fbpx
LOGO

Apakah Makanan Berkalori Negatif Nyata dan Perbedaannya dengan Makanan Zero Calorie

September 30, 2020
IMG

Kalori adalah satuan panas atau energi. Ini bisa diartikan sebagai jumlah panas atau energi yang berasal dari makanan atau minuman yang dikonsumsi sehingga tubuh dapat menghasilkan energi atau cadangan energi.

 

Kalori yang diserap tubuh hanya sebagian dari jumlah yang masuk ke dalam tubuh, dan sebagian dari kalori ini akan hilang di sepanjang jalan selama proses pencernaan.

 

Selama penyerapan dalam usus, perbandingan kalori yang masuk ke dalam tubuh dan yang dikeluarkan adalah 80 : 20. Mekanisme ini terjadi melalui ekskresi serat atau sebagian makanan yang tidak tercerna.

 

Selain itu, proses bagi tubuh untuk mencerna, menyerap, dan memetabolisme kalori (disebut efek termal makanan) juga membutuhkan energi. 

 

Bila digambarkan secara proses, maka jumlah kalori yang Anda konsumsi dikurangi kalori yang dikeluarkan dan dikurangi efek termal makanan sama dengan kalori bersih yang tersedia untuk tubuh Anda untuk digunakan.

 

Secara matematis dapat dituliskan dengan persamaan sebagai berikut:

 

   Kalori bersih yang tersedia untuk tubuh = Kalori yang dikonsumsi – (kalori

  yang dikeluarkan + efek termal makanan)

 

Banyak pelaku diet membatasi jumlah asupan kalori untuk membantu menurunkan berat badan. Terlebih lagi kini terdapat konsep makanan kalori negatif untuk membantu orang-orang menjalani diet tersebut.

 

 

Apa itu makanan berkalori negatif?

 

 

Konsep makanan dengan kalori negatif telah menyita perhatian. Makanan kalori negatif berarti makanan dengan jumlah kalori yang lebih sedikit daripada energi yang digunakan tubuh untuk mencernanya. 

 

Secara teoritis, mengonsumsi makanan rendah kalori dapat membantu menurunkan berat badan. Tapi hingga kini belum terdapat penelitian mengenai makanan kalori negatif.

 

Sebuah studi skala kecil meneliti konsumsi seledri, yang sering dikatakan sebagai makanan kalori negatif.

 

Penelitian ini melibatkan lima belas sukarelawan wanita sehat dengan usia rata-rata 23 tahun, dan mengukur tingkat metabolisme istirahat (RMR) sebelum dan sesudah mengonsumsi 100 g seledri. Dari 16 kkal yang disediakan oleh seledri, hanya 2,24 kkal yang diserap (1).

 

Jadi, seledri bukan merupakan makanan berkalori negatif. Yang membuatnya cocok dikonsumsi untuk menurunkan atau pemeliharaan berat badan adalah kandungan air dan seratnya yang tinggi.

 

Sebuah studi membandingkan diet kalori rendah ​(NCD) dengan diet rendah kalori tradisional (LCD). Diet NCD mengklaim terdiri dari konsumsi makanan yang menciptakan defisit kalori negatif. Di awal penelitian, studi RCT (random clinical trial) 3 bulan ini membuat 37 pria (usia ≈59) kelebihan berat badan atau obesitas.

 

Pada akhir uji coba, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam penurunan berat badan atau BMI (body mass index) antara kelompok NCD dan LCD. Temuan ini menyimpulkan bahwa konsep makanan berkalori negatif tidak bermakna (2).

 

 

 

Kesimpulan

 

Hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan makanan mengandung kalori negatif yang secara langsung berkontribusi terhadap penurunan berat badan. 

 

Tetapi makanan yang biasanya dikategorikan sebagai kalori negatif cenderung mengandung banyak air dan serat, sehingga apabila Anda mengonsumsinya dapat menyebabkan penurunan berat badan karena Anda mengonsumsi lebih sedikit makanan secara keseluruhan.

 

 

Referensi:

Hull M. (2018). Can food have negative calories?. Examine. Diakses pada 08 Oktober 2019.

Scott JR. (2019). Calorie definition and why we count them. Very Well Fit. Diakses pada 08 Oktober 2019.

Clegg ME, Cooper C. Exploring the myth: Does eating celery result in a negative energy balance?. Proceedings of the Nutrition Society. (2012).

Rezaeipour M, Apanasenko GL, Nychyporuk VI. Investigating the effects of negative-calorie diet compared with low-calorie diet under exercise conditions on weight loss and lipid profile in overweight/obese middle-aged and older men. Turk J Med Sci. (2014).


Tags: