fbpx
LOGO

Benarkah Konsumsi Air Kelapa dapat Meningkatkan Kinerja Fisik?

September 30, 2020
IMG

Minuman air kelapa telah menyita banyak perhatian karena manfaatnya pada kesehatan. Air kelapa terbentuk secara alami dalam buah dan mengandung 94% air dan sedikit lemak.

 

Satu cangkirnya (sekitar 240ml) mengandung 46 kalori serta karbohidrat, serat, protein, magnesium, vitamin C, mangan, kalium, sodium, dan kalsium.

 

Air kelapa dipercaya memiliki osmolaritas (konsentrasi larutan) yang sama dengan darah manusia sehingga dapat diberikan secara intravena tanpa menghasilkan komplikasi. 

 

Karena kandungan karbohidrat dan elektrolitnya, air kelapa juga sering dianggap sebagai minuman alternatif yang lebih sehat daripada minuman olahraga (yang sarat gula tradisional) yang dikonsumsi orang selama berolahraga.  

 

Akan tetapi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hasil signifikan  yang menunjukkan peningkatan rehidrasi oleh air kelapa. Studi menemukan air kelapa lebih baik daripada air putih untuk rehidrasi setelah latihan, tetapi tidak lebih baik dari minuman olahraga komersial yang mengandung natrium yang cukup (1).

 

Dua penelitian lain tidak menemukan perbedaan yang signifikan dalam rehidrasi antara air kelapa dan air biasa (2, 3).

 

Dalam penelitian yang meneliti perbandingan efek konsumsi air kelapa, minuman olahraga, dan air putih sebelum berolahraga, menunjukkan bahwa tidak ditemukan perbedaan dalam kapasitas olahraga pada konsumsi air kelapa dengan dua minuman lainnya.

 

Tetapi, tim menemukan bahwa orang yang mengonsumsi air kelapa mengalami peningkatan dalam waktu untuk kelelahan dibandingkan dengan minuman olahraga dan air putih, namun disertai dengan efek samping gangguan pencernaan (4). 

 

 

Penelitian terbaru menguji efek konsumsi air kelapa dibandingkan dengan air biasa pada hidrasi dan kinerja. Studi cross-over acak ini melibatkan sepuluh laki-laki aktif rekreasi dengan usia rata-rata 27,9 tahun.

 

Pada dua kesempatan terpisah partisipan menyelesaikan 60 menit siklus submaksimal yang diikuti oleh uji coba waktu 10 kilometer, dimana peserta mengonsumsi air kelapa atau air putih selama pengujian secara acak. 

 

Temuan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada kedua kelompok dalam hal kinerja percobaan waktu, denyut jantung, tenaga yang dirasakan, tingkat keringat, osmolalitas urin, glukosa darah, atau kadar laktat darah selama latihan.

 

Adapun efek samping haus, mual, kenyang, dan sakit perut dalam tingkat serupa pada kedua kelompok tersebut.

 

Hasil penemuan tersebut menambah daftar bukti bahwa konsumsi air kelapa tidak lebih baik dari air biasa untuk meningkatkan kinerja atau status hidrasi. Ini juga menjadi penelitian pertama yang melihat efek air kelapa pada status rehidrasi selama berolahraga.

 

Tetapi, penggunaan air kelapa mungkin lebih baik pada orang yang kekurangan kalium, karena air kelapa merupakan sumber kalium terbaik.

 

 

Kesimpulan

 

Air kelapa seringkali disebut pengganti air terbaik untuk mencegah dehidrasi dan mampu meningkatkan performa latihan yang lebih baik dari minuman olahraga. Sayangnya, hingga kini belum cukup bukti yang mendukung pernyataan tersebut.

 

Beberapa penelitian justru menemukan hal yang sebaliknya, dimana tidak ada perbedaan signifikan antara manfaat air kelapa dengan air putih atau minuman olahraga komersial.

 

Disisi lain, mereka yang mengonsumsi air kelapa dilaporkan mengalami gangguan pencernaan lebih sering dibandingkan air putih.

 

 

Referensi:

Patel K. (2018). Coconut water, overhyped and understudied?. Examine. Diakses pada 08 Oktober 2019.

Spritzler F. (2018). 8 Science-based health benefits of coconut water. Healthline. Diakses pada 08 Oktober 2019.

Ismail I, Singh R, Sirisinghe RG. Rehydration with sodium-enriched coconut water after exercise-induced dehydration. Southeast Asian J Trop Med Public Health. (2007).

Pérez-Idárraga A, Aragón-Vargas LF. Postexercise rehydration: Potassium-rich drinks versus water and a sports drink. Appl Physiol Nutr Metab. (2014).

Saat M, Singh R, Sirisinghe RG, Nawawi M. Rehydration after exercise with fresh young coconut water, carbohydrate-electrolyte beverage and plain water. J Physiol Anthropol Appl Human Sci. (2002).

Kalman DS, Feldman S, Krieger DR, Bloomer RJ. Comparison of coconut water and a carbohydrate-electrolyte sport drink on measures of hydration and physical performance in exercise-trained men. Journal of the International Society of Sports Nutrition. (2012).


Tags: