fbpx
LOGO

Beragam Khasiat Minyak Ikan bagi Kesehatan

January 25, 2021
IMG

Minyak ikan berasal dari jaringan ikan berminyak. Kita bisa memperolehnya dengan mengonsumsi ikan atau dari suplemen minyak ikan. Minyak ikan adalah salah satu suplemen asupan makanan yang paling umum. Sumber terbaik minyak ikan berasal dari jenis ikan air dingin dan berlemak. 

 

Banyaknya manfaat minyak ikan berasal dari asam lemak omega 3 yang dikandungnya. Menjadikan minyak ikan sebagai salah satu sumber alami yang paling kaya asam lemak omega 3.

 

Suplemen minyak ikan sering mengandung EPA (asam eikosapentanoat) dan DHA (asam dokosaheksaenoat), yang merupakan dua jenis asam lemak omega 3. Omega 3 yang terkandung di dalam minyak ikan dapat melindungi jantung dan memberikan berbagai manfaat kesehatan lainnya. 

 

Manfaat

 

Beberapa manfaat dari minyak ikan yaitu sebagai berikut:

1. Mengurangi gejala ADHD

Minyak ikan memiliki level omega 3 yang optimal dalam membantu mengurangi gejala-gejala ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan masalah perkembangan lain.

 

Minyak ikan dipercaya membantu menangani masalah ADHD dengan memberikan efek pada kinerja otak. Hal tersebut dikarenakan otak terdiri dari 60% lemak sehingga asam lemak omega 3 dapat bekerja menangani gejala-gejala ADHD (1, 2). 

 

Sebuah penelitian yang melibatkan anak-anak usia 6 – 12 tahun dengan ADHD, menunjukkan bahwa anak yang menerima suplemen omega 3 dan 6 mengalami pengurangan agresivitas dan hiperaktivitasnya. Mereka juga dapat menyelesaikan tugas dengan baik serta memiliki peningkatan performa akademik (3). 

 

Penelitian lain juga menemukan bahwa peningkatan asupan omega 3, khususnya DHA, dapat meningkatkan literasi dan perilaku anak-anak dengan ADHD (4). 

 

2. Mencegah terjadinya penyakit Alzheimer

Telah banyak penelitian dilakukan mengenai hubungan minyak ikan dengan penyakit Alzheimer. Hasil-hasil penelitian cenderung konsisten bahwa asam lemak ini cukup vital untuk fungsi otak.

 

Asam lemak yang dikandung minyak ikan tidak hanya memperlambat penurunan kognitif, tetapi juga melawan terhambatnya perkembangan serta fungsi otak (brain atrophy) pada lansia. 

 

Sebuah penelitian yang dipublikasikan FASEB Journal menelaah efek kesehatan dari pemberian suplemen omega 3 dan antioksidan selama 17 bulan. Sekali lagi, hasil penelitian mengonfirmasi  potensi minyak ikan sebagai senjata melawan penurunan kognitif dan risiko penyakit Alzheimer (5).

 

Penelitian lain menguji hubungan antara suplemen minyak ikan dan penurunan kognitif pada lansia tanpa Alzheimer. Ditemukan hasil dimana partisipan yang mengonsumsi minyak ikan mengalami lebih sedikit penurunan kognitif dan penyusutan otak daripada yang tidak mengonsumsminyak ikan (6).

 

 

3. Mencegah kecemasan

Minyak ikan dapat melawan gejala-gejala kecemasan dan depresi. Penelitian yang dilakukan pada tikus yang dipublikasikan di European Journal of Neuroscience menunjukkan pentingnya suplemen minyak ikan pada periode penting pertumbuhan otak.

 

Sehingga memberikan suplemen minyak ikan pada anak-anak dapat mencegah munculnya kecemasan atau depresi nanti ketika mereka bertambah usia atau dewasa (7). 

 

4. Mengurangi radang sendi

Suplemen minyak ikan dapat mengurangi nyeri sendi dan kekakuan pada penderita rematik/rheumatoid arthritis (8). 

 

Menurut sebuah penelitian, minyak ikan dengan kandungan omega 3 nya memiliki efektivitas yang dengan NSAID untuk mengurangi nyeri radang sendi, dan dapat menjadi alternatif penggunaan NSAID yang lebih aman (9).

 

5. Mencegah perkembangan kanker

Penelitian ilmiah menemukan bahwa minyak ikan dapat membantu melawan dan membunuh berbagai macam kanker, termasuk kanker usus, prostat dan payudara.

 

Minyak ikan tidak hanya membuat obat-obatan konvensional menjadi lebih efektif, selain itu juga bisa digunakan untuk perawatan kanker secara alami (10, 11). 

 

6. Mencegah penyakit kardiovaskular

Minyak ikan memiliki sifat antiinflamasi yang membantu mencegah dan melawan banyak penyakit kardiovaskular. Penelitian juga mendukung bahwa minyak ikan meningkatkan angka kelangsungan hidup penderita serangan jantung.

 

Bahkan jurnal Circulation mengemukakan bahwa orang yang mengonsumsi minyak ikan dengan dosis tinggi selama enam bulan mengikuti kemunculan serangan jantung, fungsi jantungnya secara keseluruhan menjadi lebih baik dan juga inflamasi menjadi berkurang (12, 13). 

 

7. Menurunkan gajala depresi

Penelitian menemukan penderita depresi ternyata memiliki level omega 3 yang rendah di dalam darahnya (14, 15).

 

Penderita depresi yang mengonsumsi omega-3 secara rutin diketahui mengalami penurunan sebanyak 40% pada gejala gangguan depresi (16).

 

 

8. Mencegah terjadinya komplikasi diabetes

Mmengonsumsi ikan berlemak dapat mengurangi resiko komplikasi masalah mata pada penderita diabetes. Para ilmuwan menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi 500 mg asam lemak omega 3 sehari mengalami 48% lebih sedikit kecenderungan mengidap diabetes dengan komplikasi pada mata.

 

Penelitian lain menunjukkan minyak ikan dapat membantu mengurangi resiko diabetes yang menyebabkan berkurangnya kinerja kognitif. Hal ini karena kandungan minyak ikan melindungi sel-sel hippocampus dari kerusakan (17). 

 

9. Menjaga kesehatan mata

Penelitian menemukan pasien degenerasi makula terkait usia (age-related macular degeneration/AMD) mengalami kekurangan omega-3. Dengan kandungan EPA dan DHAnya, minyak ikan dapat membantu mengurangi resiko degenerasi makula (18).

 

Asupan lemak tak jenuh ganda yang ditemukan dalam minyak ikan juga berkaitan dengan penurunan level cortical cataracts (katarak pada bagian yang tak tembus cahaya pada tepi luar lensa).

 

10. Meningkatkan kekebalan tubuh

Sebuah penelitian terhadap hewan mengemukakan bahwa mengombinasikan antioksidan astaxanthin dengan minyak ikan dapat menggandakan peningkatan kekebalan tubuh. Ilmuwan percaya bahwa hasil penelitian ini sangat bisa diaplikasikan untuk kesehatan manusia (19).

 

11. Menjaga kesehatan kulit dan rambut 

Minyak ikan membantu meningkatkan tekstur kulit dan menambah elastisitasnya, termasuk mencegah keriput karena proses penuaan.

 

Kekurangan EPA dan DHA juga mempengaruhi kondisi kulit Anda seperti berketombe, penipisan rambut, eczema atau dermatitis dan psoriasis (peradangan kulit menahun), juga bitnik hitam penuaan dan karena matahari. Bahkan, kesehatan organ-organ Anda dapat dilihat dari kondisi kulit Anda (20). 

 

12. Meningkatkan kesuburan pada pria dan wanita

Mengonsumsi minyak ikan baik untuk meningkatkan kesuburan pria maupun wanita. DHA, salah satu bentuk omega 3 di dalam minyak ikan berperan dalam pergerakan dan kesehatan sperma.

 

Minyak ikan meningkatkan kesuburan pada wanita dengan cara mengurangi peradangan, menyeimbangkan hormon, dan melancarkan haid. Minyak ikan juga diketahui efektif menangani kondisi seperti sindrom ovarium polikistik dan endometriosis (pertumbuhan jaringan endometrium tumbuh di luar rahim) yang mengganggu kesuburan.

 

13. Menurunkan berat badan

Mengonsumsi minyak ikan yang disertai dengan mengontrol asupan makanan dan olahraga menunjukkan pengurangan lemak tubuh sekaligus meningkatnya kesehatan jantung dan metabolisme tubuh (21). 

 

 

Sumber

 

Sumber makanan yang paling banyak tersedia yang mengandung EPA dan DHA adalah ikan berminyak dari air dingin. Berikut ini adalah ikan yang umum dijadikan sumber omega 3 dan jumlah kandungan omega 3 per sajian atau setiap 85 gram.

 

Lele : 220 – 300 miligram

• Tenggiri Raja : 360 miligram

• Kakap : 220 miligram

• Kakap Merah : 290 miligram

• Kerapu : 230 miligram 

• Sarden dan hering : 1.300 – 2.000 miligram

• Udang windu : 100 miligram

• Tuna : 210 – 1.100 miligram

• Salmon : 1.100 – 1.900 miligram

• Hiu : 830 miligram

• Ikan pedang : 970 miligram

• Ikan Cod : 150 – 240 miligram

• Ikan Cod mata biru : 310 miligram

Ikan sebelah (flounder) : 480 miligram

• Halibut : 600 – 1.120 miligram

• Pollock : 450 miligram

 

 

Dosis

 

Hingga kini belum ada rekomendasi standard jumlah omega 3 yang kita perlukan setiap hari. Namun, berbagai saran berdasarkan penelitian berkisar antara 500 hingga 1.000 miligram per hari.

 

American Heart Association merekomendasikan mengonsumsi dua takar sajijan ikan berlemak setiap minggu untuk memenuhi kebutuhan omega-3. Namun sebaiknya Anda tidak mengonsumsi minyak ikan lebih dari dosis tanpa arahan dari dokter.

 

Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan rasio antara omega 3 dengan omega 6. 

 

 

Defisiensi

 

Kekurangan omega-3 dalam jangka waktu lama menyebabkan kondisi kesehatan kronis seperti radang sendi, penyakit jantung, dementia, dan bahkan berbagai jenis kanker.

 

Untuk menghindarinya, kita perlu menyadari gejala-gejala defisiensi omega-3 yaitu:

Letih

Nyeri sendi

Rambut kering, rapuh dan berketombe

Kuku mudah patah, mengelupas dan lunak

Kulit kering dan kasar

Gangguan emosi seperti depresi, perubahan mood yang ektrim, dan kecemasan

Insomnia

Masalah pemusatan perhatian, konsentrasi rendah, dan sulit mengingat

Sering buang air kecil, haus berlebihan 

 

 

 

Efek Samping

 

Efek samping dari mengonsumsi minyak ikan yaitu:

Bau mulut

Sendawa  

Mual

Hidung berdarah

Rasa terbakar di dada

Reaksi alergi seperti ruam pada kulit

 

Sebaiknya pilihlah produk suplemen minyak ikan yang berkualitas tinggi untuk menghindari efek samping ini. Selain itu, sebaiknya minyak ikan dikonsumsi setelah makan untuk mengurangi terjadinya efek samping. 

 

 

Kontraindikasi

 

Wanita hamil ataupun yang sedang ingin hamil dan menyusui sebaiknya menghindari memperoleh minyak ikan dari mengonsumsi ikan pedang, ikan tenggiri Raja, dan salmon hasil budidaya karena ikan tersebut mengandung merkuri yang tinggi serta zat-zat kimia dari industri dan lingkungan. 

 

Meskipun tidak sedang hamil, mendapatkan minyak ikan dengan mengonsumsi terlalu banyak ikan tersebut juga tidak aman. Minyak ikan dalam bentuk suplemen cenderung aman karena tidak terkontaminasi. 

 

Jika Anda merupakan penderita diabetes tipe 2, penggunaan minyak ikan harus di bawah pengawasan dokter. Orang dengan diabetes tipe 2 dapat mengalami kenaikan level gula darah jika mengonsumsi suplemen minyak ikan. 

 

Referensi:

AHA. Fish and Omega-3 Fatty Acids. Diakses pada 25 Januari 2021.

Live Science. Omega-3s Vital for Sperm Health. Diakses pada 25 Januari 2021.

Net Doctor. 7 telltale signs of omega-3 deficiency. Diakses pada 25 Januari 2021.

WebMD. Fish Oil. Diakses pada 25 Januari 2021.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3257637/ Diakses pada 25 Januari 2021.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3257695/ Diakses pada 25 Januari 2021.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22596014 Diakses pada 25 Januari 2021.

Science Direct. http://www.nutritionjrnl.com/article/S0899-9007(12)00002-0/abstract Diakses pada 25 Januari 2021.

FASEB. http://www.fasebj.org/content/29/7/2681.full?sid=0b1e849e-0add-4ead-91fa-b42f9d7f2b9f Diakses pada 25 Januari 2021.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24954371 Diakses pada 25 Januari 2021.

Wiley Online Library. http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/ejn.12406/abstract Diakses pada 25 Januari 2021.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/7490601 Diakses pada 25 Januari 2021.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16531187 Diakses pada 25 Januari 2021.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4245586/ Diakses pada 25 Januari 2021.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27765796 Diakses pada 25 Januari 2021.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24773697 Diakses pada 25 Januari 2021.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27482002 Diakses pada 25 Januari 2021.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1664601/ Diakses pada 25 Januari 2021.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18640689 Diakses pada 25 Januari 2021.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24924805 Diakses pada 25 Januari 2021.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24557349 Diakses pada 25 Januari 2021.

Science Direct. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S000927971200035X Diakses pada 25 Januari 2021.

Oxford Academinc. http://ajcn.nutrition.org/content/85/5/1267.abstract Diakses pada 25 Januari 2021.


Tags: , ,