fbpx
LOGO

Apa Saja Manfaat Diet Gluten bagi Kesehatan?

September 4, 2020
IMG

Gluten adalah sejenis protein yang ditemukan dalam biji-bijian, seperti gandum, jali dan gandum hitam, yang bertanggung jawab untuk memberikan elastisitas makanan dan memberikan tekstur kenyal.

 

Pola makan bebas gluten atau gluten-free diet adalah diet atau membatasi bahkan tidak mengonsumsi makanan yang mengandung protein gluten. Dalam beberapa tahun terakhir, diet jenis ini menjadi populer dan dilakukan oleh banyak orang, terlepas dari apakah mereka perlu menghindari gluten atau tidak.

 

Diet bebas gluten dikaitkan dengan manfaat kesehatan yang besar. Diet bebas gluten, seperti diet sensitivitas gluten, dapat meningkatkan pembakaran lemak, memberikan energi ekstra, mengurangi peradangan, dan meringankan gejala pencernaan seperti gas, kembung atau diare.

 

Diet bebas gluten juga dapat mengatasi masalah perilaku, menurunkan gejala autisme dan mengatasi sindrom iritasi usus.

 

 

Siapa yang Harus Melakukan Diet Gluten?

 

1. Penyakit Celiac

Penyakit celiac adalah penyakit autoimun di mana tubuh salah menganggap gluten sebagai ancaman asing, sehingga tubuh bereaksi berlebihan dan menyerang protein gluten.

 

Seseorang yang mengalami penyakit celiac tidak dapat mencerna gluten yang terdapat dalam makanan. Kondisi ini juga merusak daerah pencernaan sekitarnya, seperti dinding usus. Hal ini dapat menyebabkan defisiensi nutrisi, masalah pencernaan yang parah dan anemia, serta meningkatkan risiko banyak penyakit berbahaya.

 

2. Sensitivitas Gluten Non-Celiac

Orang dengan kondisi ini tidak positif terkena penyakit celiac, tetapi mereka merasa tidak nyaman setelah mengonsumsi gluten.  

 

 

Manfaat Diet Gluten

 

Berikut ini manfaat dari diet gluten:

 

1. Menurunkan Berat Badan

Gluten seringkali ditambahkan dalam kue camilan dan menambah banyak kalori ke dalam makanan tersebut.  Pada beberapa uji coba hewan menunjukkan bahwa diet gluten dapat menurunkan berat badan dan meningkatkan pemecahan lemak (1).

 

Namun, diperlukan lebih banyak penelitian yang memfokuskan efek gluten pada penurunan berat badan dan lemak tubuh manusia.

 

2. Meringankan Gejala Pencernaan

Dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet bebas gluten dapat meringankan gejala pencernaan seperti kembung, gas, dan diare. Diet gluten juga membantu mengurangi beberapa gejala pada celiac termasuk mual, muntah, perut kembung dan diare (2, 3).

 

3. Menambah Energi

Bagi beberapa orang yang merasa lelah atau lesu setelah mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, diet bebas gluten adalah pilihan yang tepat untuk menambah energi. Diet bebas gluten dapat memberikan energi ekstra dan mencegah brain fog atau kabut otak yang timbul akibat mengonsumsi gluten.

 

Gejala tersebut umum dialami oleh orang dengan penyakit celiac yang dapat disebabkan oleh kekurangan nutrisi karena kerusakan usus. Untuk mengganti asupan gluten, konsumsi makanan yang kaya nutrisi dan menjaga tingkat energi tetap tinggi.

 

4. Membantu Mengurangi Peradangan

Diet bebas gluten dapat membantu mengurangi peradangan kronis pada mereka yang menderita penyakit celiac. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa diet bebas gluten dapat mengurangi tanda-tanda peradangan seperti kadar antibodi dan membantu mengobati kerusakan usus yang disebabkan oleh peradangan terkait gluten pada mereka yang menderita penyakit celiac (4, 5).

 

5. Mengurangi Gejala Autisme pada Anak

Menghilangkan gluten dari makanan dapat membantu mengurangi gejala autisme pada anak-anak ketika digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan metode pengobatan konvensional.

 

Dalam sebuah penelitian, diet bebas gluten dapat meningkatkan peningkatan perilaku, gejala fisiologis dan perilaku sosial, menurunkan gejala gastrointestinal dan secara signifikan mengurangi gangguan perilaku pada anak autis (6, 7).

 

6. Meringankan Gejala Sindrom Iritasi Usus Besar

Irritable bowel syndrome, atau IBS, adalah gangguan usus yang menyebabkan gejala-gejala pencernaan seperti kembung, gas, sembelit dan diare. Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa pembatasan gluten pada diet fodmap memiliki dampak positif terhadap sindrom iritasi usus besar (8).

 

Para peneliti menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi gluten mengalami peningkatan frekuensi usus dan permeabilitas usus atau usus bocor dibandingkan dengan mereka yang melakukan diet bebas gluten (9).

 

 

Melakukan Diet Gluten

 

Untuk melakukan diet gluten, yang harus dilakukan adalah hindari produk makanan yang mengandung gandum, jelai, malt, ragi, dan oat. Carilah produk dengan label “gluten free” atau bebas gluten bersertifikat.

 

Pastikan untuk memeriksa label produk dibawah ini untuk memastikan mereka tidak mengandung gluten tersembunyi:

Sup kaleng dan campuran sup

Saus yang dibeli di toko

Keripik kentang rasa

Kecap

Dressing salad

Deli / Daging olahan

Bumbu halus

Kopi instan

Puding

Licorice (akar manis)

• Biji Moster atau biji sawi

 

Sebaiknya, daftar makanan dibawah ini mengandung bebas gluten dan kaya akan nutrisi:

Biji gandum

Beras merah

Bayam

Bubur jagung

Oat bebas gluten

Buah-buahan dan sayur-sayuran

Daging, unggas, dan makanan laut

Kacang dan biji-bijian

Produk susu

• Soba (mie jepang terbuat dari tepung gandum kuda)

 

 

Referensi:

Link, Rachael. (2017). Gluten-free diet guide: Foods, benefits and more. Dr Axe. Diakses  pada 19 Agustus 2019.

Raman, Ryan. (2017). The gluten-free diet: A beginner’s guide with meal plan. Healthline. Diakses  pada 19 Agustus 2019.

Soares FL, de Oliveira Matoso R, Teixeira LG, et al. Gluten-free diet reduces adiposity, inflammation and insulin resistance associated with the induction of PPAR-alpha and PPAR-gamma expression. J Nutr Biochem. (2013). 

Norström F, Sandström O, Lindholm L, Ivarsson A. A gluten-free diet effectively reduces symptoms and health care consumption in a Swedish celiac disease population. BMC Gastroenterol. (2012). 

Murray JA, Watson T, Clearman B, Mitros F. Effect of a gluten-free diet on gastrointestinal symptoms in celiac disease. Am J Clin Nutr. (2004). 

Midhagen G, Aberg AK, Olcén P, et al. Antibody levels in adult patients with coeliac disease during gluten-free diet: A rapid initial decrease of clinical importance. J Intern Med. (2004). 

Wahab PJ, Meijer JW, Mulder CJ. Histologic follow-up of people with celiac disease on a gluten-free diet: Slow and incomplete recovery. Am J Clin Pathol. (2002).

Pennesi CM, Klein LC. Effectiveness of the gluten-free, casein-free diet for children diagnosed with autism spectrum disorder: Based on parental report. Nutr Neurosci. (2012).

Ghalichi F, Ghaemmaghami J, Malek A, Ostadrahimi A. Effect of gluten free diet on gastrointestinal and behavioral indices for children with autism spectrum disorders: A randomized clinical trial. World J Pediatr. (2016). 

Magge S, Lembo A. Low-fodmap diet for treatment of irritable bowel syndrome. Gastroenterol Hepatol (N Y). (2012).

Vazquez-Roque MI, Camilleri M, Smyrk T, et al. A controlled trial of gluten-free diet in patients with irritable bowel syndrome-diarrhea: effects on bowel frequency and intestinal function. Gastroenterology. (2013).