fbpx
LOGO

Awas, Pola Makan yang Buruk dapat Menyebabkan Kematian!

October 19, 2020
IMG

Mengonsumsi makanan cepat saji dan jajanan kaki lima adalah salah satu hal yang menyenangkan. Mengonsumsinya sesekali memang tidak berbahaya, tapi jika berlebihan dan terus menerus dapat menyebabkan pola makan yang buruk.

 

Diet sehat pada dasarnya adalah mengonsumsi makanan seimbang. Pedoman diet Amerika menyarankan untuk mengonsumsi:

• Biji-bijian 9 – 11 porsi per hari

• Sayur 4 – 5 porsi per hari

• Buah 3-4  porsi per hari

• Protein 2 – 3 porsi per hari

 

Mengonsumsi makanan di atas sesuai dengan rekomendasi akan menciptakan menu makanan seimbang serta dapat mencukupi nutrisi harian tubuh (1).

 

Sedangkan, ada banyak jenis diet yang tidak sehat. Mengonsumsi makanan cepat saji termasuk salah satu diet yang tidak sehat karena mengandung tinggi karbohidrat dan lemak.

 

Melakukan diet ekstrem, seperti diet karnivora, atau diet yang melibatkan konsumsi berlebihan produk atau nutrisi tertentu juga dapat dikategorikan sebagai diet tidak sehat. Hal ini dapat memicu masalah kesehatan dalam jangka panjang, seperti hipertensi dan risiko penyakit kardiovaskular.

 

Secara umum, terlalu banyak mengonsumsi apa pun dapat mengakibatkan diet yang tidak sehat dengan manfaat kesehatan negatif. Efek dari makan yang tidak sehat terkadang dapat mengakibatkan perubahan fisik yang jelas, seperti jerawat, kembung dan pertambahan berat badan. 

 

Menurut Centers for Disease Control, kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, osteoarthritis, stroke dan banyak kondisi lainnya (2). 

 

Ditambah lagi penelitian baru-baru ini membuktikan terdapat hubungan antara pola makan yang buruk dengan kematian.

 

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Lancet menyatakan bahwa secara global, 1 dari 5 kematian (total 11 juta) pada 2017 dikaitkan dengan pola makan yang buruk, serta berkaitan  dengan penyakit kardiovaskular yang merupakan penyebab kematian terbesar. 

 

Studi ini melihat asupan makanan di 195 negara dengan menghitung beban penyakit (populasi yang disebabkan fraksi) yang dapat dikaitkan dengan kematian yang terkait dengan penyakit kardiovaskular, kanker atau diabetes tipe 2, serta dampak diet terhadap kesehatan yang buruk (seperti kecacatan).

 

Studi ini mengamati 15 aspek berbeda dari diet, yaitu:

 

Asupan rendah: Buah, sayuran, legume, gandum utuh, kacang-kacangan dan biji-bijian, susu, serat, kalsium, omega 3 rantai panjang dari makanan laut, dan lemak tak jenuh ganda.

 

Asupan tinggi: Daging merah, daging olahan, minuman ringan manis, lemak trans, dan natrium. 

 

Untuk semua faktor, peneliti menemukan tingkat asupan yang berbeda dari tingkat asupan nutrisi optimal berdasarkan meta-analisis peneliti Global Burden of Disease.

 

Tim menemukan bahwa asupan semua faktor yang diukur tidak optimal, yang mana kategori ‘di bawah optimal untuk makanan sehat dan ‘di atas optimal’ untuk yang tidak sehat. Tidak ada negara yang berhasil mencapai level optimal untuk semua atribut dan tidak ada satu atribut pun yang optimal di semua negara.

 

Secara keseluruhan, penelitian menemukan bahwa jumlah terbesar kematian terkait diet dikaitkan dengan makan terlalu banyak natrium dan tidak cukup gandum atau buah-buahan. Namun terdapat variasi faktor berdasarkan wilayahnya.

 

Contohnya, di Eropa Barat faktor yang terkait dengan jumlah terbesar kematian adalah rendahnya asupan gandum, kacang-kacangan dan biji-bijian serta asupan natrium yang tinggi. 

 

Sementara asupan buah sebagai kontributor terbesar kasus kematian di Bangladesh, Ethiopia dan Republik Demokratik Kongo. 

 

Menurut penelitian negara-negara dengan tingkat kematian terendah terkait diet adalah Israel, diikuti oleh Perancis, Spanyol dan Jepang. Sementara negara dengan tingkat kematian tertinggi adalah Uzbekistan, yang memiliki kematian terkait diet sepuluh kali lebih banyak daripada Israel.

 

Pendapatan rumah tangga juga dikaitkan dengan diet sehat. Di negara berpenghasilan tinggi, tiga porsi sayuran dan dua porsi buah menyumbang 2% dari pendapatan rumah tangga. Sementara pada negara berpenghasilan rendah kedua makanan sehat tersebut bernilai 52% dari pendapatan rumah tangga. 

 

 

Referensi

Nutrition. (2019). Poor diets associated with 11 million deaths worldwide according to the lancet global burden of disease study. Nutrition. Diakses pada 25 Oktober 2019.

Lama CS. (2018). What are the effects of an unhealthy diet?. Live Strong. Diakses pada 25 Oktober 2019.

CDC. (2019). Disability and obesity. Diakses pada 25 Oktober 2019.


Tags: , ,