fbpx
LOGO

Berkenalan dengan NAD+, Molekul Anti-aging

October 29, 2020
IMG

Nikotinamida adenina dinukleotida atau NAD+ adalah koenzim (senyawa yang diperlukan enzim tertentu untuk bekerja) yang ditemukan di setiap sel yang dibutuhkan untuk proses biologis dasar kehidupan.

 

NAD+ memiliki dua rangkaian reaksi umum dalam tubuh manusia, yaitu membantu mengubah nutrisi menjadi energi serta membantu protein untuk mengatur aktivitas biologis lainnya. 

 

NAD+ pertama kali ditemukan pada tahun 1906 dan sejak itu penelitian mengenai manfaatnya seakan tak pernah berhenti. Penelitian menemukan bahwa NAD+ bertanggung jawab melindung dari stres oksidatif, mengatur ritme sirkadian, menjaga kesehatan DNA dan menjaga kesehatan manusia lebih lama.

 

Pada uji coba hewan menunjukkan bahwa pemberian NAD+ mampu memperpanjang umur pada hewan karena perannya dalam membuat perbaikan DNA lebih efisien (1). 

 

 

NAD+ sebagai anti-aging?

 

Secara historis, NAD+ telah diteliti manfaatnya terhadap proses metabolisme. Sementara para ilmuwan menyadari bahwa NAD+ berperan penting dalam kesehatan secara keseluruhan, mereka belum menemukan dampaknya pada tingkat sel.

 

Kemajuan teknologi yang dikombinasikan dengan pengakuan komprehensif tentang pentingnya koenzim pada akhirnya mendorong para ilmuwan untuk mempelajari NAD+ sebagai bagian dari proses penuaan.

 

Manfaat NAD+ pada proses penuaan pertama kali diteliti pada tahun 1960. Saat itu, ilmuwan Perancis, Pierre Chambon menggunakan ekstrak nukleus dari hati ayam untuk mengidentifikasi proses yang disebut Poly ADP-ribosylation.

 

Pada proses tersebut, NAD+ dipecah menjadi dua komponen yaitu nicotinamide yang didaur ulang, dan ribosa ADP yang digabungkan dengan protein untuk memperbaiki sel.

 

Penelitian ini menghasilkan PARPs, atau poli (ADP-ribosa) polimerase. PARPs adalah sekelompok protein yang membutuhkan NAD+ untuk berfungsi dan mengatur pemeliharaan DNA. PARPs mirip dengan protein lain, yaitu sirtuin, karena ketergantungannya terhadap NAD+.

 

Protein sirtuin disebut sebagai gen umur panjang dan penjaga genom karena perannya dalam mengatur kesehatan seluler dan melindungi sel dari degradasi fungsi yang berhubungan dengan usia, yang pada akhirnya berdampak pada anti penuaan.

 

Sirtuin juga memainkan peranan penting dalam mempertahankan panjang telomer, dimana peneliti telah menemukan adanya hubungan antara panjang telomer dengan usia yang panjang.

 

Menurut profesor UCSF dan penulis “The Telomere Effect“, Dr. Elissa Epel, Ph.D., mengukur telomer di usia paruh baya dapat menjadi prediktor andal mengenai risiko terkena penyakit dan waktu kematian seseorang, sehingga sitruin sangat penting. 

 

Pasokan NAD+ dalam tubuh manusia memang tidak terbatas, tetapi kadar NAD+ menurun seiring bertambahnya usia. Penelitian mengenai penurunan NAD+ pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 yang meneliti kulit manusia dan menetapkan koenzim NAD+ sebagai kunci penting dalam penelitian mengenai penuaan (2).

 

Di tahun 2015, penelitian lainnya pada manusia menunjukkan temuan yang sama, dimana terdapat penurunan NAD+ di otak manusia (3).

 

 

 

Cara meningkatkan NAD+

 

Manusia mendapatkan NAD+ melalui konsumsi makanan yang terbuat dari asam amino. Namun, NR atau Nicotinamide Riboside adalah prekursor paling efisien untuk NAD+. NR merupakan bentuk vitamin B3.

 

Anda juga dapat meningkatkan kadar NAD+ melalui beberapa cara dibawah ini:

 

1. Konsumsi suplemen NAD+

Suplemen NAD+ tersedia dalam bentuk kapsul dan dapat dengan mudah ditemukan.

 

2. Ikuti diet keto rendah lemak dan rendah karbohidrat

Menempatkan tubuh Anda dalam ketosis, suatu kondisi dimana tubuh menggunakan lemak untuk energi, mampu meningkatkan rasio NAD+ ke NADH.

 

3. Lakukan puasa intermiten (puasa selang-seling)

Membatasi makan dapat meningkatkan kadar NAD+. Meskipun melakukan diet bebas kalori memiliki manfaat yang sama, efek yang dihasilkan bukan dalam jangka panjang. Anda dapat memiliki efek jangka panjang jika melakukan puasa intermiten dengan benar.

 

4. Konsumsi oksaloasetat

Rasio NAD+ ke NADH yang lebih tinggi membantu Anda menghasilkan lebih banyak energi dan membuat sel Anda bekerja lebih baik. Oksaloasetat mengaktifkan jalur umur panjang dengan cara yang sama seperti pembatasan kalori.

 

Oksaloasetat akan dikonversi ke malat, yang berdampak pada peningkatan rasio NAD+ ke NADH Anda. Sehingga mampu meningkatkan persediaan NAD+ untuk kebutuhan sel Anda.

 

 

Referensi

Elysium. (2018). What is nad+ and why is it important for aging and health?. Elysium Health. Diakses pada 18 Oktober 2019.

Elysium. (2018). 5 Nad+ precusors you need to know. Elysium Health. Diakses pada 18 Oktober 2019.

Sperlazza C. (2019). Is nad+ the anti aging miracle pill? Here’s what the science says. Bulletproof. Diakses pada 18 Oktober 2019.

Fang EF, Kassahun H, et al. Nad+ replenishment improves lifespan and healthspan in ataxia telangiectasia models via mitophagy and dna repair. Cell Metabolisme. (2016).

Massudi H, Grant R, Braidy N, Guest J, Farnsworth B, Guillemin GJ. Age-associated changes in oxidative stress and nad+ metabolism in human tissue. Plos One. (2012).

Zhu XH, Lu M, Lee BY, Ugurbil K, Chen W. In vivo nad assay reveals the intracellular NAD contents and redox state in healthy human brain and their age dependences. Proc Natl Acad Sci U S A. (2015).


Tags: , , ,