fbpx
LOGO

Benarkah MSG Berbahaya? Ketahui 3 Manfaat Potensialnya untuk Tubuh

August 20, 2020
IMG

MSG (Monosodium glutamate) atau micin adalah penambah rasa yang berasal dari asam amino glutamat (asam glutamat), salah satu asam amino yang diproduksi oleh tubuh. MSG berfungsi menambah rasa umami, yaitu rasa gurih daging, rasa dasar kelima setelah manis, asam, asin, dan pahit. 

 

MSG umum populer digunakan dalam masakan Asia dan berbagai hidangan olahan Barat. Rata-rata asupan MSG harian di Amerika Serikat dan Inggris adalah 0,55-0,58 gram lebih rendah dibandingkan konsumsi MSG di Jepang dan Korea yakni sebesar 1,2-1,7 gram.

 

 

Apakah MSG Berbahaya?

 

MSG merupakan zat aditif makanan yang paling kontroversial. Beberapa orang menyatakan bahwa MSG dapat bertindak sebagai eksitotoksin.

 

MSG memicu produksi glutamat yang berlebihan dalam otak, serta menstimulasi sel-sel saraf secara berlebihan. Hal ini mengarah pada penghancuran sel-sel saraf. 

 

Pada uji coba hewan yang dilakukan tahun 1969 menemukan bahwa menyuntikkan MSG dosis besar kepada tikus yang baru lahir menyebabkan efek neurologis yang berbahaya.

 

Bahkan efek MSG terlihat dalam jangka panjang. Ketika diikuti perkembangannya hingga tikus dewasa, ditemukan perkembangan tulang yang terhambat, gangguan endokrin, obesitas, hingga kemandulan (1).

 

Hal ini diperkuat dengan penelitian yang mengatakan bahwa MSG dosis besar dapat meningkatkan kadar glutamat darah sebesar 556% dan peningkatan aktivitas glutamat di otak secara besar. Hal tersebut dapat menyebabkan sakit kepala dan nyeri pada otot wajah hingga kulit kepala (pericranial tenderness) (2).

 

Namun, penelitian lain menjelaskan, diet glutamat memiliki sedikit pengaruh atau bahkan tidak berpengaruh sama sekali pada otak, karena MSG hanya dapat melewati sawar pelindung darah-otak ketika dikonsumsi dalam jumlah besar (3).

 

Secara keseluruhan, tidak ada bukti kuat bahwa MSG bertindak sebagai eksitotoksin ketika dikonsumsi dalam jumlah normal.

 

 

Efek Samping Mengonsumsi MSG

 

Berikut ini efek samping yang dapat ditimbulkan saat mengonsumsi MSG:

 

1. Timbulnya reaksi alergi

Beberapa orang mungkin sensitif terhadap MSG. Kondisi ini disebut dengan sindrom restoran Cina atau kompleks gejala MSG.

 

Pada sebuah penelitian, MSG memicu efek samping pada banyak orang yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap MSG, seperti menyebabkan gejala sesak otot, mati rasa / kesemutan, kelemahan, kemerahan, dan sakit kepala (4).

 

Meskipun peneliti tidak mengetahui penyebab sensitivitas MSG, mereka berspekulasi bahwa dosis besar MSG memungkinkan sejumlah kecil asam glutamat melintasi sawar pelindung darah-otak dan berinteraksi dengan neuron, yang menyebabkan pembengkakan dan cedera otak (5).

 

2. Penambahan berat badan

Dalam uji coba hewan, menyuntikkan MSG dosis tinggi ke dalam otak tikus menyebabkan tikus menjadi gemuk (6). Mengonsumsi MSG dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan atau obesitas (7). 

 

Namun, penelitian yang dilaksanakan pada subyek manusia di Cina dan Vietnam menemukan hasil yang berbeda. Di China, asupan rata-rata MSG antara 0,33-2,2 gram per hari berhubungan signifikan dengan penambahan berat badan (8). Namun hasil sebaliknya ditemukan pada penelitian di Vietnam (9).

 

3. Menyebabkan tekanan darah tinggi

Pada tahun 2015, peneliti menemukan bahwa mengonsumsi jumlah tinggi monosodium glutamat akan menghasilkan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan (10). 

 

Temuan ini serupa dengan penelitian lain yang dilaksanakan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Provinsi Jiangsu yang menunjukkan bahwa asupan MSG berkaitan dengan tingkat tekanan darah yang lebih tinggi selama periode lima tahun pada penduduk dewasa Tiongkok (11).

 

 

Adakah Manfaat MSG?

 

Kelebihan MSG dapat menghasilkan beberapa efek samping yang berbahaya. Meski demikian, konsumsi MSG dalam jumlah normal memiliki beberapa manfaat yang dapat dipertimbangkan.

 

Monosodium glutamat sering digunakan untuk meningkatkan cita rasa gurih pada masakan dan seringkali dapat menurunkan kebutuhan garam dalam makanan.

 

Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung natrium atau garam sangat dikaitkan dengan terjadinya tekanan darah tinggi, pengeroposan tulang, dan masalah ginjal (12). Menambahkan sedikit MSG dengan garam diperkirakan dapat membantu mengurangi asupan natrium sebanyak 20 hingga 40% dan dapat bermanfaat bagi sebagian orang (13).

 

Selain itu, meskipun beberapa penelitian telah mengaitkan asupan MSG dengan kenaikan berat badan dan obesitas, penelitian lain menunjukkan hasil yang bertentangan yang menyatakan bahwa MSG dapat meningkatkan rasa kenyang sehingga akan mengurangi asupan kalori pada jam makan berikutnya (14, 15).

 

Dengan adanya temuan yang kurang konsisten ini, diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami peran monosodium glutamat dalam pengelolaan berat badan.

 

 

Makanan dengan MSG yang Perlu Dihindari

 

Banyak makanan yang mengandung MSG tersembunyi. Pastikan untuk memeriksa label dan kandungan komposisi seperti monosodium glutamat, asam glutamat, glutamat atau ekstrak ragi.

 

Beberapa makanan yang tinggi kadar MSG antara lain:

Keripik kentang

Makanan cepat saji

Bumbu instan

Es teh

Makanan ringan asin

Mie instan

Minuman berenergi

Daging olahan

Sup kalengan

Kecap

Kaldu 

Dressing salad

Kerupuk

 

 

 

Kesimpulan

 

MSG aman dikonsumsi dalam jumlah sedang, tetapi berbahaya jika dikonsumsi secara rutin atau dalam jumlah besar. Hindari penggunaan MSG jika Anda memiliki kondisi sensitif terhadap MSG. 

 

Perlu diingat bahwa MSG umumnya ditemukan dalam makanan olahan atau berkualitas rendah, sehingga lebih disarankan untuk menghindari atau membatasi konsumsi berbagai jenis makanan olahan dengan kualitas rendah tersebut.

 

 

Referensi :

Leech J. (2018). Msg (monosodium glutamate): Good or bad?. Healthline. Diakses pada 28 Agustus 2019.

Link R. (2018). Top 7 msg side effects + 15 foods with msg to avoid. Dr Axe. Diakses pada 28 Agustus 2019. 

Olney JW. Brain lesions, obesity, and other disturbances in mice treated with monosodium glutamate. Science. (1969).

Baad-Hansen L, Cairns B, Ernberg M, Svensson P. Effect of systemic monosodium glutamate (MSG) on headache and pericranial muscle sensitivity. Cephalalgia. (2010).

Hawkins RA. The blood-brain barrier and glutamate. Am J Clin Nutr. (2009).

Yang WH, Drouin MA, Herbert M, Mao Y, Karsh J. The monosodium glutamate symptom complex: assessment in a double-blind, placebo-controlled, randomized study. J Allergy Clin Immunol. (1997). 

Xiong JS, Branigan D, Li M. Deciphering the MSG controversy. Int J Clin Exp Med. (2009). 

Tsuneyama K, Nishida T, Baba H, et al. Neonatal monosodium glutamate treatment causes obesity, diabetes, and macrovesicular steatohepatitis with liver nodules in DIAR mice. J Gastroenterol Hepatol. (2014). 

He K, Du S, Xun P, et al. Consumption of monosodium glutamate in relation to incidence of overweight in Chinese adults: China Health and Nutrition Survey (CHNS). Am J Clin Nutr. (2011).

He K, Zhao L, Daviglus ML, et al. Association of monosodium glutamate intake with overweight in Chinese adults: the INTERMAP Study. Obesity (Silver Spring). (2008). 

Thu Hien VT, Thi Lam N, Cong Khan N, Wakita A, Yamamoto S. Monosodium glutamate is not associated with overweight in Vietnamese adults. Public Health Nutr. (2013).

Shimada A, Baad-Hansen L, Castrillon E, et al. Differential effects of repetitive oral administration of monosodium glutamate on interstitial glutamate concentration and muscle pain sensitivity [published correction appears in Nutrition. 2015 Mar;31(3):548. Svensson Odont, Peter [corrected to Svensson, Peter]]. Nutrition. (2015). 

Shi Z, Yuan B, Taylor AW, et al. Monosodium glutamate is related to a higher increase in blood pressure over 5 years: Findings from the Jiangsu Nutrition Study of Chinese adults. J Hypertens. (2011).

Ritz E, Koleganova N, Piecha G. Role of sodium intake in the progression of chronic kidney disease. J Ren Nutr. (2009).

The European Food Information Council. (2002). The facts on monosodium glutamate. The European Food Information Council. Diakses pada 28 Agustus 2019.

Masic U, Yeomans MR. Umami flavor enhances appetite but also increases satiety. Am J Clin Nutr. (2014).

Imada T, Hao SS, Torii K, Kimura E. Supplementing chicken broth with monosodium glutamate reduces energy intake from high fat and sweet snacks in middle-aged healthy women. Appetite. (2014).


Tags: ,