fbpx
LOGO

7 Kandungan pada Minuman Berenergi dan Risiko Mengonsumsinya

August 21, 2020
IMG

Minuman berenergi seringkali menjadi pilihan bagi kebanyakan orang yang membutuhkan ledakan energi untuk meningkatkan kinerja, konsentrasi, suasana hati dan fungsi otak.

 

Minuman bernergi memang diklaim atas efek tersebut. Beberapa minuman berenergi terbukti lebih unggul dari segi kesehatan, seperti bebas gula, berbasis air, dan varietas vitamin. Namun ada efek samping signifikan yang perlu diperhatikan dalam mengonsumsi minuman berenergi.

 

 

Kandungan dalam Minuman Berenergi

 

Berikut ini adalah beberapa bahan minuman berenergi yang paling umum, beserta efek samping yang mungkin timbul:

 

1. Kafein

Kafein bertanggung jawab sebagai stimulan yang bekerja pada sistem saraf pusat untuk meningkatkan kewaspadaan. Ketika diminum sebelum olahraga, kafein dapat meningkatkan kinerja olahraga, dan mengurangi nyeri otot saat diminum pasca-latihan.

 

Kafein dalam minuman berenergi dapat diturunkan secara sintetis atau berasal dari ekstrak teh hijau, biji kopi hijau, atau guarana. Kandungan kafein dalam minuman berenergi sangat bervariasi jumlahnya, sekitar 150 mg hingga 500 mg per sajian. Sebagai referensi, secangkir kopi biasa mengandung sekitar 100 mg kafein.

 

Kekurangan: Kafein dapat menyebabkan kecanduan dan penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan kecemasan, mudah marah, jantung berdebar, susah tidur, muntah, kejang, dan bahkan kematian. Dalam beberapa kasus, kafein dapat menimbulkan masalah baru atau memperburuk kondisi yang ada, seperti gangguan panik dan tekanan darah tinggi.

 

Untuk menghindari efek samping tersebut, disarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 400 mg per hari. Anda dapat mengetahui batas aman dan efek samping lainnya pada artikel kami mengenai kafein.

 

2. Guarana

Guarana merupakan anggur hijau dari lembah Amazon yang mengandung senyawa yang berhubungan dengan kafein. Menambahkan guarana ke minuman berenergi pada dasarnya adalah cara lain untuk meningkatkan kandungan kafein dari minuman.

 

Kekurangan: Meskipun guarana dijuluki sebagai superfood, namun guarana mungkin memiliki risiko toksisitas yang sama dengan kafein. Karena tidak dikenal secara luas sebagai sumber kafein, beberapa orang mungkin tidak menyadari seberapa banyak jumlah yang mereka konsumsi.

 

3. Gula

Gula termasuk seperti sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup jagung fruktosa tinggi, atau agave adalah bahan utama dalam banyak minuman berenergi yang populer. Gula dipercaya memberikan lonjakan energi secara instan, diikuti dengan tabrakan yang tak terhindarkan beberapa jam kemudian (sugar rush).

 

Beberapa minuman berenergi mengandung lebih dari 62 gram gula per sajian. Wanita dianjurkan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 24 gram gula tambahan per hari, sedangkan pria tidak boleh mengonsumsi lebih dari 36 gram gula tambahan per hari.

 

Kekurangan: Minuman dengan tambahan gula dapat berkontribusi terhadap kelebihan berat badan, obesitas, dan gigi berlubang. Orang yang minum banyak soda manis mengalami peningkatan untuk penyakit jantung dan diabetes, sehingga konsumsi minuman berenergi berlebih akan menghasilkan risiko yang sama.

 

4. Vitamin B

Vitamin B, termasuk vitamin B3, B6, dan B12, umum ditemukan pada banyak minuman berenergi. Vitamin B berperan dalam metabolisme energi dan pembentukan sel darah merah dalam tubuh.

 

Bagi individu yang kekurangan vitamin B baik disebabkan kurangnya asupan makanan ataupun gangguan penyerapan makanan, suplementasi vitamin B dapat membantu meningkatkan energi. Namun dosis besar vitamin B yang ada dalam minuman berenergi tidak meningkatkan energi, kinerja otak atau kinerja olahraga.

 

Kekurangan: Meminum lebih dari 500 mg vitamin B6 per hari dapat menyebabkan masalah neurologis. Vitamin B3 dosis besar dapat menyebabkan kulit memerah, mengaktifkan kembali tukak lambung yang sembuh, dan peningkatan gula darah pada penderita diabetes.

 

5. Ginseng

Ginseng merupakan bahan yang umum ditemukan dalam minuman berenergi. Ginseng dinilai mampu mengatasi kelelahan dan stres, menjadikan minuman berenergi dengan ginseng memiliki nilai tambahan. Namun, uji coba awal yang menunjukkan ginseng mungkin membantu kinerja latihan belum direplikasi atau dilakukan percobaan ulang.

 

Kekurangan: Ginseng umumnya aman bagi kebanyakan orang, tetapi mengombinasikannya dengan kafein dapat menyebabkan stimulasi berlebih dan gangguan pencernaan. Efek samping yang paling umum adalah insomnia, alergi, nyeri payudara pada wanita, kerusakan hati, masalah menstruasi, dan sakit kepala.

 

Orang dengan penyakit autoimun seperti lupus dan orang-orang dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol disarankan untuk tidak mengonsumsi ginseng.

 

6. Taurin

Taurin merupakan asam amino yang diproduksi tubuh dan dapat ditemukan dalam daging dan ikan. Kasus kekurangan taurin sangat jarang terjadi. Taurin berkonsentrasi pada otot jantung dan membantu mengatur detak jantung.

 

Taurin  dilaporkan dapat membantu meningkatkan kinerja latihan daya tahan dan meningkatkan pembakaran lemak. Efek tersebut menjadikannya sebagai bahan yang sering ditambahkan ke minuman berenergi.

 

Kekurangan: Taurin umumnya ditoleransi dengan baik. Adapun laporan efek samping yang ditemui adalah reaksi alergi serius.

 

7. Ginkgo Biloba

Penelitian telah menunjukkan bahwa ekstrak daun ginkgo biloba dapat meningkatkan sirkulasi ke otak dan bertindak sebagai antioksidan kuat. Terkadang, gingko biloba ditambahkan ke minuman berenergi untuk membantu meningkatkan daya ingat dan fungsi otak.

 

Kekurangan: Ginkgo biloba dapat menyebabkan sakit kepala atau sakit perut, dan dapat mempengaruhi waktu perdarahan pada beberapa orang.

 

 

Apakah Minuman Berenergi Bekerja Secara Efektif?

 

Gula dalam minuman berenergi dikatakan menyediakan bahan bakar untuk melatih otot dan meningkatkan kinerja olahraga. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hanya meminum seteguk minuman berenergi dapat meningkatkan kinerja olahraga. 

 

Tetapi, para peneliti dari University of Birmingham di Inggris membantah hal tersebut. Menurut mereka, minuman berenergi yang dimaniskan secara artifisial tampaknya tidak memiliki efek yang sama. Sebaliknya, sepertinya ada beberapa reseptor yang belum teridentifikasi di mulut yang memberi sinyal langsung ke otak untuk meningkatkan kinerja olahraga.

 

Menurut Dr Ed Chambers dalam sebuah artikel di Jurnal Fisiologi, peningkatan kinerja olahraga ketika ada karbohidrat di dalam mulut menyebabkan aktivasi daerah otak yang diyakini terlibat dalam umpan balik dan kontrol motorik. 

 

Sebuah tinjauan tahun 2012 tentang minuman berenergi populer menemukan hanya kafein yang berkontribusi terhadap peningkatan kinerja fisik atau kognitif. Studi lain menemukan bahwa beberapa bahan tunggal mungkin memiliki manfaat, tetapi produk yang terdiri dari kombinasi beberapa bahan belum dipelajari secara memadai.

 

 

Efek Samping Mengonsumsi Minuman Berenergi

 

Mengonsumsi minuman bernergi dapat memaksimalkan fungsi kognitif sehingga Edapat menyebabkan kelelahan dalam periode waktu yang lama.

 

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan pekerja shift, pada awalnya minuman bernergi dapat membantu meningkatkan energi pada waktu yang lama. Namun, periode berikutnya secara negatif mempengaruhi kinerja dan fungsi kognitif mereka.

 

Berikut ini efek samping yang terjadi saat mengonsumsi minuman berenergi:

 

Kelelahan

Insomnia

Sakit kepala

Peningkatan detak jantung

Gugup

Kejang

Peningkatan gula darah

Toksisitas kafein

Diare

Demam

Meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker

Meningkatkan risiko infertilitas pada pria

 

 

 

Interaksi Sinergi

 

Hindari mengombinasikan minuman berenergi dengan alkohol, obat resep khusus, dan obat-obatan lainnya. Selain itu, orang yang sedang mengonsumsi obat lain disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

 

Adakah Pengganti Minuman Berenergi?

 

Energi dapat diperoleh secara alami tanpa membutuhkan bantuan minuman berenergi. DIbandingkan mendapatkan efek samping akibat konsumsi minuman berneregi, beberapa tips dibawah ini bisa Anda dicoba untuk memulihkan energi. 

 

1. Berolahraga

Olahraga adalah penguat energi dan mood yang luar biasa. Penelitian telah menunjukkan latihan aerobik mampu meningkatkan fungsi otak dan pemrosesan informasi.

 

2. Konsumsi asupan makanan dan gizi seimbang

Mengonsumsi protein dapat membantu menjaga kadar gula darah dan energi Anda tetap stabil. Jika Anda akan makan sesuatu yang tinggi karbohidrat, tambahkan beberapa lemak untuk membantu menjaga agar kadar gula darah tidak naik terlalu tinggi (mencegah tabrakan gula berikutnya). Hal tersebut juga akan membuat Anda merasa lebih kenyang lebih lama.

 

3. Meminum cukup air

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengalami dehidrasi mengalami depresi, peningkatan persepsi kesulitan tugas, sakit kepala, dan kesulitan berkonsentrasi.

 

Anda dapat mengganti minuman berenergi dengan segelas air untuk memulihkan energi Anda. 

 

4. Mendapat cukup tidur

Biasakan untuk tidak begadang dan mendapatkan cukup tidur. Waktu tidur yang disarankan yakni 8 jam per hari. Jika Anda mengalami gangguan tidur, seperti insomnia, Anda dapat mengonsumsi suplemen atau herbal alami yang dapat meningkatkan kualitas tidur.

 

Selain itu, hindari aktivitas bermain ponsel, tidak mengonsumsi kafein, serta buatlah tempat tidur Anda nyaman. Hal ini akan mempermudah dan meningkatkan kenyamanan tidur Anda.

 

 

Referensi:

Beauchamp, Kimberly. (2019). The lowdown on energy drink. Health Encyclopedia. Diakses pada 05 Agustus 2019.

Tzemis, Peter. (2019). Energy drink. Health Trends. Diakses pada 05 Agustus 2019.


Tags: ,