fbpx
LOGO

4 Manfaat Asam Gelugur yang Harus Kamu Ketahui

June 26, 2020
IMG

Garcinia cambogia (GC) merupakan buah tropis berbentuk labu kecil yang juga dikenal sebagai asam Malabar atau asam gelugur. Buah ini populer digunakan sebagai suplemen penurun berat badan dan membantu menekan nafsu makan.

 

Kandungan tinggi asam hidroksisitrat (HCA) dipercaya bertanggung jawab terhadap manfaat tersebut. Buah ini sudah dibudidayakan dan dikonsumsi di beberapa bagian Asia, terutama Asia Tenggara dan India selama bertahun-tahun, meski tidak untuk tujuan penurunan berat badan.

 

 

Manfaat Asam Gelugur

 

1. Menurunkan Kadar Kolestrol

Sebuah penelitian mengenai konsumsi 2800 mg suplemen asam gelugur (GC) setiap hari selama 8 minggu, terbukti mampu mengatasi berbagai faktor risiko penyakit yang berhubungan dengan kolesterol. GC mampu menurunkan hingga 6,3% kadar kolestrol total dan kadar kolesterol jahat (LDL – Low Density Lipoprotein) hingga 12,3%. GC juga terbukti mampu meningkatkan 10,7% kadar kolesterol baik (HDL – High Density Lipoprotein), serta menurunkan hingga 8,6% kadar trigliserida atau lemak dalam darah (1, 2).

 

Namun, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Phytoterapy Research tidak mendapatkan hasil yang sama. Hasil penelitian tersebut menyatakan GC tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap trigliserida dan hanya memiliki efek kecil pada penurunan kadar kolesterol (3).

 

2. Menstabilkan Gula Darah

Asam gelugur terbukti dapat membantu tubuh dalam regulasi gula darah dengan cara meningkatkan aktivitas sel sehingga secara aktif sel akan mengubah glukosa (gula) menjadi energi. Penghambatan enzim alpha amylase pankreas, perubahan alpha glukosidase usus, dan perubahan dalam sintesis asam lemak merupakan cara GC untuk membantu menurunkan berat badan serta membantu tubuh memproses insulin dengan lebih baik (3, 4).

 

Enzim amilase berfungsi untuk mengurai makanan, meningkatkan energi dan memiliki efek anti-diabetes. Pada pasien diabetes akan ditemukan kadar gula darah yang lebih tinggi dan aktivitas enzim amilase lebih rendah secara signifikan (5, 6).

 

3. Membantu Menurunkan Berat Badan

Sebuah meta-analisis mengemukakan bahwa terdapat penurunan signifikan massa lemak yang terdiri atas lemak visceral, lemak subkutan, dan total lemak pada kelompok yang diberikan suplemen asam gelugur (GC) dibandingkan dengan kelompok penerima plasebo (7). Asam hidroksisitrat (HCA) yang terkandung pada GC juga bekerja dengan memblokir ikatan enzim berjenis adenosin trifosfat – sitrat – lyase, yang berkontribusi pada pembentukan sel-sel lemak.

 

Namun, suplementasi asam gelugur pada manusia hanya menghasilkan efek  penurunan berat badan minimal yakni 0,88 kg.  Penelitan yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association juga tidak menemukan penurunan berat badan dan kehilangan lemak akibat konsumsi suplemen GC dengan dosis 1.500 mg per hari selama 12 minggu.

 

Diperlukan lebih banyak penelitian klinis untuk menjamin efektivitas suplementasi Garcinia cambogia dalam hal penurunan berat badan (8).

 

4. Membantu Mengurangi Nafsu Makan Berlebih

Penelitian dengan subyek tikus menunjukkan bahwa pemberian suplemen asam gelugur pada tikus membuat para tikus cenderung makan dengan porsi lebih sedikit (9, 10). Temuan yang sama terjadi pada penelitian dengan subyek manusia yang menyatakan bahwa asam gelugur mampu menekan nafsu makan dan menimbulkan rasa kenyang lebih lama (11).

 

Hal ini dapat terjadi karena HCA yang terkandung dalam asam gelugur dapat membantu menurunkan nafsu makan dengan meningkatkan produksi neurotransmitter serotonin, yang dikaitkan dengan perasaan tenang dan bahagia (12, 13, 14).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Tanaman asam gelugur (Garcinia cambogia)

 

 

Dosis Pemakaian

 

Asam gelugur (Garcinia cambogia) aman dikonsumsi oleh dewasa sehat dalam dosis antara 250-1.000 miligram per hari atau setara dengan 2.800 miligram HCA per hari. 

 

 

Interaksi Sinergi

 

Cuka apel: Mengkombinasikan asam gelugur dengan cuka apel akan membantu menimbulkan rasa kenyang dan berbagai manfaat positif lain bagi kesehatan pencernaan.

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil dan menyusui 

 

Pasien dengan gangguan bipolar

 

Penderita gangguan liver dan ginjal, karena dapat memperberat kerja organ liver/ hati dan ginjal

 

Hindari mengkombinasikan GC dengan obat-obatan tertentu seperti obat asma dan alergi (Accolate dan Singulair), analgesik, obat anti-ansietas dan anti-depresan, obat diabetes (termasuk pil atau insulin), suplemen zat besi untuk anemia, statin, dan warfarin (pengencer darah).

 

 

Efek Samping

 

Gangguan pencernaan seperti diare atau mual

Ruam pada kulit

Sakit kepala

Mulut kering

Dosis tinggi akan menyebabkan efek samping serius

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2013). Garcinia cambogia. Diakses pada 15 Juni 2019.

Levy, Jillian. (2019). Garcinia cambogia: Safe for weight loss?. Dr Axe. Diakses pada 15 Juni 2019.

WebMD. (2018). Garcinia Cambogia: Safe for Weight Loss?. WebMD. Diakses pada 15 Juni 2019.

WebMD. (2018). Garcinia. WebMD. Diakses pada 15 Juni 2019.

Bjarnadottir, Adda. (2018). How garcinia cambogia can help you lose weight and belly fat. Healthline. Diakses pada 15 Juni 2019.

Johnson, Jon. (2017). Garcinia cambogia: Does it work?. Medical News Today. Diakses  pada 15 Juni 2019.

Preuss HG, et al. Efficacy of a novel, natural extract of (–)-hydroxycitric acid (HCA-SX) and a combination of HCA-SX, niacin-bound chromium and Gymnema sylvestre extract in weight management in human volunteers: A pilot study. Nutrition Research. (2004). 

Sripradha R, Sridhar MG, Maithilikarpagaselvi N. Antihyperlipidemic and antioxidant activities of the ethanolic extract of Garcinia cambogia on high fat diet-fed rats. J Complement Integr Med. (2016). 

Vasques CAR, et al. Evaluation of the pharmacotherapeutic efficacy of Garcinia cambogia plus amorphophallus konjac for the treatment of obesity. Phytoteraphy Research. (2008).

Vasques CA, Schneider R, Klein-Júnior LC, Falavigna A, Piazza I, Rossetto S. Hypolipemic effect of garcinia cambogia in obese women. Phytoteraphy Research. (2008).

Yamada T, Hida H, Yamada Y. Chemistry, physiological properties, and microbial production of hydroxycitric acid. Appl Microbiol Biotechnol. (2007). 

Yadav R, Bhartiya JP, Verma SK, Nandkeoliar MK. The evaluation of serum amylase in the patients of type 2 diabetes mellitus, with a possible correlation with the pancreatic functions. J Clin Diagn Res. (2013).

Nakajima K, Nemoto T, Muneyuki T, Kakei M, Fuchigami H, Munakata H. Low serum amylase in association with metabolic syndrome and diabetes: A community-based study. Cardiovasc Diabetol. (2011).

Onakpoya I, Hung SK, Perry R, Wider B, Ernst E. The use of garcinia extract (hydroxycitric acid) as a weight loss supplement: A systematic review and meta-analysis of randomised clinical trials. J Obes. (2011). 

Heymsfield SB, Allison DB, Vasselli JR, Pietrobelli A, Greenfield D, Nunez C. Garcinia cambogia (hydroxycitric acid) as a potential antiobesity agentA randomized controlled trial. JAMA. (1998).

Rao GV, Karunakara AC, et al. Hydroxycitric acid lactone and its salts: Preparation and appetite suppression studies. Food Chemistry. (2010).

Rao N, Sakariah. Lipid-lowering and antiobesity effect of (−)hydroxycitric acid. Nutrition Research. (1988).

Preuss HG, Garis RI, Bramble JD, et al. Efficacy of a novel calcium/potassium salt of (-)-hydroxycitric acid in weight control. Int J Clin Pharmacol Res. (2005).

Ohia SE, Awe SO, LeDay AM, Opere CA, Bagchi D. Effect of hydroxycitric acid on serotonin release from isolated rat brain cortex. Res Commun Mol Pathol Pharmacol. (2001). 

Ohia SE, Opere CA, LeDay AM, Bagchi M, Bagchi D, Stohs SJ. Safety and mechanism of appetite suppression by a novel hydroxycitric acid extract (HCA-SX). Mol Cell Biochem. (2002). 

Feijó Fde M, Bertoluci MC, Reis C. Serotonina e controle hipotalâmico da fome: Uma revisão [Serotonin and hypothalamic control of hunger: A review]. Rev Assoc Med Bras (1992).


Tags: , , ,