fbpx
LOGO

Tampak Awet Muda dengan Menghindari Perilaku Merokok

August 26, 2020
IMG

Rokok mengandung tembakau, aseton, tar, nikotin dan karbon monoksida yang secara jelas tidak memiliki manfaat kesehatan.

 

Merokok dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan secara langsung dan efek samping jangka panjang. Zat yang Anda hirup tidak hanya memengaruhi paru-paru, tetapi juga dapat mempengaruhi seluruh tubuh Anda. 

 

Merokok dapat merusak paru-paru, meningkatkan kadar kolesterol, tekanan darah tinggi dan risiko terkena penyakit jantung. Merokok juga mempengaruhi rambut dan kuku, meningkatkan berbagai risiko kanker, mengurangi performa seksual, kemandulan, hingga kematian.

 

Merokok juga dapat menyebabkan penuaan dini. Karakteristik perokok seringkali digambarkan memiliki wajah yang lebih kuyu, terlihat lebih tua, dan kusam. Meski hubungan ini belum jelas, namun penelitian terbaru memperlihatkan bahwa merokok dapat mempercepat penuaan.

 

Penelitian tersebut dilakukan oleh Tim Peneliti Internasional dengan melibatkan bantuan kecerdasan buatau atau artificial intelligence (AI). Mereka mengambil 149.000 profil darah orang dewasa sehat untuk memprediksi status merokok (1).

 

Para peneliti menggunakan model prediksi usia untuk menentukan perbedaan usia biologis antara perokok dan bukan perokok, dan mengevaluasi dampaknya menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

 

Dengan menggunakan model prediksi usia yang dikembangkan oleh teknik pembelajaran mendalam yang diawasi, penelitian ini menganalisis beberapa penanda biokimia, termasuk hemoglobin terglikasi, urea, glukosa puasa, dan ferritin.

 

Hasil penelitian menemukan bahwa perokok menunjukkan rasio penuaan yang lebih tinggi daripada usia seharusnya. Perokok perempuan diperkirakan dua kali lebih tua dari usia kronologis mereka, sedangkan perokok laki-laki diperkirakan satu setengah kali lebih tua dari usia kronologis mereka dibandingkan dengan bukan perokok.

 

Rokok juga memainkan peran penting dalam perkembangan kondisi patologis lainnya yang sering terjadi pada usia lanjut, seperti demensia, osteoporosis, diabetes, tukak lambung, refluks gastro-esofagus, disfungsi ereksi, degenerasi makula, pikun, katarak, perubahan pendengaran dan kesehatan kulit.

 

Asap rokok tidak hanya mempengaruhi harapan hidup, tetapi juga kualitas hidup (2).

 

 

 

Bagaimana Cara Berhenti Merokok?

 

Berhenti merokok harus diawali dengan motivasi dari perokok itu sendiri. Saat ini, ada banyak strategi, baik dari tipe farmakologis atau non-farmakologis, yang menguntungkan juga untuk orang tua.

 

Program penghentian merokok yang paling efektif melibatkan kombinasi farmakoterapi dan konseling perilaku dan / atau kognitif untuk meningkatkan angka abstinensi.

 

Perawatan farmakologis yang disetujui termasuk terapi penggantian nikotin, bupropion, opsi non-nikotin, anti-depresan, obat yang menargetkan reseptor kanabinoid dan pendekatan farmakologis yang lebih baru termasuk agonis parsial nikotinat selektif.

 

Dengan terapi tersebut, kebiasaan merokok bisa dihentikan secara perlahan.

 

 

Referensi:

Gen. (2019). Smoking accelerates biological age, says ai. Genetic Engineering and Biotechnology News. Diakses pada 06 Agustus 2019.

Pietrangelo A, Cherney K. (2019). The effect of smoking on your body. Healthline. Diakses pada 06 Agustus 2019.

Mauro VN, Basile G, Maltese G, Mauro CN, Gangemi S, Caruso C. Smoking, health, and ageing. Immunity & Ageing. (2019).

Mamoshina P, Kochetov K, Cortese F, et al. Blood biochemistry analysis to detect smoking status and quantify accelerated aging in smokers. Scientific Reports. (2019).

Nicita-Mauro V, Balbo CL, Mento A, Nicita-Mauro C, Maltese G, Basile G. Smoking, aging and the centenarians. Experimental Gerology. (2008).  


Tags: , ,