fbpx
LOGO

Efektif Sebagai Antidepresan, Ini Manfaat Lain Metilen Biru

October 14, 2020
IMG

Metilen biru (Methylthioninium chloride) adalah senyawa sintetis yang digunakan sebagai nootropik untuk meningkatkan memori, suasana hati, dan mempanjang usia.

 

Metilen biru pertama kali digunakan sebagai obat malaria pada tahun 1891, dan pada awal abad ke-20, psikiater menggunakan Metilen biru dalam uji coba terapi pada pasien skizofrenia.

 

Metilen biru merupakan salah satu obat nootropik. Nootropik adalah suplemen yang bekerja sebagai penguat otak, diantaranya termasuk meningkatkan fungsi kognisi, memori, kemampuan belajar, fokus, mengurangi stres, dan tidak menghasilkan efek samping yang signifikan.

 

Jika Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai nootropik, Anda dapat membaca artikel kami lainnya dengan judul Apa itu nootropik?

 

Sebagai nootropik, metilen biru dengan cepat melintasi sawar penghalang darah-otak. Proses ini sangat membantu dalam meningkatkan fungsi kognitif dan suasana hati.

 

 

Manfaat

 

1. Meningkatkan memori

Metilen biru (MB) mampu meningkatkan memori dengan cara meningkatkan respirasi atau asupan oksigen pada sel otak. Studi menunjukkan peningkatan dramatis konsumsi oksigen seluler dan penyerapan glukosa saat menggunakan metilen biru.

 

MB meningkatkan CMRO2 (laju metabolisme serebral) melalui peningkatan aktivitas dalam rantai transpor elektron mitokondria. Metilen biru menstimulasi metabolisme glukosa. Secara keseluruhan, MB meningkatkan konsumsi oksigen yang membantu glukosa meningkatkan produksi ATP (Adenosine triphosphate sebagai sumber energi sel).

 

Peningkatan produksi ATP menyediakan lebih banyak energi seluler untuk fungsi otak yang lebih baik termasuk fungsi kognisi, pengaturan suasana hati dan pembentukan memori (1).

 

Penelitian juga membuktikan MB menghambat pembentukan protein tau (protein pemicu Alzheimer), memiliki aksi penghambatan pada jalur cGMP (Cyclic guanosine monophosphate), dan mempengaruhi peristiwa molekuler lain yang terkait erat dengan perkembangan Alzheimer (2).

 

2. Sebagai antioksidan

Metilen biru meningkatkan produksi energi seluler yang biasanya mengarah pada stres oksidatif, sekaligus menghilangkan stres oksidatif. Kemampuan ini menjadikan MB sebagai zat penambah metabolisme dan antioksidan.

 

Penelitian pada hewan dengan Parkinson menunjukkan bahwa MB mampu melindungi mitokondria dari racun yang diinduksikan pada otak tikus (rotenone). Metilen biru juga mengatasi kerusakan reperfusi iskemia serebral atau kerusakan jaringan yang disebabkan karena kurangnya aliran darah ke otak.

 

Hal ini menandakan bahwa MB mampu mencegah terjadinya gangguan perilaku, ketidak stabilan neurokimiawi, dan kondisi neuropatologis yang ditemukan pada penyakit Parkinson (1).

 

3. Sebagai antidepresan

Sebuah studi yang dilaksanakan pada tahun 1987 menunjukkan bahwa konsumsi 15 mg Metilen biru per hari menjadi antidepresan yang kuat pada pasien gangguan depresi berat (3).

 

Kombinasi metilen biru dosis 300 mg per hari dengan terapi lithium efektif menurunkan  depresi dan mengatasi gejala manik-depresif psikosis terlebih jika digunakan dalam pengobatan jangka panjang (4).

 

4. Membantu mengobati gangguan bipolar

Sebuah hasil penelitian menemukan bahwa penderita gangguan bipolar yang mengonsumsi metilen biru mengalami penurunan gejala depresi dan kecemasan yang lebih signifikan dibandingkan kelompok penerima Lamictal, obat yang umum digunakan untuk mengobati gangguan bipolar.

 

Pada akhir sesi penelitian juga diketahui beberapa pasien gangguan bipolar memilih untuk terus menggunakan metilen biru sebagai terapi harian (5).

 

 

 

Sumber Makanan

 

Metilen biru merupakan hasil sintesis kimia dan tidak dapat ditemukan dalam sumber makanan di alam.

 

 

Dosis

 

Dosis yang disarankan berdasarkan studi klinis berkisar 0,5 – 4 mg / kg berat badan.

 

Pada konsumsi awal gunakan dosis terendah terlebih dahulu untuk melihat reaksi pada tubuh. Jika tidak ditemukan efek samping yang bermakna Anda dapat mulai menambah dosis sesuai dengan anjuran tenaga medis.

 

 

Efek Samping

 

• Pusing

• Sakit kepala

• Keringat berlebih

• Kebingungan

 

 

Kontraindikasi

 

Ibu hamil atau menyusui disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen metilen biru.

 

Hindari mengombinasikan metilen biru dengan obat antidepresan dan obat anti kecemasan.

 

 

Referensi:

Tomen D. (2017). Metilen biru. Nootropics Expert. Diakses pada 12 September 2019. 

Wen Y, Li W, et al. Alternative mitochondrial electron transfer as a novel strategy for neuroprotection. J Biol Chem. (2011). 

Crowe A, James MJ, Lee VM, Smith AB 3rd, Trojanowski JQ, Ballatore C, Brunden KR. Aminothienopyridazines and methylene blue affect tau fibrillization via cysteine oxidation. J Biol Chem. (2013).

Naylor GJ, Smith AH, Connelly P. A controlled trial of methylene blue in severe depressive illness. Biol Psychiatry. (1987). 

Naylor GJ, Martin B, Hopwood SE, Watson Y. A two-year double-blind crossover trial of the prophylactic effect of methylene blue in manic-depressive psychosis. Biol Psychiatry. (1986).

Alda M, McKinnon M, et al. Methylene blue treatment for residual symptoms of bipolar disorder: randomised crossover study. Br J Psychiatry. (2017). 


Tags: , ,