fbpx
LOGO

Ginseng Siberia: Manfaat, Dosis Penggunaan, dan Efek Samping

June 25, 2020
IMG

Selama kurang lebih 2.000 tahun, Eleuthero (Eleutherococcus senticosus) atau ginseng Siberia telah digunakan sebagai ramuan pengobatan. Tanaman ini disebut sebagai tanaman adaptogen, karena mengandung senyawa yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari stres oksidatif.

 

Bagian tanaman yang sering diolah sebagai obat adalah bagian akar ginseng Siberia. Tanaman yang masih kerabat dengan ginseng Asia ini dipercaya dapat mengatasi berbagai kondisi penyakit seperti jantung kronis, gangguan tekanan darah, diabetes, penyakit ginjal, kelelahan kronis, ADHD, penyakit Alzheimer, rheumatoid arthritis, pilek dan flu.

 

 

Manfaat

 

1. Meredakan Flu dan Demam 

Suplemen akar ginseng Siberia dipercaya membantu melawan virus yang menyebabkan pilek dan flu, sehingga sering digunakan sebagai obat flu alami. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis, Antiviral Research, menyatakan bahwa ekstrak cairan dari akar ginseng Siberia mampu secara efektif menghambat rhinovirus, yakni virus penyebab terjadinya infeksi flu pada manusia.

 

Selain rhinovirus terdapat pula virus saluran pernapasan yang disebut respiratory syncytial virus, dan virus influenza tipe A yang terbukti efektif dapat ditekan pertumbuhannya oleh ekstrak ginseng Siberia. 

 

Menurut National Institutes of Health (NIH), kombinasi eleuthero dengan ramuan Andrographis diketahui efektif meredakan demam. Penelitian lain yang diterbitkan dalam Phytotherapy Research dengan mengambil 130 anak sebagai responden penelitian, menemukan fakta bahwa formula herbal yang mengandung eleuthero dan Andrografis dapat membantu mengurangi durasi dan keparahan demam ketika pengobatan dimulai pada tahap awal demam (1).

 

2. Berpotensi Sebagai Anti-Kanker

Sebuah makalah ilmiah yang diterbitkan pada tahun 2016 di The American Journal of Chinese Medicine mencatat efek ginseng Siberia dalam menghambat sel kanker seperti kanker hati dan paru-paru (2). Hal ini sejalan dengan hasil penelitian tahun 2008 yang melibatkan 40 orang wanita pasca-menopause.

 

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemberian suplemen ginseng Siberia mampu menurunkan kolestrol LDL serta penanda stres oksidatif lain yang terkait dengan penyakit jantung dan kanker (3). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa ginseng Siberia potensial untuk menurunkan kadar kolestrol dalam darah.

 

3. Mengurangi Kelelahan dan Meningkatkan Performa Olahraga

Manfaat yang populer dari ginseng Siberia adalah mampu meningkatkan performa olahraga dan massa otot. Sehingga, banyak atlit yang sengaja mengonsumsi ginseng Siberia untuk meningkatkan ketahanan dan mengurangi kelelahan setelah berolahraga (4).

 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Eleuthero memiliki kemampuan yang mirip dengan kafein untuk meningkatkan stamina fisik dan ketajaman mental. Menurut buku Pengobatan Botani untuk Kesehatan Wanita, orang dengan sindrom kelelahan kronis yang sedang mengalami kelelahan sedang juga disarankan untuk mengonsumsi suplemen ini. Ginseng Siberia juga aman dikonsumsi oleh orang tua terutama untuk mendapatkan efek perbaikan kesehatan mental dan fungsi sosial (5)

 

Sumber tersebut juga menyatakan bahwa suplemen ginseng Siberia dapat meningkatkan rasio testosteron dan kortisol hingga lebih dari 28%. Kedua hormon tersebut adalah indikator penurunan respons stres pada atlet.

 

4. Meningkatkan Kemampuan Belajar dan Memori

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Regeneration Research mengamati efek eleutheroside B dan E terhadap pembelajaran dan memori pada tikus sebagai hewan coba. Subyek tikus kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing diberikan injeksi eleutheroside B atau E dengan dosis rendah (50 mg/kg), sedang (100 mg/kg), dan tinggi (200 mg/kg).

 

Setelah uji perilaku yang dilakukan selama empat minggu, tikus berusia lanjut yang menerima eleutheroside B atau E menunjukkan peningkatan pembelajaran dan memori (6). 

 

Pada penelitian terhadap sel manusia, komponen aktif pada ginseng Siberia terbukti dapat meningkatkan daya ingat, meningkatkan kognisi dan memberikan efek neuroproteksi terhadap terjadinya iskemia dan depresi. Penggunaan ginseng Siberia meningkatkan aktivitas enzim HO-1 yang kemudian menurunkan produksi ROS (reactive oxigent species).

 

ROS adalah ikatan oksigen dalam tubuh yang dapat memicu terjadinya radikal bebas yang dapat merusak makromolekul dalam tubuh manusia termasuk lemak, protein, asam amino hingga kerusakan sel syaraf (7).

 

5. Menyembuhkan Herpes

Sebuah penelitian dilakukan selama enam bulan untuk mengamati perbandingan antara efek ginseng Siberia dan plasebo pada 93 pria dan wanita yang mengalami infeksi herpes berulang, khususnya jenis virus herpes simpleks (HSV) tipe 2 yang menyebabkan herpes genital.

 

Partisipan diberikan 2 gram akar ginseng Siberia setiap hari. Setelah evaluasi ginseng Siberia pada bulan ke-enam diketahui terdapat penurunan frekuensi, tingkat keparahan dan durasi terjadinya wabah herpes (8). 

 

 

 

Sumber Makanan

 

Akar tanaman ginseng Siberia

 

 

Dosis Pemakaian

 

Dosis standar yang direkomendasikan adalah 300 – 1.200 mg per hari. Sumber lain menyatakan dosis sebesar 2 – 4 gram lebih direkomendasikan berdasarkan pengalaman tradisional.

 

Menurut Perpustakaan Kesehatan Universitas Michigan, rekomendasi dosis konsumsi akar ginseng Siberia yang umum meliputi:

• Sediaan bubuk kering: 2 – 3 gram per hari.

 

• Ekstrak padat terkonsentrasi dengan jumlah standar (eleutherosides B dan E): 300 – 400 mg per hari.

 

• Sediaan ekstrak cair berbasis alkohol: 8 – 10 ml dalam dua hingga tiga dosis terbagi per hari.

 

Adapun dosis yang direkomendasikan untuk  beberapa kondisi penyakit yang berbeda adalah sebagai berikut:

• Pilek dan flu: 400 mg suplemen bubuk akar ginseng Siberia, tiga kali per hari.

 

• Infeksi virus herpes simpleks tipe 2: 400 miligram ekstrak ginseng Siberia (umumnya berbentuk sediaan eleutheroside E sebesar 0,3%) per hari.

 

Stres atau kelelahan kronik: ekstrak ginseng Siberia dapat dikonsumsi selama tiga bulan, diikuti dengan masa tidak mengkonsumsi suplemen ini selama tiga hingga empat minggu. Baiknya selama konsumsi tetap dengan pengawasan dokter.

 

 

Interaksi Sinergi

 

• Kombinasi dengan ekstrak andrografis dapat membantu mengurangi durasi dan keparahan demam.

 

• Kombinasi ginseng Siberian dengan Astragalus membranaceus dan Phlomis umbrosa terbukti mampu menstimulasi pertumbuhan tulang pada anak-anak dan digunakan pada pengobatan herbal Korea.

 

 

Kontraindikasi

 

Anak-anak: Ginseng Siberia aman dikonsumsi anak dengan usia remaja (12-17 tahun) selama maksimum 6 minggu berturut-turut.

 

Orang yang memiliki kelainan jantung atau riwayat serangan jantung.

 

Hindari konsumsi sebelum tidur karena dapat menyebabkan masalah tidur bagi sebagian orang, teurtama ketika dikonsumsi pada malam hari

 

Pasien diabetes: Berhati-hati dalam mengonsumsi ginseng Siberia dan terus pantau gula darah Anda, karena ginseng Siberia dapat mempengaruhi kadar gula darah (dapat terjadi peningkatan maupun penurunan gula darah).

 

Ibu hamil atau menyusui sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. 

 

Gangguan mental (mania atau skizofrenia): Ginseng Siberia dapat memperburuk kondisi pasien dengan mania atau skizofrenia. Gunakan dengan hati-hati.

 

Gangguan pembekuan darah: hindari mengonsumsi ginseng Siberia karena mengandung bahan kimia yang dapat memperlambat pembekuan darah. Selain itu, ginseng Siberia dapat meningkatkan risiko pendarahan dan memar pada penderita gangguan pembekuan darah.

 

Kondisi sensitif-hormon seperti kanker payudara, kanker rahim, kanker ovarium, endometriosis, atau fibroid rahim: hindari konsumsi ginseng Siberia karena dapat bertindak seperti estrogen, sehingga dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien dengan kanker.

 

Pasien hipertensi: Penderita tekanan darah tinggi (180/90) sebaiknya tidak mengonsumsi ginseng Siberia, karena dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah yang mengancam nyawa.

 

Berhati-hati dalam mengkombinasikan dengan obat-obatan seperti lithium, digoxin (Lanoxin), obat penenang (depresan SSP), obat antikoagulan / antiplatelet, obat antidiabetes, dan obat-obatan yang diubah oleh substrat hati termasuk lovastatin (Mevacor), ketoconazole (Nizoral), itraconazole (Sporanox), fexofenadine (Allegra), triazolam (Halcion), dan lainnya.

 

Jangan kombinasikan dengan alkohol. Kombinasi ekstrak ginseng Siberia dan alkohol akan menimbulkan kantuk yang berlebihan.

 

 

Efek Samping

 

Ginseng Siberia aman ketika digunakan pada konsumen dewasa, baik diminum jangka pendek atau panjang, ataupun dalam bentuk sediaan injeksi untuk jangka pendek. Beberapa efek samping ringan yang dapat terjadi antara lain:

• Menyebabkan kantuk

• Perubahan irama jantung

Depresi dan kecemasan

• Kejang otot

• Diare ringan

• Peningkatan tekanan darah, terutama jika digunakan dalam dosis tinggi.

 

 

Referensi:

Price, Annie. (2018). Eleuthero (siberian ginseng) benefits to boost body & brain health. Dr Axe. Diakses pada 14 Juni 2019.

Patel, Kamal. (2014). Eleutherococcus senticosus. Examine. Diakses pada 14 Juni 2019.

WebMD. (2018). Ginseng siberian. WebMD. Diakses pada 14 Juni 2019.

Wong, Cathy. (2019). The health benefits of eleuthero. Very Well Health. Diakses pada 14 Juni 2019.

Li T, Ferns K, Yan ZQ, et al. Acanthopanax senticosus: Photochemistry and anticancer potential. Am J Chin Med. (2016).

Lee YJ, Chung HY, Kwak HK, Yoon S. The effects of A. senticosus supplementation on serum lipid profiles, biomarkers of oxidative stress, and lymphocyte DNA damage in postmenopausal women. Biochem Biophys Res Commun. (2008). 

Goulet EDB, Dionne IJ. Assessment of the effects of eleutherococcus senticosus on endurance performance. International Journal of Sport Nutrition and Exercise Metabolism. (2005). 

Wang X, Liu J, Zhang A, Sun H, Zhang Y. Systematic characterization of the absorbed components of acanthopanax senticosus stem (p. 313-336) dalam Wang X. Serum pharmacochemistry of traditional chinese medicine. USA: Academic Press. 2017. Diakses pada 14 Juni 2019. 

Huang D, Hu Z, Yu Z. Eleutheroside b or e enhances learning and memory in experimentally aged rats. Neural Regen Res. (2013). 

Jin ML, Park SY, Kim YH, Park G, Lee SJ. Acanthopanax senticosus exerts neuroprotective effects through HO-1 signaling in hippocampal and microglial cells. Environ Toxicol Pharmacol. (2013).


Tags: , , , , , , , , , , ,