fbpx
LOGO

Manfaat Ginkgo Biloba untuk Cegah Pikun hingga Kesehatan Jantung

June 26, 2020
IMG

Ginkgo biloba (Salisburia adiantifolia), dikenal sebagai ginkgo atau pohon rambut gadis, adalah tanaman yang berasal dari negeri Cina. Merupakan satu-satunya spesies yang masih hidup dari divisi Ginkgophyta, sehingga sering dijuluki dengan fosil hidup. Ginkgo biloba mengandung antioksidan flavonoid dan terpenoid, yang berfungsi untuk memperlambat perkembangan penyakit terkait usia (degeneratif).

 

Dalam pengobatan tradisional Cina, daun dan biji dari tanaman ginkgo telah digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit terutama untuk menjaga kesehatan otak. 

 

Penelitian modern diketahui banyak berfokus pada ekstrak ginkgo, yang terbuat dari daun ginkgo. Hasil penelitian terbaru menyebutkan bahwa ginkgo biloba dapat meningkatkan fungsi kognitif, suasana hati, meningkatkan energi, memori, serta mengurangi gejala yang berkaitan dengan beberapa penyakit kronis.

 

Efek anti-inflamasi dan antioksidan dari ekstrak ginkgo juga bermanfaat dalam pembentukan trombosit dan efektivitas sirkulasi darah. Ginkgo biloba juga dapat digunakan sebagai obat alami kecemasan, dan sakit kepala.

 

 

Manfaat

 

1. Mengobati Migrain

Dalam sejarah pengobatan tradisional Cina, ginkgo biloba sangat populer untuk mengobati sakit kepala tipe migrain. Sakit kepala migrain adalah sakit kepala berdenyut yang dirasakan pada sebelah sisi kepala. Sebuah studi primer menemukan fakta bahwa ginkgo biloba dapat mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan sakit kepala migrain (1).

 

Ginkgo biloba juga dapat dijadikan sebagai obat alami migrain pada anak-anak dengan efektivitas yang semakin meningkat pada setiap penggunaannya. Di sisi lain, penggunaan ginkgo untuk mengatasi migrain tidak memiliki efek samping (2).

 

Studi lain diterbitkan pada tahun 2009 dengan partisipan adalah para wanita yang mengalami migrain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat pemberian kombinasi ginkgo biloba, vitamin B2 dan koenzim Q10 selama total empat bulan  berturut-turut. Hasilnya, kombinasi tersebut diketahui dapat menghilangkan gejala migrain pada lebih dari 42% responden, sementara sisanya (58%) menunjukkan perbaikan parsial dalam gejala migrain (3).

 

Meski efek ginkgo tidak selalu signifikan dalam pengobatan migrain, tanaman ini memiliki kandungan senyawa anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat mencegah terjadinya sakit kepala akibat stres yang berlebihan, serta sakit kepala yang berhubungan dengan berkurangnya aliran darah akibat penyempitan pembuluh darah (stroke) (4).

 

2. Menjaga Kesehatan Jantung

Dalam pengobatan tradisional Cina, biji tanaman ginkgo biloba digunakan untuk membuka saluran energi kepada berbagai sistem organ secara menyeluruh, termasuk sistem pencernaan oleh ginjal danhati, sistem persarafan oleh otak, dan sistem pernafasan yang diatur oleh oran paru-paru.

 

Sebuah penelitian dilaksanakan dengan memberikan ekstrak ginkgo biloba sebesar 120 miligram sebanyak dua kali per hari pada orang yang berisiko tinggi terkena penyakit jantung.

 

Setelah dua bulan hasil penelitian menunjukkan, partisipan mengalami penurunan penumpukan plak aterosklerotik dan oksidasi kadar kolesterol jahat (LDL) dalam pembuluh darah. Mengonsumsi suplemen ini juga terbukti meningkatkan aktivitas beberapa antioksidan paling kuat dalam tubuh yakni glutathione dan superoksida dismutase (5).

 

Hasil penelitian lain menyebutkan bahwa partisipan penderita jantung yang mengonsumsi ginkgo biloba secara teratur, menunjukkan peningkatan aliran darah ke berbagai bagian tubuh. Terjadi peningkatan dalam kadar nitrit oksida dalam sirkulasi darah sebesar 12%. Nitrit oksida merupakan senyawa yang bertanggung jawab untuk melaksanakan perenggangan dan melebarkan pembuluh darah (6).

 

Karena sifat anti-inflamasi, antioksidan, dan senyawa potensial lain yang terkandung di dalamnya, ginkgo biloba juga dapat mencegah penyakit stroke iskemik. Manfaat terapeutik ini didapatkan melalui tiga cara, yakni meningkatkan aliran darah, neuroproteksi (melindungi saraf dari kematian sel), dan meningkatkan regenerasi saraf (7, 8, 9).

 

3. Meningkatkan Kesehatan Kulit

Ginkgo biloba dapat membantu meningkatkan kesehatan kulit ketika dikonsumsi secara teratur. Suplementasi ginkgo biloba diketahui mampu memberikan perubahan signifikan dalam kondisi vitiligo, yakni gangguan pigmentasi pada kulit yang menyebabkan timbulnya bercak putih yang meluas namun berbatas tegas.

 

Sebuah penelitian menyatakan pasien yang mengonsumsi 120 miligram ekstrak ginkgo biloba per hari memperlihatkan repigmentasi kulit yang nyata dan pengurangan ukuran serta penyebaran lesi vitiligo (10, 11).

 

Flavonoid pada ginkgo biloba merupakan senyawa yang berperan penting serta menyebabkan perbedaan yang sangat nyata dalam tingkat kehalusan, keriput dan kelembaban pada kulit. Menggunakan krim wajah yang mengandung ginkgo biloba dapat membantu memperlambat penuaan secara alami dan meningkatkan kelembaban kulit hingga sebesar 28% (12).

 

4. Menjaga Kesehatan Mata

Sebuah studi review yang diterbitkan di Cochrane menunjukkan bahwa ginkgo biloba terbukti dapat menurunkan risiko degenerasi makula (suatu penyakit mata yang menyebabkan kehilangan penglihatan). Ginkgo biloba diketahui memiliki berbagai faktor pengaktif trombosit sehingga mencegah terjadinya kerusakan membran Bruch yang disebabkan oleh radikal bebas. Kerusakan membran Bruch pada mata merupakan salah satu proses terjadinya degenerasi makula (13, 14).

 

Ekstrak ginkgo biloba juga diketahui mampu mengurangi konjungtivitis akibat reaksi alergi. Konjungtivitas adalah infeksi pada mata yang menyebabkan mata berwarna merah muda. Kondisi ini sering diakibatkan oleh invasi virus, bakteri, ataupun reaksi alergi (15). 

 

5. Meningkatkan Kualitas Tidur

Antioksidan yang terkandung di dalam ginkgo biloba dapat membantu meningkatkan kualitas tidur tanpa memengaruhi fungsi REM. Tidur REM (Rapid Eye Movement) adalah kondisi tidur pulas yang merupakan tahapan tidur paling akhir, fase tidur ini ditandai dengan gerakan cepat pada mata dan adanya mimpi.

 

Mengonsumsi 240 miligram ginkgo biloba per hari dapat meningkatkan kualitas tidur pada dewasa sehat yang mengalami gangguan insomnia atau susah tidur (16).

 

Penggunaan ekstrak tanaman ini juga mampu meningkatkan durasi serta kualitas tidur secara signifikan bagi mereka yang menderita efek samping kurang tidur saat menggunakan obat-obatan anti-depresan berjenis trimipramine (17). 

 

6. Mengurangi Gejala Gangguan Kecemasan

Sebuah penelitian yang melibatkan 170 orang partisipan dengan gangguan kecemasan umum menyebutkan bahwa suplementasi ginkgo biloba dengan dosis tinggi (480 mg) selama empat minggu dapat mengurangi gejala kecemasan (18).

 

Manfaat ini berasal dari kandungan antioksidan yang terdapat pada ginkgo biloba mampu memodulasi GABA (Gamma -Aminobutyricic Acid) yakni neurotransmitter di otak yang menimbulkan rasa tenang  dan menekan kecemasan (19, 20). Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan lebih dalam antara ginkgo biloba dengan gangguan kecemasan.

 

7. Mengurangi Gejala PMS (Sindrom Pra Menstruasi)

Beberapa penelitian terdahulu menyebutkan ginkgo biloba efektif dalam mengurangi gejala PMS seperti perubahan suasana hati, sakit kepala, kecemasan, kelelahan, dan nyeri otot area perut dan pinggang.

 

Sebuah studi tahun 2008 yang diterbitkan dalam Journal of Alternative dan Complement Medicine menggunakan 85 orang mahasiswa dengan kesamaan karakteristik demografi dan tingkat keparahan gejala PMS sebagai responden penelitian.

 

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kelompok yang mengonsumsi 40 mg ekstrak ginkgo biloba setiap hari selama enam bulan mengalami penurunan gejala PMS sebanyak 23% dibandingkan dengan kelompok penerima plasebo yang hanya mengalami penurunan gejala sebesar 8,8% (21).

 

8. Melindungi dan Meningkatkan Kesehatan Kognitif

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ginkgo biloba dapat membantu melindungi dari penurunan kognitif dan meningkatkan fungsi otak, terutama bagi orang-orang yang menderita penyakit Alzheimer, demensia, atau masalah vaskular yang disebabkan oleh infark serebral (kehilangan aliran darah ke pembuluh di otak) (22, 23).

 

Ginkgo biloba juga terbukti mampu membantu mengobati masalah kognitif seperti rendahnya fokus dan konsentrasi, kebingungan, penurunan kinerja fisik, kelelahan, sakit kepala, dan gangguan mood atau suasana hati (24).

 

Sebuah uji klinis tahun yang dilaksanakan pada tahun 2017 di tujuh Rumah Sakit Provinsi Jiangsu, Cina menyebutkan bahwa kombinasi ekstrak ginkgo biloba dengan aspirin dapat mengurangi terjadinya defisit kognitif atau penurunan fungsi kongitif dan neurologis (fungsi saraf) setelah terjadinya serangan stroke iskemik (stroke yang diakibatkan oleh sumbatan kolesterol dalam pembuluh darah).

 

Hasil tes dari partisipan yang mengonsumsi 450 mg ginkgo biloba yang dikombinasikan dengan aspirin menunjukkan skor dan kontrol kognitif yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang hanya menerima ginkgo biloba atau yang hanya menerima aspirin secara tunggal (25).

 

Penelitian lain yang dilakukan oleh para peneliti di Institute for Medical Psychology, University of Munich Jerman mencoba melaksanakan uji coba efek ginkgo pada kinerja mental orang dewasa yang sehat selama periode pemberian empat minggu. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat perbedaan signifikan dalam kesehatan mental dan kualitas hidup antara kelompok penerima ginkgo biloba dan kelompok plasebo.

 

Kelompok yang mengonsumsi ginkgo biloba memiliki kinerja motorik dan kesehatan emosional yang lebih baik, serta tidak didapatkan efek samping atau intoleransi berarti terhadap berbagai senyawa yang terkandung dalam ginkgo biloba (26).

 

9. Mengobati Fibromialgia

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kombinasi koenzim Q10 (CoQ10) dan ginkgo biloba dapat meningkatkan kualitas hidup orang yang didiagnosis dengan fibromialgia, yakni suatu gangguan pada sistem saraf yang biasanya disertai dengan kelelahan, sakit kepala, kesulitan tidur, gelisah dan depresi (27).

 

Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitasnya terhadap fibromialgia.

 

10. Mengurangi Gejala Skizofrenia

Skizofrenia adalah gangguan mental yang menyebabkan penderitanya mengalami halusinasi, delusi atau waham, kekacauan berpikir, dan ketidakmampuan untuk berperilaku dengan baik. Sebuah penelitian menguji konsumsi ginkgo biloba dengan dosis antara 240-360 miligram per hari menunjukkan bahwa herbal ini secara efektif mampu mengurangi gejala skizofrenia ketika digunakan bersama dengan obat antipsikotik.

 

Ginkgo biloba juga terbukti dapat membantu meningkatkan respon terhadap obat-obatan bagi pasien yang putus obat atau mengalami resistensi terhadap pengobatan sebelumnya (28, 29, 30)

 

11. Mengurangi dan Meredakan Penyakit Ketinggian (Mountain sickness)

Mountain sickness atau altitude sickness adalah sebuah kumpulan gejala yang terjadi ketika seseorang mendaki gunung. Rasa ketakutan yang timbul akan menyebabkan berbagai ketidak nyamanan fisik seperti sakit kepala, sesak napas, dan mual.

 

Mengonsumsi ekstrak ginkgo biloba secara konsisten dengan dosis 240 miligram selama lima hari sebelum mendaki gunung akan membantu mengurangi dan meredakan penyakit ketinggian (31, 32, 33, 34).

 

Hingga saat ini belum diketahui mekanisme ginkgo biloba sehingga dapat secara efektif mengatasi penyakit tersebut. Hal ini juga masih dalam tahap penelitian lebih lanjut.

 

 

 

Sumber Makanan

 

Daun dari tanaman ginkgo biloba

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis standar berkisar antara 40-360 miligram setiap hari, dengan konsumsi pertama tidak lebih dari 120 miligram per hari bersama dengan jadwal makan untuk menghindari efek samping gastrointestinal.

 

Berikut adalah rekomendasi dosis sesuai dengan kebutuhan: 

 

Meningkatkan fungsi kognitif: Konsumsi 120-240 mg suplemen, satu hingga empat jam sebelum beraktivitas. Untuk mengurangi penurunan kognitif pada orang dewasa yang lebih tua, konsumsi 40-120 mg sebanyak tiga kali sehari.

 

Menurunkan kecemasan: Konsumsi 80 mg atau 160 mg ekstrak daun ginkgo biloba (merek EGb 761) sebanyak tiga kali sehari selama 4 minggu.

 

Mencegah demensia: Konsumsi 60-480 mg per hari ekstrak daun ginkgo biloba, dibagi dalam dua atau tiga dosis, selama setahun. Dosis yang paling umum adalah 120-240 mg ekstrak standar EGb 761 atau LI 1370 per hari, dengan 240 mg mungkin lebih efektif. 

 

Memperbaiki kerusakan retina yang disebabkan oleh diabetes: Konsumsi 120 mg ekstrak daun ginkgo biloba dengan merek EGb 761, setiap hari selama 6 bulan.

 

Mengatasi nyeri pada area kaki yang berhubungan dengan sirkulasi yang buruk (klaudikasio, penyakit pembuluh darah perifer): Konsumsi 120-240 mg per hari ekstrak daun ginkgo (EGb 761), dibagi menjadi dua atau tiga dosis. Dosis yang lebih tinggi mungkin lebih efektif.

 

Mengatasi pusing (vertigo): Konsumsi 160 mg ekstrak daun ginkgo yang disebut EGb 761, sekali sehari atau dalam dua dosis terbagi setiap hari selama 3 bulan.

 

Sindrom pramenstruasi (PMS): Konsumsi 80 mg ekstrak daun ginkgo (EGb 761), dua kali sehari, mulai dari hari keenam belas dari siklus menstruasi hingga hari kelima siklus berikutnya. Bisa juga mengonsumsi 40 mg ekstrak daun ginkgo (Ginko T.D.) sebanyak tiga kali sehari mulai dari hari keenam belas dari siklus menstruasi sampai hari kelima siklus berikutnya.

 

Glaukoma: Konsumsi 120-160 mg ekstrak daun ginkgo, dua atau tiga dosis terbagi per hari.

 

Skizofrenia: Konsumsi 120-360 mg ekstrak daun ginkgo (EGb 761) setiap hari selama 8-16 minggu.

 

Gangguan pergerakan (tardive dyskinesia): Konsumsi 80 mg ekstrak daun ginkgo (EGb 761), tiga kali sehari selama 12 minggu.

 

 

Interaksi Sinergi

 

Phosphatidylserine (PS): Kombinasi keduanya dapat meningkatkan efektivitas ginkgo biloba, terutama jika dikonsumsi oleh remaja.

 

Panax ginseng: Kombinasi keduanya bermanfaat untuk pembentukan memori.

 

Aspirin: Mengkombinasikan ginkgo biloba dan aspirin dapat mengurangi defisit kognitif dan neurologis setelah stroke iskemik akut.

 

Hydrochlorothiazide: Hydrochlorothiazide digunakan untuk membantu mengurangi pembengkakan dan mengontrol tekanan darah. Kombinasi hidroklorotiazid dan ginkgo dapat meningkatkan tekanan darah. Sebelum minum ginkgo, bicarakan dengan ahli kesehatan Anda jika Anda minum obat untuk tekanan darah tinggi.

 

Vitamin B dan Koenzim Q10: Kombinasi berbagai suplemen ini dapat menurunkan gejala sakit kepala migrain.

 

 

Efikasi

 

Satu hingga empat jam setelah konsumsi bersama dengan makanan.

 

 

Kontraindikasi

 

Anak-anak, ibu hamil dan ibu menyusui dilarang mengonsumsi suplemen ini.

 

Pasien pasca operasi atau memiliki cedera yang serius tidak disarankan mengonsumsi suplemen ginkgo biloba.

 

Penderita gangguan pendarahan sebaiknya tidak mengonsumsi ginkgo karena akan memperburuk gangguan pendarahan.

 

Penderita diabetes: Berhati-hatilah dalam mengkonsumsi suplemen maupun ekstrak ginkgo karena dapat mengganggu manajemen gula darah. 

 

Riwayat kejang: Tidak disarankan mengkonsumsi suplemen ini karena terdapat kekhawatiran bahwa ginkgo dapat menyebabkan kejang.

 

Kekurangan enzim dehidrogenase glukosa-6-fosfat (G6PD): Ginkgo biloba dapat menyebabkan anemia berat pada orang yang mengalami kekurangan enzim G6PD. Gunakan dengan hati-hati atau hindari menggunakan ginkgo jika Anda memiliki kondisi ini.

 

Hindari mengonsumsi suplemen ginkgo biloba jika Anda sedang dalam perawatan atau mengonsumsi obat-obatan seperti omeprazole (Prilosec), antikoagulan, alprazolam (Xanax), buspirone (BuSpar), efavirenz (Sustiva), fluoxetine (Prozac), obat-obatan yang diubah oleh substrat hati, obat anti-diabetes, obat penurun ambang kejang (antikonvulsan), serta trazodone (Desyrel).

 

 

Efek Samping

 

Ekstrak ginkgo aman jika dikonsumsi dengan dosis dan cara yang tepat. Adapun efek samping yang mungkin terjadi akibat konsumsi yang tidak tepat atau berlebihan antara lain:

Sakit perut

Sakit kepala 

Pusing 

Sembelit

Peningkatan detak jantung

Reaksi alergi pada kulit

Kesulitan bernafas

Denyut nadi melemah

Kejang

Kehilangan kesadaran

Syok

 

 

Referensi:

Patel, Kamal. (2014). Ginkgo biloba. Examine. Diakses pada 17 Juni 2019.

Axe, Josh. (2018). Ginkgo biloba benefits energy, mood & memory. Dr Axe. Diakses pada 17 Juni 2019.

Hill, Ansley. (2018). 12 Benefits of ginkgo biloba (plus side effects & dosage). Healthline. Diakses pada 17 Juni 2019.

WebMD. (2018). Ginkgo. WebMD. Diakses pada 17 Juni 2019. 

Usai S, Grazzi L, Bussone G. Gingkolide B as migraine preventive treatment in young age: Results at 1-year follow-up. Neurol Sci. (2011). 

Usai S, Grazzi L, Andrasik F, Bussone G. An innovative approach for migraine prevention in young age: a preliminary study. Neurol Sci. (2010). 

D’Andrea G, Bussone G, Allais G, et al. Efficacy of Ginkgolide B in the prophylaxis of migraine with aura. Neurol Sci. (2009). 

Hill, Anshley. (2018). 12 Benefits of ginkgo biloba (plus side effects & dosage). Healthline. DIakses pada 17 Juni 2019.

Rodríguez M, Ringstad L, Schäfer P, et al. Reduction of atherosclerotic nanoplaque formation and size by ginkgo biloba (EGb 761) in cardiovascular high-risk patients. Atherosclerosis. (2007). 

Wu YZ, Li SQ, Zu XG, Du J, Wang FF. Ginkgo biloba extract improves coronary artery circulation in patients with coronary artery disease: Contribution of plasma nitric oxide and endothelin-1. Phytother Res. (2008). 

Yang Y, Li Y, Wang J, et al. Systematic Investigation of Ginkgo Biloba Leaves for Treating Cardio-cerebrovascular Diseases in an Animal Model. ACS Chem Biol. (2017). 

Nabavi SM, Habtemariam S, Daglia M, et al. Neuroprotective Effects of Ginkgolide B Against Ischemic Stroke: A Review of Current Literature. Curr Top Med Chem. (2015). 

Nash KM, Shah ZA. Current perspectives on the beneficial role of ginkgo biloba in neurological and cerebrovascular disorders. Integr Med Insights. (2015). 

Szczurko O, Shear N, Taddio A, Boon H. Ginkgo biloba for the treatment of vitilgo vulgaris: an open label pilot clinical trial. BMC Complement Altern Med. (2011). 

Parsad D, Pandhi R, Juneja A. Effectiveness of oral Ginkgo biloba in treating limited, slowly spreading vitiligo. Clin Exp Dermatol. (2003). 

Chuarienthong P, Lourith N, Leelapornpisid P. Clinical efficacy comparison of anti-wrinkle cosmetics containing herbal flavonoids. Int J Cosmet Sci. (2010). 

Evans JR. Ginkgo biloba extract for age-related macular degeneration. Cochrane Database Syst Rev. (2013). 

Russo V, Stella A, Appezzati L, et al. Clinical efficacy of a Ginkgo biloba extract in the topical treatment of allergic conjunctivitis. Eur J Ophthalmol. (2009).

Murray BJ, Cowen PJ, Sharpley AL. The effect of Li 1370, extract of Ginkgo biloba, on REM sleep in humans. Pharmacopsychiatry. (2001). 

Hemmeter U, Annen B, Bischof R, et al. Polysomnographic effects of adjuvant ginkgo biloba therapy in patients with major depression medicated with trimipramine. Pharmacopsychiatry. (2001). 

Woelk H, Arnoldt KH, Kieser M, Hoerr R. Ginkgo biloba special extract EGb 761 in generalized anxiety disorder and adjustment disorder with anxious mood: A randomized, double-blind, placebo-controlled trial. J Psychiatr Res. (2007). 

Savage K, Firth J, Stough C, Sarris J. GABA-modulating phytomedicines for anxiety: A systematic review of preclinical and clinical evidence. Phytother Res. (2018). 

Montes P, Ruiz-Sanchez E, Rojas C, Rojas P. Ginkgo biloba extract 761: A review of basic studies and potential clinical use in psychiatric disorders. CNS Neurol Disord Drug Targets. (2015). 

Tamborini A, Taurelle R. Intérêt de l’extrait standardisé de Ginkgo biloba (EGb 761) dans la prise en charge des symptômes congestifs du syndrome prémenstruel [Value of standardized Ginkgo biloba extract (EGb 761) in the management of congestive symptoms of premenstrual syndrome]. Rev Fr Gynecol Obstet. (1993). 

Zhang SJ, Xue ZY. Effect of Western medicine therapy assisted by Ginkgo biloba tablet on vascular cognitive impairment of none dementia. Asian Pac J Trop Med. (2012).

Wesnes K, Simmons D, Rook M, Simpson P. A double‐blind placebo‐controlled trial of tanakan in the treatment of idiopathic cognitive impairment in the elderly. Human Psychopharmacol: Clinical Experience. (1987). 

Kleijnen J, Knipschild P. Ginkgo biloba for cerebral insufficiency. Br J Clin Pharmacol. (1992). 

Leadbetter G, Keyes LE, Maakestad KM, Olson S, Tissot van Patot MC, Hackett PH. Ginkgo biloba does–and does not–prevent acute mountain sickness. Wilderness Environ Med. (2009). 

Moraga FA, Flores A, Serra J, Esnaola C, Barriento C. Ginkgo biloba decreases acute mountain sickness in people ascending to high altitude at Ollagüe (3696 m) in northern Chile. Wilderness Environ Med. (2008). 

Roncin JP, Schwartz F, D’Arbigny P. EGb 761 in control of acute mountain sickness and vascular reactivity to cold exposure. Aviat Space Environ Med. (1996).

Gertsch JH, Seto TB, Mor J, Onopa J. Ginkgo biloba for the prevention of severe acute mountain sickness (AMS) starting one day before rapid ascent. High Alt Med Biol. (2002). 


Tags: , , , , , , , , , , , , , ,