fbpx
LOGO

Adrafinil, Bermanfaat atau Justru Berbahaya?

July 2, 2020
IMG

Adrafinil adalah salah satu jenis suplemen nootropik sintetik, yang berfungsi dalam perbaikan fungsi kognitif. Adrafinil merupakan prodrug atau bakal obat dari modafinil. Ketika proses metabolisme terjadi dalam tubuh manusia hanya sedikit bagian dari adrafinil yang akan berubah menjadi modafinil.

 

Keduanya merupakan jenis psikostimulan non-amfetamin yang bermakna dapat mengatasi rasa kantuk tanpa peningkatan detak jantung atau menyebabkan kecemasan.

 

Cara kerja adrafinil dalam tubuh manusia serupa dengan cara kerja modafinil, yakni akan meningkatkan produksi berbagai hormon seperti dopamin, serotonin, norepinephrin, dan histamin. Selain itu adrafinil juga meningkatkan kadar glutamat melalui penurunan GABA. 

 

Adrafinil dapat digunakan untuk mengobati narkolepsi (gangguan mengantuk dan tidur yang tidak terkendali) serta gangguan perhatian pada lansia. Pada beberapa negara adrafinil dijual sangat terbatas, karena penelitian mengenai efektivitas suplemen ini masih sangat minim.

 

Badan Anti-Doping Dunia (WADA) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) melarang penggunaan adrafinil untuk tujuan medis, maupun sebagai stimulan atau zat peningkat kinerja. Pada beberapa wilayah seperti Australia, Jerman, dan Selandia Baru penggunaan adrafinil diharuskan dengan resep dokter.

 

Perhatian: Artikel ini disusun dengan tujuan penyampaian informasi mengenai berbagai efek potensial dan mekanisme kerja adrafinil dalam tubuh manusia. Tidak bertujuan untuk merekomendasi pembaca untuk mengkonsumsi adrafinil secara mandiri tanpa resep dan pengawasan tenaga ahli. Hindari penggunaan adrafinil dengan tujuan rekreasional.  

 

 

Manfaat

 

Meski beberapa manfaat medis dari adrafinil telah dibuktikan oleh berbagai penelitian klinis, penggunaan adrafinil tidak lebih baik dibandingkan dengan modafinil. Bahkan penggunaan adrafinil sangat dilarang oleh Badan Obat dan Pengawas Makanan Amerika Serikat (FDA). Berikut beberapa manfaat medis adrafinil beserta fakta penelitian: 

 

1. Meningkatkan Fungsi Kognitif dan Fisik Pada Lansia

Dalam sebuah penelitian terhadap 70 orang dewasa depresi, pemberian adrafinil dapat meningkatkan perlambatan daya pikir dan gangguan psikomotor (pergerakan tubuh) dibandingkan dengan anti-depresan berjenis clomipramine. Penelitian ini juga menyebutkan adrafinil mampu meningkatkan kemampuan lansia dengan masalah perhatian dan ingatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari (1).

 

Dalam sebuah penelitian pada anjing percobaan, adrafinil terbukti secara signifikan meningkatkan kemampuan mereka untuk mempelajari tugas baru dan mengungguli kelompok anjing kontrol. Menariknya, anjing yang diberi adrafinil memiliki usia lebih tua dibandingkan dengan anjing pada kelompok kontrol (2).

 

Penelitian lain dengan subyek yang sama juga  menemukan bahwa adrafinil menyebabkan peningkatan aktivitas otak frekuensi tinggi yang tahan lama (3). 

 

2. Meningkatkan Energi

Berbagai jenis obat-obatan stimulan atau meningkatkan energi yang memiliki efek samping seperti menurunkan nafsu makan, meyebabkan gangguan tidur, serta sangat berefek pada perubahan mood atau suasana hati. Beberapa jenis amfetamin bahkan menyebabkan efek kecanduan.

 

Meski penelitian mengenai adrafinil terbatas, suplemen ini berpotensi meningkatkan energi dan minim efek samping. 

  

Beberapa penelitian menunjukkan manfaat suplementasi adrafinil dalam meningkatkan energi dan pergerakan pada hewan dalam melakukan aktivitas harian. Penggunaan adrafinil secara efektif menggandakan aktivitas nokturnal monyet dimana mereka tidak lagi menunjukkan perilaku abnormal di malam hari dan melakukan aktivitas normal pada siang hari (4, 5, 6).

 

Sebuah studi yang menggunakan tikus dan diberikan suplementasi adrafinil, diketahui secara signifikan meningkatkan pergerakan dan energi fisik (7). Hasil yang serupa diamati pada hewan anjing, di mana mereka menjadi lebih aktif secara fisik tetapi tidak tampak lebih lelah, jika dibandingkan dengan kelompok kontrol (8).

 

3. Meningkatkan Kesadaran dan Fokus

Adrafinil adalah psikostimulan non-amfetamin yang berarti dapat mengurangi rasa kantuk tanpa peningkatan detak jantung atau menyebabkan kecemasan, gelisah, atau hiperaktif (9). Pada sebuah penelitian dengan partisipan 744 orang lansia, adrafinil diketahui dapat meningkatkan perhatian, konsentrasi, dan kewaspadaan (10).

 

Penelitian lain yang melibatkan 10 orang dewasa lanjut usia, adrafinil menurunkan gelombang otak yang terkait dengan tidur, gelombang theta, dan meningkatkan gelombang alfa, yang bertugas dalam menjaga tubuh tetap sadar dan waspada (11, 12).

 

 

Sumber Makanan

 

Adrafinil merupakan jenis suplemen sintetik (buatan pabrik) sehingga tidak dapat ditemukan dalam berbagai sumber makanan di alam.

 

 

Dosis Pemakaian

 

Adrafinil tersedia dalam bentuk serbuk suplemen maupun tablet. Perlu diketahui bahwa hanya sedikit bagian dari adrafinil yang akan berubah menjadi modafinil, sehingga akan banyak sekali sisa obat yang akan terbuang. Penggunaan modafinil lebih direkomendasikan pada beberapa literatur.

 

Untuk mengobati narkolepsi (untuk resep obat Olmifon), dapat mengkonsumsi adrafinil dosis 600 mg dua kali sehari (pagi dan tengah hari) atau 600-900 mg satu kali sehari setelah bangun tidur.

 

Adrafinil aman dikonsumsi tiga kali dalam seminggu, dan tidak lebih dari lima bulan. Adrafinil sebaiknya tidak dikonsumsi pada sore dan malam hari, karena suplementasi ini akan mengganggu tidur. 

 

 

Efikasi 

 

Peningkatan kadar adrafinil dalam darah terjadi satu jam setelah konsumsi suplemen. Setelah dua jam konsumsi, akan tampak pengaruh adrafinil terhadap otak dan tingkah laku lansia.

 

 

Kontraindikasi

 

Adrafinil dapat meningkatkan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan riwayat konsumsi obat jenis aliskiren dan piretanide.

 

Hindari konsumsi adrafinil mapun modafinil bagi penderita gangguan hati, karena dapat meningkatkan efek samping yang negatif pada hati dan mengarah pada komplikasi pada organ lain. 

 

Anak-anak, ibu hamil atau menyusui dan orang yang memiliki riwayat medis disarankan unuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

 

Efek Samping

 

Beberapa efek samping yang dapat terjadi pada konsumsi adrafinil antara lain sakit kepala, peningkatan stres dan emosi (lekas marah), mual, nyeri perut dan kehilangan nafsu makan, iritasi pada kulit, sulit tidur, dan peningkatan detak jantung dan tekanan darah.

 

Pada sebuah studi kasus, konsumsi adrafinil dalam jangka panjang  dapat menyebabkan orofasial diskinesia, yakni sebuah kondisi ketidakmampuan kendali pada saraf bibir, lidah dan wajah. 

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). Adrafinil, diakses dari https://examine.com/supplements/adrafinil/#sources-and-structure pada 27 Juni 2019.

Lehrer, Matt. (2019).7 Uses of adrafinil + dosage & side effects, diakses dari https://selfhacked.com/blog/adrafinil/ pada 27 Juni 2019.

Daniel. (2017). Adrafinil,diakses dari https://healthtrends.com/adrafinil/ pada 27 Juni 2019.

https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/j.1527-3458.1999.tb00100.x 

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10880682 

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11191710 

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/4094435 

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/228945 

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1971448 

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/3713198 

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11108188 

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10607161 

https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/j.1527-3458.1999.tb00100.x 

http://psycnet.apa.org/record/1988-13334-001 

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11283746


Tags: , , ,