fbpx
LOGO

Mengenal Suplemen Nootropik dan Perbedaannya dengan Obat Pintar

August 28, 2020
IMG

Nootropik merupakan obat yang diklaim dapat meningkatkan fungsi otak. Penemuan senyawa ini berawal pada tahun 1972, seorang ahli kimia dan psikolog Rumania bernama Corneliu E. Giurgea menjuluki obat yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan fungsi otak dalam beberapa cara sebagai nootropik

 

Menurutnya, terdapat beberapa syarat agar sebuah obat dapat dikatakan nootropik, diantaranya harus dapat meningkatkan kesehatan dan fungsi otak, dapat melindungi otak dari cedera fisik maupun kimia, tidak memiliki efek sedatif atau menekan sistem saraf pusat, serta tidak memiliki efek merusak organ atau toksisitas. 

 

 

Cara Kerja Suplemen Nootropik

 

Suplemen nootropik tidak dapat meningkatkan kecerdasan atau skor IQ dalam kurun waktu sebulan. Untuk mendapatkan hasil yang permanen, Anda harus menggunakannya terus menerus. Bila Anda berhenti menggunakan nootropik, fungsi dan kecerdasan otak Anda akan kembali ke tingkat semula.

 

Nootropik bekerja dengan meningkatkan produksi neurotransmiter sehingga memiliki efek positif pada rentang perhatian, suasana hati, memori, dan konsentrasi. Selain itu, nootropik juga meningkatkan aliran darah menuju otak.

 

Ketika otak mendapatkan pasokan glukosa, nutrisi, dan oksigen yang lebih baik kerja otak menjadi lebih efektif, terutama jika terdapat kebutuhan untuk berkonsentrasi dalam jangka waktu yang lama.

 

 

Manfaat Suplemen Nootropik

 

Terdapat beberapa jenis nootropik, dan penggunaan nootropik yang tepat tergantung dengan hasil yang penggunanya inginkan. Menggunakan nootropik secara tepat akan membantu Anda untuk:

 

• Menafsirkan dan menyimpan informasi yang kompleks dengan lebih mudah

 

Belajar lebih cepat dan lebih efisien

 

• Meningkatkan signal-to noise-ratio (SNR) atau kemampuan otak dalam menyerap informasi 

 

Perubahan emosi menjadi lebih positif

 

Menurunkan kecemasan

 

Kemudahan bersosialisasi 

 

Suplemen nootropik juga dapat membantu memperbaiki kerusakan otak jangka panjang seperti pada kondisi Alzheimer. Selain itu, nootropik dapat menjadi alternatif yang lebih sehat dibandingkan penggunaan obat-obatan ADHD (Attention Deficit Hiperactivity Disorder).

 

 

Apakah Nootropik Aman?

 

Nootropik alami umumnya terbuat dari bagian akar, daun, biji ataupun buah tanaman tertentu, serta berasal dari komponen dan ekstrak tanaman yang dimurnikan. Kini, juga terdapat beberapa jenis nootropik sintetis atau kimia. 

 

Obat-obatan yang tergolong nootropik umumnya memiliki efek samping yang sangat sedikit, tidak beracun ketika diminum sesuai dosis yang disarankan, dan tidak menyebabkan gejala putus obat begitu Anda berhenti menggunakannya.

 

Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa penggunaan nootropik dengan dosis normal selama 40-50 hari tidak menyebabkan overdosis. Tetapi perlu diingat untuk tidak merubah dosis nootropik yang telah diresepkan.

 

Beberapa nootropik seperti Racetam dapat berfungsi sebagai prekursor, atau meningkatkan produksi asetilkolin dalam otak Anda. Dengan kata lain, Racetam meningkatkan penyerapan kolin.

 

Efek samping yang paling sering dilaporkan dari penggunaan Racetam adalah sakit kepala pada bagian tertentu. Mengombinasikan racetam dengan suplemen kolin (Alpha-GPC, CDP-Choline, atau Cognizin®) dapat mencegah efek samping tersebut.

 

Nootropik Racetam jenis Phenibut juga umum diresepkan untuk meningkatkan fungsi kognitif, daya ingat, dan kecerdasan. Namun, suplemen ini menghasilkan efek samping yang sangat buruk termasuk  kecanduan dan efek putus obat.

 

Jika Anda akan mencoba Phenibut, pastikan Anda mengikuti rekomendasi dosis yang diberikan dan hindari konsumsi rutin setiap hari.

 

 

Apakah Nootropik = Smart Drugs?

 

Banyak orang yang salah mengira smart drugs atau obat cerdas adalah nama lain dari nootropik. Jika ditelusuri kembali, terdapat perbedaan antara obat cerdas dan nootropik.

 

Obat cerdas merupakan obat resep yang digunakan untuk mengobati gejala ADHD ataupun narkolepsi (gangguan tidur kronis yang menyebabkan serangan tidur mendadak). Obat ini bekerja dengan merangsang tubuh dan pikiran. Jenis obat yang paling umum diresepkan adalah Adderall (dextroamphetamine) atau Ritalin (methylphenidate).

 

Obat cerdas memiliki efek samping seperti penurunan nafsu makan, mudah marah, perubahan suasana hati, kecemasan, masalah tidur, masalah jantung, bahkan dapat menimbulkan ketergantungan dan kecanduan. Obat cerdas lainnya, yaitu Modafinil dan Adrafinil juga memiliki efek samping yang serupa.

 

Selain efek samping yang merugikan, berbagai jenis obat cerdas seperti yang telah disebutkan di atas dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain dan menghasilkan toksisitas (merusak organ). Hal inilah yang menyebabkan smart drugs bukanlah termasuk ke dalam golongan nootropik.

 

 

Siapa yang Paling Cocok Menggunakan Nootropik?

 

Penggunaan nootropik bagi pelajar dapat membantu mengoptimalkan proses belajar, termasuk ketika mengerjakan tugas, mengerjakan soal rumit, serta saat mempersiapkan ujian.

 

Nootropik juga cocok digunakan oleh orang dengan beban kerja yang berat, atau digunakan oleh orang-orang yang merasa bahwa otak mereka tidak mampu berhadapan dengan kecepatan dan intensitas pekerjaan yang harus dikerjakan.

 

Selain itu, nootropik akan sangat membantu ketika Anda menghadapi deadline pekerjaan.

 

 

 

Referensi:

Tomen D. (2017). The definitive guide to nootropics. Nootropics Expert. Diakses pada 30 Agustus 2019.

The Nootropics Guide. (2019). What are nootropics?. The Nootropics Guide. Diakses pada 30 Agustus 2019.