fbpx
LOGO

Asetilkarnitin (ALCAR) Sebagai Nootropik

September 3, 2020
IMG

Acetyl L-Carnitine atau asetilkarnitin (ALCAR) adalah versi L-Carnitine yang disintesis, merupakan turunan dari asam amino lisin dan metionin dan diproduksi secara alami di hati dan ginjal manusia. Versi sintesis ini lebih mudah melewati sawar darah otak.

 

ALCAR merupakan salah satu obat nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tidak menimbulkan efek samping yang signifikan. 

 

Sebagai contoh, daging merah mengandung ALCAR yang mampu meningkatkan fungsi kognisi. Efek yang sama bahkan lebih baik bisa didapat melalui suplementasi ALCAR, tanpa perlu mengonsumsi daging merah. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

Selain itu, ALCAR disebut sebagai nootropik karena berperan dalam metabolisme otak, meningkatkan energi mitokondria, dan bertindak sebagai neuroprotektor melindungi otak dari kerusakan radikal bebas ataupun toksin.

 

ALCAR juga berperan melindungi neurotransmiter atau senyawa organik yang membawa sinyal antar neuron serta dapat meningkatkan efektivitas nootropik lainnya.

 

Sebagai nootropik, ALCAR juga dapat mengatasi gangguan mental seperti down syndrome, sebuah kelainan genetis terhadap kromosom 21 yang menyebabkan keterlambatan perkembangan dan intelektual.  

 

 

Manfaat ALCAR

 

1. Memperlambat Perkembangan Alzheimer

Alzheimer adalah penyakit progresif kronis yang diakibatkan oleh penumpukan protein dalam otak sehingga menyebabkan penurunan daya ingat, kesulitan membuat keputusan, bahkan dapat menyebabkan perubahan kepribadian.

 

Ketika diberikan kepada orang dengan lanjut usia, ALCAR membantu meningkatkan memori dan fungsi mental, memperlambat perkembangan Alzheimer, dan mencegah kelelahan mental dan fisik pada lansia.

 

ALCAR bekerja dengan mempengaruhi metabolisme energi otak, neurotransmiter, dan kaya akan kandungan antioksidan. Dalam proses metabolisme, ALCAR membantu pembakaran sel yang berguna untuk meningkatkan energi fisik dan mental.

 

ALCAR juga merupakan bahan bakar yang diperlukan dalam proses pembentukan asetilkolin guna meningkatkan daya ingat, kewaspadaan mental, mengurangi depresi, dan menjadi rekomendasi terapi regenerasi otak (1, 2, 3, 4, 5).

 

Selain itu, sifat antioksidan yang terkandung di dalam ALCAR membuatnya bersifat neuroprotektif sehingga mampu melindungi saraf, meningkatkan Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), dan meningkatkan sirkulasi darah otak (6).

 

2. Membantu Mengobati Gangguan Kognitif Ringan 

Gangguan kognitif ringan atau Mild Cognitive Impairment (MCI) adalah sebuah kondisi peralihan dari demensia ringan menuju demensia berat. Seseorang yang memiliki kondisi MCI akan berisiko lebih tinggi mengidap Alzheimer.  

 

Pada penelitian dengan partisipan pasien MCI dan Alzheimer awal, pemberian ALCAR dosis 1,5 – 3 gram setiap hari selama 3-6 bulan menghasilkan peningkatan fokus, kinerja mental, memori, dan fungsi mental dibandingkan dengan kelompok penerima plasebo.

 

ALCAR juga terbukti mampu menangkal kerusakan otak lebih lanjut, dan direkomendasikan menjadi terapi yang potensial untuk mengatasi degenerasi otak (7).

 

3. Meningkatkan Energi di Otak

ALCAR membantu mempromosikan energi di otak dengan terlibat dalam proses pengiriman asam lemak kepada mitokondria melalui membran sel (5).

 

Ketika asam lemak dikirimkan menuju mitokondria, senyawa ini akan menjadi bahan bakar untuk pembentukan energi. Adapun ketika ALCAR mengeluarkan asam lemak dari mitokondria, ALCAR juga akan serta merta mengeluarkan limbah beracun hasil dari proses yang terjadi di otak. 

 

4. Mengobati Sindrom Kelelahan Kronis

Sindrom kelelahan kronis adalah kondisi kelelahan yang sangat parah, yang berlangsung lama dan berkepanjangan. Sindrom ini tak bisa hilang hanya dengan istirahat. Kondisi ini sering ditandai dengan nyeri di sekujur tubuh, gangguan tidur, kehilangan konsentrasi, dan depresi.

 

Mengonsumsi ALCAR dosis 1 gram dua kali sehari ampuh mengatasi sindrom kelelahan kronis, tidak menimbulkan efek samping signifikan, dan lebih efektif dibandingkan Amantadine (obat yang umum digunakan untuk sindrom kelelahan kronis (8).

 

 

Sumber Makanan

 

ALCAR  banyak terkandung dalam daging merah, termasuk daging domba, sapi, dan babi, dan produk olahan susu sapi.

 

 

Dosis 

 

ALCAR merupakan nootropik yang larut dalam air dan dapat dikonsumsi saat perut kosong dengan air.

 

Adapun dosis ALCAR yang direkomendasikan yaitu:

Meningkatkan kognitif: Konsumsi ALCAR dosis 1 – 4 gram per hari.

Meningkatkan mood dan menghilangkan kelelahan kronis: Konsumsi 1-3 gram ALCAR per hari.

• Mengatasi masalah memori terkait usia/pikun: Konsumsi 1 – 2 gram ALCAR per hari.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Propionyl L-Carnitine: Mengombinasikan ALCAR dengan Propionyl L-Carnitine dapat lebih efektif mengatasi disfungsi ereksi, yakni gangguan ketidakmampuan pada pria untuk mempertahankan ereksi selama berhubungan seksual.

 

 

Efek Samping

 

Asetilkarnitin dapat ditoleransi dengan baik dan aman dikonsumsi. Pada kasus yang jarang terjadi, ALCAR dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti peningkatan agitasi, kegelisahan, dan memperparah kejang (bila sebelumnya memiliki riwayat kejang).

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil dan menyusui

Kejang

Gangguan bipolar

Nyeri saraf (neuropati) akibat komplikasi dari kemoterapi

Hipotiroid (kekurangan hormon tiroid)

 

Hindari kombinasi ALCAR dengan obat anti-koagulan atau anti pembekuan darah seperti Acenocoumarol (Sintrom) dan Warfarin (Coumadin) karena dapat meningkatkan risiko memar dan pendarahan.

 

 

 

Referensi:

Tomen, David. (2016). Acetyl-l-carnitine. Nootropics Expert. Diakses pada 02 September 2019.

Gunnars, Kris. (2018). Is red meat bad for you, or good? An objective look. Healthline. Diakses pada 10 Juni 2020.

White HL, Scates PW. Acetyl-L-carnitine as a precursor of acetylcholine. Neurochem Res. (1990). 

Pettegrew JW, Levine J, McClure RJ. Acetyl-L-carnitine physical-chemical, metabolic, and therapeutic properties: relevance for its mode of action in Alzheimer’s disease and geriatric depression. Mol Psychiatry. (2000). 

Ferrari F, Gorini A, Villa RF. Functional proteomics of synaptic plasma membrane ATP-ases of rat hippocampus: Effect of l-acetylcarnitine and relationships with Dementia and Depression pathophysiology. Eur J Pharmacol. (2015).

Spagnoli A, Lucca U, Menasce G, et al. Long-term acetyl-L-carnitine treatment in Alzheimer’s disease. Neurology. (1991).

Berg JM, Tymoczko JL, Stryer L. (2002). Biochemistry. 5th edition. New York: W H Freeman. 

Kalaria RN, Harik SI. Carnitine acetyltransferase activity in the human brain and its microvessels is decreased in Alzheimer’s disease. Ann Neurol. (1992). 

Montgomery SA, Thal LJ, Amrein R. Meta-analysis of double blind randomized controlled clinical trials of acetyl-L-carnitine versus placebo in the treatment of mild cognitive impairment and mild Alzheimer’s disease. Int Clin Psychopharmacol. (2003). 

Tomassini V, Pozzilli C, Onesti E, et al. Comparison of the effects of acetyl L-carnitine and amantadine for the treatment of fatigue in multiple sclerosis: Results of a pilot, randomised, double-blind, crossover trial. J Neurol Sci. (2004).


Tags: , ,