fbpx
LOGO

Hati-Hati! Polusi Udara Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental

July 27, 2020
IMG

Tampaknya, polusi udara tidak hanya berakibat fatal bagi kesehatan fisik seperti kanker paru-paru dan stroke saja, tetapi juga pada kesehatan mental. Beberapa penelitian yang dilakukan pada daerah dengan pencemaran udara tertinggi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tempat tercemar dan kesehatan mental yang buruk, termasuk mempengaruhi timbulnya gangguan neurologis dan kecerdasan (1, 2, 3).

 

Polusi udara yang berbahaya ditandai dengan adanya paparan karbon hitam yang berasal dari kendaraan bermotor, udara yang terasa pengap, dan iritasi mata akibat paparan polusi. Di Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan ambang batas  konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan yaitu 151 – 350 µgram/m3, dimana dikategorikan sebagai udara tidak sehat. Adapun untuk kategori udara sangat tidak sehat berkisar antara 351 – 420 µgram/m3 dan lebih dari 420 µgram/m3 untuk kategori berbahaya (4).

 

 

Pengaruh Polusi terhadap Kesehatan Mental dan Kognitif

 

Penelitian terbaru yang dilaksanakan di Amerika Serikat (AS) menunjukkan terdapat korelasi antara polusi udara dengan kesehatan mental. Para peneliti menganalisa data kualitas udara, air, dan tanah pada negara bagian dengan pencemaran udara tertinggi di Amerika Serikat. Negara bagian yang dipilih melalui besaran klaim asuransi untuk diagnosis kesehatan mental (gangguan bipolar, depresi berat, gangguan kepribadian, skizofrenia, epilepsi, dan penyakit Parkinson) dengan tingkat polusi yang saling berkaitan. Polusi udara dan gangguan bipolar muncul sebagai hubungan terkuat.

 

Untuk membuktikan hipotesis ini, peneliti AS bekerja sama dengan para peneliti Denmark menggunakan data penduduk Denmark untuk melihat seberapa banyak individu yang terpapar polusi udara selama masa kanak-kanak. Mirip dengan penemuan di AS, paparan polusi udara dikaitkan dengan tingkat gangguan bipolar dan depresi yang lebih tinggi.

 

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa mereka yang tinggal di tempat tercemar mengalami peningkatan gejala bipolar sebesar 27% dan hingga 6% peningkatan gejala depresi, jika dibandingkan dengan rata-rata nasional (5).

 

Penelitian pada model hewan yang diterbitkan dalam Toxicologic Pathology juga menyebutkan bahwa anjing yang terkena pencemaran udara tingkat tinggi mengalami peningkatan inflamasi dan patologi termasuk plak amiloid dan filamen PH (neurofibrillary tangles), penanda utama untuk penyakit Alzheimer. Plak amiloid dan filamen PH merupakan tumpukan protein dalam neuron atau sel saraf dalam otak yang mengakibatkan gangguan  memori dan penurunan kemampuan kognitif termasuk intelektual (6).

 

 

 

Pengaruh Polusi terhadap Kecerdasan Anak

 

Polusi udara tampaknya juga berpengaruh dan sangat berbahaya bagi perkembangan kecerdasan anak. Sebuah penelitian di Inggris pada tahun 2012 yang diterbitkan dalam Environmental Health Perspectives, menemukan fakta bahwa anak-anak yang telah terpapar polusi udara perkotaan tingkat tinggi terutama sejak dalam rahim lebih rentan mengalami masalah pada fokus, gangguan kecemasan, dan depresi. Paparan polusi udara juga mengakibatkan penurunan kecerdasan yang ditandai dengan rendahnya skor tes verbal dan matematika (7).

 

 

Pengaruh Polusi Udara terhadap Perubahan Struktur Otak

 

Polusi udara telah terbukti mempengaruhi kesehatan mental dan kecerdasan, dan hal ini juga dapat dilihat dari perubahan struktur otak yang terjadi. Menggunakan model hewan tikus, Randy Nelson, PhD, seorang Profesor di bidang ilmu saraf Ohio State University bersama dengan timnya mencoba membandingkan tikus yang terpapar polusi udara dengan yang tidak.

 

Setelah 10 bulan penelitian, tikus yang terpapar udara tercemar mengalami peningkatan kadar sitokin (penanda atau sinyal terjadinya peradangan dan inflamasi dalam tubuh), dan perubahan fisik pada sel saraf area hippocampus, yakni wilayah otak yang berperan penting dalam pembentukan memori spasial.

 

Perubahan struktur otak ini yang menyebabkan tikus yang terpapar polusi udara memiliki dendritic spine atau cabang neuron yang lebih sedikit. Memiliki cabang neuron yang sedikit sangat berhubungan dengan pembentukan memori atau daya ingat yang rendah (8).

 

Untuk meminimalisir paparan udara yang tercemar, Anda dapat menggunakan masker ketika hendak keluar rumah, memasang penyaring udara pada rumah atau kantor, atau pindah ke tempat dengan pencemaran udara yang lebih sedikit. Anda juga dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum untuk mengurangi polusi udara di ruang terbuka. 

 

 

Referensi :

Gibbens, Sarah. (2019). Air pollution linked to bipolar disorder, depression. National Geographic. Diakses pada 23 Agustus 2019.

Weir, Kristein. (2012). Smog in our brains. American Psychological Association. Diakses pada 23 Agustus 2019. 

Roberts S, Arsenault L, et al. Exploration of NO2 and PM2.5 air pollution and mental health problems using high-resolution data in London-based children from a UK longitudinal cohort study. Psychiatry Research. (2019). 

Xue T, Zhu T, Zheng Y, Zhang Q. Declines in mental health associated with air pollution and temperature variability in China. Nature Communications. (2019). 

Shin J, Park JY, Choi J. Long-term exposure to ambient air pollutants and mental health status: A nationwide population-based cross-sectional study. PLoS One. (2018).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2019). Informasi Konsentrasi Partikulat (PM10). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Diakses pada 23 Agustus 2019. 

Khan A, Plana-Ripoll A, et al. Environmental pollution is associated with increased risk of psychiatric disorders in the US and Denmark. Plos Biology. (2019). 

Calderón-Garcidueñas L, Azzarelli B, Acuna H, et al. Air pollution and brain damage. Toxicol Pathol. (2002).

Gibbens S. (2018). Air pollution robs us of our smarts and our lungs. National Geographic. Diakses pada 23 Agustus 2019.

Fonken LK, Xu X, Weil ZM, Chen G, Sun Q, Rajagopalan S, Nelson RJ. Air pollution impairs cognition, provokes depressive-like behaviors and alters hippocampal cytokine expression and morphology. Molecular Psychiatry. (2011).


Tags: , ,