fbpx
LOGO

Manfaat Echinacea, Ramuan Kesehatan Suku Indian

June 25, 2020
IMG

Echinacea purpurea atau echinacea, disebut juga coneflower adalah tumbuhan berbunga yang masuk dalam keluarga aster yang juga digemari kupu-kupu. Echinacea digunakan sebagai obat herbal tradisional selama lebih dari 400 tahun oleh suku Indian. Bagian bunga, daun, dan akarnya sering dimanfaatkan sebagai obat.

 

Akar echinacea memiliki konsentrasi minyak atsiri yang tinggi, sementara bagian yang tumbuh di atas tanah seperti bunga dan daunnya cenderung mengandung lebih banyak polisakarida yang bermanfaat dalam meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. 

 

Unsur kimia yang terkandung dalam echinacea yang merupakan stimulator yang kuat pada sistem kekebalan serta dapat memberikan nilai terapi yang signifikan adalah minyak esensial, flavonoid, inulin, polisakarida, dan vitamin C.

 

Ekstrak tanaman ini juga diketahui berfungsi sebagai obat alami untuk infeksi saluran kemih, infeksi saluran pernapasan atas, pilek, dan dapat mempercepat penyembuhan luka.

 

 

Manfaat

 

1. Mengatasi Masalah Kulit

Sifat anti-inflamasi dan anti-bakteri pada echinacea terbukti efektif dalam menekan pertumbuhan Propionibacterium yakni bakteri penyebab jerawat pada kulit wajah (1).

 

Penelitian lain juga menyatakan bahwa ekstrak echinacea dapat meningkatkan hidrasi kulit, mengurangi keriput, mengurangi gejala eksim, membantu memperbaiki lapisan kulit yang tipis, serta melindungi kulit (2, 3).

 

Armando González Stuart, PhD dalam makalahnya menyebutkan echinacea telah digunakan oleh berbagai suku asli Amerika untuk mengobati gigitan arthropoda (seperti serangga, laba-laba, udang, lipan), eksim, peradangan kulit, psoriasis, mengobati gigitan ular, mengobati infeksi kulit, mengobati luka tersengat, mempercepat penyembuhan luka, dan meregenerasi kulit (4).

 

2. Melawan Kanker

Sebuah hasil penelitian tentang manfaat echinacea dan kanker otak yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health (NIH) menyatakan bahwa kandungan phytochemical dalam echinacea dapat melawan pertumbuhan sel kanker otak (5).

 

Ekstrak echinacea purpurea dan asam chicoric, yakni kandungan pada tanaman echinacea, juga terbukti memicu kematian sel kanker (6). 

 

Hasil yang sama didapatkan pada studi lain yang membuktikan bahwa ekstrak dari tanaman echinacea (Echinacea purpurea, Echinacea angustifolia dan Echinacea pallida) memiliki efek sitotoksik, dapat membunuh sel kanker pankreas dan usus besar pada manusia dengan merangsang proses yang disebut apoptosis atau kematian sel (7).

 

3. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Departemen Konservasi Sumber Daya Alam Amerika Serikat mempublikasikan temuan ilmiah yang menyatakan sistem kekebalan tubuh manusia sangat dipengaruhi oleh tingkat dosis echinacea yang dikonsumsi.

 

Dosis sebesar 10 miligram per kilogram berat badan, dan dikonsumsi setiap hari selama 10 hari terbukti efektif dan bekerja sebagai stimulan pada sistem kekebalan tubuh (8). 

 

Suplementasi ekstrak echinacea juga diketahui berhasil menurunkan kejadian infeksi virus influenza hingga 58%, selain itu juga dapat mengurangi durasi terjadinya flu hingga satu setengah hari terutama pada infeksi influenza berulang. Echinacea memiliki efek yang lebih kuat jika digunakan saat gejala pilek mulai tampak (9). 

 

4. Meredakan Rasa Nyeri

Mengkonsumsi teh echinachea atau mengoleskan pasta yang mengandung ekstrak echinaea mampu mengurangi sakit atau nyeri pada area tubuh.

 

Beberapa kondisi nyeri yang dapat secara efektif diredakan oleh echinacea antara lain nyeri pada perut, sakit kepala, nyeri akibat infeksi virus herpes (HSV- herpes simplek virus) dan gonore, nyeri karena campak, mengobati gigitan ular, meredakan sakit akibat radang tenggorokan, radang amandel, nyeri pada gigi yang berlubang ataupun mengalami infeksi, serta nyeri sendi (10).

 

5. Berfungsi Sebagai Pencahar

Menurut Medical Herbalism, echinacea dapat digunakan sebagai obat pencahar alami untuk meringankan sembelit dan berfungsi sebagai penenang. Manfaat ini dapat diperoleh dengan meminum teh herbal echinacea.

 

Pada kondisi penyakit lain yang lebih kronis, Anda dapat meminum secangkir teh echinacea setiap hari untuk meredakan gangguan usus. Sebanyak 2-3 cangkir teh echinacea per hari juga dipercaya mampu mengatasi berbagai gangguan perut akut (11).

 

6. Mengatasi Kecemasan 

ADHD (Attention Deficit Hiperactivity Disorder) adalah gangguan konsentrasi dan perilaku hiperaktif yang nampak pada usia anak-anak. Beberapa gejala yang dapat terjadi pada anak dengan ADHD antara lain kecemasan, depresi hingga fobia sosial yang bersifat kronis, dan menetap hingga anak dewasa.

 

Dosis echinacea sebesar 20 mg yang diberikan 2 kali perhari, diketahui mampu menurunkan level kecemasan selama dua minggu pemberian pada kelompok partisipan dewasa sehat (12).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Seluruh bagian tanaman Echinacea purpurea seperti akar, daun dan bunga dapat dimanfaatkan dalam pengobatan.

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis echinacea yang efektif untuk meningkatkan kekebalan tubuh, antara lain:

Sediaan berbentuk bubuk kering echinacea: konsumsi dosis sebesar 300–500 mg Echinacea purpurea, tiga kali sehari.

 

• Sediaan ekstrak berbentuk cair: dosis sebesar 2.5 ml atau setengah sendok makan, dapat dikonsumsi tiga kali sehari. Dosis maksimum hingga 10 ml setiap hari.

 

• Mencegah flu: konsumsi ekstrak echinacea 0.9 ml sebanyak tiga kali sehari selama 4 bulan. Dosis maksimum hingga 2400 mg setiap hari.

 

• Mengobati flu: konsumsi ekstrak Echinacea 5 mL dua kali sehari selama 10 hari. 

 

Pastikan untuk tidak mengonsumsi echinacea secara berlebihan. Batasi konsumsi teh echinacea maksimal dua cangkir sehari dan mengonsumsi suplemen sesuai petunjuk pada label.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Midazolam: Mengonsumsi midazolam dengan echinacea dapat meningkatkan penyerapan midazolam oleh tubuh. Namun tetap berhati-hati dalam mengkombinasikan kedua herbal tersebut karena dapat meningkatkan efek samping dari midazolam.

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil dan menyusui diharapkan untuk berhati-hati dalam mengonsumsi echinacea.

 

• Hindari konsumsi echinacea jika memiliki alergi terhadap bunga ataupun serbuk bunga aster, krisan, marigold, ragweed, dan lainnya.

 

Penderita gangguan autoimun (reumatoid artritis, lupus atau psoriasis) atau pengguna obat-obatan berjenis imunosupresif sebaiknya menghindari mengonsumsi suplemen ini atau berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Senyawa dalam echinacea dapat menurunkan efektivitas obat dan memperberat gejala penyakit. 

 

Orang dengan kondisi medis atau sedang mengonsumsi obat lain (terutama jenis sitokrom P450 3A4 dan sitokrom P450 1A2) sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengkonsumsi echinacea. Beberapa obat yang masuk dalam golongan ini termasuk lovastatin (Mevacor), clarithromycin (Biaxin), cyclosporine (Neoral, Sandimmune), diltiazem (Cardizem), estrogen, indinavir (Crixivan), triazolam (Halcion), dan lainnya.

 

Hindari mengonsumsi Echinacea bersamaan dengan minuman berkafein seperti kopi, teh, minuman bersoda, atau minuman berenergi karena dapat menimbulkan efek samping sakit kepala, peningkatan denyut jantung dan kecemasan. 

 

 

Efek Samping

 

• Konsumsi echinacea dapat menimbulkan beberapa alergi seperti gatal pada kulit, sulit bernafas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

 

• Injeksi echinacea dapat menyebabkan efek samping yang serius terutama pada kondisi alergi. Diare, disorientasi, pusing, mulut kering, demam, sakit kepala, insomnia, nyeri sendi dan otot, mual, mati rasa pada lidah, sakit tenggorokan, sakit perut, dan muntah dapat terjadi pada kondisi tersebut.

 

• Dosis tinggi dapat menyebabkan mual dan sakit kepala.

 

• Echinacea aman untuk dikonsumsi dalam jangka pendek.

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). Echinacea. Examine. Diakses pada 13 Juni 2019.

Axe, Josh. (2018). 9 Echinacea benefits from colds to cancer. Dr Axe. Diakses pada 13 Juni 2019.

Everydayhealth. (2019). What is echinacea?. Everyday Health. Diakses pada 13 Juni 2019.

WebMD. (2018). Echinacea. WebMD. Diakses pada 13 Juni 2019.

Raman, Ryan. (2018). Echinacea: Benefits, uses, side effects and dosage. Healthline. Diakses pada 13 Juni 2019.

Sharma M, Schoop R, Suter A, Hudson JB. The potential use of Echinacea in acne: control of Propionibacterium acnes growth and inflammation. Phytother Res. (2011).

Yotsawimonwat S, Rattanadechsakul J, Rattanadechsakul P, Okonogi S. Skin improvement and stability of echinacea purpurea dermatological formulations. Int J Cosmet Sci. (2010).

Oláh A, Szabó-Papp J, Soeberdt M, et al. Echinacea purpurea-derived alkylamides exhibit potent anti-inflammatory effects and alleviate clinical symptoms of atopic eczema. J Dermatol Sci. (2017). 

Gonzalez-Stuart A. Herbal product use by older adults. Maturitas. (2010).

Zhai Z, Solco A, Wu L, et al. Echinacea increases arginase activity and has anti-inflammatory properties in RAW 264.7 macrophage cells, indicative of alternative macrophage activation. J Ethnopharmacol. (2009).

Tsai YL, Chiu CC, Yi-Fu Chen J, Chan KC, Lin SD. Cytotoxic effects of Echinacea purpurea flower extracts and cichoric acid on human colon cancer cells through induction of apoptosis. J Ethnopharmacol. (2012).

Chicca A, Adinolfi B, Martinotti E, et al. Cytotoxic effects of Echinacea root hexanic extracts on human cancer cell lines. J Ethnopharmacol. (2007).

PLANTS. Eastern purple coneflower. United States Department of Agriculture. Diakses pada 13 Juni 2019.

Jawad M, Schoop R, Suter A, Klein P, Eccles R. Safety and efficacy profile of echinacea purpurea to prevent common cold episodes: A randomized, double-blind, placebo-controlled trial. Hindawi. (2012).

Rondanelli M, Riva A, Morazzoni P, et al. The effect and safety of highly standardized ginger (zingiber officinale) and echinacea (echinacea angustifolia) extract supplementation on inflammation and chronic pain in NSAIDs poor responders. A pilot study in subjects with knee arthrosis. Nat Prod Res. (2017).

Bergner, Paul. Echinacea: Eclectic research. its effect on the normal individual; with special reference to changes produced in the blood picture. Medical Herbalism. (2001).


Tags: , , , , , , , , , , , , ,