fbpx
LOGO

Manfaat Blueberry, Buah Eksotis yang Kaya Antioksidan

July 14, 2020
IMG

Blueberry adalah buah eksotis yang mengandung banyak antioksidan antosianin dan menyandang peringkat tertinggi dalam kandungan antioksidan.

 

Blueberry juga dijuluki dengan makanan super karena rendah kalori dan memiliki berbagai manfaat kesehatan mulai dari menjaga menjaga kesehatan jantung hingga bersifat nootropik, yakni menjaga kesehatan otak dan meningkatkan fungsi kognisi. 

 

Selain dapat dikonsumsi segar, blueberry juga dapat dinikmati manfaatnya dalam bentuk sediaan bubuk suplemen, sehingga kadar antosianin yang terkandung di dalamnya dapat lebih efektif terserap dalam tubuh. 

 

 

Manfaat

 

1. Kaya Akan Antioksidan

Bluberry dipercaya mengandung antioksidan tertinggi dari semua buah dan sayuran. Antioksidan utamanya termasuk kedalam keluarga flavonoid yang bernama antosianin dan dipercaya bertanggung jawab memberi manfaat kesehatan, termasuk mencegah kerusakan sel, mengurangi peradangan,serta melindungi terhadap beberapa jenis penyakit kronis, seperti kanker, penyakit jantung dan diabetes (1, 2, 3).

 

Blueberry juga mengandung kadar fenol yang lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan fenol dalam blackberry dan strawberry (4).

 

Mengonsumsi blueberry telah terbukti meningkatkan kadar antioksidan dalam tubuh. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition menemukan bahwa suplementasi dengan bubuk blueberry liar dapat meningkatkan status antioksidan serum sebesar 8.5% dalam waktu satu jam setelah konsumsi.

 

Berkat sifat antioksidannya, blueberry juga sering digunakan berkombinasi bersamaan dengan lutein untuk mendukung kesehatan mata (5, 6, 7).

 

2. Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Sebuah penelitian dilkaksanakan selama delapan minggu dan melibatkan 48 orang wanita dan pria dengan obesitas yang memiliki risiko tinggi penyakit jantung. Partisipan kemudian dibagi ke dalam dua kelompok, yakni kelompok yang mengonsumsi blueberry sebanyak 400 gram per hari (50 gram blueberry beku dan 350 gram blueberry segar) dan sisanya kelompok kontrol.

 

Setelah dua bulan pemberian, diketahui bahwa terjadi penurunan tekanan darah sebesar 4-6%, penurunan kadar LDL serta serum penanda inflamasi sebesar 17 – 28%. Hal ini kemudian menjadikan blueberry sebagai sumber makanan yang baik dalam mencegah terjadinya sindrom metabolik dan menjaga kesehatan jantung pembuluh darah secara umum (8).

 

Studi lain juga melaporkan efek konsumsi bluberry secara rutin dapat menurunkan tekanan darah dan kekakuan arteri, terutama pada wanita pascamenopause. Sebanyak 48 orang wanita post menopause dengan kondisi pre hipertensi dan hipertensi tahap 1 diberikan intervensi berupa 22 gram bubuk blueberry beku. Setelah dua bulan diketahui terjadi penurunan tekanan darah yan signifikan serta peningkatan kadar nitrit oksida pada kelompok intervensi.

 

Nitrit oksida merupakan senyawa yang bertanggung jawab dalam kekakuan pembuluh darah, tingginya kadar nitrit oksida menjadi pertanda bahwa pembuluh darah elastis dan aluran darah mengalir dengan normal.

 

Penelitian lain pada subyek wanita pascamenopause, suplementasi blueberry selain menurunkan tekanan darah juga mampu menurunkan kadar kolesterol jahat LDL, meningkatkan peran dan fungsi Natural Killer Cell, serta menurunkan penanda peradangan (9, 10, 11). 

 

3. Menjaga Kesehatan Pencernaan dan Menurunkan Berat Badan

Bluberry adalah buah yang rendah kalori yakni 84 kcal dan 15 gram karbohidrat. Meski begitu, buah berwarna ungu ini juga memiliki banyak kandungan serat. Satu porsi blueberry (148 gram) mengandung serat hingga 4 gram dan dapat memenuhi hingga 14% dari kebutuhan serat harian seseorang.

 

Analisis terhadap lima studi dan diterbitkan dalam World Journal of Gastroenterology menemukan bahwa meningkatkan asupan serat dalam makanan dapat membantu meningkatkan frekuensi buang air besar pada mereka yang mengalami sembelit (12).

 

Serat juga berfungsi meningkatkan rasa kenyang, membuat seseorang yang mengonsumsinya merasa lebih kenyang lebih lama sehingga dapat membantu menurunkan berat badan. Beberapa penelitian pada hewan telah mengkonfirmasi efek blueberry dalam menurunkan berat badan.

 

Sebuah penelitian dengan subyek hewan yang diterbitkan dalam jurnal PLoS One mengatakan bahwa jus blueberry mencegah obesitas pada tikus yang diberi makanan tinggi lemak (13).

 

Studi lain yang dilakukan oleh Pusat Kardiovaskular dan Program Pengobatan Integratif Michigan menunjukkan bahwa asupan blueberry dikaitkan dengan pengurangan lemak perut pada tikus dengan obesitas (14).

 

4. Menjaga Kesehatan Otak

Banyak penelitian yang telah membuktikan manfaat blueberry untuk kesehatan otak. Menurut penelitian pada hewan, antioksidan dalam blueberry dapat mempengaruhi area otak yang sangat penting bagi kecerdasan (15, 16).

 

Sementara itu, penelitian pada subyek manusia menunjukkan bahwa mengonsumsi jus blueberry dapat meningkatkan fungsi otak pada orang dewasa dengan gangguan kognitif ringan, memperlambat penuaan mental hingga 2.5 tahun pada lansia, serta meningkatkan fungsi kognitif pada anak-anak (17, 18, 19).

 

5. Melawan Kanker

Kanker merupakan sebuah kondisi kerusakan DNA sel yang disebabkan oleh faktor aging dan penyakit degeneratif lainnya. Tugas antioksidan adalah mencegah terjadinya hal tersebut.

 

Kurangnya asupan antioksidan terutama dari buah dan sayuran ternyata meningkatkan risiko kanker dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi makanan tinggi serat dan antioksidan (20). 

 

Blueberry kaya akan antioksidan sehingga sangat baik untuk menekan pertumbuhan dan keganasan sel kanker. Sebuah penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2010, melaksanakan uji coba ekstrak blueberry terhadap pertumbuhan dan penyebaran sel kanker payudara pada manusia.

 

Hasilnya, ekstrak blueberyy mampu menghambat pertumbuhan dan potensi metastase sel kanker payudara melalui modulasi tiga jalur penanda keganasan (21). 

 

Penelitian lain dilaksanakan pada 168 orang yang diberikan intervensi berupa 1 liter mixed juice blueberry dan apel (dengan total kandungan 97 miligram quercetin dan 16 miligram asam askorbat) setiap hari selama satu bulan berturut-turut. Setelah evaluasi, kerusakan DNA akibat stres oksidatif secara signifikan diketahui berkurang hingga 20% (22). 

 

 

Sumber Makanan

 

Blueberry

 

 

Dosis Pemakaian

 

Suplementasi blueberry didapatkan dari ekstrak blueberry, antosianin terisolasi, blueberry beku maupun dapat dikonsumsi segar:

 

Dosis optimal untuk ekstrak blueberry adalah 5.5 – 11 gram, semakin tinggi dosis diketahui memiliki efek kesehatan yang semakin efektif.

 

Dosis optimal untuk suplementasi antosianin terisolasi adalah 500-1.000 miligram per hari.

 

Dosis optimal untuk ekstrak blueberry dari beri segar sekitar 60-120 gram per hari.

 

Simpan blueberry ditempat dingin, seperti dalam kulkas atau freezer. Hindari dari terkena panas atau sinar matahari langsung. Sebaiknya dikonsumsi rutin untuk mendapatkan efek optimal. 

 

 

Interaksi Sinergi

 

Bluberry dapat ditambahkan ke dalam makanan diet untuk membantu mendapatkan hasil yang lebih optimal.

 

Spirulina: Spirulina tinggi akan kandungan C-phycosianin yang bersifat neuroprotektif, ketika dikombinasikan bersama dengan blueberry akan menghasilkan sinergisitas yang sangat baik terutama untuk kesehatan otak dan persyarafan. 

 

• Delima: Kombinasi blueberry dengan delima dapat meningkatkan proses metabolisme lemak oleh hati, sehingga akan menurunkan resiko seseorang terjangkit fatty liver disease atau penyakit hati berlemak.

 

 

Kontraindikasi

 

Orang yang mengkonsumsi obat pengencer darah: Mereka yang mengkonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Blueberry kaya akan vitamin K sehingga dapat berinteraksi dengan pengencer darah.

 

 

Efek Samping

 

Blueberry aman dikonsumsi dengan risiko dan efek samping minimal. Namun, beberapa orang mungkin alergi terhadap blueberry sehingga dapat menimbulkan gejala alergi seperti gatal, bengkak, atau bahkan kesulitan bernapas.

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). Blueberry. Examine. Diakses  pada 29 Juni 2019.

Link, Rachael. (2018). Top 7 health benefits of blueberries. Dr Axe. Diakses pada 29 Juni 2019.

Leech, Joe. (2018). 10 proven health benefits of blueberries. Healthline. Diakses pada 29Juni 2019.

Prior RL, Cao G, Prior RL, Cao G. Analysis of botanicals and dietary supplements for antioxidant capacity: a review. J AOAC Int. (2000).

Cheng A, Yan H, Han C, Wang W, Tian Y, Chen X. Polyphenols from blueberries modulate inflammation cytokines in LPS-induced RAW264.7 macrophages. Int J Biol Macromol. (2014). 

Rodriguez-Mateos A, Cifuentes-Gomez T, Tabatabaee S, Lecras C, Spencer JP. Procyanidin, anthocyanin, and chlorogenic acid contents of highbush and lowbush blueberries. J Agric Food Chem. (2012).

Pham-Huy LA, He H, Pham-Huy C. Free radicals, antioxidants in disease and health. Int J Biomed Sci. (2008).

Mazza G, Kay CD, Cottrell T, Holub BJ. Absorption of anthocyanins from blueberries and serum antioxidant status in human subjects. J Agric Food Chem. (2002).

Hosseinian FS, Beta T. Saskatoon and wild blueberries have higher anthocyanin contents than other manitoba berries. J Agric Food Chem. (2007). 

Kay CD, Holub BJ. The effect of wild blueberry (vaccinium angustifolium) consumption on postprandial serum antioxidant status in human subjects. Br J Nutr. (2002).

Basu A, Du M, Leyva MJ, et al. Blueberries decrease cardiovascular risk factors in obese men and women with metabolic syndrome. J Nutr. (2010).

Johnson SA, Figueroa A, Navaei N, et al. Daily blueberry consumption improves blood pressure and arterial stiffness in postmenopausal women with pre- and stage 1-hypertension: a randomized, double-blind, placebo-controlled clinical trial. J Acad Nutr Diet. (2015).

McAnulty LS, Collier SR, Landram MJ, et al. Six weeks daily ingestion of whole blueberry powder increases natural killer cell counts and reduces arterial stiffness in sedentary males and females. Nutr Res. (2014).

Basu A, Du M, Leyva MJ, et al. Blueberries decrease cardiovascular risk factors in obese men and women with metabolic syndrome. J Nutr. (2010). 

Yang J, Wang HP, Zhou L, Xu CF. Effect of dietary fiber on constipation: a meta analysis. World J Gastroenterol. (2012).

Wu T, Tang Q, Gao Z, et al. Blueberry and mulberry juice prevent obesity development in C57BL/6 mice. PLoS One. (2013).

Seymour EM, Tanone II, Urcuyo-Llanes DE, et al. Blueberry intake alters skeletal muscle and adipose tissue peroxisome proliferator-activated receptor activity and reduces insulin resistance in obese rats. J Med Food. (2011). 

Willis LM, Shukitt-Hale B, Joseph JA. Recent advances in berry supplementation and age-related cognitive decline. Curr Opin Clin Nutr Metab Care. (2009).

Subash S, Essa MM, Al-Adawi S, Memon MA, Manivasagam T, Akbar M. Neuroprotective effects of berry fruits on neurodegenerative diseases. Neural Regen Res. (2014).

Krikorian R, Shidler MD, Nash TA, et al. Blueberry supplementation improves memory in older adults. J Agric Food Chem. (2010).

Devore EE, Kang JH, Breteler MMB, Grodstein F. Dietary intakes of berries and flavonoids in relation to cognitive decline. Ann Neurol. (2012).

Whyte AR, Schafer G, Williams CM. Cognitive effects following acute wild blueberry supplementation in 7- to 10-year-old children. Eur J Nutr. (2016). 

Ames BN, Shigenaga MK, Hagen TM. Oxidants, antioxidants, and the degenerative diseases of aging. Proc Natl Acad Sci U S A. (1993).

Adams LS, Phung S, Yee N, Seeram NP, Li L, Chen S. Blueberry phytochemicals inhibit growth and metastatic potential of MDA-MB-231 breast cancer cells through modulation of the phosphatidylinositol 3-kinase pathway. Cancer Res. (2010). 

Wilms LC, Boots AW, de Boer VC, et al. Impact of multiple genetic polymorphisms on effects of a 4-week blueberry juice intervention on ex vivo induced lymphocytic DNA damage in human volunteers. Carcinogenesis. (2007).


Tags: , , , ,