Tags: , ,