fbpx
LOGO

Forskolin (Coleus Forskohlii): Manfaat, Dosis Penggunaan, dan Efek Samping

June 25, 2020
IMG

Forskolin merupakan suplemen yang banyak dimanfaatkan sebagai penghilang lemak. Forskolin mengandung berbagai senyawa kimia dan berasal dari akar tanaman Coleus forskohlii, yakni salah satu tanaman keluarga mint. Forskolin juga dikenal sebagai bahan obat dalam Ayurveda, metode pengobatan tradisional India. Tumbuhan herbal ini banyak ditemukan serta dibudidayakan di negara Nepal, India, dan Thailand.

 

Dalam pengobatan tradisional, forskolin digunakan sebagai obat untuk mengatasi asma, masalah jantung, dan penyakit pencernaan. Forskolin juga dipercaya dapat meningkatkan level testosteron pada pria, mencegah kanker dan sebagai agen anti inflamasi. 

 

 

Manfaat Forskolin

 

1. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi/Hipertensi

Sebuah penelitian yang dilakukan di India menemukan fakta bahwa ekstrak Coleus forskohlii efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lebih dari 75% pasien dengan kondisi hipertensi. Penggunaan forskolin ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan jantung (1).

 

Penggunaan forskolin dengan dosis yang lebih tinggi tidak meningkatkan potensi penurunan tekanan darah, tetapi justru memperpanjang waktu kerja yang sejajar dengan efek forskolin pada tekanan intraokular (tekanan dalam bola mata) (2).

 

Selain itu, forskolin mampu mengaktifkan adenylate cyclase dalam miokardium (otot jantung) dan memberikan efek inotropik positif yang bermanfaat untuk membantu jantung terutama berperan dalam memompa darah pada pasien pengobatan gagal jantung. Hal ini telah diteliti pada hewan coba kucing dan kelinci (2, 3).

 

2. Menurunkan Kadar Gula Darah

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Medical Sciences menunjukkan bahwa pemberian forskolin secara teratur (selama delapan minggu) kepada 19 tikus wistar yang mengalami diabetes dan 9 tikus wistar sehat secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah puasa. (4).

 

Hasil penelitian yang sama ditunjukkan pada uji coba kepada hewan anjing, dimana suplemen ini terbukti dapat membantu organ pankreas anjing memproduksi insulin, somatostatin dan glukagon melaui mekanisme cAMP sistem dengan lebih baik.  Berdasarkan penelitian tersebut, dapat disimpulkan secara singkat bahwa konsumsi suplemen forskolin dapat meregulasi kadar gula darah dengan lebih baik, terutama bagi penderita diabetes (5).

 

3. Menjaga Berat Badan Ideal

Sebuah penelitian menggunakan responden kelompok pria yang mengalami kelebihan berat badan serta obesitas, diberikan ekstrak forskolin 10% sebesar 250 miligram selama dua kali sehari. Setelah 12 minggu dan dilaksanakan evaluasi, kelompok partisipan penerima intervensi mengalami kehilangan lebih banyak lemak tubuh dan memiliki peningkatan kadar testosteron yang lebih besar dibandingkan dengan kelompok yang menerima plasebo (6).

 

Penelitian lain dengan mengikutsertakan 23 wanita yang mengalami kondisi kelebihan berat badan juga berhasil membuktikan bahwa mengonsumsi 250 miligram ekstrak forskolin 10%, sebanyak dua kali sehari selama 12 minggu mampu mencegah pembentukan lemak tubuh yang baru (7).

 

Bila dijelaskan secara sederhana, forskolin membantu merangsang pembakaran lemak yang tersimpan sebagai cadangan sel lemak dibawah kulit. Proses yang sama terjadi setiap kali tubuh menggunakan lemak untuk menghasilkan energi (8, 9, 10).

 

4. Mengobati Kanker

Sebuah studi pada tahun 2011 di Universitas Madrid menemukan bahwa aktivasi forskolin dari enzim PP2A memiliki efek anti tumor, terutama pada kasus kanker anus. Forskolin terbukti dapat menghentikan pertumbuhan sel tumor kolon atau usus besar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa forskolin memiliki efek positif pada proses perlambatan atau menghentikan pertumbuhan sel tumor (11).

 

Lebih lanjut, para peneliti juga menemukan bahwa forskolin memiliki kemampuan untuk menyebabkan apoptosis (kematian sel) pada beberapa sel kanker myeloma. Selain itu, ketika dikonsumsi bersama dengan obat kemoterapi yang umum diketahui dapat mengurangi efek samping yang dapat menurunkan kualitas hidup para kanker survivor (12).

 

5. Menyembuhkan Asma

Sebelum adanya penelitian ilmiah mendalam mengenai manfaat forskolin bagi kesehatan, tanaman herbal ini telah digunakan sebagai obat alami asma. Bahkan khasiat forskolin terbukti lebih efektif daripada penggunaan asam kromoglisis untuk mencegah terjadinya serangan asma berulang.

 

Eksperimen lain membandingkan forskolin dengan beclomethasone, yakni obat inhalasi steroid umum untuk asma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok penerima forskolin dan kelompok penerima beclomethasone. Namun, penelitian ini menyimpulkan bahwa forskolin dapat menjadi alternatif pengobatan alami yang aman untuk penderita asma (13).

 

6. Mencegah Terjadinya Glaukoma

Glaukoma adalah penyebab utama kebutaan permanen di dunia, terutama jenis glaukoma sudut terbuka primer. Pengobatan glaukoma difokuskan pada stabilisasi tekanan intraokular, yakni tekanan cairan di dalam bola mata. Secara umum, penggunaan forskolin untuk glaukoma adalah dengan cara menyuntikkan langsung ke organ mata. Akan tetapi penelitian baru-baru ini telah menemukan dampak positif pemberian suplemen forskolin secara oral.

 

Sebuah penelitian dilakukan di Italia pada pasien glaukoma yang sudah mencapai level maksimum terapi medis tanpa peningkatan tekanan intraokular. Dalam penelitian, pasien rutin diberikan forskolin secara oral yang dikombinasikan dengan suplemen lain. Hasil penelitian menyatakan bahwa penggunaan forskolin memiliki dampak signifikan pada tingkat tekanan intraokular. Peneliti juga mengatakan forskolin dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk pasien glaukoma (14)

 

 

 

Sumber 

 

Ekstrak tumbuhan Coleus Forskohlii

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis standar konsumsi suplemen forskolin 10% adalah 250 mg, sebanyak dua kali sehari. Adapun total dosis maksimum harian adalah 500 mg.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Prostaglandin E1: kombinasi prostaglandin E1 dengan forskolin akan bersinergi untuk pengobatan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

 

 

Kontraindikasi

 

Pasien dengan kondisi tekanan darah rendah tidak disarankan untuk mengonsumsi forskolin karena akan menyebabkan penurunan tekanan darah yang drastis.

 

Ibu hamil dan menyusui tidak disarankan mengonsumsi forskolin.

 

Orang yang memiliki kelainan darah, akan atau baru saja menjalani operasi (dalam dua minggu), menderita penyakit ginjal atau menderita penyakit jantung tidak boleh menggunakan forskolin.

 

Wanita dengan PCOS atau sindrom ovarium polikistik tidak boleh menggunakan forskolin karena dapat meningkatkan ukuran kista.

 

 

Efek Samping

 

• Forskolin dapat menyebabkan aritmia (ketidakteraturan irama jantung).

 

• Forskolin yang digunakan sebagai inhaler bagi penderita asma dapat menyebabkan efek samping ringan seperti iritasi saluran pernapasan, batuk, tremor atau gerakan otot berlebihan, dan gelisah berlebih.

 

• Injeksi forskolin pada mata dapat menimbulkan sensasi tersengat.

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). Coleus forskohlii. Examine. Diakses pada 13 Juni 2019.

Edwards, Rebekah. (2019). Forskolin for weight loss: Does it work? are there other benefits?. Draxe. Diakses pada 13 Juni 2019.

WebMD. (2018). Forskolin. WebMD Diakses pada 13 Juni 2019.

Fletcher, Jenna. (2018). Does forskolin work? uses, risks, and benefits. Medical News Today. Diakses pada 13 Juni 2019.

Anarson, Atli. (2017). Does forskolin actually work? an evidence-based review. Healthline. Diakses pada 13 Juni 2019.

Jagtap M, Chandola HM, Ravishankar B. Clinical efficacy of Coleus forskohlii (willd.) briq. (makandi) in hypertension of geriatric population. Ayu. (2011).

Dubey MP, Srimal RC, Nityanand S, Dhawan BN. Pharmacological studies on coleonol, a hypotensive diterpene from coleus forskohlii. J Ethnopharmacol. (1981).

Bristow MR, Ginsburg R, Strosberg A, Montgomery W, Minobe W. Pharmacology and inotropic potential of forskolin in the human heart. J Clin Invest. (1984). 

Ríos-Silva M, Trujillo X, Trujillo-Hernández B, et al. Effect of chronic administration of forskolin on glycemia and oxidative stress in rats with and without experimental diabetes. Int J Med Sci. (2014).

Hermansen K. Forskolin, an activator of adenylate cyclase, stimulates pancreatic insulin, glucagon, and somatostatin release in the dog: Studies in vitro. Endocrinology. (1985).

Godard MP, Johnson BA, Richmond SR. Body composition and hormonal adaptations associated with forskolin consumption in overweight and obese men. Obes Res. (2005). 

Henderson S, Magu B, Rasmussen C, et al. Effects of coleus forskohlii supplementation on body composition and hematological profiles in mildly overweight women. J Int Soc Sports Nutr. (2005).

Litosch I, Hudson TH, Mills I, Li SY, Fain JN. Forskolin as an activator of cyclic AMP accumulation and lipolysis in rat adipocytes. Mol Pharmacol. (1982).

Ho R, Shi QH. Forskolin as a novel lipolytic agent. Biochem Biophys Res Commun. (1982).

Okuda H, Morimoto C, Tsujita T. Relationship between cyclic AMP production and lipolysis induced by forskolin in rat fat cells. J Lipid Res. (1992).

Cristóbal I, Rincón R, Manso R, et al. Hyperphosphorylation of PP2A in colorectal cancer and the potential therapeutic value showed by its forskolin-induced dephosphorylation and activation. Biochim Biophys Acta. (2014).

Follin-Arbelet V, Misund K, Naderi EH, Ugland H, Sundan A, Blomhoff HK. The natural compound forskolin synergizes with dexamethasone to induce cell death in myeloma cells via BIM. Sci Rep. (2015).

Huerta M, Urzúa Z, Trujillo X, González-Sánchez R, Trujillo-Hernández B. Forskolin compared with beclomethasone for prevention of asthma attacks: a single-blind clinical trial. J Int Med Res. (2010).

Vetrugno M, Uva MG, Russo V, et al. Oral administration of forskolin and rutin contributes to intraocular pressure control in primary open angle glaucoma patients under maximum tolerated medical therapy. J Ocul Pharmacol Ther. (2012). 


Tags: , , , , , , , ,